Perhatian pengurus Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) kepada para anggotanya, adalah hal utama, dan selalu dikedepankan. Seperti kegiatan terakhir, saat pengurus pusat PPAD beranjangsana ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Menjenguk pasien yang sakit, memiliki nilai penghiburan yang luar biasa. Karena itulah, hari Kamis (31/7/2025), sejumlah pengurus pusat dipimpin Plt Ketua Umum, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak, menyambangi sekitar 22 pasien RSPAD yang berasal dari keluarga besar Angkatan Darat.
Rombongan PP PPAD tiba di RSPAD pukul 10.00, diterima Ka RSPAD, Kapoksahli, Dirum dan Diryankes. Mereka langsung menuju ke pasien pertama di Paviliun Kartika 1. “Total ada sekitar 12 pasien yang kami kunjungi. Di antaranya tiga purnawirawan pati dan empat pamen,” ujar Komaruddin.
Ia membenarkan, rangkaian anjangsana ke RSPAD ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT PPAD ke-22 tahun 2025. Dalam kesempatan itu, Plt Ketum didampingi antara lain oleh Kabawaas PPAD, Kabid Sosial PPAD, dan beberapa pengurus pusat PPAD lain.
“Kita berdoa untuk kesembuhan kawan kawan yang sedang tidak sehat. Juga meningkatkan moril para purnawirawan yang sedang dirawat, agar cepat sembuh dan kembali beraktivitas,” ungkap Komaruddin. (*)
UCAPAN syukur tak henti-hentinya diucapkan Maturidi (50), ketika ayahnya, Nyak Sandang, salah satu pendonor pembelin pesawat pertama Indonesia, selesai mendapatkan operasi katarak. Kebahagiaan pun tampak terpancar dari wajahnya, pada saat Nyak Sandang bisa melihat kembali.
“Saya Maturidi mewakili keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas bantuannya, salah satunya adalah pengobatan mata ayah Nyak Sandang,” ucapnya saat ditemui Biro Pers Sekretariat Presiden di Ruang Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (29/3) lalu.
Seperti diketahui, salah satu permintaan pria asal Aceh yang ikut andil menyumbangkan hartanya dalam pembelian pesawat pertama Indonesia ini kepada Presiden Joko Widodo adalah agar bisa mendapatkan operasi katarak. Maturidi pun merasa sangat bersyukur ayahnya bisa mendapatkan perawatan dengan sangat baik dan operasi kataraknya berjalan dengan lancar.
Operasi katarak ini dipimpin oleh Kepala Departemen Mata RSPAD Gatot Soebroto dr. Subandono Bambang Indrasto, SpM., MM., Rabu, 28 Maret 2018 kemarin. Selain itu, hadir juga salah satu dokter dari Tim Dokter Kepresidenan, yaitu dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD. Tindakan operasi dimulai pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 09.00 WIB.
“Mata kanannya sempat dioperasi di Aceh, hasilnya cukup bagus. Hanya saja retinanya sudah mengalami degenerasi karena faktor usia. Sedangkan mata kiri, itu kataraknya matur. Kataraknya cukup keras, sehingga tim dokter tidak bisa menilai bagian syaraf atau bagian belakang bola mata. Jadi kita lakukan operasi katarak terhadap mata kiri,” ujar dr. Subandono.
Kondisi katarak matur yang keras membuat tim dokter harus melakukan tindakan penyedotan. Meskipun prosesnya cukup rumit, namun tim dokter akhirnya berhasil mengoperasi mata Nyak Sandang.
“Awalnya jarak pandang hanya 15-20 cm. Lalu pascaoperasi saya tes, bisa 1 meter. Lalu ketika di kamar tadi, bisa 5 meter. Harapan kami ke depannya kondisi mata Nyak Sandang bisa membaik walaupun tidak 100 persen,” lanjutnya.
Menurut Dokter, proses penyembuhan akan memakan waktu sekitar 2-3 hari. Dokter pun menjadwalkan Nyak Sandang untuk kontrol lagi seminggu setelah operasi.
Kini setelah Nyak Sandang bisa melihat terang, dirinya mengutarakan keinginannya untuk melihat wajah Presiden secara langsung. Nyak Sandang tampak senang bisa melihat album foto saat dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Rabu, 21 Maret lalu. “Kalau kemarin bisa pegang tangan, diusap-usap tangannya tapi tidak bisa melihatnya. Mungkin besok bisa melihat lebih sempurna,” ujar Maturidi menerjemahkan ayahnya.
Saat dilapori kondisi terkini Nyak Sandang oleh ajudan Presiden Kolonel Inf. Deddy Suryadi, Presiden Jokowi yang tengah berada di Madiun saat itu (Kamis, 29/3) menyampaikan salamnya untuk Nyak Sandang. “Alhamdulillah semoga operasinya memberi hasil yang terbaik dan sampaikan salam saya untuk Nyak Sandang,” ucap Presiden melalui ajudan. ***