Teladan “Walk the Talk” Doni Monardo di Mata Dany Amrul Ichdan

JAYAKARTA NEWS— Jazad Doni Monardo telah berada dalam pelukan hangat bumi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Rasa duka dan sedih justru semakin dalam mengiris-iris perasaan. Terutama bagi siapa pun yang mengenal dan berinteraksi dengan almarhum.

Salah satu yang merasa kehilangan dengan kepergian Doni Monardo adalah Dany Amrul Ichdan. Atas nama pribadi maupun perusahaan holding tambang, MIND ID, ia menyampaikan bahwa Doni Monardo adalah salah satu anugerah terindah yang diberikan Tuhan melalui Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir yang menugaskan Doni Monardo di MIND ID.

“Almarhum adalah Komisaris Utama MIND ID, yang kami kenal sebagai eksekutor handal. Ia memimpin dengan hati. Memimpin dengan tulus. Dalam falsafah Ki Hajar Dewantara, beliau itu ing ngarso sung tulodo, ing madho mangun karso, tut wuri handayani. Di depan memberi keteladanan. Di tengah membangun kemauan dan semangat. Di belakang memberi support,” kata Dani Amrul Ichdan, Wakil Direktur Utama MIND ID.

Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk.

Dany yang sering berinteraksi sebelumnya dgn Doni Monardo pada saat Dany menjadi Jubir Kepresidenan di Kantor Staf Presiden 2019-2021 khususnya pada zaman covid 19, menggambarkan sosok Doni Monardo sebagai pemimpin yang “walk the talk, talk the walk”. “Dalam korporasi sering dikatakan, mengerjakan apa yang dikatakan dan menjadi komitmennya. Kaum milenial sering bilang ‘tidak omong doang’,” ujar Dany.

Berkat kepemimpinan yang ‘walk the talk’ itu pula yang menjadikan sosok Doni Monardo menjadi trusted leader. “Kami bangga pernah mendapat sentuhan kepemimpinan beliau,” ujarnya.

Sebagai Wakil Dirut, Dany berinteraksi intens dengan Doni Monardo, sejak menjabat Komut 2021. “Selama dua-setengah-tahun kami berinteraksi. Juga ada bang Egy Massadiah yang juga tahu bagaimana perjalanan kita,” kata Dany.

Mengikuti sepak terjang Doni Monardo, harus kuat fisik dan mental. Lebih penting lagi, harus bisa memetik hikmah pelajaran tentang kepempinan yang hebat.

“Kami dalam beberapa kesempatan mendampingi Komut Doni Monardo sering bercanda, sy sering sampaikan ke beliau,pak Doni ini ‘Komut rasa direksi’. Tapi dalam konotasi positif yaaa…. Sebab beliau memang eksekutor yang handal. Kita banyak belajar bagaimana beliau mengeksekusi program. Almarhum tidak mundur selangkah pun dari concern dan komitmen yang sudah dicanangkan,” papar Dany yang sebelum bergabung dengan MIND ID dan KSP,pernah menjabat Presiden Direktur PT Pertamedika – IHC (Indonesia Healthcare Corporation).

Semua pelajaran dan leadership value dari seorang Doni Monardo adalah teladan bagi generasi muda. “Kami di MIND ID akan meneladani dan melanjutkan semua program almarhum. Sebab, kami tahu persis, semua program yang dicanangkan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi untuk kepentingan bangsa dan kepentingan jangka panjang kita bersama,” pungkas Dany Amrul Ichdan.***ctr

Pak Menteri Pantau Sejuta Bibit Sukun

AMBON, JAYAKARTA NEWS – Program sejuta bibit sukun premium yang dikembangkan PPAD dengan dukungan MIND ID, ternyata mendapat pantauan langsung Menteri BUMN, Erick Thohir. Hal itu diungkapkan Tedi Bharata, Deputi Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, yang Rabu (21/6) sore meninjau kebun bibit sukun di Ambon, Maluku.

Hari itu, Tedi Bharata menyertai kunjungan Komisaris Utama MIND ID, Letjen TNI Purn Doni Monardo ke Maluku. Salah satu tujuannya adalah melihat perkembangan program 1 juta bibit sukun. “Saat saya pamit pak Menteri (Erick Thohir, red), beliau langsung menanyakan soal bibit sukun itu. Artinya, di tengah kesibukannya, pak Menteri memantau kegiatan ini,” ujar Tedi.

Di lokasi kebun bibit yang ada di Teluk Ambon, rombongan Doni Monardo disambut Dr Rohny S. Maail, S.Hut, M.Si ahli sukun dari Fakultas Kehutanan Universitas Pattimura. Dialah penanggung jawab program 1 juta bibit sukun yang didukung MIND ID.

Dalam kesempatan itu, hadir juga pegiat tanaman dari Makassar, Sulawesi Selatan, Hasbullah Nur Alam. Tampak pula komisaris MIND ID, Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Direktur Manajemen Risiko dan HSSE, Nur Hidayat Udin, dan sejumlah tokoh dan pejabat.

Program yang di-launching Oktober 2022 ini hasil kolaborasi PPAD, Kodam XVI Pattimura, bersama Universitas Pattimura dan didukung MIND ID. Saat ini, setidaknya telah tersedia 300.000 bibit sukun yang bibitnya didatangkan langsung dari Kampung Tengah-Tengah, Kecamatan Salahutu.

Tedi Bharata, Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN memberikan testimoninya di kebun bibit. “Apa yang sedang kita kerjakan ini, dimonitor langsung oleh pak Menteri (Erick Thohir). Saat saya pamit hendak ke sini, beliau ternyata sudah monitor,” ujarnya.

Dari kiri: Tedi Bharata (Deputi Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN), Doni Monardo (Komut MIND ID, Ketua Umum PPAD0, Dr Rohny Maali (ahli sukun Universitas Pattimura), Nur Hidayat Udin (Direktur Manajemen Risiko dan HSSE), Nicolaus Teguh Budi Harjanto (Komisaris MIND ID), dan pengurus PPAD Maluku. (foto: PPAD)

Tedi yang Master of Public Administration jebolan Columbia University itu juga menegaskan, program pembibitan 1 juta sukun sejalan dengan arahan Kementerian BUMN. Arahan tentang refocusing untuk kegiatan CSR meliputi bidang lingkungan, pendidikan, dan UMKM.

MIND ID, tegasnya, harus hadir untuk berkontribusi kepada masyarakat khususnya di bidang lingkungan dengan penanaman pohon. Dan itu relevan pula dengan bisnis MIND ID yang di satu sisi mengupas kulit bumi, maka di sisi lain harus memperbaiki lingkungan. “Kita buktikan bahwa stigma negative perusahaan tambang itu tidak benar. Kita pun memperhatikan lingkungan,” ujar Tedi yang pernah menjabat Vice President Office of The Board Mind ID itu.

Ia berharap program ini bisa berkelanjutan. “Tentunya BUMN tidak bisa sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan banyak pihak. Seperti misalnya yang kita lakukan dengan PPAD, Unpatti, dan Kodam XVI Pattimura, serta masyarakat. Tolong jaga kerjasama ini dan tetap jaga kekompakan,” pesannya.

Di akhir testimoninya, Tedi juga mengingatkan jajaran komisaris dan direksi MIND ID untuk senantiasa mencari peluang usaha baru. “Tidak fokus pada penambangan di satu tempat, tetapi mencari di tempat lain di bumi Indonesia yang kaya raya ini. Kita tidak boleh dengan swasta yang sangat agresif,” ujar Tedi seraya menambahkan, “ingat selalu mandat MIND ID untuk melindungi dan menguasai cadangan hasil bumi. Mandat ini harus terus digaungkan.” (egy/roso)

Katong Melihat Pulau Buru Bersinar

NAMLEA, JAYAKARTA NEWS – Jika di Puncak Jaya, Papua bakti sosial ini bertajuk “Kitorang Melihat Terang”, maka di Namlea, Pulau Buru – Maluku, tagline itu menjadi “Katong Melihat Terang”. Motor kegiatan adalah Persatuan Purnawirawan TNI-Angkatan Darat (PPAD).

Baksos di Namlea, berlangsung tanggal 20 – 24 Juni 2023. PPAD didukung penuh oleh BUMN holding perusahaan tambang, MIND ID bersama salah satu anak perusahaannya, PT Antam Tbk. Tampak hadir dan melihat dari dekat kegiatan tersebut, Komisaris Utama MIND ID, Letjen TNI Purn DR HC Doni Monardo, Komisaris MIND ID, Nicolaus Teguh Budi Harjanto, dan Direktur Manajemen Risiko & HSSE, Nur Hidayat Udin. Sedangkan, dari PT Antam, mewakili direksi, Syarif Faisal Alkadrie (Corporate Secretary) dan Agustinus Toko Susetio (Head of IR & CSR).

Baksos yang dilangsungkan di halaman RSUD Namlea, disambut antusias masyarakat. Mayjen Purn Dr Daniel Tjen koordinator Baksos PPAD menjelaskan, tidak sedikit penderita katarak, menjalani operasi gratis dan seketika bisa kembali melihat indahnya dunia. Kembali melihat Pulau Buru yang bersinar. Mereka senang bukan kepalang.

Selain operasi katarak, tim medis yang didatangkan langsung dari Ibu Kota dibantu tim medis setempat, juga memberi layanan operasi bibir sumbing, pengobatan gigi dan umum. Bukan hanya itu, masyarakat juga menerima pembagian 3.000 paket sembako. “Murni bentuk kepedulian PPAD yang didukung MIND ID dan PT Antam kepada masyarakat Buru,” ujar Brigjen TNI Purn Andi Darmawangsa, selaku Korlap kegiatan.

Rincian baksos kesehatan, 14 warga mendapat layanan operasi bibir sumbing. Sedangkan pemeriksaan gigi diberikan kepada 63 warga. Adapun yang merasakan “katong melihat terang”, ada 443 bola mata katarak yang berhasil dioperasi. Sedangkan, layanan kesehatan umum diberikan kepada 545 warga masyarakat.

Ketua Umum PPAD yang juga Komisaris Utama MIND ID, Letjen TNI Purn Doni Monardo memberikan bantuan obat herbal penangkal radikal bebas, secara simbolis kepada Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Nur Fujianto. (foto: PPAD)

Kolaborasi Multiheliks

Ide besar bakti sosial oleh Doni Monardo, sejak awal mengusung konsep kolaborasi multiheliks. Kolaborasi tanpa batas. Karenanya, dalam posisinya sebagai Komut MIND ID dan Ketum PPAD, Doni juga menggandeng para pihak. Di antaranya Himpunan Bersatu Teguh (HBT), TNI/Polri, dan stakeholder lain.

Bahkan, support kementerian/lembaga pun ia dapat. Antara lain dari Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN. Tak hanya mendukung, dua kementerian strategis itu juga hadir di lokasi bakti sosial. Mereka adalah Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata dan Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi.

Salah satu alasan lokasi Pulau Buru menjadi sasaran bakti sosial, karena tingginya angka katarak, bibir sumbing, dan berbagai jenis penyakit, yang antara lain diakibatkan limbah beracun. Sejak 2012, aktivitas penggalian emas di Gunung Botak secara illegal terus dilakukan hingga sekarang.

Penambangan serampangan tadi memakai sianida dan mercury untuk mengolah emas. Itulah mengapa, dalam bakti sosial tersebut, juga dibagikan obat herbal berbahan dasar lumut ganggang hijau. Salah satu khasiatnya, menangkal radikal bebas. “Ini obat herbal lokal. Semoga bisa mengatasi pencemaran mercury dan sianida akibat penambangan liar Gunung Botak. Tapi mohon, jangan lagi gunakan mercury,” pesan Doni Monardo saat memberikan bantuan obat itu secara simbolis kepada warga, di lokasi baksos.

Ketua Umum PPAD yang juga Komut MIND ID, Letjen TNI Purn Doni Monardo menanam pohon kenari raksasa di Desa Dava, Kabupaten Buru, Maluku. (foto: PPAD)

Kita Jaga Alam

Di luar baksos, rombongan juga melakukan kegiatan penanaman pohon di Desa Dava, Kecamatan Waelata. Masih di Pulau Buru. Usai aksi tanam pohon, para pejabat, tokoh masyarakat, dan tamu penting melakukan sesi foto bersama serta pengambilan video pendek, sambil memekikkan slogan “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita”.

Dari catatan protokol, tak kurang 30 nama turut serta menanam pohon. Di antaranya, Irjen Pol Purn Drs Murad Ismail, Gubernur Maluku yang dalam kesempatan itu diwakilkan Sekda Provinsi Maluku, Sadeli Ie.

Nama-nama lain, Kasdam XVI/Pattimura Brigjen TNI Agung Pambudi, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Stephen M Napiun, Komut MIND ID, Letjen TNI Purn Doni Monardo, Komisaris MIND ID Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Direktur Manajemen Risiko & HSSE MIND ID, Nur Hidayat Udin, Deputi SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata, dan Direktur Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi.

Dari unsur lain, ada Sekda Kabupaten Buru, Ilyas Hamis, Fakultas Kehutanan Univesitas Pattimura, Dr Rohny S. Maail, Sekjen PPAD, Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak, dan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Andi Darmawangsa.

Turut menanam, Corporate Secretary PT Antam Tbk, Syarif Faisal Alkadrie, Head of IR & CSR PT Antam Tbk, Agustinus Toko Susetio, Inspektur Tambang Madya Minerba ESDM, Dr Y. Sulistiyohadi, Analis Tata Usaha Minerba ESDM, Manzilia Fatma, Medicuss Group Dr Josep William, Kabid Ekonomi PP PPAD, Mayjen TNI Purn Wiyarto, Aster Kasdam XVI/Pattimura Kolonel Inf Hasandi Lubis, Sekda Provinsi Maluku Ir Sadeli Ie, Dandim Buru, Letkol Arh Agus Nur Fujianto, dan Kapolres Namlea AKBP Nur Rohman. Juga hadir unsur pimpinan PPAD yang lain, Mayjen TNI Purn Johny Tobing, Mayjen TNI Purn Eko Budi Supriyanto, Mayjen TNI Purn Sunaryo dan sejumlah pengurus PPAD Kab Buru.

Dari tokoh masyarakat, turut menanam pohon Kepala Desa Dava, Rasyid Belen, Kepala Desa Waehata, Ali Nacikit, Rata Petuanan Kaiely, Fandi Ashari Wael, Imam Adat Onyong Wael, Raja Petuanan Kaiely Abdula Wael, Matetemun, Yohanes Nurlatu, Kepala Soa Titar Pito, Slamet Giwagit, dan Ketua Saniri Kayeli, Mahmud Hentihu.

Adapun jenis pohon yang ditanam, di antaranya 100 bibit sukun premium, 25 bibit kenari raja dan 25 kenari biasa. MIND ID dan PPAD telah membuat program pembibitan 1 juta bibit sukun premium dari Maluku. Sebagian bibit dikirim ke Pulau Buru. Sebagian lain bahkan ditanam di lokasi IKN Kalimantan Timur.

Problem Tambang Liar

Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Ilyas Hamid, mengatakan, Kabupaten Buru adalah kabupaten dengan kemiskinan ekstrem tertinggi kedua setelah Kabupaten Seram Bagian Barat. Gunung Botak memiliki potensi sumber daya mineral yang bisa memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Namun, akibat praktik penambangan ilegagl, mengakibatkan ekosistem rusak dan mendatangkan banyak bencana. 

Salah satu tokoh masyarakat yaitu Raja Petuanan Kaiely Fandi Ashari Wael mengatakan harapannya, rombongan yang hadir dapat fokus membahas bagaimana melegalkan aktivitas tambang tersebut. Aktivitas penambangan yang telah berjalan selama ini tidak bisa dipungkiri ada peningkatan perputaran ekonomi masyarakat adat.

“Jika dapat diproses untuk legalitasnya dan adanya perusahaan ataupun bentuk kelola yang lainya, saya dan semua unsur pimpinan adat berharap agar bisa melibatkan tokoh adat dataran tinggi maupun dataran rendah. Dapat memprioritaskan anak-anak adat terlebih dahulu dalam perekrutan tenaga kerjanya,” katanya. (egy/roso)

Tol IKN akan Jadi Jalan Tol Terindah di Dunia

BALIKPAPAN, JAYAKARTA NEWS – Anda mungkin tidak percaya, bibit pohon ternyata bisa stres. Bisa dehidrasi. Dan harus diperlakukan layaknya bayi.

Kisah ini terungkap di Nursery Seksi 3B, jalan tol IKN ruas Kariangau – Tempadung, sekitar 19 km dari kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Hari itu, Kamis (18/5), Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo melihat langsung kondisi bibit pohon yang ia sumbangkan untuk penghijauan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, utamanya di kiri-kanan jalan tol.

Kunjungan Doni yang juga Komisaris Utama MIND ID, adalah rangkaian tak terpisahkan dari momentum 21 November 2022. Saat itu, di Kebun Bibit Cibubur, Doni Monardo secara simbolis menyerahkan sumbangan bibit pohon kepada pemerintah. Yang menerima, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo saat meninjau nursery di Ruas 3B Tol IKN, Balikpapan, Kalimantan Timur, baru-baru ini. (foto: roso daras)

Mulanya Pantai Padang

Jika dikilas-balik, pertemuan Doni Monardo dan Menteri Basuki awalnya dalam kapasitas sebagai tokoh Minang mendiskusikan abrasi yang makin parah di Pantai Padang.

“Zaman saya sekolah SMP-SMA tahun 80-an, garis pantai ke jalan raya bisa lebih dari seratus meter. Hari ini, abrasi sudah menyentuh badan jalan. Bahkan sejumlah bangunan bersejarah pun amblas terkena abrasi,” ujar Doni mengisahkan.

Satu soal selesai, pembicaraan pun bergulir ke soal pohon. Basuki tertarik dengan salah satu jenis pohon. Doni mengatakan, punya banyak bibit pohon yang dimaksud.

Doni lantas menyampaikan idenya untuk IKN, menanam pohon tematik, baik di sepanjang jalan tol, lingkungan perkantoran, dan kebun-kebun buah yang diklaster khusus.

Basuki menyambut senang.  “Kapan saya bisa lihat kebun bibitnya?” kata Basuki. Protokol pun mengatur acara tanggal 21 November 2022.

Menteri Naik Bus

Menteri Basuki datang naik satu bus dengan hampir semua pejabat eselon I Kementerian PUPR serta para direktur dan kepala balai. Doni dan unsur pengurus PPAD menyambut bersama Wakasad. Basuki senang demi melihat bibit-bibit pohon yang sudah sangat tinggi itu.

Menteri Basuki mengatakan, sumbangan bibit tanaman tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam pembangunan IKN. Yakni menjamin kualitas, menjaga kelestarian lingkungan, dan memperhatikan estetika. 

“Ini merupakan anugerah bagi Kementerian PUPR yang diberikan tugas membangun prasarana di IKN. Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada PPAD dan pasti ini kami laporkan kepada Presiden tentang kerja sama antara Kementerian PUPR, Badan Otorita IKN dan PPAD dalam rangka keberlanjutan lingkungan pembangunan IKN,” kata Menteri Basuki.

“Bantuan bibit tanaman ini suatu sumbangan yang sangat luar biasa. Kerja sama ini tidak akan putus setelah kita dapat tanaman, tapi pasti akan kita libatkan terus karena menanam pohon harus dilakukan ahlinya,” ujarnya.

Prakarsa Ketua Umum PPAD itu, mendapat dukungan Mabes TNI, TNI-AD, MIND ID, Indika Energy Group, dan Kadin Indonesia. PPAD lalu membentuk satuan tugas yang secara khusus merancang proses pengiriman ratusan ribu bibit pohon tadi dari berbagai kebun bibit, menuju lokasi nursery di Balikpapan.

Bibit-bibit pohon yang sudah tiba di nursery Sektor 3B Tol IKN. (foto: PUPR)

Penuh Tantangan

Langkah pengiriman bibit pohon pun dimulai. “Misi mereka cukup berat. Tidak lebih ringan dari misi pertempuran. Sebab, memindahkan ratusan ribu bibit pohon dari Jawa ke Kalimantan bukan perkara mudah. Butuh perencanaan dan kecermatan. Salah sedikit, yang kita kirim bukan bibit pohon, tapi bangkai pohon,” ujar Kepala BNPB 2019 – 2021 itu.

Jika ada istilah chef de mission, predikat itu disandangkan kepada Mayjen TNI Purn Dedy Kusmayadi. Mantan Pangdivif I Kostrad itu membawa misi mengangkut bibit-bibit pohon dengan selamat. Ia dibantu dua pengurus PPAD, Brigjen TNI Purn Temas S.Sos, MM dan Kolonel Czi Purn Roedy Pratisto,S.IP sebagai Koordinator Sarana dan Prasarana.

Yang tak kalah sibuk, adalah peran Mayor Ermansyah. Pamen yang satu ini, termasuk yang sangat concern terhadap bibit-bibit pohon IKN, mulai dari proses boling, pengiriman hingga sampai di lokasi nursery. Ia pula yang sehari-hari mengkoordinir 30 orang pekerja nursery.

“Kuncinya harus sabar. Sebab kalau tidak sabar, kadang tangan gatel pengen jewer pekerja yang tidak hati-hati memindahkan bibit pohon. Memperlakukan bibit seperti mengurus bayi, sangat hati hati. Mereka harus terus diedukasi. Tapi sekarang semua sudah paham,” kata Ermansyah pula.

Kegiatan pengiriman bibit pohon dimulai tanggal 1 Mei 2023. Total ada 43 truk tronton yang dikerahkan, termasuk beberapa unit truk milik TNI-AD. Truk-truk tadi mengangkut bibit pohon dari berbagai nursery: Cibubur, Bandung, Tangerang, bahkan Pasuruan. “Jumlah bibit pohon yang berhasil diangkut rombongan pertama adalah 44.000 bibit,” ujarnya,.

Konvoi truk pengangkut bibit pohon itu tiba di Seksi 3B Tol IKN tanggal 11 Mei 2023. “Alhamdulillah, lebih 90 persen bibit pohon selamat,” ujar Dedi, lega.

Menghindari Matahari

Teramat panjang jalan yang mereka lalui. Ini bukan sekadar bentang jarak 1.400 kilometer antara Surabaya dan Balikpapan. Ini tentang kisah yang dialami tim pengirim bibit pohon tadi. “Kesimpulannya, jauh lebih mudah memindahkan ‘ribuan’ manusia daripada memindahkan ‘puluhan’ pohon,” ujar Kolonel Roedy, menambahkan.

Atas nama kehati-hatian, serta semangat memperlakukan bibit-bibit pohon laiknya bayi, maka perjalanan menjadi tidak sederhana. Truk hanya jalan malam hari, menghindari matahari. Sementara di siang hari, ketika matahari mulai menyengat, mereka akan berhenti di rest area dan mencari lokasi yang relatif teduh.

Untuk menjaga semangat dan kekompakan, maka hampir setiap hari dilakukan apel layaknya dunia militer. Kebetulan, dalam iring-iringan truk pengangkut bibit pohon tadi, terdapat 13 unit truk tentara.

Saat prosesi pemindahan, mengalir dukungan dari 90 personil dari Kodam Jaya, 39 personil unsur Kodam III/Siliwangi. Setidaknya ada  30 personil Kodam V/Brawijaya bergabung saat menjelang penyeberangan laut, hingga disambut seratusan personil dukungan dari Kodam Mulawarman.

Jajang Nurjaman (kiri) yang men-treatmen semua bibit pohon sehingga bisa bertahan tanpa disiram dalam perjalanan dari Jawa ke Kalimantan Timur. (foto: roso daras)

Treatment ala Jajang

Nama Jajang, beberapa kali disebut dan dipanggil Doni Monardo, saat meninjau lokasi nursery. Rupanya, lelaki 50 tahun ini terbilang sosok sentral dalam keberhasilan pengiriman puluhan ribu bibit pohon ke IKN. Ia juga bukan orang baru. “Saya ikut pak Doni sejak tahun 2010, saat beliau Danrem di Bogor,” kata lelaki bernama lengkap Jajang Nurjaman, itu.

Problem krusial yang mengemuka terkait “bagaimana bibit pohon bisa hidup dalam perjalanan yang begitu panjang”. Di situlah Jajang yang sudah berpengalaman mengangkut dan menanam pohon dari Sabang sampai Merauke, bahkan hingga Timor Leste itu, memberanikan diri menyampaikan usul.

“Saya usul agar sebelum dinaikkan truk, ada treatment khusus. Usulan saya diberi vitamin B1 dan atonik. Usulan saya diterima. Jadi sayalah yang kemudian harus bertanggung jawab memberi B1 dan atonik kepada semua bibit,” ujar ayah tiga orang anak ini.

Untuk diketahui, atonik adalah zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman berbentuk cairan. Biasanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit. Lalu, Vitamin B1 dikenal sebagai pelancar proses metabolisme yang terjadi pada tanaman.

“Dengan memberi atonik dan B1 tidak perlu lagi ada penyiraman sepanjang perjalanan. Tapi saya minta syarat lagi. Karena ternyata semua truk tronton itu daknya besi. Pasti panas. Saya minta di bagian terbawah diberi alas gedebog batang pisang. Kemudian di atasnya juga diberi hamparan daun pisang,” kata Jajang pula.

Ditanya pengalaman yang paling berkesan selama perjalanan, Jajang hanya nyengir, “Nggak ada tempat buat tidur karena saking penuhnya. Jadinya ya tidur di geladak.” Artinya, Jajang dan team lebih mengutamakan memberi ruang kepada pohon ketimbang dirinya.

Apresiasi Mitra

Di lokasi nursery itu pula, hadir perwakilan dari MIND ID dan Indika Energy sebagai mitra. MIND ID, Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk.

“Semua perusahaan tambang pasti dalam aktivitasnya mengupas kulit bumi. Maka, program penanaman pohon ini adalah salah satu bentuk kompensasi perusahaan kepada bumi kita. Demikian pula Indika Energy,” ujar Doni.

Binahidra Logiardi Kadiv CSR MIND ID  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi tim satgas bibit pohon untuk IKN. “Kami dari MIND ID sangat mendukung, dan tetap komit untuk program yang sangat baik ini,” katanya.

Sementara, dari Indika Energy, tampak hadir Faef Kartika dan Diky. Kartika juga menyampaikan apresiasinya kepada PPAD dan para petugas yang telah mendedikasikan diri bagi keberhasilan program ini.

MIND ID dan Indika Energy menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kegiatan tersebut, mulai dari pengiriman bibit, perawatan, dan penanaman.

Nursery yang ada di Sektor 3B Tol IKN, Balikpapan, Kalimantan Timur. (foto: roso daras)

Fasilitas Nursery

Doni Monardo tampak puas dengan kinerja tim satgas pengiriman bibit pohon ke IKN. “Jika ada yang mati beberapa batang, saya kira wajar. Tapi saya lihat lebih 90 persen bibit dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Terima kasih,” ujar Doni.

Atas fasilitas nursery, Doni sudah melihat dari dekat. Ia berkeliling area sepanjang 400 meter dan lebar 57 meter. Ada 12 bangunan nursery dan 1 barak pekerja yang dilengkapi toilet dan kamar mandi. Di dekatnya, sumber air Sungai Rawa Buaya yang bisa mengalirkan maksimal 5.000 liter per hari.

Setelah berkeliling, Doni lalu meminta kepada PUPR, MIND ID, dan Indika Energy untuk menambah fasilitas. Di antaranya, kendaraan roda tiga untuk mengangkut bibit dan tandon air. Kemudian, 12 bangunan nursery, diminta agar diberi penutup di semua sisi.

Permintaan lain, agar segera dibuat peternakan kambing skala kecil. “Kita perlu kotoran kambing untuk membantu pemupukan,” dalihnya. Meski begitu, Doni berpesan, agar tidak sekali-kali melepas kambing keluar kandang. “Bahaya kalau sampai dilepas. Bisa manghabisi daun-daun bibit pohon,” kata Doni sambil tertawa.

Yang tak kalah penting, Doni juga minta agar kolam air ditebar benih ikan. Entah nila, mujaer, atau patin. Selain bisa untuk sarana rekreasi memancing bagi para pekerja nursery, juga ikannya bisa dikonsumsi.

Terakhir, Doni minta agar barak pekerja diberi AC. “Mereka harus bisa beristirahat dengan lebih nyaman,” kata Doni.

Bibit-bibit pohon siap tanam di kiri-kanan jalan tol IKN. (foto: roso daras)

Hindari Tanam Pagi

Dalam pengarahannya, Doni Monardo mewanti-wanti agar menghindari penanaman pohon di pagi hari. “Ingat. Saya tidak mau penanaman pohon dijadikan arena seremoni. Nanam pohon itu tidak boleh di pagi hari. Kalau cuaca cerah, proses penanaman yang baik di atas jam empat sore. Kecuali cuaca mendung, bisa lebih awal. Lebih baik lagi kalau ditanam saat turun hujan,” kata Doni.

Ia mengatakan, banyak kegiatan seremoni penanaman pohon pagi hari. Ujungnya, pohon-pohon itu kepanasan di siang hadi, dehidrasi, dan mati. “Prinsipnya, tidak penting berapa jumlah pohon yang ditanam, tetapi berapa pohon yang hidup. Percuma kita menanam kalau kemudian jadi bangkai bibit pohon. Karena itu, perhatikan waktu tanam. Siapa pun yang nanti menanam, harus benar-benar dilatih,” kata Doni.

Masa-masa kritis setelah penanaman juga harus diperhatikan betul. “Jangan sampai, setelah ditanam ditinggal begitu saja. Harus dirawat dan diperhatikan betul setiap hari. Benar-benar seperti merawat bayi. Harus super hati-hati. Terutama saat memindahkan bibit. Jangan sampai polybag pecah yang bisa merusak struktur akar. Kalau sampai akar rusak, dipastikan pohon itu tidak akan bertahan,” papar Doni pula.

Terakhir, Doni berpesan kepada tenaga nursery yang saat ini berada di lokasi, agar senantiasa menjaga hubungan yang harmonis, tidak saja hubungan dengan Tuhan, tetapi juga hubungan sesama manusia, dan hubungan dengan alam. “Tidak ada salahnya minta restu dan izin kepada alam sekitar sebelum memulai penanaman,” pesannya.

Doni juga meminta bantuan Kodam VI/Mulawarman dalam proses penanaman bibit pohon. Prajurit relatif lebih disiplin. Seperti halnya dua anggota Babinsa yang setiap hari hadir dan ikut mengawasi kegiatan nursery di Sektor 3B tol IKN.

Ketua Umum PPAD Letjen TNI Purn Doni Monardo diterima Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, di Makodam Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. (foto: PPAD)

Dukungan Kodam

Sebelum berkunjung ke lokasi nursery, Doni Monardo menggelar rapat koordinasi di aula Makodam VI/Mulawarman Jl. Jend. Sudirman, Balikpapan, sehari sebelumnya (17/5).

Pangdam Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo mengaku bersyukur bisa terlibat aktif dalam proses percepatan penghijauan IKN. “Kami mendukung dengan segenap kemampuan yang ada. Sebab, ini termasuk mengamankan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara,” ujar lulusan Akmil tahun 1994 itu.

Ia mempersilakan tim yang terlibat dalam penanaman pohon baik dari PUPR Provinsi atau Kota, untuk senantisa berkoordinasi dengan Kodam Mulawarman. Mari bersama-sama semangat untuk menghijaukan IKN Nusantara. Pak Doni Monardo yang berinisiatif, kita akan support,” tegas jenderal kelahiran Solo, 6 Februari 1971 itu.

Rapat Koordinasi Kegiatan Pembibitan dan Percepatan Penghijauan IKN di Makodam VI/Mulawarman itu juga dihadiri para pejabat PUPR (pusat dan daerah). Tampak hadir Armen Adekristi, Alfin Jery, Anto, Airin dan staf lain mewakili Ditjen Bina Marga, balai jalan nasional dan balai kawasan permukiman.

“Kami sangat berterima kasih atas sumbangan bibit pohon itu. Selanjutnya, kami mohon arahan dari Ketua Umum PPAD dan pak Pangdam untuk teknis penanaman lebih lanjut,” ujar Airin, mewakili rekan-rekannya dari PUPR.

Peta nursery dan rencana penanaman pohon di kiri-kanan jalan tol IKN. (foto: roso daras)

Tol Terindah

Doni membayangkan, tol IKN akan menjadi tol terindah yang ada di Tanah Air. Sebab, berbagai jenis bibit pohon yang dikirim, termasuk tanaman dengan bunga yang indah, seperti jakaranda, pule,

tabebuya (warna putih kuning, pink, ungu), flamboyan, angsana, saputangan, sepatoedea dan lain-lain. Di samping, jenis tanaman dengan kanopi serta ranting eksotik: Trembesi.

Doni membayangkan, aneka pohon berbunga indah itu ditanam secara artistik. Sehingga, siapa pun yang melewati jalan tol pasti akan menarik napas panjang, karena takjup melihat keindahan bunga warna-warni di kiri-kanan jalan tol IKN.

Sekarang saja, bibit-bibit pohon tadi sudah memancarkan keindahannya. Berbaris dan berjejer rapi sesuai jenisnya di 12 bangunan nursery. Beberapa bibit pohon sudah ada yang mencapai ketinggian empat hingga lima meter.

Syahdan, di salah satu bangunan nursery, Doni menatap ke langit. Langit cerah hari itu memang terhalang paranet, yang berfungsi sebagai peneduh. Sementara di kiri-kanan dia berdiri, berjajar bibit-bibit pohon yang ujungnya hampir menyentuh atap paranet.

“Kita bayangkan, paranet itu langit. Nah sekarang kita Kita sedang berada di antara ribuan pohon yang menjulang tinggi dengan indahnya. Terbayang seperti sedang berada di hutan Avatar. Ya, seperti yang ada di film Avatar,” kata Doni Monardo sambil tertawa. (Egy dan Roso)

Tambang (Akan) Habis, Sapu-sapu Dirintis

Inovasi Atsiri di Bumi Laskar Pelangi

PANGKALPINANG, JAYAKARTA NEWS – Bangka Belitung merupakan penghasil timah terbesar di Indonesia. Semua orang tahu. Tapi tahukah Anda, bahwa kandungan timah (dan mineral lain) pada saatnya akan habis. Beruntunglah kepulauan ini memiliki jenis tanaman sapu-sapu yang ternyata memiliki potensi jauh lebih besar dari timah.

Tumbuhan sapu-sapu (Baeckea frutescens L.) merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang tumbuh subur di Babel. Setelah diteliti, tumbuhan sapu-sapu memiliki senyawa metabolit sekunder aktif yang dapat dimanfaatkan sebagai obat, antibakteri, dan antioksidan. Jika disuling menjadi atsiri, harganya menggiurkan.

“Sudah saatnya, masyarakat Babel tidak hanya mengandalkan timah. Kami hadir untuk membangkitkan industri ekstrak sapu-sapu. Program alih profesi penambang ilegal menjadi petani atsiri sapu-sapu,” ujar Letjen TNI Purn Doni Monardo, di aula “Serumpun Sebalai” rumah dinas Gubernur Babel, di kawasan Air Itam, Bukitintan, Pangkalpinang, Kamis (26/1/2023) malam.

Doni hadir sebagai Komisaris Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID). Sebuah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia yang beranggotakan PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk., dan PT Vale Indonesia.

Komisaris MIND ID lainnya yang juga hadir: Martuani Sormin, Ilyas Asaad, Nicolaus Teguh Budi Harjanto, dan Ridwan Djamaluddin. Nama terakhir, kebetulan saat ini menjabat Pejabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung. Dari jajaran direksi, hadir Danny Praditya (Direktur Operasi dan Portofolio) dan Dany Amrul Ichdan (Direktur Hubungan Kelembagaan).

Hadir pula Komisaris Utama PT Timah, M. Alfan Baharuddin, Direktur Utama PT Timah, Achmad Ardianto dan jajarannya. Hadir pula direktur PT Freeport Indonesia, Claus Oscar Ronald Wamafma. Sedangkan, dari PT Vale Indonesia, hadir Direktur Strategis Budiawan Syah, serta direksi perusahaan tambang lain, anggota MIND ID.

Komut MIND ID, Doni Monardo dan Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin (nomor 3 dan 4 dari kiri) bersama Ketua Dewan Atsiri Indonesia, Irdika Mansur (paling kiri) serta praktisi bisnis atsiri yang hadir dan siap berkolaborasi dengan program Atsiri Sapu-sapu Bangka Belitung. (foto: rizky yulian rochadi)

Judul acara malam itu adalah “Penyerahan Program Kolaborasi CSR Group MIND ID, Pengembangan Potensi Minyak Atsiri kepada Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”. Perwakilan anggota MIND ID masing-masing menyerahkan secara simbolis bantuan program atsiri sapu-sapu kepada Pj Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin.

Satu paket bantuan komplet terdiri atas mesin penyulingan (Distilasi) berkapasitas 1 ton, pembangunan instalasi, pembangunan tempat mesin penyulingan, gudang penyimpanan, motor gerobak, modal kerja hingga pelatihan bagi masyarakat. Pemprov Babel diharapkan menunjuk dinas terkait agar bisa mendistribusikan bantuan itu ke 7 daerah administrasi tingkat dua yang ada (6 kabupaten, 1 kotamadya).

Makmur pada Akhirnya

Doni Monardo menegaskan, kekayaan aneka tambang yang dimiliki Indonesia, pada saatnya akan habis. Untuk mengantisipasi hal itu, maka atsiri sapu-sapu pun dirintis. “Ini gagasan Dewan Komisaris bersama Direksi MIND ID. Jangan sampai, setelah pertambangan ditutup, rakyat tidak mendapat apa-apa, dan hidupnya tetap sengsara,” tambah Danjen Kopassus 2014 – 2015 itu.

Ia mencontohkan ihwal kejayaan minyak yang pernah menyentuh produksi 1,6 juta barrel per hari. Hari ini, untuk mencapai 800 ribu barrel per hari saja susah. Tak hanya itu, Indonesia juga pernah menjadi pengekspor gas bumi terbesar di dunia era 90-an. Apa yang terjadi? Cadangan gas menurun, dan PT Arun pun tutup pada tahun 2015.

Fakta lain, proses penambangan hampir 100 persen menimbulkan luka pada kulit bumi. Hampir semua penambangan merusak ekosistem. “Kami dari MIND ID tidak ingin kekayaan bumi di satu daerah diekplorasi sampai habis, tetapi rakyatnya tidak mendapat nilai ekonomi, malah dapat petaka karena rusaknya ekosistem,” tambah Doni Monardo, Kepala BNPB 2019 – 2021 itu.

Program atsiri sapu-sapu di Bangka Belitung diharapkan menjadi role model, yang akan diterapkan di daerah tambang lain di seluruh wilayah Indonesia. Doni juga mengutip data ITC (International Trade Center) yang menyebutkan tiga komoditi dengan nilai transaksi terbesar di dunia.

“Urutan pertama karet dan turunannya. Yang kedua, kayu dan turunannya. Yang ketiga, essential oil. Kalau saja kita bisa mengoptimalkan sektor karet, kayu, dan essential oil, harusnya tidak ada orang miskin di Indonesia,” tambah penggagas “Emas Hijau” dan “Emas Biru”, itu.

Tumbuhan sapu-sapu yang berlimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, adalah potensi yang nyata untuk kemakmuran rakyat, selain dari timah. Berkat kolaborasi dengagn akademisi (peneliti), akhirnya diketahui manfaat sapu-sapu.

Dari kiri: Claus Oscar Ronald Wamafma (Direktur PT Freeport Indonesia), Martuani Sormin (Komisaris MIND ID), Ridwan Djamaluddin (Pj Gubernur Bangka Belitung), Ilyas Asaad (Komisaris MIND ID), Doni Monardo (Komisaris Utama MIND ID), Nicolaus Teguh Budi Harjanto (Komisaris MIND ID), dan Danny Praditya, Direktur Operasi dan Portofolio MIND ID. (foto: roso daras)

Esok harinya, Jumat (27/1/2023) Doni Monardo dan rombongan MIND ID menuju Tanjungpandan, Belitung. Dalam perjalanan menuju geosite Nam Salu, rombongan sempat berhenti di lokasi hamparan sapu-sapu.

Turun dari mobil, dengan antusias Doni menerobos tumbuhan sapu-sapu. Rombongan yang lain sempat terkejut melihat apa yang dilakukan Doni Monardo, kecuali sejumlah wartawan. Mereka melihat apa yang dilakukan Doni adalah objek foto yang menarik.

Seorang komisaris utama, mantan Kepala BNPB, mantan Komandan Kopassus, mantan Komandan Paspampres tanpa ragu mengayunkan langkah menerobos semak sapu-sapu. Pada jarak belasan meter dari jalan raya, Doni mengajak anggota rombongan mengikutinya.

Doni lalu memanggil warga lokal. “Siapa yang asli orang sini (Belitung)?” Seseorang mengangkat tangan dan mendekat. Terjadilah dialog singkat.

“Bapak tahu ini tanaman apa?”

“Sapu-sapu, pak.”

“Setahu bapak, apa manfaat tanaman ini.”

“Dibuat bonsai.”

“Lihat,” kata Doni kepada rombongan MIND ID dan Pj Gubernur Babel, “masyarakat Babel sendiri bahkan tidak tahu kalau tumbuhan ini bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada menjadi penambang liar.”

Masyarakat Bangka-Belitung umumnya belum tahu tumbuhan sapu-sapu bisa disuling menjadi minyak atsiri yang berharga mahal. “Harga pastinya masih terus dikaji, tapi kisarannya sekitar tiga-ratus-ribu rupiah per liter,” kata Doni. “Jika kerja keras, hasilnya melebihi penghasilan petambang liar,” tambahnya.

Dengan diksi yang menarik, Doni bahkan berujar, “Dengan sapu-sapu kita sapu kemiskinan di Indonesia.”

Dari kiri: Claus Oscar Ronald Wamafma (Direktur PT Freeport Indonesia), Martuani Sormin (Komisaris MIND ID), Ridwan Djamaluddin (Pj Gubernur Bangka Belitung), Ilyas Asaad (Komisaris MIND ID), dan Doni Monardo (Komisaris Utama MIND ID. (foto: een irawan putra)

Dukungan Direksi

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan menegaskan, gagasan atsiri sapu-sapu, paralel dengan tiga program strategis, yakni lingkungan hidup, peningkatan SDM, dan mitra binaan naik kelas. “Nah, program yang kita gulirkan di Babel ini mencakup tiga-tiganya,” tegasnya.

Ke depan ia berharap, atsiri sapu-sapu yang merupakan kearifan lokal bisa menjadi kearifan nasional, dan bermuara menjadi kearifan global. Aset tambang, hasil tambang, dan pasca tambang harus bisa dimonetasi untuk kesejahteraan masyarakat. Utamanya masyarakat di sekitar lokasi tambang.

Sementara itu, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengapresiasi langkah kongkrit Grup MIND ID dengan mengembangkan potensi tanaman sapu-sapu menjadi minyak atsiri. “Nanti kami akan membentuk unit pengelola. Bantuan MIND ID ini tidak murah, karenanya harus bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Ridwan yang juga Dirjen Minerba, Kementerian ESDM.

Ia senang jika lahan bekas tambang yang ada di Babel kemudian ditanami sapu-sapu. Dengan demikian, program ini sekaligus bisa mengubah lahan kritis menjadi lahan produktif. “Untuk program atsiri sapu-sapu, kami juga akan melibatkan generasi milenial agar ikut memanfaatkan peluang besar ini,” tegasnya.

Tidak Asal Hijau

Program ini juga berhasil meyakinkan Dewan Atsiri Indonesia dan para anggotanya yang turut hadir ke Pangkalpinang dan memberi dukungan.

Ketua Dewan Atsiri Indonesia, Dr.Ir Irdika Mansur, M.For.Sc. Di antara anggota Dewan Atsiri juga terdapat ekportir atsiri. “Jadi petani sapu-sapu nanti tidak perlu khawatir. Sebab, sudah ada pengusaha yang siap menampung atau membeli atsiri sapu-sapu masyarakat Babel,” kata Irdika yang juga Lektor Kepala IPB, itu.

Sekalipun menjadi Ketua Dewan Atsiri, Irdika adalah seorang yang ahli di bidang Reklamasi Lahan Pasca Tambang. Menurutnya, reklamasi bekas lahan tambang mengalami perubahan yang positif. Jika dulu, reklamasi diartikan “asal hijau” (kembali), maka sejak tahun 2000-an mulai diberi nilai tambah. Tidak saja hijau, tetapi juga yang produktif.

Jadilah, sejumlah lahan bekas tambang menjadi –misalnya—objek wisata, kebun buah, dan hutan tanaman keras. “Hari ini, ragamnya bertambah, menjadi lahan tumbuhan sapu-sapu yang produknya berupa minyak atsiri. Dengan kata lain, reklamasi tidak hanya hijau tapia da ‘cuan’-nya,” kata Irdika, disambut tawa sekaligus tepuk tangan hadirin.

Bangun Tidur, Tidur Lagi

Irdika, bersama anggota Dewan Atsiri Indonesia senantiasa memberi pemahaman kepada masyarakat, betapa manusia hidup tak lepas dari atsiri. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, semua bersentuhan dengan atsiri.

“Sikat gigi, odol memakai atsiri. Mandi, sabun pakai atsiri. Keramas, shampoo pakai atsiri. Deodorant, parfum, juga makai atsiri. Di mobil, di kantor, sampai akhirnya pulang dan gosok gigi lagi sebelum tidur. Semua memakai atsiri. Bahkan, temuan terbaru, ada juga atsiri yang berkhasiat untuk hubungan suami-istri,” kata Ardika sambil tertawa.

Melalui atsiri, nilai ekspor Indonesia bisa terus digenjot. Sebab, potensi atsiri Indonesia sangat berlimpah. Atsiri juga terbilang bisnis yang stabil. Sekalipun harganya fluktuatif, tetapi masih menyisakan margin keuntungan yang menjanjikan.

Agar pemahaman lebih komplet, Irdika mengajak empat orang anggota Dewan Atsiri Indonesia. Mereka adalah Wisnu Suncahyo (Direktur Utama PT Sinkona Indonesia Lestari-anak perusahaan Kimia Farma bidang atsiri), Martsiano (Direktur CV. Mazano Tech and Enginering/Dewan Atsiri Indonesia), Eliest Listiani (Direktur PT Syilendra Bumi Ivestama/Asosiasi Aromatherapi Indonesia), dan Wiliam S. Wijaya (Direktur PT WSW Grup Indonesia/SICHER).

Mereka semua telah mencanangkan tekad di bumi “Serumpun Sebalai” untuk merintis usaha kolektif masyarakat Babel di bidang atsiri sapu-sapu. Harapannya, atsiri sapu-sapu akan menjadi bisnis yang manis, sebelum cadangan timah habis. (egy massadiah/roso daras)

Grup MIND Serahkan CSR Pengembangan Minyak Atsiri Kepada Pemprov Kepulauan Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG, JAYAKARTA NEWS – BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, yang beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk dan PT Vale Indonesia Tbk menyerahkan Program Kolaborasi CSR Grup MIND ID Pengembangan Potensi Minyak Atsiri kepada Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung, Kamis (26/1/2023).

Penyerahan CSR ini turut dihadiri Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo beserta jajaran komisaris MIND ID lainnya, jajaran Direksi MIND ID, Komisaris Utama PT Timah Tbk, Alfan Baharudin beserta jajaran direksi Anggota MIND ID dan Dewan Atsiri Indonesia.

Bantuan CSR ini diserahkan secara simbolis oleh perwakilan dari anggota MIND ID kepada Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin yang disaksikan oleh Komisaris Utama.

Bantuan berupa enam paket program Kolaborasi CSR Grup MIND ID Pengembangan Potensi Minyak Atsiri kepada Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini berupa satu unit mesin mesin penyuling (distilasi) kapasitas satu ton, instalasi dan pelatihan, pembangunan tempat mesin penyulingan, gudang penyimpanan, motor gerobak dan modal kerja.

Program pengembangan minyak atsiri ini merupakan salah satu implementasi pendekatan ekonomi sirkular yang dijalankan Grup MIND ID. MIND ID mendorong potensi pohon sapu-sapu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dikembangkan menjadi minyak atsiri.

Ekonomi Baru

Komisaris Utama MIND ID, Doni Monardo mengatakan program pengembangan minyak atsiri ini merupakan langkah Grup MIND ID untuk mendorong ekonomi baru bagi masyarakat Bangka Belitung dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki.

Menurutnya, potensi pohon sapu-sapu yang ada di Bangka Belitung tidak dimiliki daerah lain. Sehingga pihaknya mendorong Grup MIND ID, untuk melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Minyak atsiri juga diketahui menjadi salah satu komoditas perdagangan dunia yang memiliki pangsa pasar cukup luas.

Masyarakat di sekitar tambang diharapkan dapat memiliki nilai tambah dari pengembangan pohon sapu-sapu menjadi minyak atsiri ini. Sehingga nantinya pasca tambang masyarakat bisa tetap sejahtera.

“Kita merancang sebuah program yang berkelanjutan sebagai program pasca tambang salah satunya reklamasi dengan tanaman tertentu, yakni pohon sapu sapu. Karena setelah kita tinjau, banyak didapati di sini apalagi di Pulau Belitung. Nah, kita akan manfaatkan itu dengan memfasilitasi pelatihan dan pendampingan hingga alat-alat penyulingan untuk memproduksi minyak atsiri dari pohon sapu-sapu yang memiliki nilai ekonomisnya tinggi,” tambahnya.

Dalam melaksanakan proses bisnisnya, Grup MIND ID selalu menjaga keseimbangan eksosistem dan melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga bisa memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami menginginkan program yang disampaikan ini bisa berkelanjutan dan masyarakat di sekitar tambang tidak hanya hidup dari sektor pertambangan tapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor lainnya sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ucapnya. 

Ekonomi Sirkular

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan mengatakan program pengembangan atsiri akan membentuk ekosistem baru dalam pendekatan ekonomi sirkular yang dijalankan oleh Grup MIND ID.

Ia menyebutkan, dalam konsep ekonomi sirkular Industri pertambangan semua aset tambang, hasil tambang dan pasca tambang harus bisa termonitasi, terkapitalisi dan terutilisasi dengan baik sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Program minyak atsiri di Babel menjadi role model yang mengintegrasikan tiga prioritas TJSL dan CSR sesuai dengan Permen BUMN No. 5 tahun 2021 yakni lingkungan hidup, peningkatan kualitas SDM dan mitra binaan naik kelas,” jelasnya.

Hal ini kata dia, sejalan dengan sustainability pathway MIND ID, dimana tidak hanya korporasi yang sustainable tapi juga masyarakatnya juga sustainable. Mendukung produktivitas masyarakat agar bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kita mendukung minyak atsiri dikembangkan menjadi produk downstream. Kita support untuk membuat dashboard bagi mitra binaan Grup MIND ID secara terkonsolidasi yang berisikan produk unggulan lokal untuk dilengkapi e-commerce masuk ke pasar digital, supaya dari kearifan lokal, menjadi kearifan nasional lalu menjadi kearifan global,” katanya.

Bentuk Unit Pengelola

Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengapresiasi langkah konkrit Grup MIND ID yang telah mendukung transformasi ekonomi di Bangka Belitung dengan mengembangkan potensi pohon sapu-sapu untuk menjadi minyak atsiri.

“Saya sangat berterima kasih atas inisiasi MIND ID atas program kolaborasi ini. Nanti kami akan membentuk unit pengelola. Bantuan yang diserahkan MIND ID ini tidak murah dan akan dimanfaatkan dengan baik. Agar transformasi kegiatan ekonomi masyarakat di Babel akan terlaksana dengan didorong oleh industri pertambangan,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi ini dapat menggerakkan ekonomi di Babel. Nantinya, kata dia bantuan ini akan didistribusikan ke kabupaten/kota yang ada di Babel.

“Ini juga menjadi cara untuk mengatasi lahan kritis di Babel menjadi lahan produktif sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami juga akan mengajak generasi milenial untuk memanfaatkan peluang,” ucapnya.

Ketua Dewan Atsiri Indonesia, Irdika Mansur mengatakan program reklamasi perusahaan tidak harus selalu hijau tapi juga harus memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat berbahagia dan apresiasi kepada Grup MIND ID karena mengangkat atsiri menjadi topik Pemberdayaan Masyarakat di lahan bekas tambang. Ini sangat menarik dan tentunya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Minyak atsiri kata dia memiliki pangsa pasar yang luas karena digunakan untuk berbagai industri seperti farmasi, kecantikan, dan lainnya.

“Pangsa pasarnya sangat luas karena dibutuhkan dalam berbagai industri. Masyarakat juga terlibat langsung dalam sektor ini apalagi dengan dukungan Grup MIND ID,” tutupnya. (*)

Grup MIND Serahkan CSR Pengembangan Minyak Atsiri Kepada Pemprov Kepulauan Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG, JAYAKARTA NEWS – BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, atau Mining Industry Indonesia, yang beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk dan PT Vale Indonesia Tbk menyerahkan Program Kolaborasi CSR Grup MIND ID Pengembangan Potensi Minyak Atsiri kepada Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Bangka Belitung, Kamis (26/1/2023).

Penyerahan CSR ini turut dihadiri Komisaris Utama MIND ID Doni Monardo beserta jajaran komisaris MIND ID lainnya, jajaran Direksi MIND ID, Komisaris Utama PT Timah Tbk, Alfan Baharudin beserta jajaran direksi Anggota MIND ID dan Dewan Atsiri Indonesia.

Bantuan CSR ini diserahkan secara simbolis oleh perwakilan dari anggota MIND ID kepada Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin yang disaksikan oleh Komisaris Utama.

Bantuan berupa enam paket program Kolaborasi CSR Grup MIND ID Pengembangan Potensi Minyak Atsiri kepada Pemerintah Daerah di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini berupa satu unit mesin mesin penyuling (distilasi) kapasitas satu ton, instalasi dan pelatihan, pembangunan tempat mesin penyulingan, gudang penyimpanan, motor gerobak dan modal kerja.

Program pengembangan minyak atsiri ini merupakan salah satu implementasi pendekatan ekonomi sirkular yang dijalankan Grup MIND ID. MIND ID mendorong potensi pohon sapu-sapu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dikembangkan menjadi minyak atsiri.

Ekonomi Baru

Komisaris Utama MIND ID, Doni Monardo mengatakan program pengembangan minyak atsiri ini merupakan langkah Grup MIND ID untuk mendorong ekonomi baru bagi masyarakat Bangka Belitung dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki.

Menurutnya, potensi pohon sapu-sapu yang ada di Bangka Belitung tidak dimiliki daerah lain. Sehingga pihaknya mendorong Grup MIND ID, untuk melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah. Minyak atsiri juga diketahui menjadi salah satu komoditas perdagangan dunia yang memiliki pangsa pasar cukup luas.

Masyarakat di sekitar tambang diharapkan dapat memiliki nilai tambah dari pengembangan pohon sapu-sapu menjadi minyak atsiri ini. Sehingga nantinya pasca tambang masyarakat bisa tetap sejahtera.

“Kita merancang sebuah program yang berkelanjutan sebagai program pasca tambang salah satunya reklamasi dengan tanaman tertentu, yakni pohon sapu sapu. Karena setelah kita tinjau, banyak didapati di sini apalagi di Pulau Belitung. Nah, kita akan manfaatkan itu dengan memfasilitasi pelatihan dan pendampingan hingga alat-alat penyulingan untuk memproduksi minyak atsiri dari pohon sapu-sapu yang memiliki nilai ekonomisnya tinggi,” tambahnya.

Dalam melaksanakan proses bisnisnya, Grup MIND ID selalu menjaga keseimbangan eksosistem dan melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga bisa memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami menginginkan program yang disampaikan ini bisa berkelanjutan dan masyarakat di sekitar tambang tidak hanya hidup dari sektor pertambangan tapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari sektor lainnya sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ucapnya. 

Ekonomi Sirkular

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan mengatakan program pengembangan atsiri akan membentuk ekosistem baru dalam pendekatan ekonomi sirkular yang dijalankan oleh Grup MIND ID.

Ia menyebutkan, dalam konsep ekonomi sirkular Industri pertambangan semua aset tambang, hasil tambang dan pasca tambang harus bisa termonitasi, terkapitalisi dan terutilisasi dengan baik sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Program minyak atsiri di Babel menjadi role model yang mengintegrasikan tiga prioritas TJSL dan CSR sesuai dengan Permen BUMN No. 5 tahun 2021 yakni lingkungan hidup, peningkatan kualitas SDM dan mitra binaan naik kelas,” jelasnya.

Hal ini kata dia, sejalan dengan sustainability pathway MIND ID, dimana tidak hanya korporasi yang sustainable tapi juga masyarakatnya juga sustainable. Mendukung produktivitas masyarakat agar bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kita mendukung minyak atsiri dikembangkan menjadi produk downstream. Kita support untuk membuat dashboard bagi mitra binaan Grup MIND ID secara terkonsolidasi yang berisikan produk unggulan lokal untuk dilengkapi e-commerce masuk ke pasar digital, supaya dari kearifan lokal, menjadi kearifan nasional lalu menjadi kearifan global,” katanya.

Bentuk Unit Pengelola

Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengapresiasi langkah konkrit Grup MIND ID yang telah mendukung transformasi ekonomi di Bangka Belitung dengan mengembangkan potensi pohon sapu-sapu untuk menjadi minyak atsiri.

“Saya sangat berterima kasih atas inisiasi MIND ID atas program kolaborasi ini. Nanti kami akan membentuk unit pengelola. Bantuan yang diserahkan MIND ID ini tidak murah dan akan dimanfaatkan dengan baik. Agar transformasi kegiatan ekonomi masyarakat di Babel akan terlaksana dengan didorong oleh industri pertambangan,” katanya.

Ia berharap, kolaborasi ini dapat menggerakkan ekonomi di Babel. Nantinya, kata dia bantuan ini akan didistribusikan ke kabupaten/kota yang ada di Babel.

“Ini juga menjadi cara untuk mengatasi lahan kritis di Babel menjadi lahan produktif sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kami juga akan mengajak generasi milenial untuk memanfaatkan peluang,” ucapnya.

Ketua Dewan Atsiri Indonesia, Irdika Mansur mengatakan program reklamasi perusahaan tidak harus selalu hijau tapi juga harus memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat berbahagia dan apresiasi kepada Grup MIND ID karena mengangkat atsiri menjadi topik Pemberdayaan Masyarakat di lahan bekas tambang. Ini sangat menarik dan tentunya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Minyak atsiri kata dia memiliki pangsa pasar yang luas karena digunakan untuk berbagai industri seperti farmasi, kecantikan, dan lainnya.

“Pangsa pasarnya sangat luas karena dibutuhkan dalam berbagai industri. Masyarakat juga terlibat langsung dalam sektor ini apalagi dengan dukungan Grup MIND ID,” tutupnya. (*)

Pemerintah Umumkan Holding Industri Pertambangan MIND ID Penerima Proper Emas Tahun 2022

JAYAKARTA NEWS— Anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup atau yang lebih dikenal dengan PROPER merupakan sebuah evaluasi ketaatan dan kinerja pengelolaan lingkungan terhadap suatu perusahaan dengan memerlukan indikator yang terukur.

Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia menerapkan program ini sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan peran perusahaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan, sekaligus menimbulkan efek stimulan dalam pemenuhan peraturan lingkungan, dan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi, dan pengembangan masyarakat.

Disamping itu, PROPER juga didesain untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan melalui instrumen insentif dan disinsentif.

Pada Tahun 2022, PROPER yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini menjadi ajang ke 27 yang digelar untuk menilai kinerja dan kontribusi Perusahaan terhadap Pengelolaan Lingkungan.

Grup MIND ID berhasil mendapatkan sejumlah Penghargaan kategori Emas melalui kinerja Anggotanya yaitu: PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT INALUM (Persero), PT Timah Tbk.

Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin dan didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya ini di gelar di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2022).

Dalam Sambutannya Siti Nurbaya menyampaikan apresiasinya kepada Perusahaan yang telah berkontribusi maksimal untuk turut menjaga lingkungan dan alam untuk Indonesia.
“Proper merupakan program Pemerintah sebagai penilaian kinerja dan perlindungan terhadap Lingkungan sekitar, serta mendorong dunia usaha untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya agar terus berkembang dan mengalami proses perbaikan secara berkelanjutan sesuai dengan perkembangan di tengah masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

PROPER Emas sendiri merupakan penghargaan tertinggi yang dianugerahkan kepada perusahaan yang terbukti menerapkan sistem efisiensi energi dan energi baru terbarukan, efisiensi penggunaan air dan penurunan beban pencemaran air, menjaga sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, pengurangan dan pemanfaatan limbah.

Selain aspek Energi dan Lingkungan, faktor kepuasan karyawan, pemberdayaan masyarakat dan inovasi sosial juga menjadi aspek yang diperhatikan dalam kinerja Proper Perusahaan.

Hendi Prio Santoso selaku Direktur Utama MIND ID dalam proses penjurian Proper mengatakan: “MIND ID memiliki Noble Purpose sebagai arah dan tujuan bisnis kami, yaitu: We Explore Natural Resources for Civilization, Prosperity, and Brighter Future. Hal ini juga sebagai pesan mulia yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat atas kehadiran Holding Industri Pertambangan.”

“Kami menjalankan bisnis serta operasional perusahaan dengan memastikan keberlanjutan serta menerapkan Praktik Pertambangan Terbaik (Good Mining Practice) dan mendorong Circular Economy di setiap rantai bisnisnya, sehingga kesinambungan bisnis menjadi lebih terjaga. Kami turut mengajak dan melibatkan masyarakat sekitar untuk mendukung rantai bisnis dan value chain Perusahaan,” tambahnya.

MIND ID mendapatkan Empat Proper Emas melalui kinerja anggotanya PT Bukit Asam Tbk – Unit Pelabuhan Tarahan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Timah Tbk unit Metalurgi Kundur, serta PT Timah Tbk unit Metalurgi Muntok.

Selain Proper Emas, Grup MIND ID juga mendapatkan total 8 Proper Hijau, dan 12 Proper Biru melalui kinerja dari PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk.

Dany Amrul Ichdan selaku Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID mewakili PT Inalum (Persero) dalam menerima penghargaan ini. “Terimakasih untuk seluruh kontribusi dan kerja keras tim Grup MIND ID, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk dalam menjaga komitmen bersama mewujudkan kesinambungan dan keberlanjutan. Sebagai Pelopor Program Dekarbonisasi di Indonesia sekaligus Ujung Tombak Hilirisasi Produk Pertambangan. MIND ID akan terus berkomitmen untuk menjaga kinerja operasional dan penambangan sesuai prinsip Proper.” ungkap Dany.

Grup MIND ID terus berusaha mengedepankan kesinambungan bisnis bahkan pasca tambang, sehingga kota tersebut tidak menjadi kota mati setelah pasca penambangan. Untuk itu MIND ID berkomitmen untuk menjalankan usaha dengan memaksimalkan potensi dan sumber daya untuk kemajuan peradaban, mengoptimalkan keberadaan perusahaan untuk kesejahteraan, menghasilkan produk penting untuk industri strategis secara bertanggung jawab.

“Grup MIND ID memiliki pandangan holistik terhadap keberlanjutan dalam setiap aktivitas Perseroan. Sebagai entitas yang mengelola sumber daya mineral dan batubara yang strategis, operasional Grup MIND ID didasarkan pada praktik bisnis yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi yang optimal bagi negara dan masyarakat,” tutup Dany.***

Lulusan SMA Taruna Nusantara Jadi Entrepreneur

MAGELANG, JAYAKARTA NEWS – Komisaris Utama MIND ID, Doni Monardo memenuhi panggilan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang , Mayjen TNI Purn Tono Suratman Kamis 1 Desember 2022. Keduanya memang memiliki hubungan yang sangat dekat, terutama saat berada di kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Tono akmil 1975 dan Doni akmil 1985 pernah berada dalam satu tugas operasi di Timor Timor.

Di hadapan lebih dari seribu siswa, Doni menyampaikan rasa bangganya kepada lulusan SMA Taruna Nusantara. Tak kurang dari 85 lulusan SMA TN melanjutkannya ke Akademi Militer (Darat, Laut, Udara) dan Akademi Kepolisian.

“Tapi sayang kalau putra-putri terbaik lulusan TN semua berorientasi menjadi TNI/Polri. Masih terlalu banyak bidang pengabdian lain, terutama di bidang entrepreneurship,” ujar Kepala BNPB 2019 – 2021 itu.

Doni berharap, lulusan SMA TN harus lebih banyak lagi melirik dunia entrepreneurship. “Ingat, negara kita sangat kaya raya akan sumber daya alam. Sayang kalau kekayaan negara kita hanya dikelola oleh segelintir warga negara, dan tidak bisa membuat bangsa kita sejahtera,” tambahnya.

Doni lalu mencontohkan beberapa kekayaan alam kita, yang jika dikelola dengan baik, bisa menjadi jembatan menuju tercapainya cita-cita pendiri bangsa, menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang adil dan makmur.

“Pertama, saya contohkan karet. Produksi karet Indonesia adalah terbesar kedua di dunia, setelah Thailand. Tapi lihat apakah petani karet kita lebih sejahtera? Karena kita menjual karet mentah. Padahal, dari ujung kaki hingga ujung rambut membutuhkan unsur karet. Kita kekurangan SDM yang mau dan mampu mengelola karet menjadi bernilai tambah lebih tinggi,” paparnya.

Contoh berikutnya, ia sebut kayu. Negara dengan alam yang begitu subur, harusnya bisa jauh lebih makmur dari negara-negara Skandinavia jika kita mengelola hutan dan menanam pohon dengan baik.

Doni kemudian membuka tabir kekayaan VOC yang mencapai 7,9 triliun dollar AS. Sebuah asset yang jauh lebih besar dibandingkan dengan 20 perusahaan kakap dunia, seperti Apple, Samsung, Tesla, dan lain-lain. “Dari mana kekayaan VOC itu berasal? Dari bumi Nusantara!” tegas Doni.

Itu semua yang disebut Doni sebagai ‘emas hijau’. “Masih ada ‘emas biru’, yaitu hasil laut. Karena miskin teknologi, nelayan kita kalah dengan nelayan negara-negara maju. Tingkatan nelayan kita masih mencari ikan, sementara dengan bantuan teknologi, nelayan asing sudah sampai pada tingkatan ‘menangkap ikan’. Dengan teknologi, mereka mengetahui spot-spot ikan. Nah, ini yang saya maksud bidang pengabdian lain yang terbuka luas buat adik-adik sekalian,” kata Doni Monardo.

Penentu Kejayaan

Dalam kesempatan itu, Doni mengajak Danny Praditya, Direktur Operasi & Portofolio MIND ID. Danny menceritakan bagaimana negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa mengalami inflasi yang tinggi. “Melihat kondisi dunia, kita jauh lebih baik,” ujarnya.

Danny yang pernah merajut karier sebagai seorang guru SMP itu juga memberi motivasi kepada para siswa SMA TN agar membuka cakrawala berpikir lebih luas. Termasuk dalam menentukan masa depan.

“The future is in your hand. Saran saya, pilihlah profesi yang sesuai dengan passion. Hanya dengan begitu, kita bisa bekerja lebih produktif, jangan paksakan bekerja di satu bidang yang tidak sesuai dengan passion,” tambahnya.

Danny lalu memberi gambaran umum tentang potensi tambang dan mineral yang dimiliki Indonesia.  Ia mencontohkan, trend motor atau mobil listrik, yang berbahan baku nikel (untuk baterai).

“Amerika dan Eropa yang punya gagasan, tetapi yang mengeksekusi China. Kenapa? Karena Amerika dan Eropa tidak punya resources nikel, sementara Cina punya. Maka Cina bisa dengan mudah mengeksekusi ide mobil dan motor listrik. Karena itu yang beredar di pasaran lebih banyak mobil dan motor listrik Cina daripada Amerika dan Eropa,” kata Danny.

Ia lalu menyebut potensi tambang dan mineral lain yang dikandung bumi Indonesia. Jauh lebih lengkap dibanding negara mana pun. Karena itulah, para lulusan SMA TN adalah penentu kejayaan Indonesia ke depan. Lulusan-lulusan SMA TN menjadi salah satu tumpuan bagi lahirnya Indonesia Emas di tahun 2045.

Menamam Manggis

Usai memberi pembekalan, Kepala SMA TN, Mayjen TNI Purn Tono Suratman mendampingi Doni Monardo dan Danny Praditya menanam pohon manggis di sisi kiri halaman depan komplek sekolahan. Sebelum  penanam, diawali dengan upacara sederhana oleh para siswa SMA TN.

Dalam kesempatan itu, Doni turun langsung ke lubang yang hendak ditanam pohon manggis. Ia melepas polybag dengan cutter. Gerakannya sangat hati-hati. “Bongkahan tanah ini tidak boleh pecah, dan akar pohon harus dijaga dengan baik. Begini cara yang benar menanam bibit pohon yang sudah memiliki ketinggian di atas satu-setengah meter ini,” kata Doni.

Danny Praditya pun menirukan cara Doni menanam pohon manggis di lokasi yang sama. Rangkaian acara pagi hingga siang itu ditutup dengan makan siang bersama.

“Komando!” pekik salam Doni Monardo kepada seniornya, Tono Suratman, sesaat sebelum masuk mobil dan meninggalkan komplek SMA TN Magelang.

“Komando!” balas Tono Suratman. ***rr

MIND ID Salurkan Bantuan Gempa Cianjur

JAYAKARTA NEWS – BUMN Holding Industri Pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID) bersama Satgas Bencana BUMN memberikan bantuan kepada korban bencana gempa bumi di Cianjur.

“Kami turut merasakan duka yang mendalam atas saudara-saudara kita yang terenggut dalam bencana ini. Kami juga akan terus mengamati perkembangan kebutuhan korban luka dan masyarakat yang terdampak bencana. Saat ini kami menyalurkan 1550 paket sembako bagi masyarakat serta 150 selimut untuk dibagikan,” kata Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Dany Amrul Ichdan di Jakarta pada Rabu (23/11).

Bantuan paket sembako dan selimut ini akan disalurkan melalui Satgas Bencana BUMN yang bekerja sama dengan BPBD Cianjur yang telah berada di lokasi. Penyaluran dilakukan ke beberapa lokasi bencana yaitu Kelurahan Bojong Herang maupun Kota Cianjur.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita yang terpaksa harus meninggalkan rumahnya dan mengalami kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan dasar mereka,” lanjutnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir telah memerintahkan perusahaan pelat merah untuk segera turun ke lokasi gempa di Cianjur. Gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo melanda daerah tersebut dan hingga Selasa 22 November tercatat telah menyebabkan 268 orang meninggal.

“Yang terpenting saat ini BUMN hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak, mendampingi mereka dan menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ke depannya, tentu kita juga fokus dalam membantu pemulihan sejumlah fasilitas seperti sekolah, rumah ibadah, layanan kesehatan yang terdampak gempa,” kata Erick Thohir.

Erick menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban meninggal akibat bencana gempa. Dia telah memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Bencana BUMN dan Yayasan BUMN untuk bergerak cepat membantu penanganan dampak gempa Cianjur. (pr)

Sederet program Dekarbonisasi Holding Tambang, Dukung Agenda Prioritas G20

JAYAKARTA NEWS – Sekarang ini, pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan dengan penerapan prinsip ekonomi hijau atau dikenal dengan Green Economy atau ekonomi hijau.

Green Economy merupakan suatu gagasan ekonomi yang memiliki tujuan demi meningkatkan kesejahteraan serta kesetaraan sosial di masyarakat, selain itu juga untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Secara makna, Green Economy dapat diartikan sebagai sebuah prinsip perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbon dioksida terhadap lingkungan, berkeadilan sosial serta hemat sumber daya.

Langkah Pemerintah Indonesia begitu serius dalam menyikapi transisi energi terutama dalam bidang energi baru terbarukan.

Penerapan prinsip ekonomi hijau tak lepas dari transisi energi yang akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Sumber pertumbuhan baru ke depan akan muncul dari hilirisasi produksi tambang yang saat ini terus didorong oleh Pemerintah.

Tak heran jika akhirnya topik ini menjadi salah satu agenda prioritas yang diangkat dalam Presidensi G20.

G20 merupakan forum internasional yang berfokus pada koordinasi kebijakan pada bidang ekonomi dan pembangunan.

Merepresentasikan kekuatan ekonomi serta politik dunia, G20 merangkul anggota yang mencakup 80% PDB dunia, 60% populasi global, dan 75% ekspor global.

Banyak Industri harus berani menyesuaikan diri dan membentuk rencana, baik jangka panjang maupun menengah.

Dalam Industri Mineral dan Batubara (Minerba), Pemerintah menjawab tantangan tersebut, dengan membentuk Holding Industri Pertambangan yang ikut memainkan peran krusial dalam mendukung upaya penerapan ekonomi hijau di Indonesia.

Sebagai industri yang bergerak di bidang pertambangan, MIND ID, Mining Industry Indonesia, BUMN Holding Industri Pertambangan yang beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), dan PT Timah Tbk turut mendukung target pemerintah Indonesia untuk bisa mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 mendatang. MIND ID telah memiliki beberapa siasat dalam upaya transisi energi.

Salah satunya adalah mendukung gerakan Pemerintah untuk melakukan terobosan dalam mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional. Hal ini sejalan dengan tren dunia yang tengah bergerak ke arah penggunaan kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan, demi menjalankan program reduksi karbon.

“Penerapan green mining dalam koridor good mining practice, MIND ID melihat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Environmental, Social, and Governance (ESG) merupakan hal penting serta sebuah investasi dan akan berdampak positif pada pengelolaan korporasi, serta kesinambungan dan keberlanjutan,” kata Hendi Prio Santoso, Direktur Utama MIND ID dalam keterangan tertulis.

MIND ID bersama dengan 7 BUMN lain sepakat menginisiasi Carbon Market yang dibuktikan dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) mengenai Proyek Pilot Perdagangan Karbon Kementerian BUMN Voluntary Carbon Market (KBUMN VCM) dan terus berkomitmen untuk mewujudkan program dekarbonisasi serta melakukan reduksi emisi karbon.

Sepanjang tahun 2021-2022, Holding Industri Tambang ini telah mengimplementasikan program-program carbon reduction dan carbon offset yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) lebih dari 400 ribu ton C02e atau sebesar 28% dari target pengurangan emisi pada tahun 2030.

Pencapaian ini tidak lepas dari peran kinerja anggota MIND ID. Diantaranya, PT Antam Tbk tercatat berkontribusi reduksi karbon sebanyak 47 ribu ton CO2e dengan program unggulan reklamasi pasca tambang dan rehabilitasi aliran sungai.

PT Bukit Asam Tbk tercatat 256 ribu ton CO2e, dengan program unggulan yang berdampak signifikan pada pengurangan karbon melalui Reklamasi dan Reforestation.

Sementara, PT Inalum (Persero) menyumbang penurunan karbon sebesar 60 ribu ton CO2e, dengan melakukan pengurangan efek anoda pada pot optimization. Sedangkan, PT Timah Tbk menyumbang sebanyak 87 ribu ton CO2e, dengan mengubah penggunaan HSD menjadi biofuel (B30) serta carbon offset.

“Kami seluruh Grup Holding Industri Pertambangan telah menyiapkan dan terus mendorong program dekarbonisasi untuk jangka menengah dan jangka panjang. Pendekatan yang digunakan adalah circular economy yang berlandaskan prinsip good mining practice,” jelas Hendi.

“Harapannya ini dapat terus dimaksimalkan sehingga target NZE dapat terpenuhi pada tahun 2060.” Tutupnya. (*)