Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Atang-Annida Dapat Tambahan ‘Amunisi’ dari PKN

BOGOR, JAYAKARTA NEWS— Pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor sebagai pimpinan Tim Pemenangan pasangan calon Wali kota dan Wakil Wali kota Bogor Dr.Ir Atang Trisnanto dan Annida Allivia menyambut hangat dukungan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kota Bogor.

Dalam kunjungan silahturahim ke Sekretariat PKS di kawasan Jl. Kebon Pedes, Tanah Sareal Kota Bogor, Jumat (6/9/2024) petang, Pimcab PKN Kota Bogor dipimpin langsung oleh Ketua PKN yang baru Ir. Yonathan Nugraha. Ikut hadir Bendahara Dina Hardiana, Ketua Pimpinan Kecamatan Tanah Sareal Aprizal Hamid, Pimcam Bogor Timur Dadat Sudrajat dan Pimcam Bogor Selatan Yuli Restu Hanjaya yang lebih dikenal dengan panggilan kang Bahar.

Rombongan disambut hangat oleh Ketua Bidang Kepemudaan PKS Kota Bogor Ir. Rozi Putra. Pertemuan dalam rangka memberi dukungan kepada Paslon Atang -Annida dipimpin langsung Ketua PKS Kota Bogor Adityawarman Adil MSi. Dia didampingi pasangan calon Wali Kota Bogor yang diusung PKS dan Partai Ummat, Dr Ir Atang Trisnanto dan calon Wakil Wali Kota Annida Allivia.

Dalam diskusi di Sekretariat PKS Kota Bogor mengemuka soal PKN semestinya menjadi partai pengusung pasangan ini. Namun, karena kesalahan teknis di jajaran pimpinan PKN Kota Bogor yang dianggap lalai menyampaikan formulir B1-KWK dari Pimpinan Nasional PKN, sebagai sarat dukungan partai politik. Surat Keputusan nomor 255/SK/Pimnas-PKN/VIII/2024 tertanggal 27 Agustus 2024 yang sudah ditandatangani Ketua Umum PKN Anas Urbaningrum dan Sekjen Sri Mulyono urung disampaikan saat pendaftaran hari terakhir di KPU tanggal 29 Agustus 2024.

Akibatnya, PKN Kota Bogor tidak terdaftar sebagai partai pengusung paslon Atang – Annida yang mengusung tagline “Bogor Nyaman Untuk Semua”.

Walau sedikit kecewa namun PKN Kota Bogor menurut Yonathan tetap taat melaksanakan arahan Pimpinan Nasional. Karena lanjut aktivis ini, urusan Pilkada adalah domainnya Pimpinan Nasional, bukan di cabang.

“Kami bisa punya pilihan, tapi eksekusi tetap pada Pimnas,” tegas mantan Direktur Utama BUMD transportasi ini.

Ketua PKS Kota Bogor Adityawarman Adil dalam arahannya menekankan perlunya kerjasama tim pemenangan Paslon Atang-Annida dalam suasana damai dan bahagia. “Kita harus tetap semangat dalam kebahagiaan bersama. Tidak perlu grusah-grusuh sebab rakyat yang adalah wasit akan menonton pesta (Pilkada) ini,” imbuh anggota DPRD Kota Bogor yang baru saja dilantik ini.

Pada gilirannya Calon Wali Kota Bogor Atang Trisnanto menyambut hangat kedatangan dukungan PKN Kota Bogor. Kedatangan para pimpinan PKN Kota Bogor akan menambah semangat serta kepercayaan dirinya dan tim pemenangan dalam Pilkada yang akan digelar 27 November 2024 mendatang.

“Haturnuhun pisan dukungan kang Yonathan dan teman-teman PKN Kota Bogor,” ujar mantan Ketua DPRD Kota Bogor periode 2019-2024 dengan santun, sembari mengajak foto bersama dengan pasangannya Annida Allivia.

Tidak lupa Yonathan juga menyerahkan duplikat Surat Keputusan Pengangkatannya sebagai Ketua Pimcab Kota Bogor yang sah. Pengangkatannya berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Nasional PKN nomor 438/SK/Pimnas-PKN/IX/2024 tertanggal 1 September 2024 lalu, ditandatangani Ketua Umum PKN Anas Urbaningrum dan Sekretaris Jenderal Sri Mulyono.(ebn)

Edgar Suratman, Calon Walikota Bogor Jalur Perseorangan

MANTAN pejabat Pemkot Bogor yang baru satu bulan pensiun dari Aparatur Sipil Negara (ANS) Edgar Suratman Rabu hari ini akan mendaftar ke Kantor Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor sebagai calon Walikota Bogor. Figur bersahaja ini memilih jalur perseorangan sebagai kereta politiknya.

Edgar datang mendaftar bersama calon Wakil Walikota Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat. Figur pengusaha muda yang ganteng dan taat beribadah.

Menurut Timses mereka Martinus, rombongan prosesi calon independen ini berangkat setelah sholat dhuhur berjamaah. Berangkat dari Rumah Budaya Sunda Ma Ageung di Jl Binamarga,  Baranangsiang Bogor. Tidak jauh dari Kantor KPU, tidak lebih 100 meter jaraknya.

Juru bicara timses Zaenal Mutaqien mengatakan sengaja memilih Rumah Ma Ageung karena Edgar yang kesehariannya sangat dekat dengan budaya khususnya budaya Sunda. Edgar Suratman adalah Ketua Kerukunan Wargi Bogor dua periode sampai saat ini. Dia juga yang menggagas ide “NgaBogor” sebagai sebuah tata nilai dan perilaku keseharian warga Bogor.

Hingga saat ini Edgar masih memimpin PMI cabang Kota Bogor.  Alumnus Fakuktas Ekonomi Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini sengaja memilih Senior Marketing PT Guruh Soekarno Persada sebagai pasangannya dengan alasan enerjik karena masih muda. Dan Sefwelly sangat profesional dan kuat wawasan bisnisnya. “Sangat menjanjikan untuk perubahan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.  Ini hal penting yang mesti kita bangun” tegas Zaenal dengan semangat optimisnya.

Pasangan independen yang memang diperkirakan akan menjadi pengganjal pertahana ini  datang mendaftar dengan  sangat meyakinkan. Mereka membawa serta tidak kurang 75.000 lembar copy bukti Kartu Tanda Penduduk warga Kota Bogor. Walaupun syarat minimal lolos butuh sebagai kandidat walikota hanya diperlukankan sekitar 52.000 dukungan yang dibuktikan melalui copy elektronik KTP (e-ktp).

Prosesi pengawalan pendaftaran ke KPU diperkirakan akan meriah. Rombongan akan berangkat jalan kaki, dengan prosesi adat Sunda. Peserta prosesi dibebaskan menggunakan seragam budaya daerah Nusantara, selain pakaian Sunda.

Acara arak-arakan pasangan calon independen hari ini merupakan awal dimulainya pesta demokrasi pilkada langsung secara serentak di Kota Bogor. Pemungutan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak sudah ditetapkan oleh KPU secara nasional tanggal 27 Juni 2018. (Yonathan Nugraha)

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat diskusi politik di Sekretariat Pemuda Muhamadiyah pekan lalu menegaskan bahwa sosialisasi pemilu oleh KPU harus menyeluruh dan menjangkau masyarakat Kota Bogor. Panitia Pengawas Pemilu harus menjadi wasit yang jujur dan independen. Sehingga pengelenggaraan pemilukada dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. “Kota Bogor kalau bisa jadi contoh pilkada yang terbuka, jujur dan aman” janji Bima Arya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ini juga berharap ada pesta demokrasi dan pendidikan politik bagi generasi sekarang. Sebagai calon petahana, Bima minta agar aparatur dan stake holder masyarakat ikut mengawal pilkada serentak tahun depan. ***