JAYAKARTA NEWS— Dalam mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua, Pemerintah telah menyiapkan fasilitas isolasi terpusat dan fasilitas vaksinasi setempat secara terapung. Fasilitas ini akan memanfaatkan KM Tidar yang akan bersandar di Pelabuhan Jayapura.
“Hal ini upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah mengingat pelaksanaan PON akan meningkatkan kegiatan sosial masyarakat,” Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jumat (10/9/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Walaupun demikian, pemerintah akan tetap melakukan upaya preventif, dsengan memastikan Proto kesehatan dijalankan secara disiplin. Dan karena itu dibutuhkan komitmen masyarakat agar pelaksanaan PON ke-20 ini dapat berjalan dengan lancar dan bebas Covid-19.***/bnt
Dirut PT PELNI (Persero) Insan Purwarisya L. Tobing dan Dirut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspita Dewi usai tantangan MoU pada peresmian Kapal Pinisi Pelita Arunika Selasa (23/7) di Labuan Bajo. (foto: ist)
Jayakarta News – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PELNI terus memperkuat bisnis wisata bahari. Setelah sukses mendorong Kepulauan Karimunjawa menjadi daerah tujuan wisata andalan di Jawa Tengah, PELNI juga terus menekuni bisnis Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) on board, kini PELNI merambah layanan bisnis kapal Pinisi untuk melayani para wisatawan domestik maupun mancanegara dengan meluncurkan Kapal Layar Motor (KLM) Pelita Arunika di daerah wisata Labuan Bajo, NTT.
Peresmian kapal Pinisi Pelita Arunika
dilaksanakan Selasa (23/7) di dermaga penyeberangan milik PT ASDP Indonesia
Ferry (Persero) Labuan Bajo oleh Direktur Utama PT PELNI (Persero), Insan
Purwarisya L. Tobing bersama dengan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik,
Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah serta Bupati Manggarai Barat Drs.
Agustinus Ch. Dula.
Pengelolaan KLM Pelita Arunika ditangani anak
usaha PT PIDC yang telah mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang
pariwisata, PT PELNI Wisata Jaya (PWJ). Produk pertama PWJ adalah pengoperasian
dan layanan wisata bahari dengan KLM Pelita Arunika. Sebelum dioperasikan,
kapal buatan dalam negeri tersebut telah diuji coba kini aktif melayani
wisatawan di Labuan Bajo dan sekitar Kepulauan Komodo.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI
(Persero) Yahya Kuncoro mengatakan pengoperasian kapal Pinisi akan mendukung
bisnis wisata bahari PELNI yang pada tahun 2019 ini menawarkan 9 destinasi
wisata bahari dalam bentuk paket wisata full service (tidak termasuk tiket
pesawat). “Kehadiran KLM Pelita Arunika akan semakin menunjang bisnis PELNI di
bidang pariwisata,” terang Yahya Kuncoro.
Peresmian Pinisi Pelita Arunika di dermaga penyeberangan Labuan Bajo oleh Dirut PT PELNI (Persero), Insan Purwarisya L. Tobing bersama Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah serta Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula. (ist)
Dengan adanya anak perusahaan yang menangani
wisata bahari, PELNI yang merintis wisata bahari sejak tahun 2014 ini yakin
bahwa bisnis wisata bahari PELNI akan semakin berkembang. “Tahun 2019 ini kami
menawarkan 9 paket wisata bahari ke Kepulauan Seribu, Jakarta; Karimunjawa,
Jawa Tengah; Banda Neira, Ambon, Maluku; Pulau Komodo, Labuan Bajo, NTT;
Sabang, NAD; Wakatobi, Sulawesi Tenggara; Togean, Gorontalo; Tanjung Puting,
Kalimantan Tengah; dan Danau Kelimutu, Maumere, NTT,” lanjutnya.
Penyelenggaraan wisata bahari PELNI dikemas
dengan memanfaatkan kapal sebagai sarana transportasi sekaligus hotel terapung
untuk akomodasi, mandi, makan, ibadah dan tidur di kapal. Dengan mengemas paket
wisata bahari menjadikan PELNI memiliki kemampuan dalam berbisnis wisata untuk
mendukung program pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan ke Indonesia.
“Beberapa destinasi wisata bahari disiapkan
sebagai alternatif wisatawan mengunjungi Indonesia. PELNI mengambil peran di
wisata bahari. Fasilitas di KLM. Pelita Arunika cukup lengkap, seperti kamar
tidur dengan pendingin udara dan kamar mandi di setiap kamar tidur,”
lanjut Yahya Kuncoro.
Paket yang telah ditawarkan diantaranya paket
Pulau Komodo di Labuan Bajo. Pelayanan wisata nantinya sudah termasuk tiket
pesawat, penginapan, makan, diving set, asuransi dan transportasi dari dan ke
Pulau Komodo. “Untuk eksplore bawah laut kami mengoperasikan kapal Pinisi agar
wisatawan dapat puas menikmati sensasi wisata bahari,” katanya.
Para tamu undangan beramahtamah di kapal Pinisi Pelita Arunika milik PT PELNI (Persero) usai diluncurkan perdana di Labuan Bajo, Selasa (23/7). (ist)
KLM Pinisi Pelita Arunika dibangun di galangan
dalam negeri di Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan. KLM berkapasitas 10
orang ini terbuat dari kayu dengan panjang 27,67 meter lebar 6,10 meter dengan
kecepatan 7 knot dengan crew 6 orang yang dilengkapi dengan 5 kabin, terdiri 2
kabin utama dengan 1 tempat tidur, 1 kabin dengan 2 pasang tempat tidur dan 1
kamar dengan tempat tidur lower deck. Kapal juga dilengkapi peralatan
snorkling, diving dan alat-alat memancing termasuk instruktur untuk mendukung
kegiatan wisata bahari menikmati indahnya alam bawah laut.
Bagi yang berminat,
bisa menghubungi Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI
(Persero) – Yahya Kuncoro, HP : 0813 1765 6557 atau Email :
corporate.secretary@pelni.co.id. (*/melva)