Konser Semiliar Yovie Widianto, Hujan Air Mata untuk Carlo Saba

JAYAKARTA NEWS— Suasana tiba-tiba hening. Khalayak ‘Billion Songs Concert’ karya-karya Yovie Widianto di JCC, Jakarta, baru-baru ini ikut larut dalam kesedihan. Pasalnya, dalam sesi ‘tribute to Carlo Saba’, vokalis Kahitna berkurang satu. Hanya yang tarik suara di panggung adalah Hedy Yunus dan Mario Ginanjar.

“Malam ini tampak beda. Tanpa kehadiran vokalis Carlo Saba yang wafat karena penyakit jantung tanggal 19 April 2023 yang lalu,” ujar pimpinan Kahitna, Yovie Widianto yang bertugas pada instrumen keyboard synthesizer.

Selama 37 tahun bersama, mendadak sontak Carlo Saba direnggut maut. Padahal, dengan kehadiran Carlo saat itu, personel Kahitna tampak solid dan utuh. Latihan pun sudah oke.

alm Carlo Saba (kiri), Mario Ginanjar dan Hedi Yunus (foto : NLE)

“Kita semua kehilangan. Aku sulit mengisi kekosongan Kahitna yang ditinggalkan mendiang Carlo Saba,” ungkap Yovie dengan suara bergetar. “Hati bagai diiris-iris. Tapi kami semua berusaha tegar. Kami mencoba tertawa, tapi nafas terasa sesak,” lanjut Yovie.

Hujan air mata untuk Carlo Saba. Yovie dan personel Kahitna nyaris tak mampu melanjutkan harmonisasi untuk lagu ‘Setahun Kemarin” ciptaan Yovie yang disenandungkan Hedi Yunus dan Mario Ginanjar.

Melihat suasana itu, Hedi Yunus berusaha bercanda. “Mas Yovie nangis juga…kasih handuk, bukan tisu…,” celetuk Hedi Yunus memecah keterharuan. Yovie tersenyum.

Jelas, dedikasi Carlo Saba di bidang musik luar biasa. Hedi Yunus juga merasakan hal tersebut.
“Setelah pemakaman di Tanah Kusir, malam harinya Carlo Saba datang dalam mimpi. Saya terkejut,” cerita Hedi Yunus yang menambahkan, Carlo Saba saat itu datang berkemeja hijau. Dia selalu tampil perfeksionis baik dalam latihan maupun ‘hari H’ pergelaran.

“Terus saya tanya, kenapa lu datang ? Dia menjawab, kan mas Hedi Yunus janjian sama saya bersua di Kemang,” kenang Hedi Yunus lagi. Kemudian, Carlo Saba merangkul Hedi Yunus
Semuanya telah berlalu kini. Itu hanya terjadi dalam mimpi karena ada keterikatan dan kekompakan antar sesama personel Kahitna.

Konser Billion Songs Yovie Widianto dimeriahkan segerobak biduan, biduanita dan kelompok. Ada Yovie & The Nuno, 5 Romeo, Arsy Widianto, Tiara Andini,Raisa, Rosa, Tulus, Yura Yunita, Lyodra, Ziva Magnolya, Keleb J dan beberapa pemenang Indonesia Idol lainnya.
Ternyata, industri hiburan masih berdenyut di Republik ini. (pik)

Mocosik 2018 – Festival Buku dan Musik

MOCOSIK Festival merupakan sebuah festival buku dan musik tahunan yang diselenggarakan di kota Yogyakarta sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap dunia musik dan buku. Mocosik dalam literasi bahasa Jawa yang berarti “baca dulu” adalah akronim dari dua kata, yakni “moco” yang berasal dari bahasa jawa yang artinya baca dan “sik” yang diambil dari penggalan kata musik, yang kemudian kita sebut sebagai Mocosik.

Mocosik Festival akan menampilkan artis-artis dan musisi terbaik negeri ini dengan sajian talkshow dunia perbukuan & anak muda, dengan narasumber terpopuler & terkini. Mocosik Festival juga akan menggelar bazar buku dengan harga diskon spesial, pameran seni & desain sampul buku dan festival kuliner. Festival ini diharapkan sebagai salah satu bentuk sumbangan ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang. Mocosik Festival akan diadakan pada tanggal 20, 21, 22 April 2018 di JOGJA EXPO CENTER

Adapun band dan artis dari DIJ dan Jakarta antara lain Kahitna, Rio Febrian, Letto, Tulus, Tompi, Pure Saturday dan gong nya adalah Slank, Glenn Fredly dan Sirkus Barock. Talkshow diisi sederet tokoh sastra, musik dan film : Sapardi Djoko Damono, Seno Gumira Ajidarma, Garin Nugroho, Yovie Widianto, Kemala Andini dll. Ada juga bazaar buku, festival kuliner, art exhibition dan musikalisasi puisi. ***