Mulai 11 Oktober 2025, Ragunan Buka Wisata Malam Pertama dengan Konsep Night at the Zoo

JAYAKARTA NEWS – Jakarta kini punya destinasi malam yang unik buat kamu kunjungi. Taman Margasatwa Ragunan resmi menghadirkan program wisata malam mulai 11 Oktober 2025 dengan tajuk Night at the Ragunan Zoo.

Pengalaman ini memungkinkan kamu menjelajahi kebun binatang di bawah cahaya lampu sambil melihat langsung aktivitas satwa yang biasanya hanya aktif setelah matahari terbenam.

Satwa yang Bisa Kamu Temui

Wisata malam ini tidak mencakup seluruh area Ragunan seperti di siang hari. Beberapa satwa noktural seperti harimau, mamalia kecil, kudanil, serta reptil di terrarium akan menjadi bintang utama.

Namun, area seperti Pusat Primata Schmutzer tetap ditutup demi menjaga kenyamanan hewan-hewan yang beristirahat di malam hari.

Harga Tiket dan Layanan Tambahan

Menariknya, harga tiket wisata malam Ragunan tetap sama dengan tarif reguler siang hari. Anak-anak cukup membayar Rp 3.000 dan dewasa Rp 4.000 per orang.

Kalau kamu ingin menjelajah lebih nyaman, tersedia layanan e-car berkapasitas lima orang seharga Rp 250.000 per jam untuk berkeliling area satwa noktural yang sudah ditentukan.

Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas

Pengelola Ragunan sudah menyiapkan infrastruktur lengkap untuk mendukung operasional malam. Penerangan jalan dan pencahayaan di area satwa dirancang agar tidak mengganggu perilaku alami hewan.

Selain itu, petugas keamanan serta pemandu lapangan akan selalu berjaga untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

Atraksi dan Edukasi Satwa

Bukan cuma jalan-jalan keliling kandang, pengunjung juga bisa menyaksikan atraksi menarik seperti sesi pemberian makan satwa dan kegiatan edukatif yang dibawakan oleh penjaga satwa (zookeeper).

Jadwal atraksi ini akan berganti setiap minggu, jadi selalu ada hal baru untuk dinikmati di setiap kunjungan.

Jam Operasional Ragunan

Khusus untuk program malam, Ragunan buka setiap Sabtu pukul 18.00–22.00 WIB. Sementara itu, jam operasional reguler pada siang hari tetap berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB dan tutup setiap Senin.

Dengan konsep baru ini, Ragunan menghadirkan suasana berbeda bagi warga Jakarta yang ingin menikmati wisata malam tanpa harus keluar kota.***/mel

Lebih Asyik dan Murah Lho, Belanja Sembako di Toko Tani Indonesia Center

JELANG Ramadhan, Toko Tani Indonesia Center (TTI-C) yang berlokasi di Jl. Ragunan, Pasar Minggu,Jakarta Selatan, menggelar acara Bazar Pangan Murah Berkualitas. Bazar dilaksanakan 18-21 Mei 2017, dengan menjual  segala jenis kebutuhan pokok masyarakat.

Agoes Rahad, selaku Divisi Pengadaan TTIC menjelaskan, bazar diselenggarakan  untuk membantu masyarakat menengah kebawah agar  bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terbilang murah, jauh dibawah harga pasar.

Menurut Agoes, konsep TTIC adalah memutus panjangnya matai rantai distribusi produk pertanian. Produk yang dijual di ITTC  didapat  langsung  dari para petani atau gabungan dari para kelompok tani, yang  dikirim langsung ke TTIC. TTIC   kemudian menjualnya langsung ke konsumen.  Jadi, dapat dipastikan, harganya  jauh lebih murah dari harga pasar.

Bazar Murah di Toko Tani Indonesia Center, Jl. Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta. [Nanang S]
Program bazar ini di programkan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman,  yang dikhususkan untuk meningkatkan pendapatan petani dan menjaga keterjangkauan harga  konsumen.  Untuk produk olahan industri atau perusahaan seperti  minyak goreng, gula, daging, hingga ikan segar, maka pihak suplayer industri itu  harus menjual barang di TTIC dengan harga dibawah harga pasar sesuai dengan yang ditetapkan Kementrian Pertanian.

Untuk kegiatan bazar ini, pasokan barang  dikirimkan langsung dari gabungan kelompok tani atau  toko tani yang berada di masyarakat. Gapoktan-gapoktan yang dibina  TTIC itulah yang memberikan pasokan kebutuhan pangan dan langsung kita jual ke konsumen dengan harga yang tentunya lebih murah dari harga pasar.

Dijelaskan, TTIC  memiliki program  Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang dilaksanakan oleh  Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) atau gabungan kelompok tani (Gapoktan).   Gapoktan inilah  yang ditunjuk sebagai pelaksana LUPM, dan ditetapkan setelah melalui seleksi yang ketat. Salah satu Gapoktan binaan TTIC yang memiliki program  Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM). Program itu sukses, sehingga  LDPM dikembangkan menjadi LUPM, yang berfungsi untuk  menjamin pasokan  kepada TTIC.

 

Berdasarkan pengamatan Jayakartanews.com, tampak sekali antusiasme warga berbelanja menjelang  Ramadhan ini. Pasokan TTIC untuk memenuhi kebutuhan konsumen dapat dikatakan cukup banyak, dikarenakan  Gapoktan  sudah mulai musim panen seperti padi, bawang, jagung, cabe merah. Adapun suplai dari perusahaan agro,  mereka  tidak putus-putusnya memasok produknya ke TTIC untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk daging, TTIC dipasok  perusahaan dengan keharusan  harga eceran tertinggi di  TTIC Rp 80.000. Tentu saja ini  jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar. Untuk harga, TTIC selalu memantau ke pasar, lebih-lebih menjelang  Ramadhan,  pertengahan  Ramadhan, dan akhir Ramadhan (Lebaran).  Harga pasar menjadi patokan agar produk yang dijual di TTIC lebih rendah dari harga pasar. Misalnya,  harga beras di pasaran yang kualitasnya bagus   Rp 9.000 per liter maka di  TTIC dijual Rp 7.900 per kilogram. Jadi, jauh lebih murah.

Harga  cabe merah keriting dijual Rp 24.000 padahal  di pasar konsumen harus membayarnya dengan  harga Rp 35.000 sampai 40000.  Bawang merah dijual  Rp 25.000 sementara di pasar Rp 35.000 sampai 40.000. Bawang putih  yang kini  sedang hangat-hangatnya diberitakan di media, di TTIC dijual dengan harga Rp 34.000 sampai 48.000 di pasaran  harganya bahkan sempat mencapai Rp 60.000. “Jadi 30% hingga 40% harga di TTIC jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.” Kata Agoes.

Staff Khusus Bidang Hubungan Masyarakat Kementerian Pertanian, M. Amir Pattu menambahkan,  untuk pasokan daging TTIC bekerjasama dengan perusahaan komoditas industri Indo Guna, yang sudah memiliki harga standar untuk dijual ke konsumen baik daging impor maupun daging lokal. Untuk daging impor sendiri, TTIC menjual sesuai harga pesanan pemerintah kepada produsen India atau Australia.

Dia mengatakan,  TTIC kemungkinan besar akan mengadakan kegiatan bazar  pada pertengahan maupun menjelang akhir lebaran,  untuk mengantisipasi permintaan  masyarakat dan mencegah  kenaikan harga yang tidak wajar. TTIC bersama  Gapoktan  siap memasok  kebutuhan pangan masyarakat.