Satu Warga Kabupaten Tojo Una-Una Tertimpa Bangunan Pascagempa M5,8

JAYAKARTA NEWS— Gempa bumi dengan magnitudo (M)5,8 terjadi dengan pusat 44 km barat laut Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Fenomena ini berlangsung pada Kamis (26/8), sekitar pukul 09.14 WIB. Pascagempa petugas BPBD setempat melakukan pengecekan lapangan.

Data sementara (26/8) per pukul 10.50 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tojo Una-Una melaporkan satu warga meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumah. Korban meninggal telah dievakuasi oleh para petugas. Di samping itu, tim reaksi cepat (TRC) BPBD setempat juga menginformasikan adanya warga yang mengungsi ke dataran tinggi. Petugas di lapangan masih mendata dampak pengungsian maupun kerusakan rumah warga.

Laporan awal yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB, masyarakat setempat panik hingga keluar rumah ketika terjadi gempa. Mereka merasakan guncangan sedang selama 3 detik.

BMKG merilis parameter gempa M5,8 terjadi pada kedalaman 10 km. Berdasarkan pemodeman, gempa tidak memicu terjadinya tsunami.

Berdasarkan analisis skala Modified Mercalli Intensity (MMI), kekuatan gempa wilayah Ampana berada pada IV – V MMI, Poso IV MMI, Morowali III MMI, Luwu Timur dan Parigi Moutong II – III MMI, Palu, Toli-Toli dan Buol II MMI. BMKG menjelaskan skala V MMI mendeskripsikan getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Kabupaten Tojo Una-Una memiliki sembilan wilayah tingkat kecamatan yang berpotensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi. Analisis inaRISK menyebutkan kesembilan kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Tojo Barat, Tojo, Ulubongka, Ampana Tete, Ampana Kota, Una-Una, Togean, Walea Kepulauan dan Walea Besar.

Catatan gempa di Kabupaten Tojo Una-Una menyebutkan fenomena ini pernah terjadi pada Agustus 2002 silam. Saat itu gempa M5,9 dengan kedalaman 60 km berdampak di Kampung Tojo, Kecamatan Tojo. Sebanyak 7 warga luka berat dan 32 luka ringan, sedangkan kerusakan tercatat 57 rumah warga rusak berat dan 240 rusak ringan di wilayah itu. Kerusakan rumah juga terjadi di beberapa wilayah lain, seperti di Kampung Sandada, Uedete dan Bataua.

BNPB telah berkoordinasi dengan BPBD setempat dan memonitor situasi pascagempa melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Tojo Una-Una. Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan maupun informasi yang salah atau hoaks terkait dengan gempa tersebut.***/ebn

Keindahan Pulau Togean

JIKA Anda berkunjung ke Sulawesi Tengah, banyak terdapat pulau yang sangat indah. Pulau ini terletak di Teluk Tomini yang merupakan teluk terbesar di Indonesia.

Namanya Pulau Togean dan telah diresmikan pemerintah sebagai taman nasional (Kepulauan Togean National Park) pada tahun 2004. Secara administrasi wilayah ini berada di KabupatenTojo Una-una.

Destinasi wisata di wilayah Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah, namanya lebih dikenal di mancanegara karena memang memiliki panorama alam yang luar biasa.

Apalagi wisata  alam bawah laut jadi tantangan para diver untuk menyusurinya.  Laut dan pantainya memiliki kekayaan biota laut yang masih terjaga.  Terdapat sejumlah goa di pulau-pulau kecil.

Lalu ada air terjun tersembunyi yang juga jadi tujuan wisatawan. Kawasan coral triangle merupakan pusat kekayaan hayati bawah laut dunia. Termasuk kawasan konservasi paling utama yang di bawah naungan langsung WWF (World Wide Fund for Nature).

Ada empat tipe terumbu karang: Karang Cincin (Atol), Karang Tompoh (Patch Reef), Karang Tepi (Fringing Reef), dan Karang Penghalang (Barrier Reef). Terdata, sekitar 262 spesies terumbu karang dari 19 family, tersebar di kepulauan ini.

Sebanyak 7 spesies di antaranya adalah spesies endemik Kepulauan Togean. Semua karang tersebut menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan di Kepulauan Togean.

Di sini wisatawan tidak perlu susah-susah menyelam menikmati karang-karang itu. Dari tepian pantai, terumbu karang yang indah itu bisa dilihat. Ini karena air lau yang jernih yang bak Kristal.

Menuju Togean melalui Gorontalo. Jalur Gorontalo mempunyai rute penerbangan yang paling mudah. Karena Bandara Sultan Jalaludin di Gorontalo telah dilayani hampir semua Maskapai seperti Garuda, Sriwijaya, Lion dan Batik.

Perjalanan dari Gorontalo ke Wakai menggunakan Fery dengan waktu tempuh sekitar 12 jam dan hanya tersedia 2 kali seminggu yaitu hari Selasa dan Jumat. ***