Rekomendasi Lokasi War Takjil di Denpasar, Bali

JAYAKARTA NEWS – Di bulan ramadhan, mencari takjil adalah salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu.

Takjil hadir dengan beragam bentuk hidangan, mulai dari minuman hingga berbagai makanan.

Mulai dari aneka es, minuman manis, makanan ringan hingga camilan.

Tak hanya di Pulau Jawa, berburu takjil bahkan bisa ditemui di Pulau Bali

Berikut berbagai lokasi war takjil di Denpasar, Bali dikutip dari Kabar BUMN, Minggu (31/3/2024).

1. Masjid Raya Baiturrahmah

Masjid Raya Baiturrahmah terletak di Jalan Ahmad Yani Selatan atau lebih dikenal dengan daerah Kampung Jawa Wanasari.

Area sebelah selatan Masjid Raya Baiturrahmah menjadi tempat paling populer untuk berburu takjil pada Bulan Ramadan.

Beragam takjil dan kuliner unik bisa ditemui di tempat ini.

2. Pasar Senggol Kodam Kepaon

Pasar Senggol Kodam Kepaon berada di Jalan Raya Pemogan, Kelurahan Pemogan.

Di bulan ramadan seperti saat ini pasar senggol ini akan dipadati pengunjung yang sedang berburu takjil.

Disini pengunjung bisa menemukan beragam takjil dengan kemasan menarik dan rasa yang enak.

3. Masjid Darussalam Ubung

Di sekitar area masjid Darussalam Ubung kamu akan menemukan beragam penjual takjil.

Harga takjil disini cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp. 5000.

Masjid Darussalam berada persis di jalan raya utama Denpasar-Gilimanuk.

4. Pasar Badung

Pasar Badung dapat menjadi pilihan untuk ngabuburit sembari berburu takjil.

Pasar Badung merupakan pusat kuliner Kota Denpasar, sehingga tidak heran tempat ini banyak ditemukan para pedagang takjil di tempat ini.***/mel

Icipi Ragam Takjil dari Berbagai Daerah di Indonesia yang hanya Muncul Saat Bulan Ramadan

JAYAKARTA NEWS – Masyarakat Indonesia mengenal takjil sebagai makanan untuk berbuka puasa di bulan Ramadan. Beberapa takjil bahkan hanya muncul saat bulan Ramadan saja.

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki beragam takjil dari seluruh penjuru Nusantara.

Lantas, apa saja takjil-takjil yang biasa muncul di Indonesia saat bulan Ramadan?

Dilansir dari Kabar BUMN, Sabtu (16/3/2024), berikut ragam takjil khas dari berbagai daerah di Indonesia:

1. Kicak

Ini merupakan menu takjil dari Yogyakarta, tepatnya dari Kampung Kauman.

Menu ini terbuat dari bahan dasar beras ketan yang ditumbuk halus dan dicampur dengan santan, gula merah, serta nangka.

2. Barongko

Takjil ini berasal dari Suku Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan.

Makanan ini terbuat dari adonan pisang yang cara memasaknya dibungkus menggunakan daun pisang lalu dikukus.

3. Pakat

Di Medan, Sumatera Utara memiliki menu takjil bernama Pakat.

Makanan ini terbuat dari olahan rotan muda.

4. Mi Glosor

Bergeser ke Bogor, Jawa Barat bisa ditemukan menu takjil bernama Mi Glosor.

Mie ini terbuat dari bahan dasar aci atau tepung tapioka.

5. Bongko Kopyor

Menu takjil yang satu ini berasal dari Kota Gresik, Jawa Timur.

Makanan ini terdiri dari bubur nangka dan kelapa kopyor yang memiliki cita rasa gurih dan manis.

6. Sotong Pangkong

Di Pontianak, Kalimantan Barat, masyarakat biasa berburu takjil ini saat Ramadan.

Makanan ini terbuat dari bahan dasar sotong atau cumi-cumi yang dipanggang.

Itulah beragam takjil khas dari berbagai daerah di Indonesia.***/mel

6 Jenis Kolak di Indonesia, Menu Takjil Bulan Ramadan yang Selalu Dicari Orang

JAYAKARTA NEWS – Di antara beragam hidangan yang direkomendasikan untuk menu berbuka puasa, pasti selalu ada kolak.

Saat Ramadan, kolak dijaja dan sajikan baik di penjual takjil kaki lima, toko ternama, ataupun restoran mewah.

Tidak hanya satu, Indonesia punya beragam sajian kolak, tergantung daerah dan kota pembuatnya.

1. Kolak Biji Salak
Kolak biji salak dipercaya sudah muncul sejak zaman Wali Songo.

Dulu masyarakat Jawa sediakan kuliner ini di acara selamatan atau pada bulan Safar (di kalender Hijriah).

Ukuran pentolnya sebesar biji salak, terbuat dari ubi yang dihancurkan dicampur dengan tepung kanji.

Kolak biji salak sangat mudah ditemukan di pedagang kaki lima saat bulan puasa.

2. Kolak Buah Nipah
Kolak buah nipah kuliner khas Aceh Singkil. Bahan dasarnya buah nipah yang banyak tumbuh di pesisir pantai dan daerah rawa.

Kolak buah nipah menggunakan daging buah nipah muda yang dicampur gula merah, gula putih, dan daun pandan.

Sedangkan bumbunya kayu manis dan cengkeh.

Kadang juga ditambahkan dengan durian agar makin menambah selera makan.

3. Kuah Tuhe
Kolak lain yang juga berasal dari Aceh adalah kuah tuhe, yang berwarna putih dengan kuah lebih encer.

Bahan dasarnya bulukat, pisang raja, nangka, santan dan gula.

Bulukat adalah beras ketan yang dikukus dengan daun pisang.

Dihidangkannya; pisang, nangka dan bulukat dipotong-potong lalu disiram kuah dari santan manis.

4. Kolding atau kolak dingin
Kolak yang sepintas tampak seperti campuran kolak pisang dengan es campur ini berasal dari Medan.

Bahan utamanya pisang keprok yang dikukus hingga empuk. Bahan lainnya roti tawar dan ketan hitam.

Dihidangkannya, pertama masukkan tapai ketan hitam di wadah, ditimpa pisang keprok.

Lalu siram dengan kuah manis yang terbuat dari santan, gula pasir dan daun pandan.

Terakhir taburi dengan potongan roti tawar dan es batu.

Beberapa sering menambahkan durian, jagung manis, dan cincau.

5. Kolak waluh manis
Kolak waluh manis, sering juga disebut kolak labu, mudah ditemukan di Jawa tengah dan Jawa Barat.

Bahan dasarnya labu kuning yang dipotong-potong ukuran dadu.

Labu dimasak dan disajikan dengan kuah yang terbuat dari gula merah dan santan.

6. Kolak durian ketan putih
Memanfaatkan buah yang menjadi andalannya, di Palembang banyak tersedia kolak durian ketan putih.

Kolak ini terdiri atas beras ketan kukus dicampur durian dimasak dengan santan kental sampai lembut.

Kolak bisa dinikmati saat panas atau dingin.***/mel