Surga Tersembunyi di Lombok Tengah, Air Terjun Babak Pelangi Punya Pemandangan Menakjubkan

JAYAKARTA NEWS – Air Terjun Babak Pelangi adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Lombok Tengah.

Tepatnya di Dusun Rerantik, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dilansir Jayakarta News dari KabarBUMN, tempat ini dinamakan Air Terjun Babak Pelangi karena di sini ada penampakan pelangi.

Pelangi tersebut terbentuk dari percikan air terjun yang membias saat terkena sinar matahari. Air terjun di sini tidak terlalu tinggi sehingga aman untuk bermain air di dekatnya.

Di sekitar air terjun juga terdapat dua kolam yang airnya sangat jernih dan menyegarkan. Kolam ini juga memiliki bentuk unik seperti angka delapan. Pengunjung bisa berenang sepuasnya di kedua kolam serta di bawah air terjun tersebut.

Berenang di sini sekaligus bisa menenangkan pikiran. Sebab, alamnya masih terjaga dan sangat asri. Pepohonan rindang serta tanaman hijau tumbuh subur di sini. Keberadaannya menambah kesegaran tersendiri bagi tempat ini.

Saat berkunjung ke sini, jangan lupa untuk membuat konten foto atau video ya! Ada banyak spot menarik yang bisa diabadikan dengan kamera.

Bagi yang ingin wisata ke sini juga tidak perlu repot atau khawatir. Sebab fasilitas di tempat ini sudah lengkap.

Terdapat toilet, musala, gazebo, area parkir, hingga warung makan. Akses menuju air terjun ini juga mudah dilalui.

Ada pula anak tangga untuk memudahkan wisatawan menjangkau lokasi air terjun.***/mel

Ingin Wisata Masa Lalu, Datanglah ke Desa Sade Lombok

Perjalanan wisata ke Lombok akan jadi lebih menyenangkan bila menuju ke Desa Sade. Desa Sade adalah perkampungan kecil di wilayah kabupaten Lombok Tengah  yang di jadikan destinasi wisata. Desa tersebut  penduduknya masih menjaga keutuhan budaya dan pola hidup yang diwariskan leluhur mereka sejak 600 tahun. Ini terlihat dari  bentuk bangunan rumah, adat istiadat, tarian dan permainan musik, serta keseharian mereka tidak lepas dari masa lalu.

Desa seluas 5,5 hektar ini, memiliki  rumah tradisional sejumlah 150 dan setiap rumah terdiri dari satu kepala keluarga, dengan jumlah penduduk sekitar 700 orang.

Setiap bangunan di desa ini seperti masjid, rumah, lumbung padi dan tempat pertemuan umum memiliki ciri khas arsitektur Suku Sasak, dimana dindingnya menggunakan pagar anyaman dari bambu dan tiang terbuat dari kayu, atap yang dipakai  terbuat dari alang-alang kering.

Salah satu keunikan dari rumah yang ada adalah cara perawatannya. Lantainya terbuat dari tanah liat yang di campur dengan sedikit sekam padi dan setiap sekali dalam seminggu lantai rumah digosok dengan kotoran kerbau dicampur sedikit air, kemudian setelah kering disapu dan digosok dengan batu.

Penggunaan kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai dari debu membuat lantai terasa halus dan lebih kuat. Masyarakat setempat percaya bahwa kotoran kerbau tersebut dapat mengusir serangga sekaligus menangkal serangan magis yang ditujukan pada penghuni rumah.

Karena desa ini berada di gundukan perbukitan tanah liat jarak antar bangunan sangat rapat, tersusun rapi keatas dan masing-masing bangunan dihubungkan dengan jalan setapak.

Bangunan rumah di desa ini ada Bale Bonter yakni rumah yang dimiliki oleh pejabat desa. Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau orangtua untuk menghabiskan masa tua. Lalu Bale Tani yang digunakan sebagai tempat tinggal mereka yang berkeluarga dan memiliki keturunan.

Alamat Desa Sade ini di Desa Rambitan, kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Akses menuju desa ini cukup mudah, karena terletak sekitar 8 kilometer dari Bandara International Lombok atau sekitar 20 menit perjalanan. ***