Megawati Beri Sinyal Capreskan Puan Maharani

JAYAKARTA NEWS— Wakil Sekretaris NU Jawa Barat (2010-2021), H. Adlan Daie menilai pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam pembukaan Rakernas PDI Perjuangan mengirim sinyal kuat bahwa Puan Maharani kandidat kuat Calon Presiden (Capres) yang hendak diusung PDI Perjuangan dalam kontestasi pilpres 2024.

Sinyal itu dapat dibaca dari aksentuasi pidato Megawati sebagai pertanda keteguhan sikap politik seorang Ketua Umum PDI Perjuangan.

Dalam pidatonya jelas Adlan,  Megawati dengan tegas meletakkan peta survey elektoral  “hanya boleh dilihat, tidak boleh bergerak mengikuti irama survey”.

Megawati meyakinkan para kader PDI Perjuangan justru harus bergerak mengikuti irama aspirasi rakyat.

“Inilah prinsip yang dipegang ibu Mega. Berdaulat secara politik, kokoh secara ideologis dan legitimated secara sosial. Tidak mudah kaget (“gumonan”)  atas framing media, lembaga survey dan kekuatan “mainan” politik dari luar PDI Perjuangan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/6).

Selain itu lanjutnya, aksentuasi pidato politik Megawati tersebut jelas dan tegak lurus dalam konteks menjaga konstitusi partai.

Bahwa amanat kongres PDI Perjuangan telah memberi mandat dan hak prerogatif tunggal kepada Megawati dalam menentukan Capres yang akan diusung PDI Perjuangan.

Karena itu, Megawati tidak ragu-ragu untuk memecat siapa pun kader PDI Perjuangan yang menurutnya “coba-coba bermanuver di luar garis partai dan bermain dua kaki”.

Tak hanya itu, tekanan lain dari pidato Megawati sengaja disampaikan tentang posisi Puan “sebagai anak tercintanya dan Puan mencintai ibunya”. Pernyataan ini meskipun secara tersurat dalam konteks “trah” biologis Puan akan tetapi dalam konstruksi disampaikan dalam forum resmi setingkat Rakernas PDI Perjuangan yang sangat berwibawa dan dihadiri Presiden Jokowi jelas sebuah pernyataan berbobot politis dalam kerangka ideologi.

“Saya kira, ini sikap politik PDI Perjuangan,” tuturnya.

Dia menilai, pemaknaan pidato politik Megawati dalam pembukaan Rakernas PDI Perjuangan aktualisasinya dalam konteks Ganjar Pranowo tentu penting unuk segera mempertegas posisi politiknya atas dukungan para relawan terhadapnya yang berlangsung massif di berbagai daerah.

“Berhenti bermanuver hendak mendekte keputusan Megawati dalam hal menentukan Capres PDI Perjuangan. Karena dalam konteks inilah dugaan bahwa Ganjar Pranowo “bermain dua kaki” sebagaimana secara implisit dapat ditangkat dari pidato Megawati tersebut,” imbuhnya.

Dengan kata lain, spirit dari pidato Megawati dalam forum Rakernas tersebut hendak menegaskan bahwa kontestasi Pilpres 2024 bukan kontestasi elektoral ibarat “idol” – ajang mencari idola selebritis –   melainkan sebuah pertaruhan ideologis bagi PDI Perjuangan dalam konteks transisi ideologis dari Megawati ke Puan Maharani.

“Ini sebuah sikap politik dalam menjaga kesinambungan transisi ideologi kebangsaan PDI Perjuangan,” terangnya.

Dia menegaskan, dalam konteks pertaruhan ideologis itulah Puan Maharani menjadi pilihan tepat bagi PDI Perjuangan untuk diusung sebagai Capres dalam kontestasi pilpres 2024.  “Itulah yang harus dipahami dari pidato politik Megawati dalam Rakernas PDI Perjuangan di atas baik oleh para politisi dan relawan politik “di luar” PDI Perjuangan maupun umumnya para pengamat politik,” pungkasnya.***din

Presiden: Kedaulatan Pangan, Ketahanan Pangan harus Jadi Konsentrasi Kita

JAYAKARTA NEWS— Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa bangsa Indonesia harus bergotong royong membangun kemandirian serta berdikari di bidang pangan berbasiskan keunggulan masing-masing daerah. Ancaman krisis pangan global yang terjadi saat ini juga meningkatkan kompetisi di sektor tersebut.

“Kedaulatan pangan, ketahanan pangan betul-betul harus menjadi konsentrasi kita, fokus kita ke depan. Dan, setiap daerah harus memiliki keunggulan pangan masing-masing sesuai dengan karakteristik tanahnya dan kondisi masyarakatnya dan sesuai dengan tradisi makan warganya,” ujar Presiden Joko Widodo pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Selasa (21/06/2022), di Sekolah Partai Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Jakarta. Demikian dikutip dari setkab.go.id

Kepala Negara mencontohkan, sagu adalah komoditas yang cocok ditanam di tanah Papua sekaligus menjadi makanan pokok masyarakat di daerah tersebut. Oleh karena itu, penanaman tanaman tersebut harus terus dipertahankan dan tidak dialihkan ke komoditas lainnya yang tidak sesuai dengan karakteristik tanah dan masyarakat Papua.

“Jangan kita paksa untuk keluar dari kekuatannya, dari karakternya,” kata Presiden Jokowi.

Tak hanya itu, sagu dan porang juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor Indonesia. Komoditas ini banyak diminati oleh negara lain karena dinilai lebih menyehatkan.

“Sagu itu justru makanan yang paling sehat karena gluten free. Ini nanti yang akan dikejar oleh negara-negara lain, hal-hal yang seperti ini yang kita sering lupa. Termasuk porang, kenapa dikejar? Karena di situ juga sangat rendah gulanya, makanan yang sangat sehat,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengungkapkan penanaman sorgum secara besar-besaran akan dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanaman ini dinilai cocok dengan karakteristik wilayah serta akan menjadi kekuatan NTT di sektor pangan. Penanaman sorgum ini telah diujicobakan di lahan seluas 40 hektare di Waingapu.

“Tanpa air yang banyak sorgum di NTT terlihat tumbuh sangat subur dan tumbuh sangat hijau. Ternyata sebelumnya memang warga di NTT itu nanem-nya sorgum atau cantel tapi bergeser ke beras,” ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, sorgum dapat menjadi alternatif komoditas gandum yang saat ini harganya melonjak terdampak dari konflik Ukraina dan Rusia. Impor gandum Indonesia saat ini mencapai 11 juta ton.

“Sorgum bisa menjadi alternatif pengganti gandum yang harganya saat ini sedang melambung sangat tinggi dan kita tergantung impor dari luar,” ujarnya.

Presiden meyakini, jika semua daerah bergerak dengan kekuatan dan karakter masing-masing, kemandirian pangan Indonesia akan dapat terwujud.

“Kalau masing-masing daerah bergerak sesuai dengan kekuatan dan karakternya, kita akan bisa betul-betul membangun kekuatan besar di sektor pangan, produksi akan melimpah, dan diversifikasi pangan bisa dipertahankan. Inilah kekuatan besar bangsa kita,” pungkasnya.***/ebn

Singgung PDIP Disebut Partai Sombong, Megawati: Saya tak Pernah Menjelekkan Partai Manapun

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof.Dr (HC) Megawati Soekarnoputri merasa heran jika ada yang menyebut partainya sebagai partai sombong.

Hal ini disampaikannya dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021 yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022).

“Saya sampai mikir bisa opo enggak ya? Karena saya buktikan bukan untuk sombong-sombong. Ada orang mengatakan Ibu Mega sombong banget ya, karena ada juga yang mengatakan ada sebuah partai sombong sekali,” kata Megawati yang disambut meriah oleh para kadernya di Sekolah Partai.

Dia pun menanyakan alasan sampai disebut sombong. Dirinya pun menekankan bahwa tak pernah menjelekkan partai politik maupun ketua umumnya.

Megawati pun mengungkapkan, bahwa negeri ini harus dibangun dengan rasa persatuan.

“Saya tidak pernah loh, tidak pernah menjelekkan partai manapun, tidak pernah, ketua partai apapun. Saya berjalan sendiri membentuk partai saya yang saya hormati dan sayangi yang bernama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Jangan! Jangan! negeri ini harus dibangun dengan bersatu,” ungkap Megawati.

Bukan itu saja, dia pun juga menyinggung soal kabar keretakannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Lah kok gimana diomongi saya sama Pak Jokowi hubungan sudah retak loh,” kata Megawati.

“Bagaimana ya, saya lama-lama jengkel juga ya, piye toh. Saya kan diam saja, eh minta ampun,” sambungnya.***/din

Rakernas PDIP akan Bahas Penguatan Desa, Bu Mega Minta Pak Jokowi Kuatkan Pertanian

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof.Dr.(HC) Megawati Soekarnoputri mengatakan, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDIP Tahun 2021 yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, hingga 23 Juni, akan membahas tentang penguatan desa.

Menurut Megawati, desa adalah tempat di mana masyarakat terus bergerak dari bawah dan sumber segala kehidupan.

“Nanti di dalam rakernas ini perintah dan arahan dari ketua umum adalah penguatan desa. Karena desa itu memang merupakan sebuah tempat di mana rakyat itu bergerak betul dari bawah dan kita harus mengingat semua kehidupan yang akan selalu kita dapatkan. Sebenarnya Bung Karno sendiri mengatakan sokoguru kita adalah petani. Sehingga jangan dilupakan itu,” kata Megawati, dalam pidatonya di Pembukaan Rakernas PDIP, Selasa (21/6/2022).

Bukan hanya itu saja, Megawati juga sempat berbicara kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang hadir dalam Rakernas II PDIP, agar kedaulatan pangan segera dilaksanakan.

“Tadi di ruang tunggu, bapak tolonglah menginstruksikan bahwa yang namanya kedaulatan pangan itu benar-benar dilaksanakan, karena beliau telah memberikan arahan dari keadaan dunia bisa menghadapi krisis ekonomi termasuk kelaparan yang menurut saya itu sangat membahayakan sekali,” ungkap Megawati.

“Dan beliau mengatakan tadi itu sudah berjalan, mulai sekarang ibu,” sambungnya menirukan apa yang disampaikan Presiden Jokowi.

Bukan hanya itu saja, dia pun juga menyempatkan diri berbicara dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengenai tanaman Enceng Gondok.

“Tadi bicara dengan Pak Basuki dengan Menteri PUPR mengenai Enceng Gondok, tapi saya terus bilang itu jangan dibuang percuma, karena sebenarnya Enceng Gondok itu karena satu rumpun dengan Genjer, sebetulnya dapat juga jadi bagian dari pangan rakyat,” kata Megawati.

Perlu diketahui Rakernas II Tahun 2021 pada hari ini. Dalam rakernas itu, PDIP akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari memajukan desa hingga membahas konsepsi dasar capres-cawapres 2024.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan rakernas ini merupakan rapat DPP yang diperluas dengan melibatkan peserta dari ketua, sekretaris, serta bendahara DPD PDIP. Selain itu, peserta juga berasal dari perwakilan sayap dan badan partai, termasuk anggota DPR RI fraksi PDIP.

“Yang lebih dipersiapkan adalah agenda strategis dalam rangka memenangkan pemilu tahun 2024, tetapi juga sekaligus bagaimana PDI Perjuangan dalam upaya pemilu tersebut mampu menjawab berbagai persoalan rakyat dan mengedepankan sinergi tiga pilar yang turun ke bawah,” kata Hasto.***/din