Ketum PB WI Airlangga Hartarto Kunjungi Edgar yang Alami Cedera

JAYAKARTA NEWS— Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai Menko Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto masih menyempatkan menjenguk atlet wushu andalan Indonesia Edgar Xavier Marvelo di kediamannya Spring Hill Kemayoran Jakarta Pusat, Sabtu, 26 Agustus 2023. 

Ini sebagai bentuk perhatian dan dukungan Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (Ketum PB WI), Airlangga Hartarto terhadap Edgar, panggilan akrabnya, yang merupakan anggota Timnas Wushu Indonesia yang akan tampil di Asian Games Hangzhou, China, 23 September hingga 8 Oktober 2023 nanti.

Usai meraih 2 perak di The FISU World University Games 2023 Chengdu, Edgar diketahui mengalami cidera pinggang. Pekan lalu, Edgar terpaksa meninggalkan Trainning Camp (TC) di China untuk menjalani pengobatan di RS Mitra Kemayoran Jakarta. 

“Kesehatan atlet itu jauh lebih penting. Makanya, PB WI meminta Edgar yang mengalami cedera segera pulang ke Indonesia untuk menjalani perawatan di RS Mitra Kemayoran. Dan, saya berkunjung ke rumah Edgar dalam rangka memastikan kondisi kesehatannya,” kata Airlangga Hartarto yang didampingi Istri dan juga Wakil Bendahara PB WI Gunawan Tjokro serta Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Taolu PB WI Herman Wijaya.

“Alhamdulillah kondisi Edgar cukup bagus setelah menjalani perawatan dan treatment di RS Mitra Kemayoran. Tahap pemulihannya dari cidera pinggang sudah mencapai 90 persen. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Edgar sudah bisa kembali bergabung dengan rekan-rekannya untuk menjalani program latihan TC di China. Mohon doa dari masyarakat Indonesia untuk kesembuhan Edgar dan juga kesuksesan Timnas Wushu Indonesia agar bisa mengumandangkan Lagu Indonesia Raya di Asian Games 2023 Hangzhou nanti,” tambahnya.

Foto: dok. PB WI

Secara terpisah, Edgar mengaku tidak menduga dan merasa terhormat dikunjungi Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto di rumahnya setelah menjalani perawatan di RS Mitra Kemayoran Jakarta. “Saya merasa terhormat Pak Ketum Airlangga Hartarto datang bersama istri dan pengurus PB WI menjenguk saya di rumah. Tadinya, saya kirain hanya melalui video call saja karena kesibukan beliau menjalankan tugas negara,” katanya.

Ketika ditanyakan soal kondisi kesehatannya, Edgar menjawab “Kondisi kesehatan saya cukup bagus usai menjalani perawatan cedera pinggang. Tahap pemulihannya pun sudah mencapai 90 persen. Kini, saya tinggal menunggu izin dari dokter saja untuk  kembali bergabung dengan teman-teman menjalani TC di China. Mohon doa dari masyarakat Indonesia.”   

Gunawan Tjokro yang juga Ketua Pengprov WI DKI Jakarta menambahkan, cedera yang dialami Edgar yang juga atlet andalan DKI Jakarta kemungkinan disebabkan padatnya kalender event yang diikuti sepanjang tahun 2023.

“Tahun ini cukup padat kalender eventnya. Setelah SEA Games 2023 Kamboja, mereka tampil di FISU World University Games 2023 Chengdu. Jadi, mereka tidak bisa lama istirahat dan langsung menjalani pelatnas secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Prestasi wushu Indonesia di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto mengalami kemajuan. Pada The FISU World University Games 2023 Chengdu, Timnas Wushu Indonesia sukses menyumbangkan 4 medali emas dan 3 perak bagi Kontingen Indonesia.

Ini bukan hanya sejarah medali emas terbanyak selama keikutsertaan Indonesia di ajang multi event antar mahasiswa se-dunia, tetapi cabang olahraga (cabor) wushu menjadi satu-satunya cabor yang menyumbangkan medali bagi Kontingen Merah Putih.  

Bukan hanya itu, Timnas Wushu Junior Indonesia juga membuat kejutan dengan merebut 6 medali emas, 14 perak (11 Taolu dan 3 Sanda), dan 10 perunggu (6 Taolu dan 4 Sanda) pada Kejuaraan Asia Wushu Junior  XI/2023 bertajuk 11th Asia Junior Wushu Championship 2023 yang berlangsung di Macao, 14-20 Agustus 2023 lalu.

Sebanyak 6 medali emas yang menjadi kado HUT ke-78 Kemerdekaan RI ini merupakan medali terbanyak yang pernah diraih Timnas Wushu Junior Indonesia selama tampil di Kejuaraan Asia Wushu Junior.

Pada tiga pelaksanaan Kejuaraan Asia Wushu Junior, Pasukan Merah Putih hanya mampu meraih terbanyak 4 medali emas. Itu dicapai pada 8th Asia Junior Wushu Championships 2015. Kemudian, 9th Asia Junior Wushu Championships 2017 Korea Selatan hanya meraih 1 emas dan 10th Asia Junior Wushu Championships 2019 Brunei Darussalam 2019 dengan 2 medali emas. ***din

Kejuaraan Dunia Wushu Junior, Airlangga Tambah Target Jadi 6 Medali Emas

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto menambah target medali emas Indonesia yang semula 4 menjadi 6 emas pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 yang akan digelar di Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022.
“Target kita 6 medali emas. Yakni, 4 Emas dari Taolu dan 2 emas dari Sanda,” kata Airlangga Hartarto saat jumpa pers Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 yang digelar di Ruang Garuda ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, Minggu (4/12/2022).

Pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior edisi ke-8 yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo ini tercatat paling banyak negara peserta. Di event ini akan diperebutkan 71 medali emas terdiri dari 54 emas dari nomor Taolu dan 17 emas dari nomor Sanda.

Airlangga Hartarto menyampaikan setidaknya ada tiga misi yang dijalankan PB WI menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. 

Pertama, kata Airlangga Hartarto, dirinya punya tugas sebagai Member Executive Committee Asian Wushu Federation (WFA) untuk mendorong keinginan Federasi Wushu Internasional (IWUF) menjadikan cabang olahraga wushu bisa dipertandingkan pada Olimpiade. Makanya, ungkapnya, dari Indonesia coba kembali  dikumandangkannya tagline “Road to Olympiade” melalui Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022.  

Ya, perjalanan panjang menuju Olimpiade sudah dimulai sejak 16 tahun silam saat IWUF menggelar Kejuaraan Dunia Wushu Junior pertama di Kuala Lumpur (Malaysia, 2006), disusul Bali (Indonesia, 2008), Singapura (2010), Makau (China, 2012), Antalya (Turki, 2014), Burgas (Bulgaria, 2016), dan Brasilia (Brasil, 2018). 

Saat ini, cabor wushu baru menembusYouth Olympic. Awalnya, wushu akan dipertandingkan di Youth Olympic Games 2022 tetapi karena Covid-19 ditunda pada tahun 2026 di Dakar, Senegal.
“Lewat Kejuaraan Dunia Junior Wushu ke-8 tahun 2022 ini coba kita rajut kembali keinginan tersebut. Mudah-mudahan keinginan itu mempertandingkan wushu di Olimpiade 2032 bisa terealisasi,” imbuh Airlangga.  

Misi kedua, Airlangga Hartarto mengaku memang tidak mudah menggelar sebuah event olahraga besar setelah krisis terparah yang melanda dunia dua tahun terakhir ini, khususnya karena dampak pandemi Covid-19 yang mengancam potensi pertumbuhan ekonomi global. 

Kendati demikian, Airlangga Hartarto yang masih menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu, percaya bahwa sesulit apapun situasinya hal itu tidak boleh memupus optimisme untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Itu berlaku untuk semua aspek, tak terkecuali kompetisi olahraga. 

Wajar jika Presiden IWUF, Gou Zhongwen yang bersama jajaran pengurus terasnya sejak awal memberikan kepercayaan terhadap Indonesia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Apalagi, Gou Zhongwen melihat terobosan PB WI yang tetap menjalankan kompetisi saat pandemi melalui virtual Sirkuit Nasional dalam beberapa seri.  

Begitu juga dukungan luar biasa IWUF dengan meminta negara-negara anggotanya berpartisipasi pada event di Indonesia, yang menjadi ajang kompetisi terbesar IWUF pasca pandemi Covid-19. 
Misi terakhir, kata Airlangga Hartarto, sebagai implementasi program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang dilahirkan di era Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. 

“PB WI menunjukkan komitmennya dalam melakukan pembinaan atas kepercayaan pemerintah memasukkan wushu sebagai salah satu cabang olahraga DBON. Lewat Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 telah lahir atlet junior terbaik yang akan membela Merah Putih. Dan, kita berharap mereka bisa meraih prestasi di Youth Olympic Games 2022 Dakkar dan menggantikan posisi senior untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga wushu Indonesia di masa mendatang,” bebernya. 

Dalam kesempatan itu, Airlangga Hartarto tidak lupa memberikan apresiasi kepada panitia Kejuaraan Dunia Wushu Junior ke-8 tahun 2022 yang telah mencatat sejarah sukses mengundang 60 negara dan 2 region (Hongkong dan Macau).  

“Saya apresiasi kinerja panitia di bawah kepemimpinan Pak Gunawan Tjokro selaku Direktur Eksekutif Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 yang sudah mempersiapkan event ini dengan baik. Dan, kita bangga Indonesia saat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia junior bisa mencatat sejarah paling banyak negara yang tampil,” tandasnya.***din

Dibuka Presiden Jokowi, Menpora Amali Apresiasi Kinerja PB WI

JAYAKARTA NEWS— Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII/2022 siap digelar di ICE Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten, 5-10 Desember 2022. Event kalender resmi Federasi Wushu Internasional (IWUF) yang melibatkan 807 peserta dari 60 negara dan 2 region (Hong Kong dan Macau) akan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Senin, 5 Desember 2022.

“Pertama – tama saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas nama pemerintah, kepada Pak Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto dan seluruh jajarannya atas terselenggaranya Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 yang akan dibuka oleh Bapak Presiden Jokowi,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali kepada wartawan dalam acara jumpa pers Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, Minggu (4/12/2022).

Apa yang diungkapkan Menpora Amali cukup beralasan. Pasalnya, Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII ini mencatat peserta terbanyak dari penyelenggaraan sebelumnya. Apalagi, event ini menjadi tolak ukur buat menyambut Youth Olympic Games 2022 Dakkar, Senegal.

“Sekali lagi saya sangat berterimakasih atas terselenggaranya kejuaraan dunia yang menjadi ajang persiapan menuju Youth Olympic Games 2022 Dakkar. Wushu itu juga termasuk salah satu dari 14 cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang sasaran utamanya prestasi dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal IWUF, Zhang Qiuping jiuga mengakui Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022 ini mencatat paling banyak melibatkan negara peserta.

Zhang Quiping yang berbicara atas nama Presiden IWUF juga menyampaikan apresiasi luar biasa kepada tuan rumah Kabupaten Tangerang, panitia lokal, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Federasi Wushu Indonesia (PB WI).

“Kami sangat bersemangat dengan adanya Kejuaraan Dunia Wushu Junior yang ke-8 di Indonesia. Ini merupakan kompetisi akbar pertama sejak pandemi global berlangsung, dan saya dapat merasakan kesenangan dan kebahagiaan dari para atlet muda ini karena dapat berpartisipasi secara langsung dan bukan secara virtual,” katanya.

Dia merasa yakin event Wushu ini juga akan menggemakan kecintaan Indonesia terhadap olahraga, khususnya budaya Wushu yang begitu aktif dan penuh semangat. 

“Wushu dapat memberikan keseimbangan tubuh dan pikiran yang ideal. Keluarga besar wushu global mengusung semangat persahabatan, solidaritas, dan kedamaian, komunitas kami saat ini mencakup berbagai generasi dan menarik lebih banyak anak muda di seluruh dunia,” jelasnya.

Zhang Quiping mengakui PB WI merupakan salah satu dari 158 anggota IWF yang paling aktif dan antusias, selalu membawa tim yang besar dan sukses di berbagai kejuaraan internasional. “Barangkali, pencapaian IWUF yang paling membahagiakan adalah berhasil secara membawa wushu untuk dipertandingkan secara resmi pada Youth Olympic Games 2026 Dakar nanti. Dan, itu hanya 4 tahun lagi. Ini membuat kita lebih dekat dengan Olimpiade. Pastinya, kita memiliki banyak calon juara muda olimpiade berkumpul pada kejuaraan wushu junior ini,” tandasnya.***din

Ketum Airlangga Hartarto: Timnas Kejuaraan Dunia Wushu Junior Dipersiapkan untuk Olimpiade 2023

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Airlangga Hartarto mengatakan wakil Merah Putih yang turun dalam Kejuaraan Dunia Wushu Junior (WJWC) VIII/2022 adalah atlet yang dipersiapkan untuk Olimpiade 2032.

Wushu sejauh ini memang belum masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Namun, Airlangga optimistis pada Olimpiade 2032 olahraga bela diri asal China ini bisa turut disertakan dalam pesta terakbar dalam dunia olahraga tersebut. 

Kans ini terbuka mengingat wushu sudah tersebar di lebih dari 50 negara. Terlebih lagi, wushu sudah terdaftar sebagai cabang yang dipertandingkan di Olimpiade Remaja V/2026 di Dakar, Senegal. 

“Mereka yang tampil di Kejuaraan Dunia Junior adalah atlet masa depan Indonesia dan dalam 10 tahun ke depan mereka yang akan mewakili Indonesia di Olimpiade 2032. Dan, saya akan melaporkannya kepada Pak Presiden Jokowi,” kata Airlangga dalam sambutan pada acara Pelepasan Kontingen Wushu Indonesia untuk WJWC 2022 di kawasan Widya Chandra, Jakarta, Kamis (1/11/2022) malam. 

Untuk itu, Airlangga berharap atlet wushu Indonesia yang tampil di WJWC 2022 yang bergulir di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, 5-10 Desember, bisa memberikan yang terbaik, sekaligus mempersembahkan target meraih empat medali emas bagi Indonesia. 

“Bertanding dengan sepenuh hati, semangat tinggi dan percaya diri untuk kebanggaan dan kehormatan diri, keluarga, daerah, bangsa dan negara Indonesia serta tetap mengedepankan sportivitas untuk mencapai prestasi terbaik,” ujar Airlangga. 

Ketua Umum Wushu Indonesia Airlangga Hartarto/foto: Wushu Indonesia

Secara keseluruhan, Indonesia bakal menurunkan 23 atlet yang terdiri dari 12 atlet taolu dan 11 atlet sanda. Mereka adalah yang terbaik setelah PB WI sebelumnya melakukan berbagai tahapan seleksi. 

Selama persiapan, atlet taolu dengan masing-masing enam atlet putra dan putri berada di bawah arahan pelatih asal China, Zhang Yong Sheng dibantu David Hendrawan (DKI Jakarta) dan Probo Muljono (Jawa Timur). 

Sementara 11 atlet yang terdiri dari delapan putra dan tiga putri juga diasuh pelatih China Xia Hong dibantu Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah), Mohammad Selamat (Jawa Tengah), dan Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara). 

“Kondisi atlet semuanya dalam kondisi siap dan semangat. Tidak ada cedera dan semuanya siap bertanding. Saya optimistis target tiga emas taolu dan satu dari sanda bisa terpenuhi,” kata Chef de Mission Indonesia (CdM) Kontingen Wushu Indonesia, Doddy Rahadi.

“Ya, kami optimistis bisa memenuhi target yang dicanangkan pak Airlangga Hartarto,” tambah Manajer Taolu, Herman Wijaya.  

Kesiapan Pasukan Garuda juga disampaikan pelatih Taolu, Probo Muljono dan pelatih Sanda, Muhammad Slamet. “Seluruh atlet Taolu sudah tampil. Banyak kemajuan yang dialami mereka selama menjalani program latihan yang diberikan Zhang Yong Sheng baik fisik maupun teknik,” kata Probo. 

“Anak-anak Sanda memamg belum.punya pengalaman bertanding di ajang internasional. Mereka bukan hanya ditopang dengan kondisi fisik tetapi teknik serta mental bertandingnya sudah siap menghadapi pertarungan ketat di kejuaraan dunia nanti,” timpal Muhammad Slamet. 

Kontingen Wushu Junior Indonesia : 

Chef de Mission (CdM) : Doddy Rahadi 

Team Manager Taolu : Herman Wijaya 

Team Manager Sanda : Sudarsono

Psycholog : dr Henny Setyawati

Pelatih Taolu : 

1. Zhang Yong Sheng (China) 

2. David Hendrawan (DKI Jakarta) 

3. Probo Muljono (Jawa Timur) 

Pelatih Sanda : 

1. Xia Hong (China) 

2. Hermansyah Mongisidi (Jawa Tengah) 

2. Mohammad Selamat (Jawa Tengah) 

3. Hotma Dearma Purba (Sumatera Utara) 

Atlet Taolu 

Junior A Putra: 

1. Josh Tiesto Tanto (DKI Jakarta) 

2. Rainer Reinaldy Ferdiansyah (Jawa Timur) 

Junior A Putri: 

1. Kylie Suyoyo Kwok (DKI Jakarta) 

2. Ivana Beatrice Liestio (DKI Jakarta) 

Junior B Putra : 

1. Zamurai Alkensoe Damara (Jawa Tengah) 

2. Carlson Ong (Jambi) 

Junior B Putri: 

1. Thailia Marvelina Tanzil (Jawa Timur) 

2. Rainie Elena Liem (DKI Jakarta) 

Junior C Putra : 

1. Bradley Jason (Jawa Timur)

2. Richard Dean Kurnia (DKI Jakarta) 

Junior C Putri: 

1. Billie Karina The (DKI Jakarta) 

2. Anasera Zahraa Haryoso (Bali) 

Atlet Sanda 

Pra Junior Putra: 

1. Kiemas Sakti Negara – 45 kg (Jawa Tengah)

2. Shaddam Achmad Assegaf – 48 kg (Jawa Tengah)

3. Rizki – 52 kg (Jawa Barat)

Junior Putri : 

1. Aurella Calysta Purnomo – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Nasya Aulia Zahra Wahana – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Nabila Puspa Annastasya – 56 kg (Jawa Tengah)

Junior Pa

1. Dewangga Lindu Saputra – 48 kg (Jawa Tengah)

2. Denis Darmawan – 52 kg (Jawa Tengah)

3. Pandu Dian Saputra – 56 kg ,(Jawa Tengah)

4. Ragesta Ganang Pangestu – 60 kg (Jawa Tengah)

5. Yanto Rizel Silaban – 65 kg , (Sumatera Utara).***din