Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Mengenal Ragam Tradisi Membangunkan Sahur dari Berbagai Daerah di Indonesia

Mengenal Ragam Tradisi Membangunkan Sahur dari Berbagai Daerah di Indonesia

admin by admin
March 30, 2024
in Global
0

JAYAKARTA NEWS – Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, budaya Indonesia telah melebur dengan budaya Islam.

Salah satunya adalah tradisi membangunkan orang-orang untuk sahur di bulan Ramadan.

Ada banyak tradisi membangunkan sahur yang unik di berbagai daerah di Indonesia.

Berikut ragam tradisi membangunkan sahur di berbagai wilayah Indonesia:

1. Dengo-Dengo

Sudah ada sejak abad ke-17, tradisi ini telah turun temurun dilaksanakan di Marowali, Sulawesi Tengah.

Dengo-dengo sendiri merupakan sebuah bangunan sementara yang memiliki tinggi 15 meter.

Di dalam bangunan ini, terdapat gong dan rebana yang akan dimainkan untuk membangunkan orang-orang saat waktu sahur telah tiba.

2. Bagarakan Sahur

Ini merupakan salah satu tradisi membangunkan sahur yang paling kreatif.

Tradisi asal Kalimantan Selatan ini menggunakan alat-alat dapur untuk membangunkan warga saat sahur.

Alat-alat dapur ini ditabuh sehingga menimbulkan suara yang heboh hingga membuat warga bangun.

3. Keprekan

Warga Tegal tidak kalah unik dan kreatif untuk membangunkan sahur.

Melalui tradisi ini, warga akan membawa alat musik, alat dapur, serta alat lainnya yang menimbulkan bunyi.

Seluruh alat-alat ini dimainkan bersamaan sehingga membangunkan warga dari tidurnya.

4. Koko’o

Di Gorontalo ada tradisi bernama Koko’o.

Dalam tradisi ini, warga memanfaatkan kaleng atau botol untuk dimainkan sebagai alat musik.

Uniknya, dalam pelaksanaannya, tradisi ini juga diiringi dengan lagu daerah yang menambah kemeriahan suasana.

5. Ngarak Beduk

Tradisi masyarakat Betawi ini pasti sudah tidak asing bagi yang tinggal di Jakarta.

Seperti namanya, saat waktu sahur tiba, warga akan beramai-ramai mengarak beduk keliling kampung.

Sepanjang berkeliling, beduk terus ditabuh hingga menimbulkan suara gaduh yang membangunkan warga untuk sahur.***/mel

Tags: jayakartanewsTradisi Sahur
Previous Post

bank bjb Raih Penghargaan The Best Corporate Secretary and Communication di Ajang ICCA 2024

Next Post

5 Tradisi dan Budaya Unik di Betawi Saat Lebaran, Wajib Dilestarikan

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
5 Tradisi dan Budaya Unik di Betawi Saat Lebaran, Wajib Dilestarikan

5 Tradisi dan Budaya Unik di Betawi Saat Lebaran, Wajib Dilestarikan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version