Jaga Imunitas Tubuh di Musim Hujan, Ini Rekomendasi Minuman Herbal Penghangat Badan

JAYAKARTA NEWS – Musim hujan sudah datang. Di bulan November ini semakin banyak kota di Indonesia yang sudah merasakan tumpahnya air dari langit.

Musim hujan tentu menyenangkan, terlebih setelah musim kemarau yang panjang, tetapi tubuh jadi mudah sakit.

Untuk menjaga stamina dan menghangatkan badan di musim hujan, Anda bisa mengonsumsi minuman herbal. Berikut rekomendasinya.

Beras Kencur
Minuman herbal yang terkenal khasiatnya sejak dulu adalah beras kencur.

Minuman ini terbuat dari beras, kencur segar, jahe dan asam jawa.

Cita rasa yang dihasilkan adalah manis dan sedikit asam, sementara efeknya menghangatkan tubuh.

Beras kencur mampu memberikan kekuatan pada sistem kekebalan tubuh.

Ini terjadi karena kandungan antioksidan yang mampu menghalau radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Beras kencur juga berfungsi sebagai aternatif terapi bekam yang bisa mengeluarkan udara dari dalam tubuh.

Ini membuat tubuh tidak masuk angin dan flu. Sangat cocok dikonsumsi di musim hujan seperti sekarang.

Kunyit dan asam jawa
Minuman herbal kunyit dan asam jawa sangat populer dan mudah dibuat

Bahan yang dibutuhkan hanya kunyit, asam jawa, kadang ditambah sedikit gula merah untuk cita rasa manis.

Namun, beberapa orang senang dengan kombinasi kesat dari kunyit dan rasa asam dari asam jawa.

Kunyit mengandung zat yang dapat melawan jamur, parasit, virus, dan bakteri.

Temulawak dan kunyit
Kombinasi antara temulawak dan kunyit sering jadi pilihan sebagai minuman herbal di musim hujan.

Sebagai kerabatnya kunyit, temulawak memiliki khasiat yang mirip dengan kunyit.

Rempah ini mengandung xanthorrhizol dan kurkuminoid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan penyebab penyakit.

Perpaduan temulawak dan kunyit sangat berguna untuk menghalau virus batuk dan pilek.

Sujamer
Sujamer adalah singkatan dari susu jahe merah.

Bagi yang tidak terlalu suka rasa jahe, namun butuh minuman herbal, bisa memilih minuman ini.

Resepnya sangat sederhana. Anda tinggal menambahkan jahe merah pada segelas susu panas.

Jangan lupa jahe merah diparut dan dilarutkan dulu dalam air panas.

Wedang uwuh
Minuman khas Yogyakarta ini sering dicari orang pada musim hujan.

Wedang uwuh terdiri dari banyak rempah yang berkhasiat untuk imunitas tubuh.

Antara lain, jahe, kayu secang, cengkeh, kayu manis, pala, serai, kapulaga dan gula batu.

Jahe dan kapulaga pada minuman herbal ini selain memberikan aroma yang harum juga memberikan rasa hangat pada tubuh.***/mel

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Saat Malam Perayaan Tahun Baru

JAYAKARTA NEWS— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga lebat di beberapa wilayah pada momen Tahun Baru atau 01 Januari 2023.

“Berdasarkan model cuaca numerik BMKG, sebagian wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan berpotensi mengalami cuaca ekstrem dengan peningkatan curah hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah. Untuk wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara, potensi hujan intensitas lebat hingga sangat lebat dapat terjadi mulai tanggal 30 Desember 2022, dimana potensi tersebut dapat berlanjut hingga 01 Januari 2023 dini hari,” ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam Konferensi Pers secara daring di Jakarta, Kamis (29/12/2022).

“Hujan cenderung terjadi cukup merata dengan peningkatan intensitas pada dini hari dan sore hari,” tambah dia.

Dwikorita menyebut, selain Jabodetabek, daerah yang perlu diwaspadai terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat adalah Banten bagian barat dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan utara, Jawa Tengah bagian utara, Jawa Timur bagian utara, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Dasar pertimbangan dari masih signifikannya potensi cuaca ekstrem tersebut adalah karena masih teridentifikasi aktifnya beberapa fenomena dinamika atmosfer yang dapat memicu peningkatan curah hujan” ujarnya.

Di antaranya, lanjut Dwikorita, adalah aktifnya Monsun Asia di belahan bumi utara masih berkontribusi terhadap peningkatan asupan massa udara basah ke wilayah ekuatorial terutama di sekitar wilayah Indonesia bagian barat.

Selain itu, teridentifikasinya MJO (Madden Jullian Oscillation) yang masih cukup aktif di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan ekuator, dimana kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang atmosfer yaitu Kelvin Wave dan Rossby Equatorial dalam sepekan terakhir hingga beberapa hari kedepan yang berkontribusi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan dengan potensi curah hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah.

Dinamika lainnya, lanjut Dwikorita, yaitu terpantaunya pusat tekanan rendah di Australia yang dapat membentuk daerah pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia bagian selatan equator yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan cukup signifikan di sekitar wilayah yang dilewatinya mulai dari wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.

Sementara itu, tambah dia, fenomena seruakan dingin Asia dan arus lintas ekuatorial dalam beberapa hari terakhir masih cukup aktif walaupun intensitasnya mulai berkurang dibanding beberapa hari lalu, meskipun begitu kondisi tersebut masih dapat berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator.

Puncak Musim Hujan Januari-Februari 2023

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang menuju puncak musim penghujan yang diprediksi akan berlangsung pada Januari hingga Februari. Prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG, kata dia, mengacu pada data keluaran model numerik cuaca.

“Puncak musim hujan secara umum diprediksikan terjadi pada Januari sampai Februari 2023, sehingga potensi hujan intensitas tinggi masihdapat terjadi hingga Februari 2023” imbuhnya.

Guswanto mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kemungkinan terjadi dalam beberapa hari kedepan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, genangan, banjir bandang, tanah longsor, gelombang tinggi.***/ebn