“PetaBencana.id” BNPB Juara Dunia

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafruddin mengangkat piala juara pertama di United Nations Public Service Award (UNPSA). (ist)

Jayakarta News – Danau Laut Kaspia menjadi saksi bisu atas prestasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kancah dunia. Di kota Baku, Ibukota Azerbaijan itu pula, inovasi BNPB “petabencana.id” dinobatkan sebagai juara pertama United Nations Public Service Award (UNPSA). Sebuah apresiasi tahunan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Petabencana.id” menyisihkan ratusan inovasi negara lain, dalam kategori “Memastikan Pendekatan Terintegrasi dalam Lembaga Sektor Publik”. Piala serta piagam diterima langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Syafruddin, didampingi Sestama BNPB Dody Ruswandi  dalam sebuah seremoni yang khidmat di Heyda Aliyev Center, pusat kota Baku. Hal tersebut disampaikan kepada wartawan oleh Egy Massadiah Staf Khusus Kepala BNPB, baru-baru ini.

Menteri Syafruddin tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan bahagianya. Tidak hanya sekali, Alumni Delima Candi Akpol 85 itu memuji BNPB sebagai salah satu lembaga negara yang responsif terhadap kemajuan pelayanan publik. Inovasi-inovasi yang dilahirkan, bahkan melampaui capaian negara-negara lain di dunia.

“Berkat capaian ini pula, Indonesia makin dikenal oleh bangsa lain karena prestasinya. Selamat kepada BNPB, semoga inovasi ini terus dikembangkan,” ujar Syafruddin usai acara.

“Petabencana.id” merupakan platform gratis berbasis website yang menghasilkan visualisasi spasial dari informasi bencana secara realtime. Platform ini memanfaatkan penggunaan media sosial dan pesan instan selama kejadian bencana untuk mengumpulkan dan menyaring kondisi terkini yang terkonfirmasi dari penduduk di lokasi sekitar kejadian.

Platform yang sebelumnya bernama “Petajakarta.org”, kemudian dikembangkan BNPB bersama Massachusetts Institute of Technology (MIT), USAID, Pacific Disaster Center (PDC), Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan BPBD DKI Jakarta. Saat terjadi banjir di Jakarta 2017, platform ini dapat menghimpun data dan informasi banjir secara cepat dan realtime. Pada saat itu, ribuan masyarakat melaporkan banjir dan “Petabencana.id” diakses lebih dari 500 ribu pengguna dalam waktu kurang dari 12 jam, sehingga dampak bencana terpetakan secara cepat.

Ketika pola cuaca menjadi semakin tidak dapat diprediksi, kota-kota di Indonesia secara rutin dihadapkan pada tantangan peristiwa cuaca ekstrem. Kurangnya akses informasi yang valid dan realtime mendorong BNPB menciptakan inovasi yang berfungsi memetakan daerah bencana serta memperkirakan konflik yang akan timbul.

Dengan memberikan informasi bencana yang valid, memungkinkan masyarakat menyelamatkan diri dan membagikan informasi tersebut. “Petabencana.id” mendorong masyarakat berpartisipasi dalam platform ini melalui media sosial dan pesan instan. Kekuatan media sosial ini dimanfaatkan untuk mendapat laporan kejadian bencana secara cepat. Sesuai asas dan prinsipnya, penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat.

Platform ini dirancang untuk beroperasi bersama dengan platform lain yang telah ada, seperti aplikasi perpesanan, media sosial, dan pesan singkat. Inovasi ini ditujukan bagi masyarakat umum, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan masyakarat dengan akses terbatas. Sejak diluncurkan pada Desember 2015, “Petabencana.id” telah diakses 737.102 kali oleh 361.478 pengguna.

Sebelum diusulkan ke UNPSA, terlebih dahulu Kementerian PANRB menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dan melakukan pendampingan.

Inovasi “Petabencana.id” ikut serta dalam KIPP tahun 2017 dan berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik.

Keikutsertaan Indonesia dalam UNPSA sudah sejak tahun 2014, dengan hasil meloloskan lima inovasi sebagai finalis. Pada tahun 2015, meloloskan dua runner up dan tiga finalis. Tiga tahun kemudian, yakni tahun 2018, Sistem Early Diagnosis And Treatment (EDAT) menjadi juara. Pada 2019, inovasi BNPB kembali menjuarai UNPSA. “Ini membuat Indonesia semakin dihargai di dunia,” imbuh Syafruddin, didampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa, Sestama BNPB Dody Ruswandi, dan inovator Yayasan “Petabencana.id” Mahardika Fatmastuti.

Sementara itu, dalam kategori yang sama pada UNPSA 2019, Argentina juga menjadi juara untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia. Argentina juara dengan inovasinya yang bernama Model Bisnis Sosial, Sinergi, dan Berkelanjutan. Untuk kawasan Eropa Barat dalam kategori yang sama, Portugal menjadi juara dengan inovasi berjudul Pusat Dukungan Nasional untuk Integrasi Migran.

Anugerah ini adalah pengakuan internasional paling prestisius atas keunggulan inovasi pelayanan publik.  Melalui kompetisi tahunan, UNPSA mempromosikan peran, profesionalisme, dan visibilitas layanan publik. (*/rr)

Platform PetaBencana.id dari BNPB Raih Penghargaan PBB

Menteri PANRB Syafruddin mengangkat penghargaan yang diberikan oleh PBB untuk platform PetaBencana.Id di Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan, Senin (24/6/2019)—foto Humas Kementerian PANRB

JAYAKARTA NEWS— Inovasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diberi nama PetaBencana.id, berhasil meraih juara pertama dalam kategori Memastikan Pendekatan Terintegrasi dalam Lembaga Sektor Publik pada UNPSA 2019 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menerima piala dan piagam dengan didampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa serta perwakilan dari BNPB, Sestama BNPB Dody Ruswandi dan inovator Yayasan PetaBencana.id Mahardika, di Heydar Aliyev Center, Baku, Azerbaijan, Senin (24/6). Demikian disampaikan Humas Kementerian PANRB lewat rilisnya.

“Selamat atas penghargaan yang telah diperoleh BNPB, semoga inovasi ini dapat terus dikembangkan dan berguna bagi masyarakat Indonesia,” kata Syafruddin usai acara.

Menteri PANRB menilai, penghargaan ini adalah bukti nyata, bahwa Bangsa Indonesia semakin responsif terhadap kemajuan pelayanan publik. Dengan adanya penghargaan ini, lanjut Menteri PANRB, Indonesia semakin dikenal oleh bangsa lain melalui UNPSA.

Keikutsertaan inovasi dari Indonesia dalam UNPSA sudah dilakukan sejak tahun 2014 lalu, dengan menghadirkan lima inovasi menjadi finalis. Pada tahun 2015, ada dua runner up dan tiga finalis dalam UNPSA. Tiga tahun kemudian, yakni tahun 2018, Sistem EDAT menjuarai ajang bergengsi tersebut. Pada 2019, satu inovasi dari Indonesia ciptaan BNPB kembali menjuarai UNPSA. “Ini menjadi momentum supaya Indonesia semakin dihargai di dunia,” sambung Syafruddin.

PetaBencana.id merupakan sebuah platform gratis berbasis website yang menghasilkan visualisasi spasial dari informasi bencana secara real time. Platform ini memanfaatkan penggunaan media sosial dan pesan instan selama kejadian bencana untuk mengumpulkan dan menyaring kondisi terkini yang terkonfirmasi dari penduduk di lokasi sekitar kejadian

Platform yang sebelumnya bernama PetaJakarta.org, dikembangkan BNPB bersama Massachusetts Institute of Technology (MIT), USAID, Pacific Disaster Center (PDC), Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dan BPBD DKI Jakarta. Saat terjadi banjir di Jakarta 2017 lalu, platform ini secara cepat dapat menghimpun data dan informasi banjir secara cepat dan realtime. Pada saat itu, ribuan masyarakat melaporkan banjir dan PetaBencana.id diakses lebih dari 500 ribu pengguna dalam waktu kurang dari 12 jam, sehingga dampak bencana terpetakan secara cepat.

Ketika pola cuaca menjadi semakin tidak dapat diprediksi, kota-kota di Indonesia secara rutin dihadapkan pada tantangan peristiwa cuaca ekstrem. Kurangnya akses untuk informasi yang valid dan realtime menghasilkan kemampuan bagi BNPB untuk menciptakan inovasi yang berfungsi untuk memetakan daerah bencana serta memperkirakan konflik yang akan timbul.

Dengan memberikan informasi bencana yang valid, memungkinkan masyarakat untuk menyelamatkan diri dan membagikan informasi tersebut. PetaBencana.id memanfaatkan semua penduduk, untuk berpartisipasi dalam platform ini melalui media sosial dan pesan instan. Kekuatan media sosial ini dimanfaatkan untuk mendapat laporan kejadian bencana secara cepat. Sesuai azas dan prinsipnya, penanggulangan bencana harus dilakukan secara cepat dan tepat.

Platform ini dirancang untuk beroperasi bersama dengan platform lain yang telah ada, seperti aplikasi perpesanan, media sosial, dan pesan singkat. Inovasi ini ditujukan bagi masyarakat umum, terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan masyakarat dengan akses sarana yang terbatas. Sejak diluncurkan pada Desember 2015, PetaBencana.id telah diakses 737.102 kali oleh 361.478 pengguna.

Sebelum diusulkan ke UNPSA, Kementerian PANRB menggelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dan terus melakukan pendampingan. Inovasi PetaBencana.id ikut serta dalam KIPP tahun 2017 dan berhasil masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik. ***setkab/ebn