Bupati/Walikota Diminta Tingkatkan Percepatan Penurunan Kemiskinan Ekstrim dan Stunting di Jatim

MADIUN, JAYAKARTA NEWS– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Puncak Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XX & Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke 51 Tahun 2023 di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Kab. Madiun, Minggu (16/7) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh Bupati/Walikota dan stakeholder terkait terus tingkatkan sinergi untuk menurunkan kemiskinan ekstrim serta menurunkan stunting lebih signifikan.

“Target nasional tahun 2024 angka kemiskinan ekstrim mencapai nol persen sementara penurunan stunting 14%. Insya Allah , kita bisa mencapainya lebih cepat lagi jika gotong royong dan sinergi kita tin gkatkan lagi. Untuk itu, di momentum BBGRM ini, kita bisa tingkatkan sinergi Perguruan Tinggi dengan mengikutsertakan KKN komprehensif yang bisa menurunkan kemiskinan ekstrim dan angka stunting lebih cepat,” tuturnya.

“Penguatan gotong royong dan sinergi dari berbagai stakeholder Insya Allah menghasilkan angka stunting di Jatim akan terus menurun signifikan. Terlebih selama tiga tahun berturut-turut angka stunting di Jatim juga menurun signifikan,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jatim pada tahun 2020, prevelensi (prosentase) stunting di Jatim mencapai 25,6 persen. Kemudian tahun 2021 menurun 23,5 persen, dan di tahun 2022 kembali turun dan menjadi 19,2 persen. Dimana, angka ini juga dibawah standar WHO yaitu di angka 20 persen.

Khofifah mengungkapkan, ada penemuan menarik dari seorang guru besar yang memiliki spesialisasi di bidang gizi. Ia menjelaskan, stunting bukan hanya disebabkan oleh kekurangan nutrisi semata tapi juga faktor lain di lingkungan keluarga.

“Beliau melakukan survei di salah satu negara di Asia Selatan, di mana di suatu desa rata-rata anaknya tumbuh stunting. Ternyata problemnya bukan karena semata asupan gizinya yang rendah, atau kekurangan protein dan kalori. Tapi ternyata kurang kasih sayang dalam pengasuhan,” katanya.

Untuk itu, Khofifah menegaskan awal kehidupan bukan dimulai saat kelahiran, namun saat kehamilan. Sehingga, seorang ibu harus mendapat perhatian dan kasih sayang cukup dari pasangan beserta keluarganya.

“Jadi intervensi kita tidak bisa sekedar di pemberian gizi. Tapi juga bagaimana agar sosialisasi parenting di setiap calon keluarga yang akan melakukan pernikahan itu bisa dilakukan dengan lebih seksama,” ucapnya.

Selanjutnya, Khofifah mengatakan bahwa Jawa Timur masih memiliki 1,8% kemiskinan ekstrem pada tahun 2022. Untuk itu, ia berpesan untuk menjadikan bulan bhakti gotong royong ini menjadi momentum untuk menurunkan kemiskinan ekstrem secara signifikan dengan bergotong royong.

“Bersama-sama kita lakukan penyisiran di mana ada rumah yang tidak layak huni, termasuk MCK komunal yang sudah harus berbasis rumah tangga. Intervensinya bisa kerja sama dengan Baznas di setiap kabupaten/kota mumpung kita berada pada bulan bhakti gotong royong,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menyampaikan bahwa BBGRM dan HKG-PKK memang selalu diperingati bersamaan. Mengingat, semangat keduanya adalah gotong royong.

“Nah, penanaman semangat gotong royong ini dimulai dari tingkat terkecil yaitu keluarga. Jadi dimulai dari orang tua dan anak-anak. Salah satu sumber sosialisasi dari BKB, BKR, maupun BKL. Mudah-mudahan ini bisa terus dan memenuhi kebutuhan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyerahkan berbagai penghargaan. Diantaranya, penghargaan kepada Pelaksana Gotong Royong Terbaik Prov. Jatim 2023.

Tak hanya itu, ia juga memberikan Bantuan Keuangan Khusus Program Jatim Puspa, Desa Berdaya, dan Pemberdayaan Bumdesa 2023 kepada Pemerintah Kab. Madiun dan Pemerintah Desa lokasi program senilai Rp. 966.875.000. Bantuan diberikan kepada Bupati Madiun.

Usai penyerahan penghargaan, Gubernur Khofifah dan Ketua TP PKK Jatim Arumi bersama-sama melakukan peninjauan stand pameran yang berlokasi di depan pendopo. Jumlah stand yang ikut menyemarakkan pameran berjumlah 52 stand. (poedji)

Pemprov Jatim Terus Berupaya Melakukan Peningkatan Layanan Kesehatan

BATU, JAYAKARTA NEWS-Pelayanan kesehatan untuk masyarakat terus diperhatikan oleh Pemprov Jatim. Seperti Sabtu( 25/3) hari ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Graha Amarilis dan Gedung Instalasi Gizi RSUD Karsa Husada Batu yang terletak di Jl. Ahmad Yani No.11-13, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu.

Peresmian dua gedung ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam mewujudkan rumah sakit umum daerah yang representatif dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan prima kepada masyarakat.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pihaknya bersama-sama semua elemen strategis akan terus berikhtiar meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit-rumah sakit yang ada di dalam koordinasi Pemprov Jawa Timur. Agar masyarakat bisa mendapatkan penguatan kualitas pelayanan yang lebih baik dan lebih komprehensif. Begitu pula dengan rumah sakit lainnya di Jatim tentu akan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatannya.

“Sejak awal menjabat, kami terus berupaya melakukan peningkatan layanan kesehatan di Jawa Timur. Bahkan ini telah menjadi salah satu program yang kami prioritaskan,” tegas Gubernur Khofifah.

Ia menginginkan layanan kesehatan di Jatim bisa setara dengan rumah sakit unggulan di luar negeri yang menjadi langganan rujukan warga Indonesia. Bahkan ia sempat mencari tahu langsung apa yang membuat pasien dari Indonesia memilih berobat atau medical check up di rumah sakit tersebut.

“Saya mencoba melakukan pendalaman, seperti apa layanannya, saya sangat yakin bahwa kita mampu melakukan itu,” ujarnya.

Untuk mengarah ke sana, Gubernur Khofifah mendorong rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur untuk bisa menemukenali potensi pasar yang ada. Serta kemudian menjadikan potensi itu sebagai ciri khas dari masing-masing keunggulan rumah sakit.

“Misalnya RSUD dr Soetomo bagus di penanganan penyakit jantung, RS Saiful Anwar di layanan ginjal dan RSUD Karsa Husada di penanganan stroke misalnya, itu akan jadi layanan unggulan,” ujarnya.

“Saat ini, RSUD dr Soetomo sudah mulai mengembangkan medical tourism. Selain memberikan layanan kesehatan bagi pasien juga memberikan layanan bagi keluarganya yang mengantarkan. Menyediakan pula hostel bagi keluarga pasien untuk sekian bulan selama masa pengobatan pasien. Sehingga pasien dan keluarga tidak perlu bolak-balik,” jelasnya.

Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan medical tourisme ini juga didukung dengan digitalisasi sistem manajemen yang baik. Mulai dari medical record hingga sistem rujukan terintegrasi (sisrute).

Sisrute merupakan sistem yang terus kita kembangkan untuk mengatasi persoalan rujukan berjenjang yang mengakibatkan panjangnya antrean pasien dan lamanya penanganan.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan untuk membenahi sistem rujukan berjenjang menjadi berbasis kompetensi serta terintegrasi. Sehingga penjenjangan-penjenjangan tertentu bisa dilakukan percepatan,” imbuhnya.

Usai meresmikan kedua gedung tersebut, Gubernur Khofifah meninjau Gedung Graha Amarilis dan Gedung Instalasi Gizi RSUD Karsa Husada didampingi oleh Pj. Walikota Batu Aries Agung Paewai dan Direktur RSUD Karsa Husada Batu dr. Muhammad Rizal, M.M., M.Kes. Sebelumnya juga sempat digelar istighosah bersama yang dipimpin oleh Dr. H. Badruddin M., M.H.I.

Sementara itu, Direktur RSUD Karsa Husada Batu dr. Muhammad Rizal, M.M., M.Kes., menyampaikan bahwa Gedung Graha Amarilis RSUD Karsa Husada Batu terdiri dari 3 lantai dengan total luas area sebesar 6.404 meter persegi.

Lantai 1 diperuntukkan sebagai Ruang Rawat Inap Amarilis dengan kapasitas 24 tempat tidur, serta digunakan sebagai pengembangan pelayanan hemodialisa sejumlah 10 unit mesin.

“Sehingga total saat ini kami memiliki 30 unit mesin hemodialisa. Dan merupakan satu-satunya pelayanan hemodialisa di wilayah barat dan Kota Batu,” ujarnya.

Kemudian di lantai 2 terdapat Ruang Rawat Inap Edelweiss dan Unit Stroke dengan kapasitas 40 tempat tidur, serta Ruang Rawat Inap VVIP sebanyak 7 kamar dan VIP sebanyak 13 kamar di lantai 3.

Sedangkan untuk Gedung Instalasi Gizi memiliki luasan area sebesar 368 meter persegi. Gedung tersebut memiliki ruang penerimaan bahan makanan, gudang bahan makanan kering dan basah, ruang persiapan, ruangan pengolahan, pemorsian, dapur susu dan dapur snack, dan ruang pencucian, dan ruang gas LPG yang tersentral.

“Pembangunan Gedung Graha Amarilis ini dilakukan dalam 3 tahap pengerjaan yang memakan waktu sekitar 3 tahun dimulai dari tahun 2019 dan selesai pada Tahun 2022 ini. Sedangkan untuk Gedung Instalasi Gizi dikerjakan dalam waktu 2 tahap dan membutuhkan waktu 2 tahun dimulai pada tahun 2021 dan selesai pada Tahun 2022,” jelasnya.

“Adapun rincian anggarannya adalah sebesar untuk amarilis sebesar 70 miliar dan gedung Instalasi Gizi sebesar 2 miliar,” imbuhnya.

Di sisi lain Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa dengan hadirnya fasilitas pelayanan di RSUD Karsa Husada yang memadai bisa memunculkan sektor unggulan yakni medical tourism center selain sektor unggulan Kota Batu yang sudah ada yakni Wisata, Pertanian, dan UMKM.

“Jadi wisatawan yang datang nantinya juga bisa menikmati fasilitas pelayanan kesehatan yang lengkap atas hasil dari kerja sama dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aries juga menyampaikan bahwa perubahan tipe RSUD Karsa Husada dari Tipe C ke Tipe B juga sempat dikeluhkan oleh masyarakat Kota Batu. Karena membuat masyarakat yang menggunakan BPJS tidak bisa langsung mendapat pelayanan di rumah sakit ini.

“Setelah itu langsung kami koordinasikan dengan BPJS Kesehatan sehingga saat ini masyarakat yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan bisa langsung ke RSUD Karsa Husada. Karena kami juga di Pemprov Jatim, maka kami mendukung penuh pelayanan kesehatan masyarakat Kota Batu agar merata dan bisa diakses oleh seluruh elemen masyarakat,” tutupnya. (poedji)

Gubernur Khofifah Surati Menhub Dorong Percepatan Reaktivasi Kereta Api Madura

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, Pemprov Jawa Timur mendukung proyek strategis nasional untuk mereaktivasi jalur kereta api di Madura.

Bahkan sebagai buktinya, dikatakan Emil bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah bersurat pada Menteri Perhubungan agar mendorong percepatan reaktivasi sejumlah jalur kereta api di Jawa Timur termasuk di antaranya adalah reaktivasi jalur kereta api di Madura.

“Ibu Gubernur telah bersurat ke Kementerin Perhubungan untuk mendorong percepatan program reaktivasi dan peningkatan jalur kereta api di wilayah Jawa Timur, termasuk di antaranya reaktivasi kereta api di Madura,” kata Emil saat hadir dalam FGD Reaktivasi Kereta Api Madura yang digelar Pokja Wartawan Grahadi di Hotel Inna Simpang, Selasa (21/3).

Surat yang dikirimkan tersebut dijelaskan Emil Dardak tertanggal 9 Februari 2023. Dijelaskannya bahwa reaktivasi jalur kereta api Madura telah masuk dalam tujuh besar prioritas reaktivasi jalur mati Jatim, berdasar pada Kajian Direktorat Perkeretaapian Kementerian Perhubungan di tahun 2022.

“Jalur reaktivasi kereta api Madura dengan rute Kamal-Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Sumenep ini masuk dalam prioritas ke tujuh kajian tersebut. Maka bersama sama kita dorong menjadi number one priority,” kata Emil.

Tidak hanya itu, Emil juga menegaskan bahwa reaktivasi jalur kereta api di Madura ini telah tertuang dalam daftar proyek strategis nasional di Peraturan Presiden (Perpres) nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Emil mengakui, untuk me-reaktivasi jalur kereta Madura dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan kajian Kemnhub, nilai ninvestasi yang dibutuhkan mencapai Rp 3,375 triliun.

Emil berharap, BUMN PT KAI bisa mendanai proyek tersebut. Namun, kata dia, dilihat dari nilainya yang besar, kemungkinan akan kesuitan jika reaktivasi tersebut hanya menhandalkan PT KAI.

“Tapi kayaknya tanpa campur tangan pemrintah berat. Tapi sejauh ini ada progres yang menggembirakan. Kereta api adalah moda transportasi yang merakyat kalau harganya terjangkau. Kalau sudah jalan, pariwisata terdongkrak,” ujar Emil.

Sementara itu pakar transportasi dari ITS, Hera Widyastuti mengungkapkan alasan reaktivasi jalur kereta Madura membutuhkan dana yang sangat besar. Itu tak lain karena jalur kereta yang sudah terlalu lama tidak terpakai tersebut banyak yang sudah tertimbun. Bahkan tidak sedikit pula yang telah menjadi jalan raya.

“Kondisinya saat ini jalur kereta api Madura sudah sangat banyak yang jadi jalan raya. Tidak sederhana prosesnya dan butuh biaya yang tidak murah,” ucap Hera.

Hera menjelaskan, kereta api merupakan trasportasi massal yang apabila benar-benar bisa dioperasikan maka akan sangat memgurangi kemacetan. Apalagi jalan penghubung Pulau Madura hanya ada satu ruas, dan rawan macet mengingat di waktu-waktu tertentu serinh dilaksanakan pasar tumpah.

Reaktivasi jalur kereta Madura juga disebutnya akan menimbulkan efek domino terhadap banyak sektor. Terutama sektor pariwisata Madura yang sejauh ini jarang terjamah akibat minimmya infrastruktur.

“Harapannya dengan pergerakan transportasi ini bisa mengangkat PDRB dari daerah-daetah yang dilewati,” kata Hera.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa mengapresiasi gagasan besar pemerintah yang merancang Perpres 80 tahun 2019, yang di dalamnya memuat proyek reaktivasi jalur kereta Madura. Pria berdarah Madura itu meyakini, jika terealisasi, proyek tersebut akan sangat menguntungkan masyarakat Madura.

“Walau tidak segampang membalikan telapak tangan, ini perlu kita dukung,” kata Ali.

Ali mengatakan, untuk merealisasikan seluruh proyek dalam Perpres 80 tahun 2019 membutuhkan investasi besar. Bahkan, khusus untuk proyek-proyek di Pulau Madura saja, nilai investasi yang dibutuhkan mencapai Rp 40 triliun.

Selain itu, yang juga menurutnya harus menjadi perhatian adalah sosialisasi terhadap masyarakat Madura, agar proyek-proyek tersebut bisa berjalan sesuai rencana.

“Sosialisasi harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan ala Madura. Dulu pembangunan Jembatan Suramadu aja awalnya dapat penentangan. Tapi akhirnya mereka menerima juga dan Suramadu jadi dibangun walaupun tidak memberikan efek signifikan terhadap ekonomi warga Madura,” kata Ali.

Sementara itu, Ketua DPP Madura Asli (Madas), Berlian Ismail Marzuki yang juga hadir dalam forum ini mengatakan, warga Madura sangat menantikan pembangunan infrastruktur yang menyambungkan Pulau Garam tersebut. Baik itu proyek pembangunan Tol Trans Madura, maupun reaktivasi jalur kereta Madura.

Berlian pun menjelaskan alasan warga Madura banyak yang lebih memilih merantau ketimbang tinggal di tanah kelahirannya.

Itu tak lain karena keterbatasan infrastruktur di sana, membuat pengembangan daeeah sulit dilaksanakan. Akibatnya masyarakat lebih memilih merantau dalam upaya mencari penghidupan yang layak.

“Kenapa Madura banyak merantau, karena di tanah kita gak bisa (berkembang) karena aksesnya terhambat. Kalau ini (jalur kereta) dibuka tentu yang diuntungkan ya masyarakat Madura,” ujarnya.

Terkait sosialisasi agar masyarakat tidak menentang proyek tersebut, menurut Berlian tidaklah sulit. Masyarakat Madura diakuinya sangat terbuka dan harmonis. Hanya saja terkadang cara sosialisasi yang dilakukan salah.

“Misal ada sosialisasi untuk tol dan infrastruktur lainnya, tinggal deketin orang tuanya, gurunya, pemimpinnya, tokohnya, siapapun akan diem setuju,”ujarnya. (poedji)

Tukang Becak Peraih Emas SEA Games Itu Kini Jadi Pegawai Bapenda Gresik

GRESIK, JAYAKARTA NEWS-Raut muka Suharto sebagai pengayuh becak dan juga pemulung itu kini bersinar. Puluhan tahun dia menjalankan profesinya untuk menopang keluarga padahal dia mantan atlet sepeda yang pernah menyumbang emas di SEA Games dan juga perak.

Hal itu diketahui setelah dia menjadi salah satu penerima zakat produktif di mana Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan itu bagi para pelaku usaha ultra mikro di kawasan Kabupaten Gresik, Senin (17/10).

Penyerahan zakat produktif itu dilakukan Gubernur Khofifah di sela peresmian Kantor Bersama Samsat Gresik di Jalan Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.

Salah satu penerima zakat produktif dari Gubernur Khofifah adalah Suharto, mantan atlet balap sepeda peraih medali emas pada SEA Games 1979 yang sebelumnya selama puluhan tahun menjalankan profesi sebagai tukang becak merangkap pemulung.

Kini, mantan atlet tersebut telah diangkat oleh Gubernur Khofifah sebagai pegawai Bapenda sebagai pegawai di UPT Bapenda Gresik.

“Dua hari sebelum lebaran Idul Fitri Mei lalu saya keliling daerah. Sampai di Gresik sudah saat buka puasa. Saya berbagi makanan berbuka sembari bagi sembako untuk penarik becak,” tutur Khofifah yang diunggah dalam akun instagramnya.

“Saat itu diantara penarik becak ada yang angkat tangan bersuara lantang bahwa beliau pernah meraih medali emas pada SEA GAMES juga medali perak open turnamen sepeda balap di Thailand dan China. Namanya Suharto. Saat itu beliau penarik becak merangkap pemulung,” lanjutnya.

Ketika ditanya nomor handphonenya agar bisa berkoordinasi untuk tindak lanjut pemberian intervensi, Suharto menjawab bahwa ia tidak memiliki ponsel. Maka Gubernur Khofifah meminta alamat dimana Suharto tinggal dan keesokan harinya dikirimkanlah ponsel untuk Suharto.

Gubernur Khofifah pun tak lantas diam, ia segera meminta Kepala Bapenda Jatim untuk menindaklanjuti. Tak hanya diberikan ponsel genggam saja, namun Khofifah juga memberikan Suharto pekerjaan tetap yang lebih layak.

“Keesokan harinya beliau ditemui Kepala Bapenda dan diajak menjadi karyawan Bapenda di UPT. Gresik. Alhamdulillah sampai saat ini beliau sehat,” tegas Gubernur Khofifah.

Terhitung sejak bulan Mei tahun 2022, Suharto resmi diangkat untuk bekerja sebagai petugas keamanan di UPT Bapenda Gresik.

Sebagaimana diketahui, Suharto ini sempat viral akibat kondisi hidupnya yang memprihatinkan. Pasalnya prestasi Suharto saat muda begitu gemilang. Ada sederet prestasi yang telah ia torehkan sebagai atlet balap sepeda.

Di tahun 1976, Suharto diketahui meraih juara 2 perorangan dan beregu 2000 km di Thailand. Kemudian di tahun 1977 Suharto berhasil memecahkan rekor PON Nasional untuk nomor nomor individual time trial (ITT) dan team pursuit.

Di tahun 1978 Suharto juga sempat mengikuti Olympiade di Montreal Jerman namun kurang beruntung dan tidak dapat nomor juara karena ia mengalami kecelakaan saat mengayuh sepeda di sana. Tidak hanya itu di tahun 1978 ia juga juara 3 Open Turnanen di China, serta juara 1 di Sea Games Kualalumpur tahun 1979.

Namun dengan prestasi segudang, di masa tuanya, Suharto justru menghidupi keluarga dengan mengayuh becak bahkan juga memulung untuk mencari nafkah. Sebagaimana diketahui Suharto sempat menjadi tukang becak sejak selama 20 tahun lalu. Tentu hal ini menjadi hal yang begitu kontras. Kondisi Suharto itulah yang membuat Gubernur Khofifah terenyuh sehingga diberikan perhatian.

Dalam kesempatan ini, Suharto turut menjadi penerima zakat produktif lantaran selain menjadi pegawai UPT Bapenda di Gresik, ia saat ini juga berjualan kopi di malam hari sebagai usaha menambah penghasilan.

“Kegigihan Pak Suharto layak untuk ditiru. Masa mudanya beliau sungguh gemilang prestasinya. Semoga kita semua dilimpahkan rizki yang lancar barokah oleh Allah SWT,” tutur Gubernur Khofifah.

Dalam kesempatan itu, Suharto juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan testimoninya. Secara khusus Suharto menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gubernur Khofifah.

“Terima kasih Ibu Gubernur. Alhamdulillah saat ini hidup saya jauh lebih baik. Ini semua berkat perhatian ibu gubernur,” tutur Suharto, bapak tiga anak ini.

Ia menceritakan bahwa ia atlet balap sepeda yang berhasil mengibarkan merah putih di luar negeri. Namun ia menyatakan bahwa selama ini ia kurang mendapatkan perhatian.

“Maka saya pindah ke Gresik dan alhamdulillah bertemu dengan Ibu Gubernur Khofifah, dan diberi pekerjaan di Bapenda. Terimakasih Bu Khofifah telah menyambung nyawa saya,” tegasnya.

“Sebelum kerja di Bapenda saya tukang becak, juga jadi pemulung cari rongsokan di jalan. Lalu ketemu ibu Gubernur saat membagi sembako, saya cerita prestasi pertasi saya. Saat ditanya nomor hp saya nggak punya, besoknya langsung dikirim hp, dan berlanjut hingga diberi pekerjaan,” urainya.

Untuk itu ia mengucapkan banyak terima kasih pada Gubernur Khofifah atas semua perhatian yang ia berikan. Menurutnya perhatian Gubernur Khofifah sangat berarti hingga mengubah taraf hidupnya dan keluarga. (poedji)

Pemprov Jatim dan Kejati ‘Gercep’ Dalam Pendampingan Dana BTT Penanganan PMK

JAYAKARTA NEWS— Pemprov Jatim bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Timur bergerak cepat (Gercep) dalam rangka memberikan pendampingan penggunaan belanja tidak terduga (BTT) yang diperuntukkan bagi mempercepat penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di 38 kabupaten/kota.

“Allhamdulillah berkat dukungan semua pihak utamanya Kejati yang dipimpin langsung oleh ibu Kajati kita bisa terus melaksanakan vaksinasi hingga pendampingan bagi kabupaten/kota yang akan menggunakan BTT bagi vaksin PMK,” ungkap Plt Gubernur Jatim Emil Elestiyanto Dardak seusai melakukan pertemuan bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Jawa Timur Mia Amiati di Kajati Jatim Surabaya, Senin (11/7).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Emil di dampingi Pj. Sekdaprov Jatim, Kadis Peternakan Prov. Jatim dan Kalaksa BPBD Prov. Jatim.

Emil mengungkapkan, bahwa Pemprov Jatim bersama Kejati Jatim bergerak cepat untuk memberikan pendampingan kepada kabupaten/kota agar segera menggunakan BTT dalam penanganan PMK untuk bisa lebih dimasifkan terutama setelah terbitnya Inmendagri No 2 Tahun 2022.

Menurutnya, dengan menggandeng jajaran Kejati akan memberikan kenyamanan sekaligus kepastian terhadap penggunaann dana BTT mulai dari proses hingga pencarian sehingga tidak terjadi permasalahan hukum dikemudian hari.

“Kita bersyukur Kejati Jatim menyambut baik dan pro aktif mendukung memberikan pendampingan kepada Pemprov Jatim dan 38 kabupaten kota yang akan menggunakan BTT,” ungkapnya.

Bahkan, sebelum adanya Irmendagri terbit beberapa kabupaten/kota di Jatim telah terlebih dahulu meminta pendampingan kepada Kejati Jatim agar tidak terjadi permasalahan hukum dalam proses penggunaan maupun pencairannya sehingga dimanfaatkan betul dana tersebut untuk mengatasi persoalan PMK yang sedang terjadi di Jatim.

Emil menyebut, bahwa jika kabupaten/kota ingin memohon pemberian pendampingan bisa dilakukan bisa memanfaatkan aplikasi yang ada di website milik Kejati Jatim.

“Kepada kabupaten/kota yang ingin melakukan pendampingan bisa mengunjungi laman atau website milik Kejati. Kami memberi apresiasi berbagai inovasi yang telah di hadirkan oleh Kejati yang mempercepat pemberian layanan kepada masyarakat Jawa Timur,” terangnya.

Terkait penggunaan vaksin PMK lokal yang dilakukan oleh Pusvetma, Emil menegaskan akan terus mendukung dan mendorong agar bisa segera digunakan dan dimanfaatkan oleh para peternak guna memutus rantai penyebaran virus.

“Kita akan memberikan dukungan penuh kepada Pusvetma. Dalam proses uji sampling akan difasilitasi oleh Pemprov Jatim semaksimal mungkin. Insyallah Bulan Agustus akan mulai diterapkan secara terbatas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati mengatakan, bahwa kehadiran Pak Plt. Gubernur yakni untuk bertukar pikiran terkait penanganan PMK di Jatim pasca terbitnya Irmendagri Nomor 2 Tahun 2022.

Mia menjelaskan bahwa, banyak dari para bupati/walikota di Jatim yang merasa kesulitan dalam memproses penggunaan dana BTT utamanya penanganan PMK.

“Allhamdulillah sudah ada payung hukumnya berdasarkan Irmendagri sehingga kami di Kejaksaan bisa lebih mudah dalam memberikan pendampingan kepada kabupaten/kota yang akan melaksanakan kegiatan penanganan PMK,” urainya.

“Kehadiran Pak Emil sangatlah Gerak Cepat (gercep) dengan berkonsultasi kepada kami dan bersama sama mengawal lewat pendampingan penggunaan BTT bagi penanganan PMK di Jawa Timur,” tutupnya. (poedji)

Baksos Kolaboratif Pelayaran Kebangsaan dan Bahari di Sumenep

JAYAKARTA NEWS– Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Koarmada II bersinergi dengan FKG UNAIR, FKG UHT serta Baznas melakukan baksos kolaboratif multi stakeholders di Pantai Slopeng Sumenep.

Melalui kegiatan Pelayaran Kebangsaan dan Bahari yang diinisiasi Koarmada II TNI AL, gotong royong lintas elemen dilakukan guna memastikan bahwa kebutuhan layanan kesehatan dan gizi masyarakat di wilayah kepulauan Jatim itu tersupport melalui berbagai jenis baksos yang dilakukan.

Secara khusus, Gubernur Jatim Khofifah bersama Kaskoarmada II Laksma TNI Rachmad Jayadi turun langsung mengawal baksos dengan berbagai program mulai khitanan massal, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, sosialisasi dan edukasi kesehatan, santunan anak yatim dan yatim piatu, bantuan tambahan gizi, pencegahan stunting, bantuan rumah tinggal layak huni, bantuan zakat produktif serta diskusi kebangsaan. Semuanya dipusatkan di Pantai Slopeng Sumenep hari ini, Rabu (22/6).

Ada banyak kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini. Bahkan secara khusus menggunakan KRI Makassar-590, Koarmada II mengandeng Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga Surabaya dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah untuk memberikan sosialisasi hingga pengobatan umum kepada masyarakat di Pantai Slopeng.

Adapun kegiatan bakti sosial sekaligus pengabdian masyarakat ini meliputi khitan masal yang diikuti oleh lebih 100 anak peserta, donor darah, sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, serta pengobatan umum dan pemeriksaan gigi dan mulut yang diselenggarakan di beberapa puskesmas di Sumenep.

Mengapresiasi kegiatan ini, menurut Gubernur Khofifah hadirnya inisiasi kegiatan ini timbul dari adanya strong partnership banyak pihak. Gerakan ini tak lain didasari oleh rasa cinta bangsa dan tanah air untuk saling memberi penguatan.

“Atas nama cinta tanah air kami menjalin strong partnership. Atas nama cinta Indonesia kami saling tolong dan saling bantu. Kami juga melakukan bhakti sosial yang diwujudkan dalam satu payung yakni Pelayaran Kebangsaan Bahari inisiasi Koarmada II Surabaya,” ungkapnya.

Selain baksos, dilakukan pula penyerahan paket sembako dari Baznas RI yang secara simbolis diberikan pada 10 penerima keluarga resiko Stunting dari total 1000 penerima.

Serta dilakukan pula penyerahan Simbolis 10 Paket Makanan Tambahan kepada Ibu Hamil dan bayi dari total 1000 penerima dan Penyerahan 1000 Al-Qur’an kepada 10 Pondok Pesantren dimana masing masing pesantren menerima 100 Al-Qur’an. (poedji)

Inovasi Layanan Pembelajaran Kebencanaan BPBD Jatim Mendapatkan Apresiasi Konjen Australia

JAYAKARTA NEWS– Setelah sejumlah kalangan berkesempatan mengunjungi kantor BPBD Jatim, hari ini, Jumat (27/5), giliran Konsulat Jenderal (Konjen) Australia bertandang ke kantor BPBD yang berlokasi di Jl Letjen S. Parman 55 Waru Sidoarjo ini.

Konsul Jenderal Australia di Surabaya Fiona Hoggart datang langsung ke Kantor BPBD Jatim dengan didampingi wakilnya, Konsul Anthony Clark.

Kedatangan Konjen Australia ini disambut Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa dengan didampingi Kabid PK Andhika N Sudigda dan Sub Koordinator Sub Substansi Pencegahan, Dadang Iqwandy.

Kepada kedua pejabat Konjen Australia ini, Kalaksa BPBD Jatim menjelaskan tentang tupoksi dan aksi yang dilakukan BPBD Jatim dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, termasuk saat kondisi tanggap darurat.

“Seperti yang ditekankan Bapak Presiden Joko Widodo, kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat, dengan cara mitigasi berbasis vegetasi. Jadi, masyarakat kita beri bantuan pohon dan kita ajak melakukan penanaman, bersama berbagai komunitas,” terang Budi Santosa di Ruang Tangguh.

Selain itu, ia juga menjelaskan tentang berbagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat yang dilakukan BPBD Jatim. Di antaranya, melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana), Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang berorientasi kepada pelajar, dan edukasi bencana melalui layanan Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina) dan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena).

Usai saling memberikan cinderamata, kunjungan lalu berlanjut ke ruang Pusdalops, Tenpina dan Mosipena BPBD Jatim. Di Pusdalops, Konjen Fiona Hoggart disambut Manager Pusdalops Dino Andalananto. Melalui layar lebar, ia pun menggali berbagai informasi tentang tehnik pemantauan daerah rawan bencana, utamanya bencana hidrometeorologi dan beberapa jenis bencana lain yang baru saja terjadi di Jatim.

Di Tenpina, Konjen Australia mendapat penjelasan tentang isi dan fungsi sejumlah perlengkapan untuk pembelajaran para pengunjung yang berasal dari berbagai komunitas. Sementara, di Mosipena, Konjen Australia dikenalkan tentang fungsi pembelajaran Mosipena yang bisa mobile, keliling dari desa ke desa.

“Mosipena ini juga merupakan satu-satunya layanan edukasi bencana secara mobile yang ada di Indonesia,” terang Kalaksa Budi Santosa.

Di akhir kunjungan, Konjen Australia pun menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas sambutan dan potensi inovasi yang dimiliki BPBD Jatim. Ia mengatakan, kunjungan ini dalam rangka silaturahmi dan sowan kepada BPBD Jatim, untuk mengetahui langkah dan upaya yang telah dilakukan BPBD Jatim dalam menghadapi bencana.

“Bagus.. Lengkap dan canggih. Apalagi disini juga berfungsi untuk pembelajaran masyarakat tentang beragam bencana, seperti letusan gunung api, banjir, hujan, kebakaran dan lain-lain,” ujar Fiona Hoggart dengan bahasa Indonesia yang lancar. (poedji)

Arumi Apresiasi Upaya Perajin dan Pengusaha Batik Lestarikan Warisan Bangsa

JAYAKARTA NEWS – Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengapresiasi upaya perajin dan pengusaha batik dalam melestarikan warisan kerajinan batik. Tidak sekadar melestarikan saja, pihaknya berharap mampu mendongkrak roda ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Ini adalah salah cara melestarikan dan memperkenalkan batik kepada masyarakat lokal bahkan masyarakat internasional,” kata Arumi saat membuka Pameran Grebeg Batik Indonesia 2022 di Atrium Grand City Mall Surabaya, Rabu, (20/4).

Menurutnya, selain memperkenalkan warisan budaya batik, pameran ini sebagai langkah nyata untuk memberdayakan pelaku UKM serta sebagai wujud pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Perajin dan pengusaha batik paling berdampak saat pandemi Covid-19. Saya apresiasi kepada seluruh pengusaha batik karena sampai saat ini eksis bahkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Mau memperhatikan dan mempertahankan karyawan-karyawannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, grebeg batik tidak sekadar memberdayakan pelaku UKM, melainkan juga turut mempercepat pemulihan ekonomi yang dibarengi dengan kampanye ‘Bangga Buatan Indonesia’.

“Dari acara ini, bisa mendorong pelaku UKM untuk naik kelas hingga produknya bisa tembus luar negeri,” ungkapnya.

Melalui pameran yang diselenggarakan selama 5 hari (20-24 April) itu, Arumi berharap, pasca pandemi Pameran Grebeg Batik Indonesia menjadi peluang bagi perajin batik untuk meningkatkan ekonomi pasca pandemi.

“Membangun kemandirian pengusaha batik dan laju seni batik yang lebih baik dan berkualitas,” ujarnya.

Pameran pembukaan Grebeg Batik ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Ketua Dekranasda Jatim Arumi, regional consummer bussines head regional operation BRI Surabaya Argo Prabowo dan Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) Komarudin Kodiya sebagai simbol menggaungkan pameran batik ke seluruh Nusantara.

Adapun jumlah peserta pameran perajin dan pengusaha batik sebayak 71 orang yang berasal dari Papua, NTT, NTB, Kalimantan, Bali, Jatim, Jateng, Jawa Barat dan Jakarta.

Selain produk batik, pameran dengan slogan ‘Asli batiknya, asli perajinnya dan asli harganya’, juga menyediakan berbagai macam akesoris hingga kerajinan kain tenun dari NTB dan NTT.(poedji)