Tulus Gelar Konser Monokrom di Jakarta Februari 2019

Penyanyi Tulus menggelar konser tunggal Monokrom di Jakarta pada Februari mendatang. Ini merupakan kali kedua Tulus menggelar konser Monokrom setelah sukses di Bandung dan menjadi konser tunggal kedelapan.

Tulus kali ini bekerja sama dengan Rajawali Indonesia, promotor yang kerap mendatangkan musisi luar negeri dan pada tahun ini berhasil memboyong Mariah Carey dan Megadeth ke Indonesia.

“2019 Rajawali Communication punya konsen yang sangat serius untuk menggelar konser tunggal artis-artis Indonesia dan kali ini Tulus sebagai musisi pria papan atas Indonesia saya kira akan bekerja sama dengan Rajawali Indonesia akan menggelar konser tunggal Monokrom,” kata Anas Alimi, CEO Rajawali Communication di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Desember 2018.

Gelaran konser dilakukan di ibu kota melihat kualitas musik Tulus yang sudah menarik banyak perhatian.
“Saya kira Tulus besar di Bandung dan kuliah di Bandung dan Bandung lebih awal saya kira lebih bisa menjadi satu titik tolak dan Jakarta sebagai ibu kota dan saya kira ini menjadi satu pilihan untuk menggelar konser musisi sebesar Tulus saya kira memang harus di Jakarta,” kata Anas.

TulusCompany dan Rajawali Communication Indonesia bekerja sama dengan Melon Indonesia untuk tiket. Kapasitas 4.500 tiket dijual melalui platform online seperti Tiketapasaja.com, Tiket.com, Traveloka, Kiostix, Rajakarcis, Blibli.com, Loket.com, dan Blanja.com.

Tiket pre sale dijual mulai 27 Desember di Tiketapasaja.com dengan harga Rp250 ribu hingga Rp450 ribu. Tiket reguler dijual di seluruh platform penjualan tiket terkait pada 28 Desember dengan harga Rp350ribu hingga Rp1 juta. Pada harga tiket tertinggi penonton berkesempatan bertemu dan bersama dengan Tulus.

Konser Monokrom Tulus nantinya akan melibatkan ratusan musisi termasuk pemain musik. Ada 23 lagu yang dibawakan dengan formasi acak dari album Monokrom dan album-album sebelumnya dengan aransemen berbeda untuk ditampilkan dalam durasi 2 jam 15 menit.

Konser ini pun dipersembahkan sebagai bentuk ucapan terima kasih terhadap semua pihak yang mengapresiasi karya musiknya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas segala bentuk apresiasi yang semua penikmat musik berikan kepada saya. Tentang ucapan terima kasih dan rasa ayukur saya terutama teman-teman yang memberikan apresiasi terhadap musik saya,” kata Tulus.

Konser Monokrom Tulus digelar pada 6 Februari 2019 di Istora Senayan Jakarta. (pik)

Tulus, Sukses dengan Gajah Kini Perhatikan Gajah

PERHATIAN penyanyi Tulus terhadap ekosistem gajah di Indonesia sangat besar. Sebagai kontribusinya untuk konservasi gajah Sumatera yang hampir punah, ia membentuk kampanye bertajuk #JanganBunuhGajah pada tahun 2016 lalu.

Keseriusan untuk menjaga kehidupan gajah juga karena seekor gajah jantan bernama Yongki, yang membantu proses pembuatan video musik lagu Tulus berjudul ‘Gajah’ telah mati dibunuh serta diambil gadingnya.

Tahun 2017 ini, Tulus kembali meneruskan kampanyenya dengan mengubah tajuk menjadi #TemanGajah. Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat lebih sadar terhadap kondisi gajah dan bisa menyelamatkan mereka.

“Sehingga harapan saya lebih banyak lagi teman-teman yang bisa terlibat di kampanye ini. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai sekolah lanjutan-lanjutan yang lain, seluas-luasnya,” ujar Tulus, saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pemilik album ‘Monokrom’ ini terus konsisten dalam menjaga keselamatan gajah karena bukan hanya komitmen sendiri, tapi juga secara bersama-sama. Tulus bekerja sama dengan WWF Indonesia dan kolaborator lain yang semakin banyak. ***