PBB Percepat Investigasi Forensik Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

JAYAKARTA NEWS— Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah mematangkan rencana investigasi forensik menyusul gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Investigasi itu direncanakan berlangsung secepat mungkin guna mengungkap fakta di balik serangan yang terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, dan Senin, 30 Maret 2026.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyatakan Sekretaris Jenderal PBB menaruh perhatian besar agar proses penyelidikan segera dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel di lapangan.

Mengingat lokasi insiden berada di zona konflik aktif, koordinasi dekonflik menjadi syarat mutlak bagi tim penyidik. “Harapan Sekretaris Jenderal adalah agar hal ini dapat dilakukan secepat mungkin, dengan tetap mengutamakan keselamatan semaksimal mungkin. Kita sedang berbicara tentang melakukan investigasi forensik di tengah zona konflik,” ujar Dujarric melalui dalam konferensi pers di New York, Amerika Serikat, Rabu (1/4/2026).

Dujarric mengatakan,  UNIFIL memerlukan pengaturan khusus agar tim forensik dapat mengakses area kejadian tanpa menghadapi risiko tambahan.

PBB menegaskan, tidak ingin proses pengungkapan fakta justru membahayakan nyawa para penyelidik.

Sejalan dengan itu, Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses ini guna meredam spekulasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Menlu telah berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada 30 Maret 2026 untuk menyampaikan protes sekaligus desakan resmi.

Indonesia menegaskan,  perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan mandat internasional yang tidak dapat ditawar. Hal itu disampaikan Menlu RI, melalui pernyataan resmi di akun X, 31 Maret 2026.

Insiden gugurnya prajurit TNI   bermula pada 29 Maret 2026, ketika Praka Farizal Rhomadhon terkena tembakan artileri di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon.

Dalam peristiwa tersebut, tiga personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan, dilaporkan mengalami luka-luka.

Hanya berselang sehari, pada 30 Maret 2026, serangan kembali terjadi terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Serangan tersebut menyebabkan dua lagi anggota pasukan penjaga perdamaian asal Indonesia gugur.

Hingga saat ini, total tiga prajurit TNI terkonfirmasi gugur dalam menjalankan misi perdamaian di wilayah tersebut. (Sumber: InfoPublik)

Kolonel Kav Edward Sitorus Edukasi Anak-Anak tentang TNI Lewat Media Sosial

JAYAKARTA NEWS— Kolonel Kav Edward Sitorus, lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1990, saat ini menjabat sebagai Direktur Pembinaan dan Latihan (Dirbinlat) di Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav). Selain tugas pokoknya di militer, Kolonel Edward Sitorus juga aktif mengedukasi anak-anak dan remaja yang bercita-cita masuk menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui platform media sosialnya.

Dengan penuh perhatian, ia sering membagikan informasi seputar proses rekrutmen TNI, memberikan panduan mengenai persiapan yang diperlukan, mulai dari kebugaran fisik hingga kesiapan mental. Gaya komunikasinya yang ramah dan mudah dipahami membuat kontennya sangat populer di kalangan anak muda yang tertarik untuk bergabung dengan TNI.

Melalui unggahan di media sosialnya, Kolonel Sitorus, akrab disapa Edo, memberikan tips-tips seputar latihan fisik, disiplin, dan ketahanan mental. Ia juga sering menyoroti pentingnya persiapan yang matang sebelum mengikuti seleksi TNI agar para calon anggota dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses seleksi.

Kolonel Kav Edward Sitorus/Foto: istimewa

Tidak hanya berhenti di situ, Kolonel Sitorus juga secara rutin mengadakan sesi tanya jawab secara langsung di media sosial. Dalam sesi ini, ia dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan dari anak-anak dan remaja seputar pengalaman pribadi serta saran-saran untuk dapat lolos dalam proses seleksi TNI.

Kolonel Sitorus mengakui bahwa melalui media sosial, ia dapat menjangkau lebih banyak generasi muda yang ingin berkarir di TNI. Ia berharap pendekatannya ini bisa menjadi dorongan motivasi bagi para calon anggota, sekaligus memberikan gambaran realistis mengenai apa yang diperlukan untuk menjadi prajurit TNI yang tangguh dan disiplin.

Kolonel Edward Sitorus juga menekankan pentingnya pembinaan sejak dini, khususnya di bidang mental dan fisik. Ia yakin bahwa media sosial merupakan salah satu sarana efektif untuk membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan dedikasinya dalam dunia pendidikan melalui platform digital, Kolonel Edward Sitorus tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai perwira menengah TNI, tetapi juga menginspirasi banyak anak muda untuk menggapai mimpi mereka sebagai bagian dari Tentara Nasional Indonesia. Hal ini pun dibuktikannya dengan mendidik kedua anaknya hingga dapat menempuh pendidikan di Akademi TNI AU dan Akmil.***/mel

PPAD Serahkan 1 Juta Bibit Pohon Sukun

JAYAKARTA NEWS

Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) telah menunaikan tugasnya, melakukan pembibitan satu juta pohon sukun unggulan. Hari ini, Kamis (25/7/2024), 1 juta bibit sukun itu dibagikan kepada TNI-AD, Mabes TNI, IKN, dan Pemerintah Provinsi Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 500.000 bibit sukun di antaranya diserahkan kepada TNI-AD. Seccara simbolis bibit sukun diterima oleh Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad bidang Tahwil, Komsos, & Bakti TNI, Brigjen TNI Taufik Shobri M.Han, mewakili TNI AD. Acara penyerahan berlangsung di Kantor PPAD, Matraman, Jakarta Pusat.

Selain Angkatan Darat, sejumlah bibit sukun juga dibagikan kepada beberapa instansi lainnya. Sejumlah 150.000 bibit diterima oleh Aster Panglima TNI, Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, mewakili Panglima TNI.

Untuk Pemerintah Provinsi Jakarta, 200.000 bibit sukun diterima oleh Wakadis Lingkungan Hidup Drs. Sarjoko, M.M.

Sebanyak 150.000 bibit sukun sisanya untuk Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diterima oleh Brigjen TNI Purn Temas, S.Sos, M.M Pelaksana Satgas Pohon IKN-PPAD

Program pembibitan 1 juta pohon sukun, didukung sepenuhnya oleh MIND ID. Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, dan PT Timah Tbk.

Dalam kesempatan itu, hadir mewakili MIND ID, Kepala Departemen CSR, Rangga B. Desapta.

Kenangan Doni Monardo

Dalam kesempatan tersebut nama Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo (alm) tak luput dari memori bersama. Ketua Pelaksana Program 1 Juta Bibit Sukun, Mayjen TNI Purn Amrin, misalnya, dalam pidato menyampaikan, “Acara ini sesungguhnya adalah melanjutkan ide almarhum Ketua Umum Bapak Doni Monardo yang meninggal pada tanggal 3 Desember 2023,” ujar Mayjen Purn Amrin, yang di PP PPAD menjabat Bendahara Umum.

Sementara itu, penyerahan bibit kepada TNI AD dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Umum II PPAD Letjen TNI (Purn) A. M. Putranto S.Sos. yang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima. Dalam kesempatan itu, AM Putranto sempat menghentikan acara sejenak, dan mengajak hadirin berdoa bersama untuk almarhum Doni Monardo.

Waketum II PPAD juga berharap, semoga bibit pohon sukun yang didistribusikan tersebut dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga satu juta bibit ini kelak akan tumbuh menjadi satu juta pohon sukun yang siap berbuah.

Bibit-bibit sukun tersebut, bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi pangan. Program ini juga bermanfaat sebagai upaya mitigasi bencana berbasis vegetasi, guna mencegah bencana longsor, dan banjir.

Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad bidang Tahwil, Komsos, & Bakti TNI, Brigjen TNI Taufik Shobri M.Han menerima dokumen serah terima 500.000 bibit sukun dari Wakil Ketua Umum II PPAD, Letjen TNI Purn AM Putranto. (foto: PPAD)

Pak Try dan Sukun

Acara yang turut dihadiri oleh Dewan Pertimbangan PPAD yang juga mantan Wapres RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Dalam kesempatan itu, Pak Try mengisahkan, betapa ia termasuk penggemar sukun.

Dalam banyak kesempatan, istrinya, Ibu Tuti Try Sutrisno menyandingkan sukun dengan teh atau kopi. “Kalau tidak digoreng, ya dikukus. Saya suka sekali,” kata pak Try.

Ia juga mengisahkan betapa pohon sukun mengingatkan kita semua pada tokoh Proklamator, sekaligus presiden pertama Indonesia, Sukarno. Dalam buku autobiografi yang ditulis Cindy Adams, misalnya, Bung Karno hampir setiap hari merenung di bawah pohon sukun saat berada di pembuangan, Ende, Flores, NTT, periode 1934 – 1938.

Acara siang itu kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipandu Brigjen Purn Andi Darmawangsa yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan Pembibitan Satu Juta Sukun. (*)

Mantan Wapres RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno/Foto: Dispenad

Foto: Dispenad

Sahat Maruli Tua Sihite, Kisah Perjuangan Penyadap Karet Jadi Prajurit TNI AD

JAYAKARTA NEWS— Keinginan yang tinggi ditambah perjuangan dan doa orang tua, mengantarkan seorang penyadap karet seperti Sahat Maruli Tua Sihite berhasil mewujudkan mimpi dia dan keluarganya menjadi Prajurit TNI AD.

Hal itu disampaikan Kapendam II/Swj Kolonel Arh Saptarendra P, S.T., M.M., dalam rilisnya, Jumat (15/03/2024).

Dilansir tniad.mil.id, Kapendam mengungkapkan, Sahat Maruli merupakan salah satu dari 116 prajurit TNI AD yang dilantik di Rindam II/Swj dengan pangkat Prajurit Dua (Prada).

“Yang melantik mereka seharusnya Pangdam II/Swj Mayjen TNI Yanuar Adil. Namun karena beliau ada kegiatan di Jakarta yang urgen maka upacara di Rindam dipimpin Kasdam II/Swj yaitu Brigjen TNI Ruslan Effendy,” tandas dia.

Sahat Maruli Tua Sihite bersama para prajurit TNI AD yang dilantik di Rindam II/Swj dengan pangkat Prajurit Dua (Prada)/foto: tniad.mil.id

Keberhasilan dari Sahat Maruli, lanjut dia, menginspirasi kita semua bahwa setiap orang bisa mewujudkan mimpinya meski secara ekonomi dapat dikatakan berat.

“Orang tua petani dan ibu rumah tangga, dan untuk bantu keluarga, dia bekerja sebagai penyadap karet di kebun orang lain. Sahat membuktikan untuk jadi prajurit tidak harus mengeluarkan biaya yang besar apalagi menyuap,” ujar Sapta tegas.

Saat diwawancarai selesai upacara penutupan pendidikan, Prada Sahat Maruli Sihite tampak bangga duduk disamping kedua orang tuanya.

“Jadi tentara itu cita -cita saya sejak kecil, dan sejak SMA, saya latihan lari, push up dan lain-lain di Yonkav 5 sedangkan untuk psikologi, saya belajar dari You tube, Medsos, perpustakaan di kota ataupun buku-buku,” ujar Sahat Maruli.

Lanjut dikatakan Sahat, sebelum pendidikan di Rindam II/Swj dia pernah bekerja sebagai penyadap karet di kebun orang lain dan mendapatkan upah Rp. 80.000,- per hari.

“Saya juga pernah test dan 2 kali gagal yaitu seleksi Bintara TNI AD dan Tamtama TNI AD,” tandas dia.

Masih ditempat yang sama, sang ayah Jasmer Sihite sampaikan bahwa keinginan yang kuat dari anaknya yang mengantar dia berhasil mewujudkan cita-cita.

“Dia lakukan sendiri dari mulai ambil formulir maupun ikut test. Dulu waktu SMA dia sambil bekerja di kebun Karet dan sore harinya latihan di Yonkav 5/DPC,” ujar Jasmer membuka pembicaraan.

“Sebagai orang tua, saya ijinkan karena itu memang cita-citanya.

Setelah gagal diseleksi Bintara dan Tamtama PK TNI AD, lanjut Jasmer, akhirnya Sahat berhasil membuat keluarganya bangga.

“Dia ingin jadi TNI karena ingin membuat orang tuanya bangga. Kami untuk masuk TNI ini satu peser tidak dengan duit. Nggak ada pake uang-uangan, murni kelulusannya 100%,” tegas Jasmer.

“Semoga anak saya ini anak yang membanggakan orang tua, yang dapat mengharumkan bangsa dan negara kita Indonesia,” tutup dia.***

Inilah Sosok Putra Luwu Timur Pertama yang Menjabat Danyon Kopassus

JAYAKARTA NEWS– Inilah putra Luwu Timur, Sulsel pertama yang berhasil menembus jabatan elite di pasukan baret merah Kopassus. Rabu, 1 Februari 2023, Mayor Inf Edy Wahyu Satriyadi, SIP dilantik sebagai Komandan Batalyon 11 Grup 1 Kopassus/Atulo Sena Baladika.

Upacara serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin langsung oleh Komandan Grup 1 Kopassus, Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana, SE, MI.Pol, M.Han bertempat di Lapangan Hijau Grup 1 Kopassus, Serang, Banten. Mayor Edy menggantikan Danyon sebelumnya, Mayor Inf Wirahady Harahap, SH, MIP.

Seorang Perwira TNI kelahiran Luwu Timur, 15 Oktober 1984 ini, sejak remaja telah menunjukkan karakter militan dan pantang menyerah. Ketika duduk di bangku kelas 3 SMU YPS Sorowako tahun 2002, tekadnya sudah bulat, mengabdikan diri kepada negara dengan menjadi prajurit TNI.

Mayor Inf Edy Wahyu Satriyadi dan istri/foto: istimewa

Bungsu dari tiga bersaudara yang merupakan putra dari pasangan H. Burahim Badulo dan Hj. Emmy Suyato ini, harus menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 600 km dari kampungnya di Sorowako, Luwu Timur menuju Ibu Kota Sulawesi Selatan, Makassar. Tujuannya, mendaftar menjadi taruna Akademi Militer, Magelang melalui Kodam XVI/Wirabuana (sekarang Kodam XIV/Hasanuddin).

Rute darat Paros – Palopo ditempuh sekitar 12 jam. Tak heran jika ia bolos sekolah, dan mengakibatan sering tertinggal pelajaran. “Tapi saya selalu izin kepada Wali Kelas,” kata Edy.

Usaha penghobi sepakbola dan basket ini tak sia-sia. Ia lolos masuk seleksi Akmil, dan lulus tahun 2006. Tak hanya itu, dari 294 teman satu lichting, 31 orang di antaranya terpilih menjadi perwira korps baret merah. “Saya termasuk prajurit Komando angkatan 87,” tuturnya.

Sejak Letnan Dua hingga Kapten, ia tergabung dalam Grup 1 Kopassus. Setelah mengikuti Pendidikan lanjutan Perwira 2/Diklapa 2 dan berpangkat mayor, Edy dipindahtugaskan ke Pusdiklatpassus Kopassus sebagai Komandan Kursus TBM dan Para Dasar. Bidang yang berkaitan dengan airborne dan dunia terjun payung.

Suami dari Siti Meiliza Putri Hapsari yang telah dikaruniai dua orang anak ini, tercatat lulus Sesko Tahun 2020 (angkatan 59) dengan predikat terbaik ke-3. Jabatan sebelum Danyon 11 Grup 1 Kopassus adalah Pabandya Binkar Spers Kopassus.

Sebagai pasukan elite, sejumlah penugasan telah dilakoni dengan baik. Di antaranya operasi Papua dan Ekspedisi NKRI. Di luar negeri, ia pernah mendapat penugasan ke sejumlah negara. Antara lain Australia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Batalyon 11 Grup 1 Kopassus dengan semboyankan “ATULO SENA BALADIKA” yang memiliki arti “Prajurit pilihan yang tak tertandingi”. Sejumlah elite militer pernah menduduki jabatan yang kini disandang oleh Mayor Edy Wahyu Satriyadi, antara lain Letjen TNI Purn Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin (Wamenhan 2010 – 2014). Nama lainnya Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (Kasad 2011 – 2013) dan Letjen TNI Purn Doni Monardo (Kepala  BNPB 2019 – 2021, Ketua Umum PP PPAD 2021 – 2026). Sedangkan, pejabat militer mantan Danyon 11 Grup 1 Kopassus yang masih aktif adalah Kepala BAIS TNI, Letjen TNI Rudianto dan Irjenad Letjen TNI Richard T.H Tampubolon.***

Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Bagikan Sarana Kontak kepada Veteran dan Tokoh Adat

BENGKAYANG, JAYAKARTA NEWS— Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pos Komando Utama (KOUT) Satgas Pamtas Yonif 645/GTY dipimpin Wadan Satgas Kapten Inf Agus Dwi Prabowo beserta 5 orang anggota melaksanakan pendistribusian sarana kontak berupa bendera merah putih dan baju kaos motif NKRI kepada veteran dan tokoh adat di kantor kecamatan Jln Dwikora Dusun Risau Desa Jagoi Babang Kec Jagoi Babang Kab. Bengkayang, Kamis, (18/08/2022).

Demikian dikatakan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/Gty, Letkol Inf Hudallah dalam keterangan tertulisnya di Makotis Gabma Entikong Kabupaten Sanggau, Kamis, 18 Agustus 2022.

Dansatgas mengatakan, kehadiran Satgas Pamtas Yonif 645/Gty di sektor barat perbatasan Kalimantan Barat tidak hanya tugas pokok menjaga wilayah perbatasan, tetapi juga melaksanakan kegiatan territorial di wilayah perbatasan darat dan juga harus bisa menjadi solusi bagi kesulitan masyarakat di wilayah perbatasan.

Adapun penerima sarana kontak yaitu, Niha (61 tahun) warga Dusun Jagoi Take Desa Jagoi Babang (veteran), Jube (65) warga Dusun Jagoi Babang Desa Jagoi Babang (veteran), Nouyen (67) warga Dusun Jagoi Babang Desa Jagoi Babang (veteran), Nugen (61) warga Dusun Jagoi Babang Desa Jagoi Babang (Ketua Adat).***tris

“Kalau Bisa, Pensiun Sekarang”

JAYAKARTA NEWS— Mengharukan sekaligus membuncahkan harapan besar, demi mendengar testimoni para calon purnawirawan, usai mengikuti pelatihan budidaya ikan bioflok, di Rindam Jaya, Jl. Condet Raya, Jakarta Timur.

Saat senja tiba, itulah analogi bagi seorang prajurit menjelang masa pensiun. Tapi pada saat bersamaan, mereka melihat ada matahari baru muncul di ufuk timur.

Dimulai dari pembekalan keterampilan bagi para prajurit yang berusia menjelang pensiun, pada hari Rabu (20/7). Kegiatan itu dibuka langsung oleh Ketua Umum PPAD Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo di Aula Soeryadi, Gedung PPAD, Jl, Matraman, Jakarta Timur.

Hadir dalam acara tersebut Pangdam Jaya, Mayjen TNI Untung Budiharto dan Aster Kasad yang diwakili Waaster Brigjen TNI Jangkung. Dari PPAD, tampak hadir sejumlah pejabat teras, antara lain Waketum 1 dan Waketum 2, serta Sekjen PPAD.

Kegiatan tersebut merupakan karya nyata “politik kesejahteraan” yang digulirkan PPAD di era kepemimpinan Letjen TNI Purn Doni Monardo. Tujuannya adalah mensejahterakan para purnawirawan, keluarga, serta masyarakat pada umumnya.

Syahdan, pelatihan itu sudah berakhir, Jumat (29/7) lalu. Yang menutup acara, Sekjen PPAD, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak. Dari Kodam Jaya, hadir Kasdam Jaya Brigjen TNI Edy Sutrisno, SE. Seperti saat dibuka, penutupan pun dilakukan di Gedung PPAD Matraman, Jakarta Timur.

Sersan Munadi

Dalam sambutan penutupan, Sekjen PPAD berpesan agar setelah pelatihan para calon pensiunan itu bisa mengaplikasikan dengan baik. Dengan begitu, hasilnya bisa berguna bagi diri, keluarga, dan masyarakat.

Di sela-sela acara penutupan, di luar dugaan, para peserta menampakkan aura yang begitu antusias. Sorot mata mereka seperti menyiratkan kalimat, “kalau bisa, saya pensiun sekarang juga!”.

Semangat itu juga membuncah seiring testimoni mereka. Coba baca testimoni dari salah satu peserta berikut ini: “Luar biasa bpk sekjen doa tulus para prajurit yg akan purna….mdh2an ini dilihat seluruh purnawirawan n praj yg msh aktif….btk penghargaan n perhatian kpd mrk yg selama ini di nomor duakan….niat tulus ketum n pak sekjen mdh2an mendpt jalan n diberkahi Tuhan YMK….Amin”

Atau testimoni dari Sersan Satu Munadi, seorang Babinsa di Desa Sukajaya, wilayah Kodim 0509 Bekasi. Ia bahkan mengajak istri dan tiga anaknya membuat video testimoni. Intinya, mengucapkan terima kasih kepada PPAD Pusat yang telah memberikan pendidkan dan ketarmpilan budidaya ikan bioflok. Diiringi doa semoga keterampilan ini berguna saat masih berdinas maupun saat pensiun. Di akhir video testimoni, keluarga itu memekikkan kalimat, “PPAD Luar Biasa!!!”

Waketum PPAD, Letjen TNI Purn AM Putranto (baju putih) saat meninjau langsung pelatihan bioflok di Rindam Jaya/foto: istimewa

Tidak berhenti sampai di situ. Seorang sersan yang lain bahkan memposting fotonya bersama Sekjen Mayjen TNI Purn Komaruddin. Caption yang ia bubuhkan begini, “Alhamdulillah dan Terimakasih, kami dapat berfoto bersama bapak… ini kenangan yg sangat luar biasa dan menjadi motivasi sy pribadi dari apa yang bapak Jendral sampaikan. Smoga bapak sehat slalu dan sukses.”

Demi melihat antusiasme yang begitu besar, PPAD lantas melemparkan ide dadakan, yaitu lomba membuat testimoni bagi para siswa Diklat Bioflok. Dari testimoni yang masuk, akan dipilih 10 dari 50 mantan siswa sebagai pemenang. Tentu akan diberi hadiah. (dr)