Wagub Emil Dardak Beri Penghargaan Kades yang Tangani Covid-19

JAYAKARTA NEWS – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi upaya Kepala Desa (Kades) di Jatim yang telah membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19. Apalagi, menurut Wagub Emil, mereka telah mendedikasikan dirinya hingga berinisiatif ikut menangani persoalan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

“Kami sangat mengapresiasi kepada Kepala Desa sebagai pemimpin dan tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan kasus Covid di masyarakat,” ujar Wagub Emil Elestianto Dardak saat menghadiri acara Public Leader Award 2020 di salah satu Hotel Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Melihat upaya tersebut, Wagub Emil berharap, penanganan kasus Covid-19 di Jatim yang dilakukan para Kades dapat memotivasi dan menjadi teladan semua pihak. “Covid-19 memang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen termasuk para Kepala Desa. Dukungan dari Kepala Desa sebagai tokoh sangat penting untuk menggerakkan masyarakat,” ujarnya.

Wagub Jatim menambahkan, hingga saat ini Jawa Timur masih terus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang berbasis langsung dari masyarakat. “Kita ada Kampung Tangguh, yang sekarang diintegrasikan ke dalam PPKM Mikro yang juga menekankan adanya pemetaan kasus Covid dari tingkat desa dan kelurahan. Lalu di zonasi mulai dari zona merah hingga hijau, dan pembatasan sesuai dengan instruksi Mendagri,” jelasnya.

Sementara itu, acara Public Leader Award 2020 yang diinisiasi Surya Nenggala (SN) Media itu memberikan penghargaan kepada Kades yang ikut membantu menangani pandemi Covid-19 di Jatim. Mereka juga dinilai telah mendedikasikan dirinya hingga berinisiatif ikut menangani persoalan Covid-19 di wilayahnya.

Terdapat 10 Kades yang mendapatkan penghargaan yakni Kades Ngebel Ponorogo Baskara Wida Mandala, Kades Candi Mulyo Madiun Elya Widiastuti, Kades Glonggong Madiun Hartoyo, Kades Kedungpanji Madiun Sugeng, dan Kades Kebonsari Madiun Dyah Kurniati.

Selain itu, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Kades Tambakmas Madiun Sugeng Wibowo, Kades Ngreco Kediri Ahmad Bahrudin, Kades Kawedusan Blitar Ahmad Farried, Kades Banjarejo Bojonegoro Moch Sahroni dan Koordinator SN Media Madiun Sudjatmiko.

Melihat banyaknya Kades yang menerima penghargaan tersebut, Wagub Emil pun menyampaikan selamat atas raihan kerja keras dan kerja cerdas yang dilakukan para Kades. Dimana mereka ikut menekan dan menurunkan angka kasus Covid-19 dan membantu memulihkan ekonomi masyarakat. “Sinergitas antara media dan perangkat desa ini sangat penting. Untuk itu saya sangat mengapresiasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wagub Emil pun terus berpesan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dimanapun berada. Meski saat ini angka kasus pandemi Covid-19 mulai melandai jika dibandingkan di awal tahun, masyarakat diharapkan untuk tidak lengah dan terlena. “Karena, kasus Covid-19 dapat kembali meningkat jika tidak diimbangi penerapan protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.(poedji)

Khofifah Sebut PPKM Mikro Efektif Turunkan Penyebaran Covid-19

JAYAKARTA NEWS— Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tahap pertama yang diberlakukan di Jatim telah dimulai sejak tanggal 9 Februari dan akan berakhir pada 22 Februari 2021.

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa intervensi PPKM Mikro sangat efektif untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur.

“Hari ini kita telah melakukan evaluasi dari PPKM baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM Mikro. Dari data yang ada kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai Indikator Epidemiologis,” ungkap Gubernur Khofifah, saat berada di Grahadi, Sabtu (20/2).

Khofifah menjelaskan, selama pelaksanaan PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien COVID-19 yang harus dirawat di Ruang Isolasi Biasa maupun ICU. Selama PPKM tahap 1 dan 2 serta PPKM Mikro, BOR Isolasi biasa di Jatim telah berhasil turun dari 79% menjadi 46%. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72% menjadi 57%. Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat dari WHO yakni dibawah 60%.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, sebelum dilaksanakan PPKM Mikro terdapat 210 RT zona merah di Jatim sesuai dengan kriteria Gugus Tugas COVID-19 Nasional. Dimana RT Zona merah adalah RT dengan 10 warga yang menderita positif Covid-19 dalam 7 hari terakhir. Di Akhir PPKM Mikro ini, saat ini RT Zona merah sudah tidak ada lagi/nihil.

Zona merah di Jawa Timur juga mengalami penurunan yang signifikan, di awal tahun 2021, Jawa Timur masih memiliki 8 zona merah Covid-19. Per kemarin, Zona Merah di Jawa Timur hanya tinggal 1 Kabupaten saja yaitu Kab. Jombang.

Menurut Khofifah, PPKM jilid pertama, kedua dan PPKM Mikro memang sudah menunjukkan beberapa hasil yang signifikan, namun masih diperlukan upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur melalui perpanjangan PPKM Mikro. Untuk itu, seluruh masyarakat di Jatim diharapkan jangan sampai lengah dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjuhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Pelaksanaan PPKM Mikro tahap pertama ini memang mampu menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim, namun saya berpesan agar masyarakat jangan sampai lengah dan terus tingkatkan disiplin dalam menerapkan protkes,” tegas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga meminta kepada beberapa kepala daerah yang mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di daerahnya untuk memberikan rekomendasi strategis. Harapannya agar strategi tersebut dapat diadaptasi oleh daerah-daerah lainnya.

“Kami mohon untuk para wali kota dan bupati menyampaikan upaya strategis yang telah dilakukan sehingga dapat diadopsi di Kota dan Kabupaten lain. Hal ini nantinya akan bisa menjadi percontohan dalam pelaksanaan PPKM Mikro tahap selanjutnya di Jatim. Sehingga hasilnya akan semakin optimal,” pungkas Gubernur perempuan pertama di Jatim ini. (poedji)