Tour de Singkarak 2017 Siap Digelar

Suasana dan pemandangan alam Tour de Singkarak

EVENT tahunan  bertaraf internasional, Tour de Singkarak (TdS) 2017 untuk kesembilan kalinya, akan digelar di Sumatera Barat, 18 – 26 November 2017 mendatang. Launching TdS 2017, telah dilakukan di Jakarta oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno, serta walikota/bupati se-Sumbar, belum lama ini. TdS 2017 bertema ‘The Biggest Sport Tourism, dimulai dari Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar sebagai tempat start dan finish di Kota Bukittinggi.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan, event sport tourism TdS 2017 ini mampu memberikan dampak langsung  terhadap ekonomi masyarakat dan media value yangg tinggi. “Sejak 2013, Amauri Sport Organisation (ASO) merekomendasi TdS menjadi kejuaraan mayor di Asia, karena terbukti berhasil menyedot lebih dari 1 juta penonton. Tercatat, ranking TdS tigkat dunia dari jumlah penonton menduduki peringkat ke-5, setelah Tour de France (12 juta penonton), Giro d’Italia (8 juta), Vuelta a Espana (5 juta), Santos Tour Down Under (750 ribu) dan TdS (550 ribu),” papar Menpar.

Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno mengakui, dampak positif dari event TdS dirasakan masyarakat Sumbar, khususnya dampak ekonomi selama event berlangsung. “Tingkat hunian hotel meningkat, begitu pula penjualan makanan, souvenir, serta oleh-oleh khas Sumbar melonjak,” papar Irwan Prajitno.

Gubernur menambahkan, penyelenggaraan TdS juga mendorong peningkatan infrastruktur, khususnya jalan-jalan yang akan dilalui peserta semakin mulus. “TdS menjadi sarana yang efektif buat mempromosikan pariwisata Sumbar. Sejak penyelenggaraan TdS pertama 2009, kini bermunculan destinasi wisata baru di Sumbar dikenal masyarakat luas,” tandasnya.

Dalam pelaksanaannya, TdS menyusuri alam Minangkabau yang memiliki beraneka ragam obyek wisata alam dan budaya tidak hanya mengenalkan Danau Singkarak semata, tapi juga destinasi lainnya menjadi lebih dikenal masyarakat, misalnya, Lembah Harau, Kelok 9, Istana Pagaruyuang, Pantai Gandoriah, Pantai Padang, Pantai Tiram, dan masih banyak lagi.

Untuk TdS 2017, akan menempuj 9 etape, yakni etape 1, dari Tanahh Datar menuju Kota Padang dengan panjang 107 km, etape 2 Painan–Sawahlunto sepanjang 166 km; dan etape 3, Muaro Sijunjung–Pulau Punjung 100 km. Etape 4 Danau Singkarak–Payakumbuh 135 km; etape 5 Lembah Harau–Padang Panjang 101 km; dan etape 6 Kota Solok – Padang Aro Solok Selatan 140 km. Sedangkan etape 7 Pariaman – Pasaman Barat 157 km; etape8 , Padang Pariaman–Agam 101 km; dan etape 9 Pasaman–Bukittinggi Sirkuit 90 km. ***

Timnas Balap Sepeda Dapat ‘Ayah Angkat’

AYAH angkat ternyata tak hanya berlaku bagi kehidupan manusia, tapi juga bagi tim nasional (timnas) balap sepeda Indonesia. Ya, salah satu perusahaan peralatan sepeda asal Italia, SH+ dipastikan bakal menjadi sponsor alias ‘ayah angkat’.

Pemberian sponsor itu untuk persiapan timnas mengikuti dua ajang besar, SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Dari rilis Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) yang diterima media, Kamis (6/4/2017), penandatanganan kerja sama antara induk organisasi balap sepeda Indonesia dengan SH+ itu dilakukan di Cremona, Italia, akhir pekan lalu.

Alhamdulillah kami masih dipercaya (oleh sponsor). Kita adalah negara besar, maka kita juga harus bersikap sebagai negara yang besar,” kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, kerja sama timnas sepeda balap dengan perusahan SH+ bakal berlangsung selama tiga tahun kedepan. Pria yang akrab dipanggil Okto itu menjelaskan, berdasarkan nota kerja sama yang ada, kerja sama antara PB ISSI dengan SH+ itu akan berlangsung tiga tahun.

Tidak hanya dengan SH+, PB ISSI saat ini juga melakukan penjajakan dengan perusahaan lain. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membatu memaksimalkan sepeda gunung. “Kita harus terus membuat terobosan. Kalau kita diam saja, sponsor juga tidak akan datang. Di Taiwan, kami bertemu dengan banyak produsen yang tertarik menjadi sponsor setelah tahu potensi pasar di Indonesia,” kata Okto menambahkan.

Pelatnas balap sepeda saat ini memang terus digenjot. Untuk nomor road race, pemusatan latihan di lakukan di Yogyakarta dan untuk nomor trek dilakukan di Velodrome Manahan, Solo. Sedangkan untuk BMX, pemusatan latihan dilakukan di Banyuwangi. ***