Polresta Denpasar Gandeng Flobamora Bali Jaga Kamtibmas

JAYAKARTA NEWS – Suasana Kamtibmas di Bali, khususnya Kota Denpasar, menjadi atensi utama Polresta Denpasar dan Flobamora Bali. Hal ini menjadi benang merah perbincangan Kasat Intelkam Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Sudita, S.H., M.H. dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar (IKB) Flobamora Bali, Yusdi Diaz. Perbincangan terjadi Jumat, 21 Oktober 2022, di Warung Sang Dewi Jalan Tukad Musi Renon, Denpasar.

Kasat Intelkam Kompol Wayan Sudita didampingi sejumlah staf. Sementara Yusdi Diaz didampingi Direktur Pemberitaan Flobamora Dewata Media Group Syam Kelilauw, serta anggota Satgas Flobamora, Yon Tanone.

Kehadiran Kasat Intelkam di ‘rumah besar’ warga Bali keturunan NTT tersebut disambut sumringah pimpinan paguyuban etnis tersebut. Perbincangan berlangsung dalam suasana ‘cair’. “Beginilah kami kalau bertemu bapak-bapak dari Polda Bali, termasuk Polresta Denpasar. Suasana santai, tetapi yang dibicarakan penting. Ini terutama menyangkut dukungan kami sebagai salah satu paguyuban etnis di Bali terhadap situasi Kamtibmas di daerah ini,” papar Yusdi Diaz.

KTT G-20

Apalagi suasana kamtibmas menjelang dihelatnya gawe besar berskala internasional KTT G20 di Bali pada November 2022. Semua komponen masyarakat, termasuk warga Kota Denpasar, diingatkan untuk bahu-membahu menjaga suasana kamtibmas yang kondusif. Momen tatap muka kali ini merupakan upaya Polresta Denpasar menggandeng Flobamora Bali menjaga kamtibmas.

Pose bareng Kasat Intelkam Polresta Denpasar, Kompol Wayan Sudita, serta jajaran bersama Ketua Umum Flobamora Bali, Yusdi Diaz, didampingi Direktur Pemberitaan Flobamora Dewata Media Group, Syam Kelilauw, dan Satgas Flobamora, Yon Tanone.

Yusdi mengingatkan, warga NTT yang berdomisili di Bali tak seluruhnya teregistrasi sebagai anggota IKB Flobamora Bali. “Data resmi kami tercatat jumlah anggota sebanyak 11.647 jiwa. Mereka ini mengantongi KTA (Kartu Tanda Anggota),” ungkap Yusdi.

Jika ada informasi gangguan kamtibmas yang menyeret-nyeret etnis NTT tertentu di Bali, Yusdi menekankan, keterlibatan oknum akan dipilah-pilah status keanggotaannya. “Kami fokus melakukan pendampingan yang memang terdata dan punya KTA. Tetapi, kami juga membuat konsensus yang tegas bahwa layanan advokasi tidak diberikan untuk kasus narkoba, terorisme, dan radikalisme,” papar Yusdi. Yusdi juga menjabat Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Daerah Bali itu.

Khusus kasus KDRT yang melibatkan oknum warga Flobamora Bali, tambah Yusdi, pihaknya memiliki badan khusus. Flobamora Sang Dewi, dipimpin Anak Agung Ayu Putu Priniti Gek Diaz. “Urusan KDRT kami serahkan kepada Flobamora Sang Dewi. Kami hindari serahkan kepada bapak-bapak khawatir malah muncul kasus baru,” ujar Yusdi berseloroh sambil melepas tawa.

Kasat Intelkam Polresta Kompol Wayan Sudita menaruh apresiasi kepada jajaran IKB Flobamora Bali. “Kami memerlukan dukungan warga Bali asal NTT. Termasuk yang berada di bawah Flobamora Bali, untuk sama-sama menjaga kamtibmas Kota Denpasar,” harap ayah empat anak asal Tabanan ini.  (SYAM KELILAUW)

Ada Upaya Pecah Belah Umat Islam di Ruteng

Front Muslim Pribumi Manggarai Siap Ambil Langkah Hukum

JAYAKARTA NEWS – Ada segelintir oknum tertentu disinyalir sedang membangun opini seolah di kalangan tokoh umat Islam khususnya di Kota Ruteng, Nusa Tenggara Timur sedang terjadi ketegangan. “Mereka ini membangun opini melalui pesan gelap atau surat kaleng yang disebarkan melalui pesan whatsapp yang beredar di nomor ponsel kalangan tokoh dan sementara umat Islam di Manggarai,” ungkap Koordinator Front Muslim Pribumi Manggarai Raya (Fromprima), Syam Kelilauw, S.H., Jumat 1 Juli 2022, di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT.

Hal itu dituturkan wartawan senior dan praktisi hukum tersebut merespons adanya pesan whatsapp yang dikirim seseorang kepada Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi NTT. “Dari informasi yang kami telusuri pesan whatsapp itu kemudian dikirim Kabid Pendis Kemenag NTT ke Pak Haji Rusul, Sekretaris Yayasan Baiturrahman Ruteng. Dari sinilah isi pesan whatsapp tadi tersebar ke nomor ponsel sejumlah tokoh umat Islam di Manggarai,” lanjut Syam Kelilauw.

Mantan Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Denpasar ini menunjukkan kepada media isi pesan whatsapp yang disebutkanya sebagai surat kaleng elektronik tersebut. Seperti dikutip dari narasi asli isi surat gelap yang ditulis dalam ragam bahasa yang tak beraturan itu antara lain menyebutkan, “…seolah olah Ruteng itu di kuasai oleh segelintir org sllu meredah para ummat/tokoh umat yg lain berda’wah…”

Si pengirim mengaku sebagai aktivis dakwah Manggarai Raya. Isi surat gelap itu lebih lanjut, ”…semangat sekelompok tokoh tuk selalu meredam org berinovasi dlm berda’wah sama sama niat memajukan, membina anak bangsa (niat mereka ini harus di Hentikan).”

Itu dikaitkan dengan izin pendirian MI Din Assalam. “…menurut kami dgn di Berinya IJOP KPD MI Din Assalam ini…MK berakhirlah selisi perang kepentingan dua /, Tiga klmpk antara ummat Islam di ibukota Ruteng…”

Syam Kelilauw menegaskan, bahasa yang digunakan dalam surat kaleng elektronik tersebut jelas tidak karuan. “Itu seperti tata bahasa orang tidak kenal pendidikan. Kalau pinjam kata yang digunakan Rocky Gerung, itu dibuat orang dungu. Ini baru dari segi tata bahasa,” nilainya.

Dari keseluruhan narasi surat gelap tersebut, salah satu poin utama dikaitkan dengan proses pendirian MI yang digarap Yayasan Din Assalam. “Kami sedang menelusuri apakah memang ada keterlibatan oknum yang terkait Yayasan Din Assalam dengan isu atau rumors murahan yang menyebutkan seakan-akan ada kelompok umat Islam ini dan itu di Kota Ruteng,” papar Syam Kelilauw, wartawan Jayakartanews ini.

Syam Kelilauw menegaskan pihaknya tak akan tinggal diam dengan gerakan opini dungu yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab tadi. “Jangan jadi pengecut dan pecundang jika punya kepentingan dengan pendidikan Islam yang berorientasi komersial di Kota Ruteng. Caranya sangat tidak beradab. Kami akan terus pantau opini liar yang disebarluaskan di tengah umat Islam di Kota Ruteng khususnya. Bukan mustahil kami akan mengambil langkah hukum untuk menindak upaya yang merusak reputasi para tokoh umat. Apalagi jika ada indikasi hendak mengganggu kerukunan dan kedamaian umat Islam di Kota Ruteng,” tandas Sekretaris Majelis Pakar Korps Alumni HMI (KAHMI) Bali ini.

Spirit kelahiran Front Muslim Pribumi Manggarai Raya (Fromprima) didorong semangat merawat suasana kondusif intern umat Islam, termasuk membangun moderasi beragama agar praktik toleran yang telah dibangun kalangan tokoh umat beragama, termasuk tokoh Islam di Manggarai, maupun Manggarai Barat dan Timur, tetap menguat dan mengedepan. “Fromprima punya tanggung jawab melanjutkan warisan hubungan toleran para tokoh Islam khususnya yang setarikan napas dengan kearifan lokal (local genius) di daerah ini,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar ini.

Ketua Umum MUI Kabupaten Manggarai H. Abdurrachman Marolla menunjukkan sikap geram menangggapi adanya surat kaleng elektronik yang menuding seolah-olah ada ketegangan, apalagi perpecahan di kalangan tokoh dan umat Islam di Kota Ruteng. “Tidak benar itu. Faktanya umat Islam dan tokoh umat di Kota Ruteng khususnya, Manggarai umumnya, baik-baik saja,” tegas H. Marolla.

Dirinya mensinyalir itu dilakukan oknum tertentu yang berambisi membangun lembaga pendidikan Islam yang baru di Kota Ruteng  yang populasi umat Islam tidak seperti di daerah lain di Jawa atau Sumatra. Mereka disebutkan hanya mendahulukan ambisi pribadi. Mereka ini berupaya memanfaatkan isu atau rumors seakan-akan ada tokoh yang mendukung rencana mereka dan ada tokoh yang tak mendukung. (rr)