Korfball Dapat Dukungan Tampil di PON Papua

Ketua KONI Pusat Tono Suratman (kedua dari kanan) menerima pengurus Korfball Indonesia.

KORFBALL (Bola Keranjang) terus berupaya dan berjuang agar cabang ini dimainkan di PON XX 2020 Papua. Salah satu strategi dijalankan para pengurus PP PKSI adalah dengan meminta dukungan dari KONI Pusat.

Hasilnya, Ketua Umum KONI Pusat Mayjen (Purn)Tono Suratman mendukung penuh cabang olahraga korfball atau bola keranjang dipertandingkan pada PON XX 2020 Papua. Signal itu didapat dari Tono Suratman ketika menerima Pengurus Pusat Persatuan Korfball Seluruh Indonesia di kantor KONI Pusat.

Adapun pengurus PP PKSI yang bersua Tono adalah Ketua Umum Lisa Rudianita, Sekjen PP PKSI Benny Indra, Bendahara Umum Anding Fattah, dan Salah seorang pengurus PP PKSI Yanti Torez. Dalam pertemuan tersebut Tono mengatakan, bahwa pihaknya mendukung penuh agar cabang olahraga korfball atau bola keranjang dipertandingkan pada PON XX 2020 Papua.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mendukung penuh cabang olahraga bola keranjang dipertandingkan di PON 2020 Papua. Apalagi, cabor ini sarana dan prasarananya tidak terlalu sulit. Selain iti sudah memiliki 16 pengprov, tinggal menambah beberapa pengprov-pengprov lainnya,” tegas Tono.

Agar jalan menuju Papua diterima, Tono meminta kepada pengurus PP PKSI agar segera dibuat kelengkapan administarasinya dan faktor-faktor pendukung lainnya. “Kalau sudah siap segera saja dibuat kelengkapan administrasi dan technical handbooknya,” tandas Tono.

Hasil pertemuan itu, menurut Lisa. menyambut baik atas dukungan yang diberikan Ketua Umum KONI Tono Suratman kepada organisasi yang dipimpinnya. “Untuk mendukung kelengkapan lainnya, kami juga akan menggelar Pra PON atau Kejurnas. Mungkin bisa saja kita gelar di Papua, sebagai pemanasan,” tutur Lisa yang diamini Benny.

Sementara itu menurut Benny pihak terus berupaya agar korfball dipertandingan di PON Papua 2020 nanti. Untuk itu ia minta dukungan semua pihak. Terutama dari Pengurus Besar (PB PON) dan pihak yang terkait lainnya. “Mudah-mudahan niat baik kami ini diterima semua pihak. Sehingga impian kami korfball tampil di PON Papua dapat terwujud,” harap Benny. ***

Trimedya Siap Angkat Prestasi Gulat

TRIMEDYA Panjaitan Selaku Ketua Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) masa bakti 2018-2022, berjanji akan mengangkat prestasi gulat Indonesia. Demikian dijelaskan Trimed sapaan politisi asal PDIP itu saat pengurus PP PGSI dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Hotel Century Jakarta, Rabu (4/4) lalu.

Acara turut dihadiri Ketua DPR, Bambang Soesatyo dan Wakil DPR Utut Adyanto. Keyakinan itu sebab para pengurus gulat diisi dan dukungan figur-figur pengurus yang telah teruji, PP PGSI akan dapat melahirkan pegulat-pegulat handal yang bisa berbicara di tingkat Asean, Asia bahkan dunia.

“Yang kedua, kami juga ingin mempopulerkan gulat. Saya yakin, sudah memilih figur-figur yang tepat dalam kepengurusan. Orang-orang yang saya ajak masuk dalam kepengurusan adalah teman-teman saya dari kalangan wartawan, advokat, legislatif dan pengusaha yang sudah teruji semua dan siap bergotong royong memajukan gulat,” kata Trimedya dalam sambutannya usai dikukuhkan.

“Kita tahu anggaran dari pemerintah untuk gulat bisa dibilang hampir tidak ada. Karena itulah saya memilih mereka menjadi pengurus. Kami juga berharap dapat bapak asuh yang dapat mendukung program pembinaan yang akan kami jalankan. Karena seingat saya gulat dulu pernah punya bapak asuh yaitu BUMN,” harapnya.

Guna melahirkan pegulat-pegulat handal, PP PGSI akan memprioritaskan pembinaan usia muda, 12 hingga 16 tahun.

“Selain itu, Insha Allah kami juga akan melaksanakan kejurmas setiap tahun secara rutin. Tetapi untuk 2018 ini, fokus kami adalah mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games. Kami memang ditarget 1 emas, namun kami optimis bisa meraih lebih dari 1 emas dan melampui target,” tandas pria yang juga anggota Komisi III DPR RI dari Partai PDIP ini.

Dalam kesempatan sama Manajer Timnas Gulat Indonesia, Gusti Randa menerangkan pada 2018 ini ada dua event internasional dalam kalender kegiatan PP PGSI, yaitu Asian Games 2018 dan Youth Olympic 2018, Oktober mendatang di Buenos Aires, Argentina.

Terkait persiapan menyongsong Asian Games 2018, dijelaskan, sejak 22 Februari lalu, PP PGSI telah melaksanakan Training Centre (TC) di Icuk Sugiarto Training Centre, yang diikuti sebanyak 18 atlet pelatnas gulat.

“Kemudian akan dilanjutkan dengan program try out ke Bulgaria yang akan dimulai pada 22 April hingga 17 Juni. Selama menjalani program try out, para atlet juga akan diikutsertakan dalam kejuaraan gulat terbuka di Kota Sasari, Italia. Kita harapkan, dengan mengikuti try out di Eropa kemampuan para atlet akan meningkat dan dapat meraih hasil terbaik di Asian Games 2018,” ujar Gusti Gusti yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PGSI.

“Di Asian Games 2018 mendatang, gulat akan mempertandingkan 18 nomor. Semua nomor kita ikuti. Target kita sebenarnya hanya 1 emas. Tetapi saya yakin, bisa dapat lebih dari satu,” katanya. ***