Dipecat PSSI, Shin Tae-yong Jadi Artis ‘Ghost Soccer’

JAYAKARTA NEWS— Dipecat PSSI, tidak berarti karirnya mandeg. Mantan pelatih Timnas asal Korsel, Shin Tae-Yong (STY) baru-baru ini melakukan syuting film horor komedi berjudul ‘Ghost Soccer’ (Bola Mati) yang disutradarai Jay Sukmo.

“Dia bermain sebagai dirinya sendiri. Sebagai cameo coach, perannya pas,” kata Jay Sukmo yang pernah membuat film ‘St Claus dari Jakarta’ dan ‘Jendela Seribu Sungai’.
STY sebagai tokoh yang memberi semangat untuk tim bola yang tengah kehilangan daya juang.

STY syuting film komedi horor Ghost Soccer (foto sbk)

Film ini mengangkat tim bola kampung dan miskin yang berlatih dekat kuburan.
Selalu dihina dan disepelekan.

Mereka punya mimpi besar bisa bermain di lapangan megah milik klub bola top, Super FC.
Suatu hari, bola yang ditendang pemain tim kampung tak sengaja merubuhkan nisan makam mantan pemain bola legendaris.

(foto sbk)

Hal ini mengakibatkan sang arwah penasaran. Walhasil, dalam pertandingan menghadapi Super FC, tim kampung melibatkan kekuatan gaib.

“Film ini memiliki pesan moral kuat. Dan saya salut STY bersedia bantu produksi film nasional,” papar Budi Yulianto selaku executive producer.

Sependapat produser Arief Santoso. “Ini upaya menjembatani dunia olahraga dan hiburan film. Seorang figur pelatih harus dihormati. Dan ada nilai lebih di Ghost Soccer,” timpal Arief Santoso dari Sinemata Buana Kreasindo (SBK).

Film ini juga didukung sederet pemeran yaitu Berliana Lovel (selebgram), Samuel Rizal, Damara Funch, Fajar Nugra dan pelawak Mastur.

Seperti apa permainan pemain tamu STY di ranah film, kita nantikan saja jika Ghost Soccer sudah beredar. (pik)

Perkuat Timnas Piala AFF 2024, STY juga Panggil Kiper Liga 2

JAYAKARTA NEWS— Pemain PSPS Pekanbaru, Erlangga Setyo ternyata mendapat perhatian dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong (STY). Erlangga Setyo masuk dalam daftar Skuad Garuda yang akan dipersiapkan untuk mengikuti Piala AFF 2024 atau ASEAN Cup 2024 yang digelar pada 8 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025 mendatang.

Dilansir mediacenter.riau, Erlangga Setyo seorang kiper yang saat ini berkompetisi di Liga 2 bersama PSPS Pekanbaru. Selain Erlangga Setyo, beberapa daftar nama lainnya yang dipanggil STY adalah Kakang Rudianto, Ferdiansyah, dan Robi Darwis dari Persib Bandung, Zanadin Fariz dari Persis Solo, serta Kadek Arel, Rahmat Arjuna, dan Made Tito dari Bali United.

Selain itu, Ronaldo Kwateh yang kini bermain untuk Muangthong United juga dipanggil untuk memperkuat tim. Cahya Supriadi dari Bekasi City, Erlangga Setyo dari PSPS Pekanbaru, Alfriyanto Nico dari Dewa United, dan Hokky Caraka dari PSS Sleman.

Atas pemanggilan tersebut, management PSPS Pekanbaru memberikan apresiasi. Hal itu dikatakan Sekretaris PSPS Pekanbaru, M Teza Taufik. Ia mengatakan, Ternyata STY juga memperhatikan para pemain yang berkompetisi di Liga 2. 

“Kita tentu mengapresiasi salah satu pemain kita dipanggil memperkuat Timnas Indonesia untuk Asean Championship / Piala AFF. Apalagi kita berada di Liga 2. Yang ternyata diperhatikan oleh Shin Tae-Yong (STY) dan Staff,” ujar M Teza Taufik, dikutip dari mediacenter.riau

Erlangga sendiri merupakan pemain yang sudah dilihat potensinya sejak musim lalu, PSPS Pekanbaru juga sudah amankan jasanya hingga 2026 dengan status pinjaman dari Persis Solo. Namun, dengan dipanggilnya Erlangga, PSPS Pekanbaru tentu kekurangan pos penjaga gawang hingga januari 2025.

“Praktis kita hanya punya Ismail Hanafi dam Rudi Rajak hingga kejuaran itu selesai. Jadi bisa dipastikan untuk bursa transfer 19 Desember nanti yang menjadi pos perhatian coach Aji Santoso dan pelatih kiper salah satunya adalah mencari tambahan penjaga gawang,” katanya.***/din

Shin Tae-yong: Kami Siap Berikan yang Terbaik

JAYAKARTA NEWS— Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengaku optimistis menatap laga perdana babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Jumat 6 September 2026 pukul 01.00 WIB mendatang.

Meskipun akan melakoni laga tandang melawan Arab Saudi, Shin Tae-yong memastikan anak asuhnya tetap percaya diri.

“Kita memang berada di grup yang paling sulit. Tapi kita tidak akan menyerah,” ungkapnya dalam konferensi pers jelang laga, Rabu (4/8/2024), dikutip dari PSSI

Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan skuat Garuda siap memberikan yang terbaik di sepanjang laga guna meraih hasil maksimal.

“Ketimbang memikirkan tekanan besar untuk saya dan tim, saya lebih memilih menikmati momen ini dan berusaha memberikan yang terbaik. Kami bersepakat ingin menunjukkan yang terbaik di laga nanti,” tambahnya.

Shin Tae-yong juga mengapresiasi pencapaian timnya yang sudah berhasil melangkah sejauh ini. Ia pun berharap dapat mengantisipasi kekuatan The Green Falcon dengan menyajikan perlawanan hebat.

”Di Piala Dunia 2018, saya memiliki kenangan melawan Jerman, dan kami memiliki pertandingan yang sangat bagus. Di sini kita terus melakukan persiapan yang baik,” kata Shin Tae-yong.

PSSI Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong hingga 2027

JAYAKARTA NEWS— PSSI umumkan bahwa perpanjangan kontrak pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong sudah final. Keputusan tersebut telah disetujui disepakati bersama antara PSSI dan Shin Tae-yong yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan sepak bola Tanah Air.

Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyatakan, “Coach Shin telah membawa Timnas sampai round 3 piala dunia dan sampai play off Olimpiade. Kinerjanya telah memberikan dampak positif bagi sepak bola Indonesia,” ujar Erick Thohir, dikutip dari website resmi PSSI

Dengan perpanjangan kontrak Shin Tae-yong, PSSI menegaskan tekadnya dalam meningkatkan kualitas dan prestasi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Kerjasama antara PSSI, Shin Tae-yong, dan seluruh anggota tim nasional lain seperti pemain, ofisial, dan pelatih lain diharapkan akan membawa pencapaian yang gemilang bagi sepak bola Indonesia.

Sementara itu Erick Thohir dalam unggahan di instagramnya selain menampilkan fotonya bersalaman dengan Shin Tae-yong, menyatakan, “Kami bersepakat untuk terus berjuang bersama agar Tim Nasional Indonesia semakin maju, berprestasi dan mendunia.

Coach Shin pun membalas, “Kami memutuskan bekerja sama dengan Presiden Federas Erick hingga tahun 2027. Mohon dukung terus sepakbola Indonesia,” tulis pelatih asal Korea Selatan itu.***

Hari Ini di Stadion Madya Senayan, Indonesia Vs Tanzania

JAYAKARTA NEWS— Tim Indonesia akan melakoni training match melawan Tanzania, Minggu (2/6) di Stadion Madya Senayan, Jakarta pukul 16.00 WIB. Pelatih kepala tim Shin Tae-yong dan Asnawi Mangkualam menilai menyebut, laga ini akan dijadikan bahan evaluasi dan penguatan performa serta melihat peningkatan fisik para pemain.

“Penting meningkatkan performa dan uji coba fisik para pemain supaya bisa bermain lawan Irak dengan 90 menit penuh daripada melihat hasil,” kata Shin Tae-yong saat sesi jumpa pers sebelum laga di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (1/6/2024). dilansir laman PSSI.

Terkait hal itu, Shin juga mengakui bahwa dirinya pun masih buta kekuatan Tanzania. “Jujur ya saya belum sempat analisis Tanzania. Mungkin saya akan lebih fokus pada fisik dan kondisi para pemain kami seperti apa,” tegasnya.

“Jadi akan lebih fokus pada permainan kami sendiri seperti apa saat melawan Tanzania.”

Sementara itu, Asnawi sebagai pemain memandang yang sama persis seperti apa yang pelatihnya katakan.

“Untuk pertandingan besok tentunya sangat penting juga buat karena untuk mematangkan persiapan kami di Kualifikasi Piala Dunia nanti dan tentunya di tanggal 6 dan 11 itu pertandingan penting buat Indonesia untuk bisa melaju ke ronde berikutnya,” sebutnya.

“Memang ada beberapa pemain yang belum hadir, tetapi semua pemain yang hadir di beberapa hari ini sudah mempersiapkan dan dalam kondisi yang baik, semoga di pertandingan besok bisa memberikan yang terbaik dan terhindar dari cedera.”

“Kalau untuk pertandingan besok, ya memang sampai saat ini belum ada diskusi dengan pemain yang lain, karena memang di pertandingan persahabatan besok, kita memang cuman fokus ke tim kita saat ini, lebih fokus memperbaiki kondisi seluruh pemain agar terhindar dari cedera juga memang fokusnya buat tanggal 6 dan sampai saat ini belum ada komunikasi soal Tanzania,” tutupnya.***/din

Kualifikasi Piala Dunia: Ini Dia 22 Pemain untuk Pertandingan Lawan Irak dan Filipina

JAYAKARTA NEWS— Pelatih Shin Tae-yong memanggil 22 pemain untuk dua pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Filipina. Timnas Indonesia akan menjamu Irak dan Filipina pada 6 dan 11 Juni 2024 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dua laga ini sangat penting bagi skuad Garuda. Karena jika setidaknya mampu meraih satu kemenangan akan lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.

Dilansir laman PSSI, pelatih Shin Tae-yong tidak memanggil Elkan Baggott dan Marc Klok. Selain itu juga tidak ada Edo Febriansah, Wahyu Prasetyo, Witan Sulaeman, Rachmat Irianto, dan Hokky Caraka.

Sementara itu, nama-nama langganan seperti Asnawi Mangkualam, Rizky Ridho, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner dan lain-lain masih tetap menghiasi skuad Garuda.

Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan mengemas tujuh poin dari empat pertandingan.

Daftar 22 pemain Timnas Indonesia versus Irak dan Filipina:

1. Adi Satryo (PSIS)
2. Ernando Ari (Persebaya)
3. Jordi Amat (Johor Darul Takzim)
4. Justin Hubner (Cerezo Osaka)
5. Rizky Ridho (Persija)
6. Muhammad Ferrari (Persija)
7. Jay Idzes (Venezia FC)
8. Pratama Arhan (Suwon FC)
9. Shayne Pattyama (KAS Eupen)
10. Sandy Walsh (KV Machelen)
11. Asnawi Mangkualam (Port FC)
12. Nathan Tjoe-A-On (Swansea FC)
13. Yance Sayuri (PSM)
14. Yacob Sayuri (PSM)
15. Thom Haye (SC Heerenveen)
16. Ricky Kambuaya (Dewa United)
17. Ivar Jenner (Jong Utrecht)
18. Marselino Ferdinan (KMSK Deinze)
19. Dimas Drajad (Persikabo 1973)
20. Ragnar Oratmangoen (FC Groningen)
21. Egy Maulana (Dewa United)
22. Rafael Struick (ADO Den Haag).***/din

Shin Tae-yong Optimistis Indonesia Tumbangkan Irak

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia akan bertemu Irak pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Abdullah Bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Kamis (2/5).

Jelang laga tersebut, Shin Tae-yong berharap pertandingan berjalan dengan baik termasuk keputusan-keputusan wasit nantinya. 

“Di laga semifinal, masih banyak yang saya pikirkan, para pemain sudah main bagus, tapi ada beberapa situasi, terutama karena peluit wasit, takdir laga bisa berubah, jadi itu sulit juga bagi saya dan tim saya,” kata Shin Tae-yong, dilansir laman resmi PSSI.

Sebelummya Shin Tae-yong mendapat kartu kuning saat Indonesia menghadapi Qatar dan Uzbekistan, karena melakukan protes berlebihan.

“Soal lawan Irak, ini adalah laga perebutan tempat ketiga, semua tim tentu akan melakukan yang terbaik, dan saya harap agar laga ini bisa berjalan bagus. Saya hanya ingin semua saling menghormati saja, pemain dan wasit harus saling menghormati, wasit juga harus menghormati pelatih, begitu juga sebaliknya. Jika itu terjadi, tak akan ada hal buruk yang terjadi dalam sebuah pertandingan,” tambah Shin Tae-yong. 

Pada laga ini, Shin Tae-yong, bisa kembali menurunkan Rafael Struick. Sebelumnya, Rafael Struick absen dalam pertandingan semifinal melawan Uzbekistan U-23, Senin (29/4). Pemain Ado den Haag itu menjalani sanksi akumulasi kartu kuning.

Kembalinya Struick ini membuat pelatih Shin Tae-yong, senang. Struick merupakan pemain andalan Shin Tae-yong di lini depan Garuda Muda.

Pada Piala Asia U-23 2024, Struick jadi tumpuan dalam mencetak gol. Ia sudah mencetak dua gol yang dilesakkan ke gawang Korea Selatan (Korsel) di babak perempat final.

“Dia sudah bermain bagus sejak awal Piala Asia U-23 2024, sejak babak grup. Dia adalah salah satu pemain kunci kami,” kata Shin Tae-yong.

“Memang sangat disayangkan ketika dia absen di laga melawan Uzbekistan, dan sekarang dia sudah dalam kondisi fit. Saya yakin dia akan berkontribusi besar di laga lawan Irak,” tukas Shin Tae-yong.

Pemenang laga ini akan mendapat satu tiket tersisa lolos langsung ke Olimpiade Paris 2024. Tim yang kalah bakal menantang peringkat keempat Piala Afrika U-23 2024, Guinea di babak play-off pada 9 Mei mendatang.***/din

Laga Perebutan Tempat ke 3: Indonesia Vs Irak 2 Mei 2024

JAYAKARTA NEWS— Tim U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-2 pada laga semifinal Piala Asia 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024).

Dalam pertandingan ini, Indonesia tidak diperkuat salah satu penyerang andalannya, Rafael Struick, karena akumulasi kartu kuning.

Bahkan, Garuda Muda juga kehilangan kapten tim, Rizky Ridho, yang mendapatkan kartu merah pada menit 82 setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Jasurbek Jaloliddinov. Ridho akan absen di laga perebutan tempat ketiga.

Namun, kekalahan itu tidak melunturkan kepercayaan diri pelatih tim U-23 Indonesia, Shin Tae-yong. Ia masih sangat yakin bisa meraih tiket ke Olimpiade Paris 2024 bersama Indonesia.

Garuda Muda masih punya kesempatan lolos ke Olimpiade sebagai peringkat tiga Piala Asia U-23 2024. Jika kalah di laga perebutan tempat ketiga, Indonesia masih punya jalan terakhir, yakni memenangi laga play-off antar konfederasi melawan wakil Afrika, Guinea, pada 9 Mei 2024.

Menurut Shin Tae-yong, Indonesia sudah berusaha maksimal saat menghadapi Uzbekistan. Namun, dia mengakui di pertandingan kali ini Uzbekistan bermain lebih baik.

“Pertama-tama, saya apresiasi usaha yang bagus dari para pemain. Saya pikir Uzbekistan telah bermain dengan baik dan memberikan usaha yang bagus juga. Ada sesuatu hal yang membuat saya merasa sedikit malu, tapi saya tidak mau menyebutkannya,” kata Shin Tae-yong, dilansir laman resmi PSSI.

“Uzbekistan tetaplah tim yang kuat, jadi selamat untuk tim Uzbekistan. Kami tetap mempunyai peluang untuk melaju ke Olimpiade, jadi kami akan mempersiapkan diri dengan bagus untuk bisa lolos ke Olimpiade,” tutur pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Shin Tae-yong menambahkan para pemainnya seperti kehilangan kepercayaan diri. Padahal, Garuda Muda di tiga laga sebelumnya tampil sangat impresif dengan mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia (1-0), Yordania (4-1) dan Korea Selatan (2-2, 11-10 setelah adu penalti).

“Saya pikir sebelum memulai pertandingan, para pemain merasa gugup. Hal ini mempengaruhi tim kami sehingga tidak bisa bermain dengan baik. Normalnya, kami bisa bermain baik seperti di pertandingan sebelumnya,” tukas Shin Tae-yong.

Pada laga perebutan tempat ketiga, Indonesia bakal menghadapi Irak yang dikalahkan oleh Jepang, 0-2. Laga antara Indonesia dan Irak digelar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Kamis (2/5/2024), pukul 22.30 WIB.***/din

Piala Asia U-23, Shin Tae-yong: Saya Sangat Senang dan Bahagia tapi Sedih

JAYAKARTA NEWS— Pelatih Shin Tae-yong membuktikan profesionalismenya. Terbukti jurus jitu arsitek asal Korea Selatan membuat negara asalnya itu tersisih di babak delapan besar Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Jumat (26/4/2024) WIB.

Dalam sesi jumpa pers sehari jelang laga, STY mengaku ini laga berat. Pasalnya, ini laga pertama, dia harus berhadapan dengan negara asalnya sejak menjadi pelatih.

Namun, pada perempat final ini, segala kegalauan ia kubur dalam-dalam.

Ia pun mengeluarkan strategi apik untuk meredam negeri Ginseng itu.

Apa jurus jitu STY? Mental, karakter, fisik, dan skema permainan yang jelas dan terukur.

“Saya sangat senang dan bahagia, tetapi di sisi lain, ini sangat menyedihkan dan sulit. Pemenangnya harus ditentukan, dan sekarang saya bertanggung jawab atas tim Indonesia. Saya harus melakukan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Shin Tae-yong sesuai laga, dilansir laman resmi PSSI.

Lebih lanjut, Shin Tae-yong, mengakui hasil ini meningkatkan kepercayaan diri timnya. Menurut juru taktik berusia 53 tahun itu, target ke final pun kini menjadi hal yang mungkin dicapai Timnas U23 Indonesia.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami tak bisa memenangkan kejuaraan. Jelas, kami bisa mencapai final. Hal itu memberi kami kepercayaan diri dan kami mampu mencapai empat besar,” tambahnya.

Selain itu, pada laga ini kiper Ernando Ari juga tampil heroik. Kiper asal klub Persebaya tersebut melakukan sejumlah aksi penyelamatan.

Puncaknya saat fase adu penalti. Ia menepis dua tembakan pemain Korea Selatan, yakni Kang Sang-yoon dan Kang-Hee Lee. Sementara itu, dari kubu Indonesia, hanya Arkhan Fikri yang gagal mencetak gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor 11-10 untuk kemenangan Indonesia.

Menariknya, Ernando tidak diam saja usai berhasil menepis tendangan penalti pemain Korea Selatan. Ia langsung berjoget di dekat aksekutor penalti tersebut.

Selanjutnya, Indonesia akan melawan Uzbekistan atau Arab Saudi pada semifinal Piala Asia U23 2024 yang berlangsung Senin (29/4) mendatang.***

Ini Dia Sosok Nathan Tjoe-A-On yang Bikin Coach Shin Tae-yong Kesemsem

JAYAKARTA NEWS— Tidak ada yang menyangka tim Indonesia U-23 tampil gagah hingga mampu menggilas Jordania 4-1 di ajang Piala Asia U-23.

Di antara gol-gol Marselino Ferdinan, Witan Sulaeman, dan Komang Teguh, terselip satu sosok yang bersinar. Dia adalah Nathan Tjoe-A-On.

Nathan, panggilan akrabnya, bermain penuh 90 menit sebagai gelandang bertahan berduet dengan Ivar Jenner. Meski tidak bermain di posisi naturalnya sebagai bek sayap kiri, Nathan tetap tampil solid, dan bahkan menjadi pemain yang mencatatkan operan sukses terbanyak dengan 38 operan. Angka tersebut tidak terlepas dari gaya bermain dan daya jelajahnya yang tinggi dalam menyerang maupun saat harus bertahan.

Dilansir pssi.org, di fase grup Piala Asia U-23 ini, statistik Nathan terbilang impresif. Merujuk sumber dari AFC, ia melepaskan 25 umpan dengan 40% terjadi di wilayah lawan.

Artinya ia cukup aktif dalam melakukan build-up serangan. Pun demikian dalam hal membantu pertahanan. Ia melakukan tujuh kali duel dengan presentase kemenangan 60%. Ia juga melakukan tiga kali tekel dan dua intersep.

Hal ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang pemain multi posisi yang bisa memainkan peran sama baiknya. Tentu hal tersebut menjadi angin segar untuk coach Shin Tae-yong (STY) dalam meramu skuadnya.

Penampilan apiknya selama ajang Piala Asia U-23 ini melambungkan namanya dan membuatnya semakin di kenal oleh masyarakat Indonesia.

Lalu, bagaimana rekam jejak pemain yang bernama lengkap Nathan Noël Romejo Tjoe-A-On yang kini menjadi idola baru di “Garuda Muda”?

Nathan Noël Romejo Tjoe-A-On merupakan seorang pemain kidal berposisi bek sayap kiri untuk klub Swansea City A.F.C (Championship) yang sedang dipinjamkan ke klub SC Heerenveen (Eredivise).

Lahir di Rotterdam, Belanda pada 22 Desember 2001, darah Indonesia Nathan Tjoe-A-On mengalir dari kakeknya yang lahir di Semarang, Jawa Tengah.

Tejo, panggilan yang ia dapat dari netizen Indonesia, mendapatkan paspor Indonesia pada 11 Maret 2024 dan sudah melakoni dua pertandingan internasional resmi melawan Vietnam di kualifikasi Piala Dunia 2026.

Di klub pertamanya, Excelsior, pemain bertinggi badan 182 cm ini sukses membawa timnya promosi ke Eredivise pada musim 2022/2023 dengan mencatatkan 10 penampilan. Penampilan impresifnya berlanjut saat ia mencatatkan 29 kali penampilan dengan mencetak satu gol dan satu assist di liga utama Belanda.

Dan di musim perdananya di Eredivise tersebut, ia bahkan sempat menyandang gelar Eredivise Talent of the Month di bulan September 2022.

Di musim itu pula yang membuat Swansea City klub asal Wales yang bermain di kasta kedua liga Inggris kepincut akan talentanya dan memutuskan membeli Nathan di musim ini denga kontrak tiga tahun.

Setengah musim di Swansea City, ia dipinjamkan ke klub Eredivise SC Heerenveen, ia bergabung dengan Thom Haye, kompatriotnya di timnas senior. Tercatat sudah empat kali ia bermain untuk SC Heerenveen yang semuanya ia dapat saat menjadi pemain pengganti.

Nyawa di Lini Tengah
Dalam tiga pertandingan fase grup di Piala Asia U-23, peran Nathan seperti tidak tergantikan. Permainan “Garuda Muda” bisa dibilang menakjubkan saat melawan Australia dan Jordania. Hal tersebut tidak terlepas dari peran Nathan yang disulap sebagai gelandang.

Duetnya dengan Ivar Jenner tidak hanya menjaga stabilitas lini tengah, namun juga memberikan keleluasaan bagi Marselino Ferdinan dalam menyerang sekaligus memberikan perlindungan extra bagi pertahanan.

Keunggulannya dalam melakukan intersep bola dan melakukan operan, sukses membuat Indonesia unggul di lini tengah yang berbanding lurus dengan hasil luar biasa di ajang Piala Asia U-23 ini. Bisa dibilang, Nathan benar-benar menjadi nyawa di lini tengah. Tak berlebihan ketika Nathan kembali ke Belanda setelah izin memperkuat Indonesia habis, STY sangat kehilangan. Beruntung klubnya mengizinkan kembali ke Qatar. Ini semua berkat lobi hebat Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Meraih kemenangan melawan Australia yang merupakan kandidat juara edisi ini dan juga menggilas Jordania–yang bahkan timnas seniornya bisa melaju ke final Piala Asia awal tahun ini–bukanlah suatu kebetulan.

Bahkan, saat pertandingan pertama melawan Qatar, permainan tim U-23 tak kalah kelas. Melihat permainan tim U-23 sekarang, wajar untuk berasumsi bahwa level Indonesia sudah bukan di ASEAN lagi, melainkan sudah merangsek ke jajaran top Asia.

Kini setelah melaju ke babak perempat final sebagai runner-up dan akan menjamu raksasa asia Korea Selatan (26/4) dini hari, menjadi laga penting buat “Garuda Muda”. Hal ini menjadi kabar gembira bagi pecinta sepak bola Indonesia dan tentunya akan membuat tim U-23 mampu tampil full team saat melawan Korea Selatan.

Tambahan amunisi dengan kepastian Nathan kembali ke skuad “Garuda Muda” di lini tengah ini bisa menjadi faktor utama dalam keberhasilan melawan Korea Selatan nanti, tentunya didukung dengan pemain lainnya yang juga tampil luar biasa seperti Nathan.

Peran Nathan Tjoe-A-On dalam memainkan skema Shin Tae-yong yang bermain passing cepat kaki ke kaki akan terasa mudah dengan skill mumpuninya. Proses build-up dari lini belakang yang dijembatani olehnya ke lini depan akan menjadi faktor utama untuk membongkar permainan lawan.

Di samping itu, peran seorang Ernando Ari dan Rizki Ridho di jantung pertahanan juga jadi faktor penentu untuk meraih kemenangan.

Mental baja yang telah dibangun STY juga akan menjadi hal vital dalam permainan tim U-23. Hal tersebut sudah terlihat saat melawan Jordania di mana Garuda Muda hanya butuh hasil seri untuk lolos, namun tetap bermain ngotot meski sudah unggul 2–0 di babak pertama.

Lini depan dengan trio Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Witan Sulaeman juga diharapkan bisa melaksanakan tugasnya dengan baik seperti di dua laga sebelumnya. Dan juga jangan melupakan lemparan maut Pratama Arhan yang bisa menjadi senjata rahasia dalam membongkar pertahanan ketat tim Taeguk Warrior.

Permainan terbuka akan diperlihatkan kedua kubu dan Indonesia diharapkan bermain seperti di dua laga sebelumnya, bermain menyerang seperti saat melawan Jordania, dan saat bertahan bermain seperti melawan Australia.

Di laga melawan Korea Selatan nanti juga akan menjadi romansa tersendiri bagi STY yang di laga ini menjadi pertandingan pertama melawan negara asalnya. Coach Shin juga sempat menukangi tim U-23 Korea Selatan pada 2015.

Fakta uniknya, ia berkesempatan berjumpa dengan Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-23 2016. Di laga itu, tim asuhan STY melumat timnas U-23 Indonesia 4–0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Delapan tahun setelahnya, kini STY mencatat sejarah untuk Indonesia dengan lolos ke babak penyisihan di ajang perdananya.

Andai bisa memenangi laga melawan Korea Selatan nanti, peluang untuk berlaga di Olimpiade Paris 2024 makin benderang.***/din