• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
PKJ-TIM dan DKJ dalam Ketiadaan Pusat: Peralihan Peran

PKJ-TIM dan DKJ dalam Ketiadaan Pusat: Peralihan Peran

November 27, 2025
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

PKJ-TIM dan DKJ dalam Ketiadaan Pusat: Peralihan Peran

by admin
November 27, 2025
in Kabar
1
PKJ-TIM dan DKJ dalam Ketiadaan Pusat: Peralihan Peran
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seno Gumira Ajidarma

__________

Dibacakan dalam Musyawarah Kesenian Jakarta Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta 25 November 2025

__________

Taman Ismail Marzuki adalah nama yang diberikan kepada suatu tempat, yang berdiri pada 1968 dengan tujuan seperti tertulis: Pusat Kesenian Jakarta. (PKJ). Gagasan tentang ‘pusat’ ini bermain seperti pemikiran Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pertama, Trisno Soemardjo (huruf tebal dari saya):

Mengembangkan catatan ini, tentunya pengertian ‘pusat’ bukanlah seperti pengertian ‘pusat’ lain yang baru mulai muncul saat itu, seperti ‘pusat perdagangan’, yang bermakna ‘segalanya ada dan bisa dibeli di sini’; melainkan sebaliknya, ‘pusat’ ini seperti (1) sumber atau mata air yang mengalirkan cinta berkesenian yang sehat, demi ‘pembentukan kebudayaan bangsa maju’. Jadi alih-alih memusatkan semuanya di TIM, justru dari TIM itulah gagasan-gagasan berkesenian terbaik mengalir ke seluruh Indonesia.

Sejak 1970-1980-an, dengan berdirinya berbagai Dewan Kesenian, setidaknya di kota-kota besar di Indonesia, melalui kerjasama pemerintah daerah masing-masing, terbukti bahwa ‘pusat’ bukan berarti pemusatan, melainkan sumber yang justru mengalirkan gagasan, semangat, dan rangsangan gairah berkesenian ke luar tembok TIM. Dapat dibayangkan, Dewan Kesenian di berbagai daerah itu pun akan menghidupkan potensi berkesenian di wilayah masing-masing.

Namun makna ‘pusat’ tak berhenti pada sumber, dalam hal TIM makna ‘pusat’ terandaikan menjadi (2) jaminan standar kualitas seni, dengan ukuran yang dirujuk dan dipercayakan kepada DKJ. Kepercayaan ini bukan sekadar diberikan oleh pemerintah Daerah Khusus Ibukota (DKI), melainkan terutama khalayak seni Indonesia.

Konteks ini membuat TIM menjadi ukuran kesahihan, yang untuk beberapa saat bisa dipercaya, dan menjadi modal terbaik untuk (3) mengembangkan kebudayaan, yang menyumbangkan sentuhan pembaruan, termasuk ke berbagai bidang di luar kesenian, melalui penanganan dan dorongan kuat terhadap revitalisasi seni tradisi maupun eksperimentasi dalam seni kontemporer.

Terdapatnya Planetarium dan Observatorium Jakarta di TIM, menggarisbawahi makna kebudayaan yang luas, bahwa kesenian dan ilmu pengetahuan sama sekali tidak saling meniadakan. Catatan ini perlu mengingatkan, bahwa pencapaian PKJ-TIM, sebagai hasil kerja DKJ, bukan hanya presentasi puncak-puncak kesenian, tetapi juga diskusi-diskusi publik dalam berbagai bidang di luar kesenian, yang kemudian menjadi wacana penting.

Keberadaan TIM dapat dilihat sebagai penanda pembebasan semasa Orde Baru, sebagai pembeda utama dari masa sumpek sebelumnya (“Orde Lama”), walau pada gilirannya ternyata hanyalah semacam suaka kebebasan para seniman, yang rawan dan rapuh ketika berhadapan dengan penguasa Orde Baru itu sendiri.

***

Reformasi terlalu kerdil jika hanya dilihat sebagai aksi penggulingan rejim Suharto pada 1998. Lebih proporsional melihatnya sebagai cara pandang baru yang kritis terhadap berbagai posisi lama. Dengan kata lain, representasi kuasa dalam bidang apapun diperlakukan sebagai sesuatu yang tidak berada di satu tangan, melainkan terbagi-bagi demi sebuah prosedur yang terandaikan demokratis.

Begitu terjadi dengan politik kekuasaan. Begitu pula terjadi dengan politik kesenian: bahwa posisi TIM, terutama dalam kategori 2, yakni jaminan standar kualitas seni, telah ditolak, dan sekaligus juga ditandingi, dengan tumbuhnya komunitas-komunitas seni terorganisasi, yang masing-masingnya tidak mengandalkan ‘pusat’ manapun untuk mensahihkan keberadaannya. Tidak media massa, yang determinasinya telah digugurkan media sosial; tidak pula PKJ-TIM.

Gejala ini sudah berlangsung sejak 1990-an, dan lebih baik dipandang sebagai keberhasilan PKJ-TIM dalam kategori 1, sebagai sumber atau mata air yang mengalirkan gagasan-gagasan berkesenian terbaik ke luar dari lahan 8 hektarnya; maupun kategori 3, bahwa kebudayaan kreatif yang dikembangkannya, dari revitalisasi seni tradisi sampai ekperimentasi dalam seni kontemporer, telah diterima dan diterapkan di manapun sebagai kelaziman wajar kegiatan berkesenian hari ini.

Pencapaian seni terbaik, yang semula terpusatkan dan tanpa dikehendaki menjadi monopoli TIM, telah terbagi begitu rupa seolah sudah tidak perlu dipersoalkan lagi, apakah suatu prestasi estetik itu berlangsung di dalam atau di luar TIM. Dalam perumpamaan pohon dan buah, tentu tidak perlu menjadi masalah jika buah-buah yang sengaja dijatuhkan semuanya telah menjadi pohon.

Tentu banyaklah faktor-faktor di luar kesenian, sebagai bagian kebudayaan, dalam perjalanan 55 tahun, telah membuat begitu banyak buah berhasil menjadi pohon, yang melahirkan pertanyaan tentang peran apalagi yang masih bisa dan perlu dilakukan DKJ.

***

Menengok kembali sebagian dari ujaran Trisno Soemardjo dapat dikatakan salah satu bidang tugas Pusat Kesenian adalah pendidikan seni, tentunya secara luas sebagai bagian dari pendidikan kebudayaan, yang dengan sendirinya merupakan pendidikan semesta: diadakan secara berkelanjutan, bagi siapapun yang berminat memanfaatkannya, sesuai cita-cita sekaligus kewajiban pemajuan kebudayaan.

Untuk menguji hasilnya, dapat digunakan indikator sederhana, yakni pendidikan seni dalam pengertian sempit: lembaga pendidikan formal Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai bagian dari pendirian PKJ-TIM.

Bermula dari kombinasi “sistem sanggar” dan kurikulum akademik bernama Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ), yang untuk pertama kalinya pada 1970 menampung lima disiplin seni (film, musik, seni rupa, tari, teater) dalam satu kampus, format ini telah diikuti dan dikembangkan oleh tujuh perguruan tinggi seni negeri dan satu swasta pada masa kini.

Dalam kenyataan bahwa sebagian dari Institut Seni Indonesia (ISI) dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di berbagai daerah telah menandingi, dan dalam beberapa hal melebihi IKJ, tentu dapat dianggap sebagai keberhasilan ketiga kategori tugas PKJ-TIM pada awal pendiriannya, yang merengkuh dan merangsang kegiatan berkesenian di seluruh Indonesia itu juga.

Hasil dari pendidikan seni dalam pengertian yang luas, bahwa setiap manusia Indonesia menjadi cerdas berkesenian, termasuk cerdas menonton, mendengar, membaca, dan memperbincangkan peristiwa kesenian, tentu dipertimbangkan dari keberadaan ‘pusat-pusat alternatif’, untuk tidak mengatakannya tandingan—yang dapat dikatakan mengecambah, dengan tawaran keberagaman yang bahkan puncak-puncaknya pun tidak akan tertampung dalam setahun acara-acara di TIM.

Bahkan apa yang disebut Trisno Soemardjo sebagai ‘pertunjukan asal jadi dan penuh penonton dipandang bukan sesuatu yang sulit’ sebetulnya sudah lama gugur, dengan bukti bahwa seni—yang tergolong—populer, konvensional, dan menangguk sukses komersial pun, mencatat puncak-puncak pencapaian kreatif yang tidak bisa diingkari.

Dengan kapasitasnya masing-masing, peran PKJ-TIM telah diambil alih bagi diri setiap komunitas dan setiap pribadi, yang telah menjadi ‘pusat’ bagi diri masing-masing. Dari saat ke saat terbukti, presentasi seni yang penting maknanya, kini dapat berlangsung tanpa harus tahu-menahu atas keberadaan PKJ-TIM.

Apakah ini berarti tugas DKJ sudah berakhir? Apabila pendekatan mendidik khalayaknya DKJ ini diperiksa dengan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara, maka jika ketiga kategori pencapaian DKJ, sebagai sumber gagasan, jaminan kualitas, dan pengembangan kebudayaan, sedikit banyak telah memenuhi tuntutan pendidikan untuk (1) memimpin dan meneladani di depan (ing ngarsa sun tulada) dan (2) ikut membangun di tengah (ing madya mbangun karsa), maka peran yang dapat diambilnya kini adalah (3) mengikuti—perkembangan—dari belakang (tut wuri handayani), dan berdasarkan itulah DKJ dapat menentukan perannya yang baru.

Dengan kata lain, ketiga kategori tadi tidak berarti dilepaskannya, tuntutan (1) dan (2), sebaliknya hasil kerja tuntutan (3) menjadi dasar untuk tetap menjalankan tuntutan (1) dan (2) itu dengan isi yang baru, begitu baru, bagaikan tiada lagi yang lebih baru—sebagai lanjutan pendulum revitalisasi budaya tradisi ke dan dari eksperimentasi seni kontemporer.

Pondok Ranji-Cikini,
Jumat, 6 Oktober 2023. 07:51.

[1] Berkas Wacana DKJ

Tags: dewan kesenian jakartapusat kesenian jakartaseno gumira ajidarma
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version