“Kitorang Melihat Terang” Role Model Baksos

JAYAKARTA NEWS – Tuntas sudah pelaksanaan bakti sosial (baksos) “Kitorang Melihat Terang” Papua – Maluku tahun 2022 – 2023.

Kegiatan yang diinisiasi Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat penerima manfaat.
Selain itu, dukungan mengalir dari berbagai penjuru, sehingga Doni selalu menyebut kegiatan ini sebagai “multihelix” atau kerjasama-tanpa-batas.

“Kepada para pihak yang terlibat maupun yang mendukung, telah kami sampaikan laporan kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban,” ujar Koordinator Umum Baksis “Kitorang Melihat Terang”, Mayjen TNI Purn Eko Budi Supriyanto.

Kelancaran baksos tak lepas dari kerjasama yang erat antara PPAD dengan Panglima TNI, Kapolri dan Deputi Seswapres RI. Di lapangan, juga terlibat jajaran Kapolda Maluku dan Papua, Pangdam XVI dan XVII, Asops & Danlanud, Gubernur Maluku, Gubernur Papua Pegunungan, dan Gubernur Papua Tengah, serta lembaga-lembaga supporting lainnya.

Ketua Dewan Pengawasn PPAD, Letjen TNI Purn Dodik Wijanarko saat meninjau pelaksanaan baksos di Papua. (foto: PPAD)

Sementara itu, Sekjen PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjutak mengatakan, dalam pelaksanaannya, PPAD juga menunjuk pengurus PPAD yang lain, sebagai koordinator pelaksana. “Karena baksos dilaksanakan di tempat lokasi, maka kami menunjuk empat koordinator pelaksana, masing-masing di Puncak Jaya, Pulau Buru, Mimika, dan Jayawijaya,” ujar Komar.

Tampak Korlap Brigjen TNI Purn Edison, Koordinator Baksos Majen TNI Purn Eko Budi S, Ketua Bidang Komunikasi Mayjen TNI Purn Sunaryo dan Bidang Sosial PPAD, Mayjen TNI Purn dr Daniel Tjen foto bersama masyarakat penerima manfaat Baksos Kitorang Melihat Terang, di Papua. (foto: PPAD)

Mayjen Purn Eko Budi menambahkan, kegiatan pertama berlangsung di Puncak Jaya, 12 – 19 Agustus 2022 di bawah koordinator lapangan Andreas Sofiandi. Kemudian yang kedua, kembali digelar di Puncak Jaya, 26 Januari – 1 Februari 2023 di bawah koordinator lapangan Mayjen TNI Purn Eko Budi S.

Baksos “Kitorang Melihat Terang” yang ketiga berlangsung di Kabupaten Buru, Maluku tanggal 20 – 24 Juni 2023, di bawah koordinator lapangan Brigjen TNI Pur Andi Darmawangsa. Baksos keempat digelar di Kabupaten Mimika, 10 – 13 Juli 2023 di bawah koordinator Brigjen TNI Purn Bambang Irianto, dan terakhir Baksos Kitorang Melihat Terang kelima berlangsung di Kabupaten Jayawijaya, 24 – 27 Oktober 2023 di bawah koordinator lapangan Brigjen TNI Purn Edison.

Di antara nama-nama tersebut, PPAD senantiasa menerjunkan Mayjen TNI Purn dr Daniel Tjen. Mantan Kapuskes TNI itu, banyak berinteraksi dengan para tenaga medis yang bertugas di semua lokasi baksos.

Mayjen TNI Purn Eko Budi menyerarhkan alat olahraga kepada warga Papua. (foto: PPAD)

Sementara itu, puluhan lembaga pemerintah, swasta, organisasi dan yayasan pun berkolaborasi dalam kegiatan ini. Antara lain, MIND ID, PT Freeport Indonesia, PT Antam, Emtek (Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih), Perdami, Himpunan Bersatu Teguh, Ditjen Pajak, GP Farmasi Indonesia, Kimia Farma, Kalbe Farma, Dexa Medika, HOLI, CENDO, Dotor Share, Delto-Med, Konimex, Sido Muncul, Sinar Mas Group, PT Eagle Indo Pharma (Cap LangO), Gramedia, Janus, Optik Melawai, dan Erha.

Baksos ini telah mengoperasi katarak pada 839 orang (880 bola mata). Ratusan warga kembali melihat terangnya dunia dari kegelapan katarak.
Selain itu, baksos juga dilakukan dengan menggelar operasi bibir sumbing (28 orang dengan 32 operasi), pengobatan gigi (445 orang), pengobatan umum (2.784 orang), pemberian vitamin (5.977 orang), dan pembagian sembako (9.817 paket).

Di luar itu, Baksos Kitorang Melihat Terang juga membagikan sejumlah barang yang lain. Antara lain, membagikan kacamata (850 buah), alat musik organ (1 unit), selimut (2.825 lembar), sarana olahraga (24 set sarung tinju, bola voli, dan bola sepak), alkitab (260 buku) dan peresmian 1 unit Sekolah Minggu di Puncak Jaya.

Mayjen TNI Purn Eko Budi memberi arahan pada peserta rapat koordinasi pelaksanaan Baksos Kitorang Melihat Terang di Jayawijaya. (foto; PPAD)

Mayjen Purn Eko Budi bahkan menambahkan catatan, ihwal bentuk bantuan lain yang telah disalurkan. Di antaranya 100 unit lampu solar, kaki palsu dan sembako di 2 pos TNI. Bantuan lain, menyumbangkan 1.500 bibit pohon sukun, dan 5.000 botol herbal spirulina.

Mengutip pernyataan Ketum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo, bahwa pola kolaborasi “tanpa batas” seperti ini hendaknya bisa menjadi semacam ‘role model’ pelaksanaan baksos di masa yang akan datang. “Baksos Kitorang Melihat Terang adalah upaya bersama segenap komponen bangsa membantu menyelesaikan permasalahan sosial dan keamanan di beberapa tempat, khususnya di Papua,” ujar Eko Budi mengutip pernyataan Doni Monardo.***

Kitorang Melihat Terang Hadir di Wamena

WAMENA, JAYAKARTA NEWS – Bakti sosial “Kitorang Melihat Terang” kembali bergulir, 24 – 27 di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) itu kembali mendapat dukungan banyak pihak. Sebuah kolaborasi multiheliks atas nama kemanusiaan.

Sejumlah pihak yang mendukung hingga kegiatan berlangsung baik, antara lain Yayasan Peduli Amal Peduli Kasih Emtek Group, Setwapres RI, Perdami, TNI-Polri, Pemkab Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Dukungan swasta antara lain datang dari MIND ID, Optik Melawai, PE Eagle Indo Pharma (Cap Lang), dll.

Seperti halnya baksos “Kitorang Melihat Terang” sebelum-sebelumnya, maka kali ini pun mendapat sambutan antusias masyarakat Wamena dan sekitarnya. Dalam pelaksanaannya, panitia mendapat dukungan penuh dari Kodim 1702 Jayawijaya.

Dari kiri: Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Cpn Athenius Murip, SH, Ketua Panitia Pelaksana Baksos Kitorang Melihat Terang, Mayjen TNI Eko Budi S, Direktur RSUD Wamena, dr Felly Gresia Sahureka, Waketum II PPAD, Letjen TNI Dodik Wijanarko, dan Wakil Ketua Bidang Sosial PPAD, Mayjen TNI dr Daniel Tjen. (foto: PPAD)

“Sambutan masyarakat luar biasa. Target mengoperasi katarak 150 pasang mata, dalam waktu singkat terpenuhi, bahkan masih banyak permintaan yang belum bisa terlayani. Selain operasi katarak, juga dilakukan operasi bibir sumbing, gigi, pengobatan gratis, dan pembagian sembako,” ujar Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Cpn Athenius Murip, SH.

Kegiatan Baksos Kitorang Melihat Terang dipusatkan di RSUD Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Dari Jakarta, tampak hadir Waketum II PPAD yang juga Ketua Badan Pengawas, Letjen TNI Dodik Wijanarko. Kehadiran Dodik sekaligus mewakili Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo yang masih dalam perawatan.

Adapun pengurus PPAD lain yang tampak hadir di Wamena adala, Mayjen TNI Purn Eko Budi. S. (Ketua Baksos Papua dan Namlea), Mayjen TNI Purn dr Daniel Tjen (Wakil Ketua Bidang Sosial PP PPAD), Mayjen TNI Purn Sunaryo (Ketua Bidang Komunikasi), dan Brigjen TNI Purn Edison (Kordinator baksos Wamena). (*)

Wapres Saksikan “Kitorang Melihat Terang”

MIMIKA, JAYAKARTA NEWS – Bakti sosial “Kitorang Melihat Terang” yang diinisiasi Persatuan Purnawirawan TNI-Angkatan Darat (PPAD) merambah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Baksos keempat kalinya ini terbilang istimewa karena ditinjau langsung Wakil Presiden dan Ibu Wurry Ma’ruf Amin.

“Baksos digelar di dua lokasi, RSUD Kabupaten Mimika dan Puskesmas Kota Timika tanggal 11 sampai 13 Juli 2023. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Koordinator Lapangan, Brigjen TNI Purn Bambang Irianto, S.Sos.

Lulusan Akmil 1986 kelahiran Tegal itu menjelaskan, sejak awal baksos ini digagas dengan konsep “kerjasama tanpa batas”. “Istilah pak Ketum PPAD, kolaborasi multihelix,” kata Bambang, mengutip Ketum PPAD, Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo.

Di Mimika, tak kurang dari 17 institusi bahu-membahu menyukseskan hajatan untuk rakyat ini. Antara lain, Kantor Setwapres, Mabes TNI, Polri, TNI-AD, TNI-AU, TNI-AL, PPAD, Pemprov Papua Tengah, Pemda Kabupaten Mimika, MIND ID, PT Freeport Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Dokter Mata Indonesia, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, GP Farmasi, Optik Melawai, dan PT Eagle (Cap Lang).

Baksos pertama dan kedua dilaksanakan di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah masing-masing pada bulan Agustus 2022 dan Januari 2023. Dilanjutkan baksos ketiga di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku pada bulan Juni 2023 bersama PT Antam.

Di Mimika, baksos memberikan layanan operasi katarak terhadap 78 pasien (105 bola mata). Selain itu, operasi bibir sumbing terhadap 12 pasien, dan pengobatan gigi terhadap 200 orang. Dua mata kegiatan itu dilangsungkan di RSUD Kabupaten Mimika, ditambah pembagian paket sembako.

Sedangkan di Puskesmas Kota Timika, dilangsungkan baksos pengobatan gigi bagi 200 pasien, Pengobatan Umum bagi 1.000 orang, dan pemberian vitamin bagi 2.000 orang. Selain itu dibagikan kacamata baca bagi 500 orang, serta pembagian paket sembako.

Tim Baksos PPAD berfoto bersama Wapres Ma’ruf Amin dan Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono. (foto: PPAD)

Kunjungan Wapres

Wapres Ma’ruf Amin, dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah provinsi yang ada di Papua mengawalinya dari Mimika. Wapres melihat dari dekat pelaksanaan baksos “Kitorang Melihat Terang” di RSUD Mimika. Sebelumnya, di aula RSUD, Wapres menerima laporan singkat dari Korlap Baksos, Brigjen TNI Purn Bambang Irianto.

Dalam kesempatan itu, Wapres menyambut baik pelaksanaan Baksos “Kitorang Melihat Terang”.

“Terima kasih kepada para pihak yang telah turut serta dalam kegiatan sosial ini. Terutama kepada PPAD selaku inisiator. Terbukti bahwa status purnawirawan sama sekali bukan berarti berhenti mengabdi. Pensiun atau purnawirawan hanyalah soal administrasi, tetapi pengabdian kepada bangsa dan negara tak mengenal ruang dan waktu. Sekali lagi, apresiasi kepada PPAD,” tambah Wapres.

Sehari sebelumnya, Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo telah tiba di Mimika. Ia meninjau lokasi yang akan dikunjungi Wapres, RSUD Mimika. Dalam kesempatan itu, Doni didampingi Ketua Bidang Organisasi PPAD, Mayjen TNI Purn Eko Budi Soepriyanto, Kasubbid Kesehatan PPAD, Mayjen TNI Purn dr Heru Pranata, Bidang Media PPAD, Egy Massadiah, Roso Daras, dan sejumlah staf.

Doni Monardo diterima Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu. Sebelum melihat dari dekat pelaksanaan operasi katarak serta persiapan kunjungan Wapres, Doni selaku Ketum PPAD menyerahkan plakat kepada Direktur RSUD Mimika sebagai tanda ucapan terima kasih dan apresiasi atas kerjasamanya.

Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo menyerahkan plakat kepada Direktur RSUD Mimika, Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu. (foto: PPAD)

Institut Pertambangan

Di hari yang sama, Doni Monardo dalam kapasitas sebagai Komisaris Utama BUMN MIND ID yang membawahi PT Freeport Indonesia mendamping Wakil Presiden RI meninjau Institut Pertambangan Nemangkawi. Tampak Dirut PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dan jajaran, turut menyambut. Ikut dalam rombongan Wapres, Panglima TNI Laksamana TNI Yugo Margono, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga negara lain.

NMI adalah lembaga pendidikan yang didirikan dan dikelola oleh sebuah Departemen Freeport Indonesia. Kampus ini terletak di area seluas 8 hektare di dalam area industri Freeport Indonesia di Kuala Kencana. Lembaga pendidikan ini didirikan untuk memberdayakan masyarakat lokal di wilayah operasi dan menyiapkan pelatihan bagi siswa magang dan pra magang. Sekitar 70 persen lulusan IPN terserap menjadi tenaga kerja PT Freeport Indonesia. (rr)

Doni Monardo Bawa Terang di Lembah Berkabut

PUNCAK JAYA, JAYAKARTA NEWS – Kabut putih mulai turun berarak. Beberapa di antaranya terselip di antara rimbunnya hutan pegunungan Puncak Jaya, Papua Tengah. Hari itu, Rabu, 1 Februari 2023, Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Dr HC Doni Monardo, menghadiri sekaligus menutup kegiatan Bakti Sosial “Kitorang Melihat Terang”.

Agenda itu disebutnya sebagai kolaborasi tanpa batas. “Tidak hanya kolaborasi pentahelix, tapi multihelix. Banyak pihak yang mendukung dan terlibat,” ujar Doni Monardo, saat dijamu Pj Bupati Puncak Jaya, Tumiran, S.Sos,M.AP.

Syahdan, matahari baru saja turun ke peraduan. Suhu udara di Distrik Mulia, Ibu Kota Puncak Jaya mendekati angka 10 derajat Celcius. Ketahuilah, Puncak Jaya berada di kawasan Pegunungan Tengah, Provinsi Papua Tengah. Secara geografis kabupaten dengan populasi 219 ribu jiwa itu berada di ketinggian antara 500 sampai 4.500 M di atas permukaan laut.

Bahkan, 95% wilayahnya berbukit-bukit dan bergunung-gunung dengan struktur tanah berbatu-batu. Panorama Puncak Jaya adalah seindah-indahnya indah. Empat pegunungan yang mengepung Puncak Jaya adalah Pagaleme, Puncak Merah Putih, Kulirik, dan Terineri. Tak heran jika kabut turun meski di siang bolong.

Tuan rumah Pj Bupati Tumiran didampingi istri, Ny Manikem Tumiran, menyambut para tamu dengan hangat. Doni Monardo hadir bersama jajaran PPAD yang terlibat dalam kepanitiaan Baksos. Hadir pula Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa (Akmil 1991) dan staf, Dandim 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Denny Salurerung, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, Ketua Umum Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia), Prof dr Badu, Himpunan Bersatu Teguh (HBT), dan lain-lain.

Menu khas ubi dan pisang Puncak Jaya, aneka sayur, ikan dan papeda terhidang. Bupati Tumiran menyampaikan terima kasih atas baksos “Kitorang Melihat Terang”. Baksos ini disebutnya sangat menyenangkan masyarakat Puncak Jaya. Data BPS menyebutkan, Puncak Jaya termasuk satu di antara 62 daerah tertinggal di Indonesia.

Selain gelar operasi katarak, juga pembagian tak kurang dari 3.000 paket sembako, selimut, peralatan olahraga (bola kaki, bola voli, sarung tinju), dan bantuan Sekolah Minggu Jemaat Antiokia GIDI (Gereja Injil Di Indonesia) Distrik Mulia, Puncak Jaya. Usai menggunting pita tanda diresmikannya Sekolah Minggu tersebut, Doni Monardo menyumbangkan satu unit alat musik organ electric untuk gereja GIDI Mulia.

Dengan pesawat twin otter, Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo tiba di bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. (foto: roso daras)
Usai meresmikan Sekolah Minggu Jemaat Antiokia GIDI (Gereja Injil Di Indonesia) Distrik Mulia, Puncak Jaya, Doni Monardo menyerahkan satu unit ‘organ electic’ kepada GIDI Mulia. (foto: roso daras)

Permintaan Wabup Deinas

Doni Monardo  meluncurkan kisah di balik terselenggaranya Baksos “Kitorang Melihat Terang”. “Ini bermula dari pertemuan saya dengan Wakil Bupati lama, Deinas Geley di Jakarta sekitar pertengahan 2022. Ia menyampaikan berbagai kendala pembangunan serta kondisi masyarakat Puncak Jaya. Di antaranya banyak rakyatnya menderita katarak,” kata Doni Monardo.

Seketika ia teringat sahabatnya, Andreas Sofiandi, Ketua Himpunan Bersatu Teguh (HBT). Organisasi ini merupakan perkumpulan sosial masyarakat Tionghoa yang ada di daerah Sumatera Barat dan Riau. HBT berpusat di Padang dan mempunyai cabang di berbagai kota. Usia HBT sudah ratusan tahun.

“Pak Andreas saya juluki komandan relawan. Selama saya menjabat Kepala BNPB, 2019 – 2021, hampir di mana pun terjadi bencana, saya pasti ketemu dia bersama relawan kesehatan. Orangnya sangat dermawan dan memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi. Ibaratnya, saya dan pak Andreas itu seperti botol ketemu tutup,” puji Doni.

Atas “curhat” Wabup Deinas, Doni pun menghubungi Andreas. Bertemulah mereka bertiga: Doni Monardo, Deinas Geley, dan Andreas Sofiandi. Saat itu juga disepakati baksos operasi katarak, Agustus 2022.

Maraknya katarak di Puncak Jaya –dan daerah lain di Papua, utamanya di Lembah Baliem— disinyalir karena asap dapur yang terletak di dalam honai, rumah tradisional mereka. Secara umum, bentuk bangunan honai adalah bundar dengan diameter 4-6 meter. Umumnya, honai berlantai tanah, berdinding anyaman, dan beratap jerami. Honai tidak berjendela dan hanya memiliki satu pintu.

Seringnya mata terkena asap saat mereka memasak, mengakibatkan iritasi dan berujung katarak. Mulai dari yang hanya satu titik hingga memenuhi seluruh permukaan lensa mata, dan mengakibatkan kehilangan daya penglihatan.

Alhasil, baksos operasi katarak pun disambut antusias masyarakat. Operasi yang dilakukan tim dokter mata Perdami sangat professional, dan menggunakan obat-obatan serta peralatan mutakhir. Tercatat 246 penderita katarak Puncak Jaya berhasil dioperasi, dan mereka bisa kembali melihat terangnya dunia. “Kitorang Melihat Terang”, menjadi tagline yang sangat pas.

“Saat baksos operasi katarak yang pertama, Agustus 2022 kebetulan saya terkena covid-19 yang kedua, sehingga tidak bisa ke sini. Baru pada baksos kedua awal Februari 2023 ini saya hadir dengan lingkup kerjasama tanpa batas. Dengan skala yang lebih besar,” tambahnya.

Honai, rumah adat masyarakat Papua, utamanya yang tinggal di pegunungan. (foto: https://www.lamudi.co.id/)

Rajut Kolaborasi

Pada baksos “Kitorang Melihat Terang”, Doni tak ingin hanya operasi katarak. Harus lebih dari itu. Untuk mewujudkannya, pertama-tama Doni menghubungi Dr. Velix Vernando Wanggai, SIP, MPA yang menjabat Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan, Sekretariat Wakil Presiden RI. Velix Wanggai juga duduk di Badan Percepatan Pembangunan Papua.

“Tanpa dukungan dari pusat, akan sangat besar tantangan untuk mewujudkannya. Pak Wanggai menyambut positif, bahkan mengambil alih pertemuan berikutnya. Semua pihak yang terkait pun diundang rapat di Kantor Set Wapres. Hadir dari Mabes TNI, TNI-AD, TNI-AU, TNI-AL, Polri, Ditjen Pajak, dan unsur-unsur lain,” papar Doni.

Ditambah, lanjut Doni, bergabungnya Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP). Sebuah wadah yang merupakan komitmen Grup Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) dalam bidang sosial dan kemanusiaan sebagai wujud tanggungjawab sosial perusahaan. Aktivitas sosial mereka adalah Pundi Amal di SCTV dan Peduli Kasih di Indosiar.

“Selain Emtek, belasan perusahaan swasta menyatakan diri ikut memberi bantuan. Karena itulah, paket sembako yang kami bagikan bisa mencapai 3.000. Anak-anak juga kami bawakan obat cacing dan obat pilek akut. Karena saya lihat banyak sekali anak-anak yang menderita itu,” kata Doni.

Sumbangan lain berupa mainan anak-anak, alat olahraga (bola sepak, bola voli, sarung tinju), dan selimut. “Untuk mengangkut logistik sebanyak itu ke Wamena, lanjut ke Puncak Jaya, jelas bukan persoalan mudah. Karena itulah saya menyebut baksos ini hasil kolaborasi tanpa batas. Bahkan sampai saat ini, masih ada sekitar lima ton bantuan yang masih menunggu jadwal penerbangan Hercules TNI-AU,” tambah Doni.

Dukungan Perdami

Dukungan penuh juga disampaikan Ketua Umum Perdami, Prof dr Budu, PhD, SpM (K), MMed Ed. Tak kurang dari 3.000 dokter spesialis mata anggota Perdami berharap kerjasama seperti ini bisa dilanjutkan.

“Saya sangat terkesan. Pertama, saya sudah sering ke Papua, tapi ini kunjungan pertama saya Puncak Jaya. Kedua, pola kolaborasi tanpa batas yang dibangun pak Doni Monardo sungguh luar biasa. Perdami sangat bersyukur dilibatkan dalam kegiatan yang sangat humanis ini,” ujar pria asal Sulawesi Selatan, itu.

Pola seperti ini, bukan tidak mungkin akan menjadi jalan paling efektif bagi Perdami untuk menuntaskan persoalan bangsa di bidang mata. “Kebersamaan seperti ini insya Allah akan bisa meretas masalah mata, sebab ini juga menyangkut hajat hidup masyarakat,” tambah Guru Besar Fakultas Kedokteran Unhas itu.

Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa berdialog dengan warga Puncak Jaya yang baru saja menjalani operasi katarak. (foto: roso daras)

Bakar Batu Lagi

Sedangkan, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengaku mendapat banyak ilmu baru dari dua hari mendampingi kunjungan Doni Monardo ke Puncak Jaya. “Beliau ini guru saya sejak di Kopassus. Banyak sekali ilmu beliau yang saya jadikan pedoman, dan hari ini saya mendapat ilmu-ilmu baru dari beliau,” ujar Saleh.

Pria kelahiran Ternate 14 Maret 1969 itu, mengikuti serangkaian kunjungan Doni Monardo mulai dari Puncak Jaya hingga Sentani. “Saya mencatat sejumlah ilmu baru. Pertama, kolaborasi tanpa batas bisa mengatasi kesukaran apa pun. Kedua, nothing is impossible. Tak ada yang tak mungkin. Kembali lagi, kolaborasi tanpa batas adalah kata kuncinya,” ujar Saleh.

Ia mencontohkan baksos “Kitorang Melihat Terang”. Saleh membayangkan, betapa besar biaya yang diperlukan untuk mewujudkan aksi kemanusiaan tersebut. Bagaimana mendatangkan para dokter mata, mengangkut logistik yang demikian banyak dari Jakarta ke Puncak Jaya, dan berbagai tingkat kesulitan lain. “Dengan kolaborasi tanpa batas, nyatanya bisa terwujud,” tambahnya.

Saleh menyaksikan langsung mata-mata yang kembali berbinar setelah lepas dari pekatnya katarak. Di RSUD Puncak Jaya, ia menyaksikan ibu-ibu memeluk para dokter sebagai ungkapan terima kasih karena telah membuatnya kembali melihat terangnya dunia.

Sementara di Sentani, Saleh juga mengikuti kunjungan Doni Monardo ke pabrik sagu yang digagas dan diwujudkannya tahun 2019 di atas tanah adat milik Yanto Eluay, salah satu tokoh adat, yakni ondofolo Kampung Sereh, Sentani.

“Tekad menjadikan Papua, sebagai sentra pangan melalui sagu sungguh luar biasa. Kami dari unsur Kodam Cendrawasih akan memberikan dukungan penuh agar pabrik sagu itu segera beroperasi,” tekad Saleh.

Terakhir, ia terkesima diajak Doni Monardo bicang-bincang sore sambil menyaksikan sunset di Hele’yo Sentani. Sebuah kawasan di tepi Danau Sentani yang dulu hanya semak belukar, telah disulap menjadi objek wisata kuliner yang sangat indah.

“Pak Doni pula yang menggagas objek wisata Hele’yo ini. Ternyata di sini sangat indah. Minggu depan saya akan ajak staf gowes ke sini. Adakan gathering di sini. Intinya, objek wisata harus menarik. Kodam Cendrawasih yang juga dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunannya, akan terus mendukung agar Hele’yo makin banyak dikunjungi wisatawan,” papar Saleh pula.

Mantan Kasdam Jaya itu juga mengatakan, sesuai arahan Panglima TNI, Kodam Cendrawasih akan mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Kami tunggu di kegiatan sosial selanjutnya. Kita bakar batu lagi,” pungkas Saleh, disusul tepuk tangan hadirin.

Pj Bupati Puncak Jaya, Tumiran memberikan oleh-oleh berupa kopi khas Puncak Jaya kepada Doni Monardo. (foto: roso daras)

Kopi Wilhelmina

Sebelum berpamitan, Pj Bupati Puncak Jaya, Tumiran memberikan “oleh-oleh” khas Puncak Jaya, di antaranya kopi. Mendengar “kopi Puncak Jaya”, Doni memecah formalitas acara penyerahan cendera mata. Ia pun membahas soal kopi Puncak Jaya.

Doni menanyakan kepada Tumiran, kapasitas produksi kopi di wilayahnya. Sayang, jumlahnya belum terlalu banyak. Doni pun mendorong Pj Bupati agar menggalakkan penanaman kopi Puncak Jaya. Kopi yang ada di Puncak Jaya disebut sangat bersejarah. Bibitnya diberikan langsung oleh Ratu Belanda Wilhelmina, saat Indonesia masih berada di bawah kekuasaannya.

Pohon kopi yang ada di pegunungan tengah Papua, adalah varietas typika. Varietas pertama yang didatangkan VOC ke Jawa pada abad ke-17. Typika yang nyaris hilang di Pulau Jawa justru banyak ditemukan di Pegunungan Tengah Papua yang beriklim sejuk pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut. Pohon-pohon kopi typika itu dibawa oleh para misionaris Belanda dari tanah Jawa.

“Mungkin perlu peremajaan, karena usianya sudah ratusan tahun. Tapi yang jelas, Papua dulu menjadi penghasil kopi yang produksinya pernah mencapai 970 ton per tahun,” ujar Doni.

Pangdam Saleh Mustafa yang mendengar penuturan Doni kepada Pj Bupati Tukiran pun bergumam lirih, “ilmu baru lagi dari pak Doni Monardo.” (Roso Daras)

Wa-Wa-Wa, Kitorang Melihat Terang

Bakti Sosial di Puncak Jaya, Papua Tengah

PUNCAK JAYA, JAYAKARTA NEWS – Jangan lupa berikan salam “wa-wa-wa” kepada masyarakat Papua, utamanya yang tinggal di pegunungan. Salam “wa-wa-wa” itu pula yang menjadi salam sehari-hari tim Bakti Sosial Persatuan Purnawirawan TNI-Angkatan Darat (PPAD) di Puncak Jaya, Papua Tengah.

Baksos Puncak Jaya dengan tagline “Kitorang Melihat Terang” itu terselenggara berkat dukungan dan kerjasama antara Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) SCTV-Indosiar, Himpunan Bersatu Teguh (HBT), dan PPAD.

Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) merupakan bentuk komitmen Grup Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) dalam bidang sosial dan kemanusiaan sebagai wujud tanggungjawab sosial perusahaan. Cikal bakalnya dari bidang sosial dan CSR unit usaha Grup Emtek seperti Pundi Amal di SCTV dan Peduli Kasih di Indosiar.

Sedangkan, Himpunan Bersatu Teguh (HBT) merupakan perkumpulan sosial masyarakat Tionghoa yang ada di daerah Sumatera Barat dan Riau. HBT berpusat di Padang dan mempunyai cabang di Padang Panjang, Payakumbuh, Bukittinggi, dan Pekanbaru.

Sekjen PP PPAD, Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak (tengah) dan Tim-2 tiba di Puncak Jaya. (foto: PPAD)

PPAD sendiri menerjunkan belasan purnawirawan. Lima orang sebagai Tim Pendahulu telah berangkat tanggal 24 Januari 2023. Mereka terdiri atas Mayjen TNI Purn Johny Lumban Tobing (Wakil Ketua Badan Pengawas PP PPAD), Mayjen TNI Purn Eko Budi S (Ketua Panitia Baksos Puncak Jaya), Brigjen TNI Purn Tumino Hadi, Brigjen TNI Purn Bambang Irianto, dan Brigjen TNI Ariswan Boer.

Disusul Tim-1 berjumlah delapan orang yang berangkat tanggal 26 Januari 2023. Mereka terdiri atas Mayjen TNI Purn Dr (C) Komaruddin Simanjuntak (Sekjen PP PPAD), Mayjen TNI Purn Dr Amrin, Mayjen TNI Purn dr Daniel Tjen (Wakil Ketua Panitia Baksos Puncak Jaya), Mayjen TNI Purn Sunaryo, Kolonel Purn Togap F. Gultom, Nanto Hutagalung, dan kru Indosiar.

Terakhir, Tim 2 berjumlah empat orang, berangkat tanggal 31 Januari 2023. Mereka terdiri atas Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo (Ketua Umum PP PPAD), Roso Daras, Een Irawan Putra, dan Hary Purnama.

Iring-iringan truk pengangkut sembako untuk Bakti Sosial “Kitorang Melihat Terang” di Puncak Jaya, Papua Tengah. (foto: PPAD)

Lalui Medan Berat

Pengangkutan ribuan rembako, selimut, perlengkapan medis untuk operasi katarak, peralatan olahraga, dan mainan anak, tentu bukan persoalan sederhana. Pesawat Hercules TNI-AU telah membantu pengangkutan seluruh barang dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Bandara Wamena, Papua Tengah.

Keseluruhan barang diangkut dalam tiga kali penerbangan, 17, 18, dan 19 Januari 2023. “Berkat dukungan TNI-AU, semua logistik bansos tiba di Wamena dengan selamat. Selanjutnya, kami dorong ke Kodim 1702 Wamena,” ujar Sekjen PP PPAD, Mayjen TNI Purn Komaruddin Simanjuntak, di Puncak Jaya, baru-baru ini.

Enam unit truk double gardan kemudian disiapkan untuk mengangkut semua logistik tadi menuju Puncak Jaya, melalui medan berat dan menantang. Jarak lurus Wamena – Puncak Jaya sekitar 142 km. Akan tetapi, jika mengukur panjang jalan yang menghubungkan kedua kota itu, bisa jadi jauh lebih panjang.

Perjalanan iring-iringan truk pengangkut sembako dari Wamena ke Puncak Jaya, ternyata tidak mudah. Rutenya terjal berliku. Jika hujan turun, konvoi harus menghentikan perjalanan. Tak heran jika total perjalanan menjadi 3 (tiga) hari.

Sepanjang perjalanan ke Puncak Jaya disuguhi pemandangan yang elok. Udara pegunungan yang sejuk dan tak jarang jalur-jalur ini berkabut karena terletak di ketinggian. Puncak Jaya adalah kabupaten di kawasan Pegunungan Tengah, Provinsi Papua Tengah. Ibukota kabupaten ini terletak di distrik Mulia. Jika malam hari, suhu udaha di sini berkisar antara 9 – 12 derajat Celcius.

Ketua Panitia Baksos “Kitorang Melihat Terang”, Mayjen TNI Purn Eko Budi S (kiri) melihat langsung kegiatan operasi katarak bagi warga Puncak Jaya. (foto: PPAD)

Antusias Warga

Hadirnya bakti sosial “Kitorang Melihat Terang” kerjasama PPAD, YPP, dan HBT ini disambut antusias warga. Baksos yang terdiri atas pembagian sembako, operasi katarak gratis, dan pembagian alat olahraga serta mainan anak dilangsungkan sejak 26 Januari 2023 hingga 1 Februari 2023.

“Tim Baksos bekerja antusias. Aparat TNI/Polri pun memberikan dukungan penuh, baik dalam pelaksanaan maupun pengamanan. Sejauh ini, kegiatan berlangsung lancar,” ujar Komaruddin Simanjuntak.

Ia menambahkan, perlengkapan olahraga yang disumbangkan antara bola sepak dan bola voli. “Selain dua jenis bola itu, kami juga memberi bantuan sarung tinju,” ujar Komar yang juga Ketua PP Pertina, itu.

Adapun jumlah sembako yang dibagikan mencapai 3.000 bingkisan. Untuk operasi katarak, terdaftar lebih dari 1.000 orang. “Jumlah peserta operasi katarak di luar dugaan. Sangat banyak. Jadi ada kemungkinan tidak selesai hingga tanggal 1 Februari. Untuk itu, kami akan carikan solusi untuk penuntasannya,” tambah lelaki berkumis tebal itu. (rr)