Ketum Pelti, Rildo Anwar Akui Tenis Butuh Turnamen Dalam Negeri

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP.Pelti) Rildo Anwar mengakui bahwa tenis sangat membutuhkan turnamen dalam negeri sebagai salah satu upaya memberikan kegairahan pembinaan tenis di tanah air.

Hal itu disampaikan Rildo Anwar saat membuka secara resmi Turnamen Tenis Piala Atet Wijono yang diselenggarakan Irawati Moerid Tenis Competion (IMTC) di Lapangan Tenis Kodam Jaya Jakarta, Sabtu, (4/6/2022).

“Saya langsung mengiyakan siap hadir sekaligus membuka secara resmi Turnamen Tenis Piala Atet Wijono ini begitu dihubungi Irawati Moerid. Apalagi ini Piala Atet Wijono, sosok petenis hebat Indonesia yang telah memberikan kebanggaan luar biasa untuk bangsa ini melalui prestasinya di tingkat internasional,”kata Rildo.

Rildo pun terharu begitu mengetahui Atet Wijono yang baru saja dioperasi tetap datang menghadiri pembukaan Turnamen yang menggunakan namanya itu. Ia berharap semangat besar yang diperlihatkan oleh Atet Wijono untuk tetap peduli pada tenis Indonesia menginspirasi generasi muda.

Pada acara pembukaan Turnamen Tenis Piala Atet Wijono ini sejumlah petenis top Indonesia pada era 1970-an seperti Lanny Kaligis dan Hadiman juga hadir. Bahkan Hadiman peraih 3 medali emas Asian Games 1978 Bangkok Thailand itu ikut bertanding berpasangan dengan big bos PT Aneka Tambang Nico Kanter melawan pasangan Abdul Kahar Muhammad Idris Mochtar (MIM)/Nurdin Halid.

Baik Nico Kanter maupun Nurdin Halid selain bertanding juga menjadi sponsor dalam turnamen berhadiah 42 juta rupiah Itu.

Dihubungi usai bertanding, Nurdin Halid mengatakan dirinya memang belakangan ini suka tenis.
Mantan Ketua Umum PSSI itu menyebutkan bahwa tenis olahraga yang bisa dimainkan oleh siapa saja dan tidak mengenal batasan usia.

Hal senada juga diakui Nico Kanter. Menurut Dirut PT Antam ini, sejak dulu dirinya suka olahraga tenis.
“Makanya Saya ikut membantu sedikit-sedikit untuk Irawati Moerid dalam menggelar turnamen tenis ini,”tuturnya.

Baik Nurdin Halid maupun Nico Kanter sama-sama berpendapat turnamen tenis seperti yang digelar oleh Irawati Moerid ini harus diperbanyak agar pertenisan Indonesia kembali bergairah.

IMTC & Harapan ke Depan

Sementara itu sang pemrakarsa turnamen Piala Atet Wijono, Irawati Moerid mengucapkan terimakasih.kasih banyak kepada Ketua Umum PP.Pelti Rildo Anwar, para legenda tenis Indonesia yang ikut hadir dan bertanding serta para sponsor.

“Sungguh sebuah kehormatan besar bagi Ira, turnamen ini dibuka oleh Ketua Umum Pelti Pak Rildo Anwar.Saya juga merasa bangga luar biasa Om Atet Wijono hadir padahal masih dalam proses pemulihan kesehatannya. Semoga ini semakin memacu semangat Saya untuk berbuat yang terbaik untuk kemajuan tenis Indonesia,'” papar Irawati Moerid, mantan petenis nasional satu angkatan dengan Yayuk Basuki itu.***azh

Tenis Indonesia Punya Potensi Bersaing di Level Dunia

JAYAKARTA NEWS— Diam-diam Nurdin Halid dan Nico Kanter adalah pehobi permainan tenis. Pada Turnamen Tenis Piala Atet Wijono yang diselenggarakan Irawati Moerid Tenis Competion (IMTC) di Lapangan Tenis Kodam Jaya Jakarta Sabtu, (4/6/2022), keduanya pun tampak bersemangat sebagai peserta eksibisi.

Dalam laga eksibisi itu, Nurdin Halid yang pernah menjadi Ketua Umum PSSI itu berpasangan dengan legenda hidup tenis Indonesia Abdul Kahar Muhammad Idris Mochtar (MIM).
Duet Nurdin Halid/Abdul Kahar MIM melawan pasangan Nico Kanter/Hadiman peraih 3 medali emas Asian Games 1978 Bangkok, Thailand.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap tenis Indonesia, baik Nurdin Halid maupun Nico Kanter pun ikut menjadi sponsor turnamen berhadiah total Rp.42 juta itu.

“Turnamen tenis di Indonesia memang masih dirasakan kurang. Oleh karenanya kita harus bantu jika ada pihak yang mau menggelar even seperti yang dilakukan oleh Irawati Moerid,”kata Nurdin Halid yang diamini Nico Kanter Itu.

Menurut pria yang juga politisi Partai Golkar itu, potensi tenis Indonesia untuk bersaing di level dunia cukup besar asalkan pembinaanya terarah dan berjenjang sejak usia dini.
Dengan memperbanyak turnamen dan kompetisi dalam negeri, Nurdin Halid yakin prestasi tenis Indonesia akan kembali berjaya seperti pada era 1970-an hingga 1990-an.

Sementara Nico Kanter menambahkan untuk membangkitkan kembali kegairahan tenis di Indonesia ini tidak mungkin kalau hanya dibebankan kepada Pelti sebagai induk organisasi.

“Harus ada dukungan pemerintah dan peran serta dunia swasta sebagai sponsor. Cabang olahraga apapun tidak mungkin berkembang dan berprestasi jika pembinaannya tidak melibatkan peran pemerintah dan swasta,” papar Nico.***azh