Ayo Download Aplikasi Jakarta Aman

 

JAYAKARTA NEWS -Gubernur Anies Baswedan mengajak warga Jakarta untuk memanfaatkan layanan baru yang diberikan pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam bidang keamanan dan kedaruratan.

Pemerintah Ibukota ini tampaknya tidak mau ketinggalan dengan perkembangan teknologi digital, khususnya smartphone. Pemprov meluncurkan aplikasi Jakarta Aman, yang bisa diunduh para pengguna telepon pintar baik mereka yang menggunakan sistem Android maupun iOS (Apple). Untuk mendowload aplikasi  tersebut, Anda dapat melalui Google Play Store (Android) dan Apple Store untuk pengguna Apple.

Selain mengumkannya melalui rilis kepada media massa, Anies juga menyampaikannya melalui akun resminya di twitter.

 

 

Apliaksi Jakarta Aman merupakan hasil kolaborasi Antara  Pemprov DKI Jakarta  dengan PT Indonesia Lebih Aman.  Segai aplikasi yang menyervice warga Jakarta, Jakarta Aman dapat dikatakan memadai, karena  sudah dintegrasikan dengan nomor telepon layanan darurat 112.

Jakarta Aman yang menghadirkan sistem keamanan dalam sebuah aplikasi smartphone tersebut, benar-benar merupakanmenjadi inovasi baru untuk meningkatkan rasa aman dan respons cepat dari aduan warga.

Untuk kerjasama pengoperasian aplikasi tersebut, kerjasamanya kemarin ditandatangani  oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah dengan  Founder Jakarta Aman, Muhammad Fardhan Khan dengan disaksikan Gubernur Anies Baswedan.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah bersama dengan Founder Jakarta Aman, Muhammad Fardhan Khan, dengan disaksikan Gubernur Anies Baswedan, usai menandatangani kerjasama, didampingi oleh Gubernur Anies Baswedan. ( Dadang Kusuma Wira Putra / Beritajakarta.id)

Menurut  Anies, rasa aman warga merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh pemerintahan suatu daerah. Sehingga, sistemnya membutuhkan pembaharuan yang mutakhir sesuai dengan perkembangan zaman.

“Jakarta harus menjadi kota aman bagi semua. Perlu sistem yang menjamin keamanan warga yang dibangun sesuai abad 21, untuk itu kita hadirkan aplikasi Jakarta Aman,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, bahwa  aplikasi Jakarta Aman akan mewujudkan konektivitas, baik antara warga dengan pihak-pihak terkait, dan tentu saja  warga dengan lingkungan mereka sendiri. Aplikasi yang disusun ini memungkinkan masyarakat terhubung langsung dengan pihak terkait, sekaligus menginformasikan warga terdekat agar bisa segera mendapat pertolongan.

“Menjaga keamanan itu menjadi tanggung jawab semua,” kata Anies.

Anies mengingatkan  seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan warga untuk mengunduh aplikasi Jakarta Aman, agar tercipta komunitas yang saling menjaga serta merespons dengan cepat suatu kejadian atau masalah. “Saya mengajak aparatur dan warga untuk mengunduh aplikasi ini,” ujarnya.

Founder Jakarta Aman, Muhammad Fardhan Khan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan fitur di dalam aplikasi karyanya. Targetnya,  supaya  setiap laporan warga dapat direspons dengan lebih cepat.***

 

 

Jakarta Kecolongan Rollin

HEBOH soal Rollin Handika, remaja 17 tahun warga Utan Kayu, Rawamangun, Jakarta Timur, yang menderita gizi buruk selama enam tahun, menjadi pukulan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, mengaku kecolongan.

Diakui Saiful, seharusnya, Rollin bisa dideteksi lebih dini sehingga tidak perlu selama enam tahun menderita gizi buruk dan penyakit paru-paru basah. “Ini sudah kecolongan. Tidak boleh terulang kembali,” kata Djarot seusai melakukan sidak di Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Senin (27/2).

Setelah mendapatkan kabar adanya penderita gizi buruk, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur segera membawa Rollin ke RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. “Sudah dibawa ke rumah sakit tadi pagi. Sekarang dirawat di RSUD Budhi Asih,” ujarnya.

Djarot menegaskan, Pemprov DKI melalui Pemkot Jakarta Timur akan memberikan bantuan baik kepada Rollin maupun kepada keluarganya, agar mampu memberikan makanan bergizi kepada Rollin. “Ya semuanya (bantuan) kita kasih,” tuturnya.

Agar tidak terulang kembali, lanjutnya, Pemprov DKI akan melakukan deteksi kesehatan anak-anak sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman kasus Rollin, DKI sudah kecolongan selama enam tahun.

“Ini kan sudah kadaluarsa istilahnya. Makanya, Rollin harus diperbaiki gizinya terlebhi dahulu. Dan supaya tidak kecolongan lagi, kita akan lakukan deteksi kesehatan anak-anak sejak usia dini. Seperti bayi lima tahun ke bawah itu harus kita deteksi kesehatannya,” terang Djarot. ***