Pemenang Pucuk Cool Jam Festival 2018

PUCUK Cool Jam Festival 2018 yang digelar malam tadi di Taman Menteng telah menjadi saksi kesuksesan ‘Pucuk Momen’ yang akhirnya diraih oleh finalis terpilih sebagai pemenang Pucuk Cool Jam 2018. Para pemenang kini siap menorehkan prestasi seni musik di ranah industri kreatif Indonesia.

Mereka diantaranya adalah Synthetic asal SMA Negeri 4 Tangerang Selatan dari kategori band dan New Kabisa asal SMA 1 BPI 1 Bandung dari kategori ekstrakurikuler sebagai pemenang pertama Pucuk Cool Jam 2018.

Salah satu perwakilan juri dari kategori band, M. Adri Prakarsa (Adri Nidji/Nev) mengaku bangga oleh seluruh penampilan Finalis Pucuk Cool Jam 2018, khususnya finalis yang terpilih sebagai pemenang.

Ia menyatakan bahwa ada yang berbeda dari band yang sukses menjadi pemenang Pucuk Cool Jam 2018 ini seperti yang ia ungkapkan saat ditemui usai pengumuman, “Melihat penampilan para finalis ini membuat saya terkenang dengan masa di mana dulu ketika saya masih ada di posisi mereka, dan saya bangga akan itu.”

Tak hanya kategori band, para finalis Pucuk Cool Jam 2018 kategori ekstrakurikuler juga tampil dengan apik dan sukses menghibur para pengunjung yang hadir di Pucuk Cool Jam Festival kemarin. Evelin Kurniadi menyebutkan bahwa pemenang kategori ekstrakurikuler memiliki nilai outstanding di semua kriteria penjurian. Pemenang band : Sinthetic dari SMA 1 Tangerang Selatan dan Pemenang Ekstrkurikuler : Kabisa dari SMA 4 Bandung. ***

Pucuk Cool Jam 2018

PUCUK Cool Jam sebuah ajang festival seni dan kreativitas untuk memfasilitasi potensi, minat dan talenta anak muda Indonesia agar dapat mengekspresikan minat dan bakat seni mereka, khususnya di bidang musik. Di tahun 2018 ini, Pucuk Cool Jam akan kembali mengunjungi sekolah di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Cirebon. Sejak digelar pada 2016 lalu, Teh Pucuk Harum telah berhasil mewadahi aspirasi dan kreativitas anak muda pecinta seni khususnya seni musik serta melahirkan talenta muda yang berani menantang dirinya untuk mencoba hal baru dengan unjuk kebolehannya di depan publik yang dapat dilihat dari penampilan band-band sekolah serta kegiatan ekstrakurikuler yang sangat seru, kreatif, dinamis dan menginspirasi di tiap-tiap sekolah yang dikunjungi.

Pesatnya teknologi informasi serta meningkatnya kemudahan akses digital di Indonesia menjadi sebuah kesempatan bagi Teh Pucuk Harum untuk memanfaatkan platform digital pada pelaksanaan Pucuk Cool Jam 2018 mulai dari pendaftaran sampai dengan pengiriman materi lagu. Digital Audition ini terbuka bagi semua pelajar SMA di wilayah Jabodetabek, Bandung dan Cirebon.

Pucuk Cool Jam 2018 juga akan menghadirkan kembali iconic truck “Pucuk Cool Truck” sebagai special stage untuk mendukung penampilan band yang berbeda dengan festival musik lainnya, di mana mereka yang tampil dapat unjuk kebolehan di panggung “Pucuk Cool Truck” yang terbuat dari mobiletrone dan telah dilengkapi dengan system audio serta layar LED yang tentunya akan memberikan warna berbeda dari festival-festival musik di sekolah pada umumnya.

Pucuk Cool Jam 2018 juga menyuguhkan rangkaian kegiatan lain seperti bintang tamu spesial yang dapat dipilih oleh mereka yang sekolahnya akan dikunjungi oleh Pucuk Cool Jam melalui platform digital untuk menghibur tiap sekolah yang dikunjungi.

Tidak hanya penampilan band, ekstrakurikuler favorit perwakilan tiap sekolah juga akan kembali ditantang, tidak hanya unjuk bakat dan kreativitas melalui kompetisi Pucuk Cool Jam, tapi juga menghasilkan beragam karya yang dapat menginspirasi anak muda Indonesia untuk berani menantang dirinya dalam berkreativitas dan mencoba hal-hal yang baru. Setelah melalui rangkaian seleksi digital audition dan roadshow di 40 SMA/SMK di Jabodetabek, Bandung dan Cirebon, tersisa 10 finalis band dan 10 ekstrakurikuler. Finalis akan unjuk gigi di babak Grand Final, Sabtu (21/4)/ di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Jurinya adalah M.Adri Prakarsa (Adri Nidji/Nev), Satrio Pratomo pengajar SAE Institute dan Zuhirman Abdillah sebagai A&R salah satu perusahaan rekamab di Indonesia. Kategori ekstrakurikuler dinilai oleh Evelynn Kurnia sebagai figur ahli performance. ***