DKI Jakarta Pimpin Klasemen Sementara PON XX Papua

JAYAKARTA NEWS— Provinsi DKI Jakarta memimpin klasemen sementara perolehan medali PON XX Papua 2021 hingga Senin (4/10/2021) pukul 07.00 WIB. DKI Jakarta berada di posisi pertama dengan total meraih 83 medali. Total 63 medali tersebut terdiri dari 36 emas, 23 perak, dan 24 perunggu.

Sementara itu, tuan rumah provinsi Papua menyusul DKI Jakarta di posisi kedua dengan perolehan total 69 medali yang terdiri dari 29 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.

Adapun posisi ketiga, diduduki provinsi Jawa Barat dengan total 74 medali. Medali ini terdiri dari 22 emas, 23 perak dan 29 perunggu. Demikian dikutip dari laman kemenpora.go.id

Nampaknya, Jabar, Papua dan DKI Jakarta akan saling mengejar dan terus bersaing dengan ketat. Sebab, masih banyak cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingan di ajang pesta olahraga multievent terbesar di Indonesia tersebut. 

Sementara di posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jawa Timur berhasil mengekor Jawa Barat dengan total 54 medali yang terdiri dari 16 emas, 21 perak dan 17 perunggu.

Jawa Tengah berada di posisi kelima dengan total 43 medali, yang terdiri dari 9 emas, 16 perak dan 18 perunggu.(ded)

Berikut 10 besar klasemen sementara perolehan medali PON XX Papua 2021 hingga Senin (4/10/2021), pukul 07.00 WIB:

1. DKI Jakarta: 36 emas, 23 perak, 24 perunggu
2. Papua: 29 emas, 12 perak, 28 perunggu
3. Jawa Barat: 22 emas, 23 perak, 29 perunggu
4. Jawa Timur: 16 emas, 21 perak, 17 perunggu
5. Jawa Tengah: 9 emas, 16 perak, 18 perunggu
6. Bali: 8 emas, 4 perak, 9 perunggu
7. Sumatera Utara: 5 emas, 8 perak, 8 perunggu
8. Riau: 5 emas, 5 perak, 5 perunggu
9. Sulawesi Selatan: 2 emas, 3 perak, 3 perunggu
10. Sulawesi Utara: 2 emas, 1 perak, 2 perunggu. (bnt)

Kontingen Jatim Ke PON XX Papua Menurunkan 544 Atlet

JAYAKARTA NEWS– Kontingen Jatim yang akan berlaga di PON XX di Papua mendatang menurunkan sebanyak 544 atlet dan 260 pelatih/mekanik/manager asal Jatim dalam gelaran olahraga tersebut.

Tak hanya itu, didukung pula oleh 55 orang ekstra official, 150 orang Satgas, 35 orang pendukung satgas, 75 orang tim sport sciences dan 26 orang tim media.

Dari total seluruh Cabang Olahraga (Cabor) yang diperlombakan, Jawa Timur sendiri akan mengikuti 47 Cabor dan hanya menyisakan sembilan Cabor. Pemberangkatan kontingen Jatim diresmikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada Kamis(9/9) di Grahadi.

Dihadapan para Atlet, pelatih dan official yang akan berlaga di Papua, secara luring maupun daring itu, Gubernur Khofifah menyampaikan dua misi utama yang harus diemban Kontingen Jatim pada gelaran PON XX Papua kali ini.

Selain misi kemenangan, Gubernur Khofifah menitipkan misi khusus bagi Kontingen Jatim yaitu misi persaudaraan. Orang nomor satu di Jatim ini memastikan agar Kontingen Jatim bisa menyatu dengan masyarakat yang ada di Papua sebagai tuan rumah.

“Harus menjadi satu kesatuan bahwa Kontingen Jawa Timur sukses di dalam berlaga di berbagai cabor, juga sukses menyatu dengan masyarakat Papua,” pesan Khofifah.

Misi khusus ini menjadi penting bagi Gubernur Khofifah karena nuansa persatuan dan persaudaraan harus menjadi ruh utama dalam setiap turnamen olahraga. Bahkan sempat berbagi pengalamannya saat berkunjung ke Papua. Suasana persaudaraan yang hangat di bumi Cenderawasih begitu membekas di hati Gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Dengan sama-sama memiliki latar belakang budaya yang beragam, dirinya meyakini bahwa Jatim dan Papua bisa berseiring.

“Insya Allah, Jatim ini sangat berseiring dengan budaya Papua yang juga sangat menghormati tatanan kehidupan yang begitu beragam,” tuturnya.

Tak hanya itu, dirinya menekankan keseriusan dari semua pihak yang terlibat dalam event ini. Sangat penting untuk tidak mengabaikan hak-hak para atlet, seperti kesehatan misalnya. Kesehatan atlet, baginya merupakan salah satu aspek prioritas yang perlu dijaga.

“Persiapan akhir sudah dilakukan. Kami melihat itu semua sudah dipersiapkan, semua penginapan sudah 96% dipersiapkan untuk ini. Sehingga mudah-mudahan ini lancar,” tutur Khofifah.

“Mudah-mudahan ada kejayaan dan keluarbiasaan yang terlahir dari atlet-atlet yang akan berlaga di PON XX ini, Capailah prestasi setinggi-tingginya,” harap Gubernur Khofifah.

Berdasarkan jadwal pertandingan yang telah ditetapkan, rencananya Kontingen PON Jatim akan berangkat pada 17 September mendatang guna memulai pertandingan pada tanggal 22 September 2021. Pada PON XX Papua kali ini akan mempertandingkan 37 Cabang Olahraga, 56 Disiplin Olahraga, dan 679 nomor pertandingan atau perlombaan. (poedji)

PON XX dan Peparnas XVI Papua Terapkan Sistem Bubble Ketat

JAYAKARTA NEWS— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI yang akan digelar di Papua Oktober dan November mendatang akan menerapkan sistem gelembung atau bubble yang sangat ketat. Indonesia akan menerapkan sistem yang digunakan pada pelaksanaan Olimpiade Tokyo yang digelar pada bulan ini.

“Saya kira kita akan melakukan aturan yang sangat ketat. Ada satu yang berada di depan kita pelaksanaan Olimpiade Tokyo, itu akan kita lihat betul bagaimana kita belajar dari situ, karena mereka menerapkan sistem bubble,” ujarnya dalam keterangan pers, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), melalui konferensi video, Selasa (13/07/2021). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Dengan sistem bubble tersebut, papar Menpora, semua pihak terkait akan dijaga untuk hanya melakukan aktivitas yang terkait dengan penyelenggaraan PON dan Peparnas.

“Jadi sistem bubble itu maksudnya hanya dari penginapan ke tempat pertandingan, tempat pertandingan kembali ke penginapan,” ujarnya.

Ditambahkan Zainudin, pihaknya sudah punya pengalaman terkait penerapan protokol kesehatan dalam gelaran olahraga sepak bola dan bola basket.

Keterangan Pers usai Rapat Terbatas mengenai Persiapan Penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua, secara virtual, Selasa (13/07/2021). (Foto: Humas Setkab/Agung)

“Kita sudah berpengalaman, walaupun itu single event ya, di sepak bola dan bola basket dan sukses kita. Dan sistem bubble saya kira sistem yang aman buat kira dan kita jaga agar tidak ke sana kemari,” ujarnya.

Lebih lanjut Menpora mengatakan, seluruh kontingen yang akan mengikuti PON XX dan Peparnas XVI ini sudah divaksinasi. “Untuk vaksin atlet, pelatih, ofisial, dan tenaga pendukung, mereka yang datang dari 33 provinsi itu tadi dilaporkan bahwa sudah divaksin, dan juga untuk kontingen yang ada di Papua,” ujarnya.

Menpora menambahkan, vaksinasi juga dilakukan bagi masyarakat yang ada di sekitar venue maupun tempat akomodasi kontingen. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada Ratas bulan Maret yang lalu.

“Tadi arahan Bapak Presiden supaya dimasifkan. Bahkan vaksinnya akan ditambah jumlahnya untuk ke Papua dan akan diperkirakan bulan Agustus selesai semua divaksin,” imbuhnya.

Terkait kehadiran penonton, Zainudin menyebutkan hal itu akan diputuskan pada bulan September mendatang, sesuai dengan perkembangan pengendalian pandemi COVID-19. Ditegaskannya, jika diputuskan pertandingan dapat dihadiri penonton secara terbatas, maka semua penonton juga harus sudah divaksinasi.

“Sekali lagi saya tegaskan, kalau keputusannya semua pertandingan boleh ditonton maka bisa dipastikan semua yang nonton itu sudah divaksin. Bagi mereka yang tidak mau divaksin ya pasti tidak diperbolehkan untuk menonton,” tegasnya.

Persiapan Sudah Mencapai 90 Persen
Dalam keterangan persnya, Menpora juga menyampaikan mengenai persiapan infrastruktur baik venue maupun akomodasi untuk penyelenggaraan PON XX yang akan digelar pada tanggal 2-15 serta Peparnas XVI akan diselenggarakan satu bulan setelahnya, yaitu pada tanggal 2-15 November.

“Secara keseluruhan bahwa kesiapan dari prasarana itu sudah sekitar 90-an persen. Yang tersisa adalah melakukan finishing dan juga pengisian peralatan atau perlengkapan di dalam, baik itu tempat-tempat penginapan atau akomodasi maupun venue. Misalnya, harus ada segera kita masukkan AC, water heater, tempat tidur, dan sebagainya, itu menjadi tanggung jawab dari PB PON dan yang lain-lainnya,” ujarnya.

Sementara dari sisi peralatan, Zainudin memaparkan, peralatan untuk 26 cabang olahraga (cabor) yang disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Kemenpora saat ini sedang dalam proses dan dipastikan semuanya sudah ada di Papua pada akhir Agustus mendatang. Bahkan, saat ini sudah ada yang terpasang karena beberapa cabor sudah mulai melakukan tes event.

“Di samping itu, ada 13 cabor yang peralatannya diadakan melalui APBD atau PB PON, itu juga sama statusnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut Menpora menjelaskan, PON XX akan mempertandingkan 37 cabor dan akan diikuti sekitar 6.400 orang atlet dan 3.500 orang ofisial. Gelaran ini akan diselenggarakan di empat tempat, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Sedangkan Peparnas XVI hanya akan mempertandingkan 12 cabang olahraga dan akan diikuti sebanyak 1.935 orang atlet dan 740 orang ofisial. Gelaran ini akan diselenggarakan di dua tempat, yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

“Jadi untuk para atlet disabilitas, kita tidak perlu membangun lagi fasilitas-fasilitas yang baru karena setelah penggunaan untuk PON itu langsung bisa digunakan oleh para peserta Peparnas,” imbuhnya.

Terkait sisi keamanan, Menpora menyampaikan bahwa dalam Ratas yang juga dihadiri oleh Gubernur Papua dan Ketua Umum KONI ini Panglima TNI dan Kapolri telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penyelenggaraan PON XX dan Peparnas XVI Papua ini.

“Terakhir dari sisi keamanan, tadi juga Pak Kapolri dan Panglima TNI menyampaikan tentang dukungan penuh dari Pak Panglima dan Pak Kapolri, dan bahkan sudah menyampaikan tentang hal-hal yang akan dikerjakan oleh kedua institusi itu,” pungkasnya. ***/ebn

PON ke-20 Papua Ditunda Jadi Oktober 2021

Akhirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20  yang sedianya akan dilaksanakan di Papua pada bulan Oktober 2020 diputuskan ditunda menjadi bulan Oktober 2021. Keputusan penundaan PON ke-20  ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo telah memutuskan bahwa pelaksaan PON ke-20 di Papua ditunda menjadi Oktober 2021. ”Beberapa pertimbangan yang mendasari penundaan itu adalah pertama, penyelesaian pekerjaan fisik venue yang masih berlangsung sampai dengan sebelum Covid-19, akhirnya harus tertunda,” ujar Menpora menyampaikan hasil Rapat tentang kelanjutan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 dan Peparnas (Pekan Paralimpik Nasional) yang rencananya dilakukan pada bulan Oktober tahun 2020 di Papua, Kamis (23/4). Demikian dikutip dari laman setkab.go.id

Lebih lanjut, Menpora menjelaskan bahwa dengan kondisi tersebut belum semua venue yang direncanakan akan digunakan untuk seluruh pertandingan cabang-cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON ke-20 tahun 2020 ini tidak bisa diteruskan pelaksanaannya.

”Yang pertama karena bahan-bahan sekarang ini sudah kurang tersedia, kemudian pendistribusian bahan-bahan untuk pembangunan itu yang didatangkan dari luar Papua juga mengalami hambatan,” imbuh Menpora.

Sebagaimana diketahui, Menpora menjelaskan bahwa sekarang di Provinsi Papua memberlakukan penutupan. ia menambahkan bahwa kondisi lainnya adalah tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di sana sebagian juga didatangkan dari luar Papua.

”Selanjutnya juga hal-hal yang menjadi pertimbangan kami tentang pengadaan peralatan dengan situasi Covid-19 ini yang bukan hanya saja di Indonesia, tetapi melanda dunia. Maka tentu pengadaan peralatannya kami mengalami kesulitan,” ungkap Menpora.

Menurut Menpora, negara-negara produsen yang tadinya diharapkan bisa diminta untuk mensuplai peralatan-peralatan olahraga yang akan digunakan pada PON ke-20 itu ternyata juga mengalami kondisi yang sama, sehingga mereka juga dalam produksinya terkendala.

”Belum lagi kalau kita bicara tentang distribusi dan pengirimannya dan berbagai hal yang juga menyangkut itu. Di samping itu, usulan dari cabang-cabang olahraga dan diskusi kami dari dengan KONI Pusat, ada surat dari Gubernur Papua, kemudian rekomendasi dari hasil rapat kerja dengan Komisi X DPR RI Saya minta ditunda. Maka juga itu menjadi pertimbangan yang kami laporkan kepada Bapak Presiden,” kata Menpora.

Selanjutnya, Menpora juga menjelaskan bahwa dari sisi kesehatan kontingen dengan kondisi dan situasi Covid-19 ini, maka seluruh pelatihan-pelatihan yang terpusat di daerah-daerah atau pelatda itu terhenti dan sekarang ini peserta melakukan latihan secara mandiri untuk menjaga kebugaran saja.

”Untuk prestasi yang maksimal tidak bisa kita harapkan. Padahal kita tahu persis bahwa tujuan dari PON itu adalah puncak prestasi olahraga tingkat nasional. Nah ini tidak akan tercapai, apalagi kalau kita bicara tentang cabang-cabang olahraga yang tim. Maka kerja sama tim tidak bisa dilatih hanya dalam waktu 1-2 hari. Nah, demikian juga dengan yang lain-lain,” jelas Menpora.

Dengan berbagai pertimbangan ini, menurut Menpora, Presiden mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional yang XX dan Peparnas yang XVI tahun 2021. ***/ebn