Tangga Istimewa di Panggung “Pusaran”

 Tangga Istimewa di Panggung “Pusaran”
Sketsa tata panggung “Pusaran”, Senin – Selasa, tanggal 22 – 23 Juli 2019 di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. (foto: gunadi)

Jayakarta News – Panggung “Pusaran” mempertemukan Yudiaryani dan Gunadi, setelah persandingan keduanya, 31 tahun lalu. Tahun 1988, mereka adalah pemeran utama pentas teater “Caligula” (Albert Camus, 1944) bersama Teater Alam, dan disutradarai langsung oleh Azwar AN.

Gunadi Puspowijoyo

Kini, 2019, Yudi dan Gunadi terlibat pementasan A Streetcar Named Desire (Tenneessee Williams, 1947), yang diterjemahkan Totok Sudarto Bachtiar di bawah judul “Pusaran”. Jika dulu mereka beradu akting, kini berbagi peran yang saling menunjang. Prof Dr Yudiaryani, MA sebagai sutradara, sedangkan Palgunadi Poespowijoyo, sebagai Penata Artistik.

Gunadi masih ingat, betapa 31 tahun lalu, Yudi adalah teman akting yang produktif. Setiap datang latihan, sering membawakan kliping tulisan lalu mengajak diskusi. “Sebagai aktris, dia perfeksionis. Sebagai sutradara, sama. Untuk memenuhi taste artistiknya, saya berusaha maksimal menerjemahkan apa yang ada di benaknya mengenai konsep tata panggung untuk Pusaran,” ujar Gunadi.

Gunadi dan Yudiaryani dalam pementasan “Caligula” Teater Alam, yang disutradarai Azwar AN, tahun 1988. (foto: dok. Teater Alam)

Pentas “Pusaran” di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Senin dan Selasa tanggal 22 – 23 Juli 2019, tak pelak menjadi reuni bersejarah bagi keduanya. Bersejarah sebagai pelaku produksi, bersejarah pula dalam hal kolaborasi para pemain yang melibatkan teaterawan ISI Yogyakarta dan Teater Alam, pimpinan Azwar AN.

Sebagai penata artistik, Gunadi yang belajar banyak dari seniornya, Liek Suyanto itu dibantu Tatang Maruto Paksi, Anto Azis Mandar, dan Nurhadi. Dua nama pertama adalah penata artistik Teater Alam sedangkan Nurhadi dari Puskat. “Setelah beberapa kali diskusi dengan sutradara, kami tawarkan konsep setting. Setelah disetujui, langsung kami eksekusi,” ujar Gunadi, yang menggeluti teater sejak tahun 1979 itu.

Percayalah, sebagai penata artistik, Gunadi sudah banyak makan asam-garam. Ia lama terlibat produksi teater, sinetron, bahkan film layar lebar. Untuk panggung teater, Gunadi sudah terbiasa mengakrabi tiga jenis panggung yang lazim, panggung arena (penonton melingkar), proscenium (panggung bingkai), maupun thrust (gabungan arena dan proscenium). Panggung proscenium Concert Hall TBY bukan panggung yang asing bagi Gunadi.

Tantangan bagi Gunadi adalah menciptakan konsep scenery (tata dekorasi) yang sesuai gambaran dalam “Pusaran”. Naskah ini menampilkan konflik antara nilai-nilai lama dan baru di Amerika bagian selatan. Dunia lama dengan keanggunan dan keindahan berhadapan dengan nilai-nilai agresivitas dan materialisme. Pertumbuhan industri menciptakan konflik sosial.

Pusaran kisah terjadi saat tokoh utama Blanche DuBois (Viola Alexsandra) datang ke New Orleans, setelah ia kehilangan segala-galanya di Mississippi. Termasuk kehilangan ranch berikut rumah mewahnya yang dikenal dengan Belle Reve. Ia ke New Orleans menemui adiknya, Stella Kowalsky (Nur Alfiyah).

Stella tinggal di komplek apartemen sederhana Amerika Serikat bagian selatan, tahun 40-an, bersama suami Stanley Kowalsky (Meritz Hindra). Apartemen terletak tak jauh dari jalur trem (a streetcar) yang gaduh, serta dihuni masyarakat multi etnis yang gandrung budaya bebop. Di situ ada pelacuran, mabuk-mabukan, dansa, dan perjudian.

Gunadi sebagai penata artistik tidak saja menyajikan scenery, tetapi juga memikirkan segala perabot serta piranti pertunjukan. “Benar-benar kerja keras, karena itemnya sangat banyak, dan semua kami bikin secara manual,” ujar lelaki yang gemar mancing itu.

Proses pembuatan pesawat telepon era tahun 40-an. (foto: gunadi)
Properti kopor klasik dan botol-botol minuman keras. (foto: gunadi)

Ia membuat sofa, pesawat telepon, kopor, meja, lampu taman, gantungan baju, dan perabot lain yang bernuansa tahun 40-an – 50-an. Dari semua bagian setting, Gunadi menyebut ada satu yang paling istimewa, yakni tangga. Ya, tangga naik ke apartemen lantai dua.

“Mestinya setting dibuat seolah-olah bangunan apartemen dua lantai. Tetapi dengan banyak pertimbangan, kami siasati dengan pengadaan tangga di kiri-kanan stage. Setelah jadi, ternyata menjadi unsur paling kuat dalam keseluruhan tata panggung. Istimewa sekali,” tambah Gunadi sambil tersenyum.

Saat tulisan ini disusun, Gunadi sedang menyiapkan hand-property untuk “pertikaian” antara Blanche dan Stanley. Blanche memecahkan botol minuman, dan mengarahkan bagian runcing-runcingnya ke arah Stanley. “Efek pemecahan botol tergambar, tetapi pecahannya jangan sampai melukai pemain,” kata Gun.

Sedangkan, pada adegan yang mengharuskan Stanley membanting pesawat radio, Gunadi sudah menemukan solusinya. “Mudah saja…. fast-repair, atau bikin dua radio untuk dua hari pementasan,” imbuhnya sambil menyinggung betapa drama musikal ini benar-benar dinamis dan sangat menarik disaksikan.

Saat ini, Gunadi tengah mengerjakan proses finishing. Ia menargetkan, saat gladi resik, semua property siap dipasang. “Saya mendengar adanya antusiasme calon penonton terhadap pentas Pusaran. Saya hanya berusaha membuat penonton menyaksikan tata panggung yang senapas dengan jalan cerita. Pokmen sip….,” kata Gunadi sambil nyengir.

Pementasan yang dijadwal dua hari, Senin – Selasa, tanggal 22 – 23 Juli 2019 di Concert Hall TBY Yogyakarta itu, diperkirakan bakal dipenuhi penonton. Dari dua hari pementasan, tiket hanya tersisa di pementasan hari kedua, Selasa tanggal 23 Juli 2019. Pembelian tiket sudah bisa dilakukan secara online, melalui situs karcisonline.com atau melalui link: http://bit.ly/pusaranshow.Pembelian tiket secara langsung akan dilayani di loket Concert Hall TBY, dengan harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan harga tiket yang dipesan secara online. (rr)

Tatang Maruto Paksi tengah mengerjakan properti pementasan “Pusaran”. (foto: gunadi)
Dua sofa pengisi panggung “Pusaran” karya Gunadi dan tim artistik. (foto: gunadi)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *