Minta Jaga Kerukunan, Menag: Tidak Ada Turis Datang Jika Tidak Ada Kedamaian

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta jajarannya bersinergi dengan umat untuk terus menjaga kerukunan. Menurutnya, terjaganya kerukunan adalah kontribusi besar Kemenag bagi bangsa.

Tanpa kerukunan, kata Menag, semua potensi bangsa tidak lalu dilirik masyarakat global. Padahal investasi dari berbagai pihak, dalam dan luar negeri, sangat dibutuhkan dalam pembangunan.

Hal ini disampaikan Menag saat membuka Rapat Kerja Kanwil Kemenag Provinsi Malut, di Asrama Haji transit Ternate, Sabtu (1/2/2025).

“Kita harus membuktikan, tanpa Kementerian Agama jualan bangsa ini tidak laku di luar negeri. Tanpa kerukunan itu semua tak terjual,” sebut Menag.

“Tidak ada turis mau datang ke Indonesia jika tidak ada ketenangan dan kedamaian,” sambungnya.

Maluku Utara termasuk daerah potensial. Kawasan ini sejak dulu dikenal kaya akan rempah dan juga aneka tambang. Para investor akan tertarik jika kawasan ini terus terjaga kedamaian dan kerukunan masyarakatnya. Menumbuhkembangkan kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat yang plural adalah tugas sekaligus kontribusi Kemenag.

“Negeri aman, tentram, dan damai, jangan lupakan dengan Kementerian Agama,” tandas Menag Nasaruddin Umar.

Kakanwil Maluku Utara, Amar Manaf menyampaikan bahwa Raker ini bertujuan mengkoordinasikan dan menyamaman persepsi terhadap program kerja yang akan dijalankan. Kakanwil memaparkan sejumlah program strategis yang akan dojalankan, antara lain optimalisasi wakaf uang ASN dan peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan.

“Ada 1.340 ASN Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara. Kalau semua berwakaf Rp. 1000 saja setiap bulan, tentu sangat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi umat,” terang Amar Manaf.

“Selama ini dan seterusnya, kerja sama Kemenag dengan Pemda terus berjalan dengan baik. Semoga ASN Kanwil Kemenag Provinsi Malut terus dapat menunjukkan prestasinya di berbagai bidang,” tandas Amar Manaf.

Tampak hadir, Staf Ahli dan Tenag Ahli Menteri Agama, Walikota Ternate, Ketua MUI Provinsi Maluku Utara, ASN Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara (Malut).***/mel

Menag: Salah Satu Nilai Jual Indonesia adalah Kerukunan

JAYAKARTA NEWS – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa nilai jual Indonesia bukan hanya mineral yang dieskpor ke berbagai negara. Ada juga salah satu selling point atau nilai jual Indonesia, yaitu kerukunan.

“Tidak ada negara seplural Indonesia yang mampu menciptakan kerukunan sedemikian indah, di kolong langit ini kecuali Indonesia,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (18/12/2024).

“Coba kita lihat di Timur Tengah, etniknya tidak lebih dari empat. Afganistan ada tujuh etnik. Kita 1.500 lebih,” sambungnya.

Menag menyoroti kondisi di negara-negara kawasan teluk yang hingga saat ini tidak kunjung lepas dari konflik. Padahal, bahasa mereka sama, peradabannya sama, tapi tidak bisa kompak.

“Kita yang sedemikian luas, kepulauan, warna kulit berapa, bahasa berapa, tapi bisa kompak dalam Bhinneka Tunggal Ika. Ini lukisan Tuhan yang harus kita syukuri,” pesannya.

Ditegaskan Menag bahwa perbedaan adalah karunia Tuhan. Untuk itu, menjadi tugas warga Indonesia untuk merawat karunia Tuhan dalam bentuk Indonesia.

“Indonesia itu lukisan hidup, lukisan Tuhan. Jangan ada yang mengacak-acak. Merusak itu perbuatan dosa. Indonesia sedemikan utuh, jangan ada yang mengacak-acak,” paparnya.

“Perbedaan harus dirayakan!,” tegasnya.***/mel

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Kerukunan Hadapi Tantangan Global

JAYAKARTA NEWS – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Perayaan HUT Partai Golkar ke-60 Tahun yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kamis (12/12/2024). Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah situasi dunia yang penuh tantangan.

“Kita harus waspada, kita tidak boleh pecah, kita tidak boleh diadu domba, kita menjaga kerukunan, kerukunan antara umat agama, kerukunan antara suku, kerukunan antara kelompok etnis, kerukunan antara ras, kita tidak boleh terpancing dan ini tanggung jawab kita semua sebagai pemimpin-pemimpin,” ucapnya.

Kepala Negara menyampaikan bahwa perdamaian bukanlah sesuatu yang datang secara cuma-cuma, melainkan hasil dari upaya seluruh pihak. Untuk itu, Presiden mendorong para pemimpin dari semua lapisan dapat rukun dan bersatu dalam menghadapi tantangan global.

“Kuncinya adalah kalau semua unsur pemimpin dari semua lapisan bisa rukun bersatu. Tidak berarti kita tidak beda pendapat, tapi di ujungnya kita tidak boleh bermusuhan. Saya tidak pernah mau terpancing untuk membenci,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perbedaan. Presiden Prabowo juga terus mengingatkan pentingnya persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Selain itu, dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi khususnya media sosial yang dapat menjadi alat pemecah belah jika tidak digunakan secara bijak. Presiden menuturkan bahwa beberapa berita palsu di media sosial dapat menimbulkan kebencian di masyarakat.

“Sosmed, saya kadang-kadang kaget juga, apa lagi ini, Prabowo menghardik siapa? Prabowo memaki-maki, enggak ada. Saya lihat, waduh, di mana? Saya cek, rupanya hoaks, terlalu gampang bikin hoaks, terlalu gampang bikin fake news,” ujar Presiden.***/mel