Tribute to Erros Djarot: Rayakan Perjalanan Cinta di Java Jazz 2026

JAYAKARTA NEWS— Hari kedua (Sabtu, 30/5) Java Jazz 2026, Nice Hall di PIK 2 dipenuhi pengunjung.

Mereka ingin melihat dan bernyanyi bersama Erros Djarot yang selama 45 tahun berkarir di ranah musik dalam acara ‘Tribute to Erros Djarot’, Sebuah acara yang digagas sebagai penghormatan kepada komponis, musikus dan penulis lirik lagu.

“Malam ini kita saksikan sebuah perjalanan panjang karya, idealisme, pengorbanan dan cinta mas Erros Djarot terhadap musik Indonesia,” sambut pembuka pendiri Java Jazz, Peter F Gontha.

“Terima kasih, Pit. Musik bukan agama tanpa batas suku dan negara,” balas Erros.

“Musik itu bahasa universal

Menyatukan manusia. Di panggung, kita tetap merasakan harmoni yang berbeda,”  imbuh Errod Djarot yang pernah mendirikan Barong’s Band bersama mahasiswa RI di Jerman Barat.

Erros Djarot bersama Barong’s Band (foto istimewa)

Acara ini menghadirkan Dwiki Dharmawan selaku pengarah musik.

Penyanyinya adalah Dira Sugandi, Once Mekel, Monita Tahalea, Andre Hehanussa dan Balawan (virtuoso).

Lagu pembuka ‘Serasa’ yang dibawakan Dira Sugandi yang jangkauan vokalnya nyaris tiga oktaf

Penonton bagai tersihir ikut menyanyi.

Suasana menjadi hangat ketika disusul Once Mekel yang melantunkan ‘Angin Malam’ yang bersuara khas.

Andre Hehanussa membawakan ‘Merpati Putih’ dan Monita Tahalea menyenandungkan ‘Cinta”.

Nomor demi nomor menyemarakkan  malam nan dingin.

Once lagi-lagi mengajak penonton ‘sing a long’ di lagu ‘Selamat Jalan Kekasih’ yang bernada sentimental.

Dan ditutup lagu ‘Simfoni’ bersama semua penampil.

Ada yang terlupakan. Kenapa lagu ‘Badai Pasti Berlalu’ yang menjadi karya monumental Erros (yang juga difilmkan Teguh Karya dan Erros berhasil meraih Citra pertama sebagai penata musik) tidak dibawakan ?

Apakah karena biduanita Berlian Hutauruk yang bersuara sopran seperti di album kasetnya, tak hadir malam itu ?

“Waktunya terbatas dan mepet,” alasan Dwiki Dharmawan.

Iya deh.

Malam semakin larut.

Selamat jalan kekasih, terdengar sayup-sayup masih didendangkan pengunjung. (pik)

Menanti 17 Tahun, Akhirnya Slank Kembali Tampil di Java Jazz 2026 Minggu Besok, Siap-siap Kejutan!

JAYAKARTA NEWS—  Grup rock legendaris Slank akan tampil di Nice Hall, PIK 2, Tangerang, di hari terakhir (Minggu, 31/5/2026), Java Jazz 2026. Slank pernah unjuk diri di Java Jazz 2009 di JCC, Jakarta. Setelah menanti selama 17 tahun, Slank kini akan menyapa para slankers.

“Slank akan tampil dari pk 4.30 PM hingga pk 5.30 PM dengan sentuhan rock, blues, reggae dan R&B,” ujar Kaka, vokalis Slank, kepada penulis di Gang Potlot (markas Slank), Jakarta.

Dikatakannya, Slank akan merombak total lagu-lagunya dengan konsep baru yang lebih segar dan berbeda.

Pemain drum, Bimbim memaparkan kali ini Slank tak banyak menghadirkan kolaborasi.

“Kita kasih challenge. Penonton belum pernah dengar konsep baru spesial di Java Jazz 2026,” ungkap Bimbim.

Berdurasi satu jam, Slank membocorkan deretan nomor lagu-lagu hits miliknya.

Antara lain ‘Virus’, ‘Ku tak bisa’, ‘Orkes Sakit Hati’, ‘Suit..suit..Hei..Hei’, ‘Tong Kosong’ dan lagu lain yang bernuansa menghentak dan blues.

Slank tampil di hari terakhir Java Jazz 2026, Minggu (31/5/2026)/ Foto jjf

Slank masih tetap berformasi Kaka (vokalis), Bimbim (drum), Ivanka (bass), Ridho (gitar) dan Abdee Negara (gitar).

Bertema ‘beyond the horizon’, Java Jazz ke 21 tahun ini dihelat selama 3 hari : 29, 30 dan 31 Mei 2026.

Dengan 10 panggung, Java Jazz 2026 boyongan dari JIExpo Kemayoran ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 milik grup Agung Sedayu Group dan Salim Group.

NICE Hall disebut-sebut merupakan venue terbesar di Asia.

Sederet jazzer lokal dan mancanegara meramaikan perhelatan festival musik terbesar yang diadakan setiap tahun.

Selain Slank, gelaran ini juga menampilkan  Baskara & Ardhito Pramono, Andien, Ruth Sahanaya, Dira Sugandi, Yura Yunita, Dwiki Dharmawan, 5 Petani, Barry Likumahuwa, Andre Dinuth, Maliq d’Essentials, John Batiste, Daniel Caesar, Dave Koz, Earth Wind n Fire dan masih banyak lagi. (pik)

Java Jazz 2026 Siap Digelar: Pindah dari Kemayoran ke PIK 2

JAYAKARTA NEWS— Java Jazz Festival (JJF) edisi ke 21 memasuki babak baru.

Dimulai 29 s d 31 Mei 2026, kini JJF hengkang (pindah) dari JIExpo Kemayoran ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sponsor pendukung pun berganti. BNI yang lama jadi sponsor kini mundur dan digantikan MyBca. Sehingga nama JJF kini menjadi MyBCA Jakarta International Java Jazz Festival 2026.

“Kita perlu ruang lebih luas dan PIK 2 yang digelari The New Jakarta City siap menerima jazzer dan ribuan pengunjung,” ujar Presiden Direktur JJF, Dewi Gontha.

“Sehingga di venue baru ini,  JJF 2026 menjadi its just not about music, tapi about music and art,” papar Dewi Gontha.

Hanya 7 menit dari bandara Soekarno Hatta, PIK 2 yang dibangun oleh kelompok Salim Group dan Agung Sedayu Group ini benar-benar merupakan kota Jakarta baru yang kini dipenuhi banyak hotel, restoran dan tempat bermain bagi masyarakat di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Didirikan 12 panggung dengan hall utama di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) akan menjadi rumah baru untuk JJF 2026 plus hall disekelilingnya secara out n in door,” imbuh Dewi Gontha.

Beberapa jazzer mancanegara dan lokal dipastikan sebagai ‘line up’ dan siap menghangatkan suasana di PIK 2.

Ada Jon Batiste, Slank dan RAN yang bakal menjadi spesial show.

Slank tampil di JJF 2026

Kemudian musisi lintas generasi unjuk diri yaitu Lisa Simone, Justin Lee Schultz, Dave Kozz, Incognito, wave to Earth-Wind and Fire by Al McKat, Yutu, Niko Niko Tan Tan, Bilal Indrajaya, 5Petani, Ziva Magnolya, The Corleones dan masih seabrek lagi. Juga ada panggung spesial Eros Djarot sebagai bentuk kehormatan terhadap warisan musik Indonesia karya Eros Djarot.

Penggagas dan founder JJF, Peter F Gontha mengaku JJF adakah pertemuan jazzer internasional dan Indonesia terbesar di Asia dan Dunia.

“Sehingga event ini bisa memperkuat ekosistem musik nasional dan meningkatkan pariwisata kita,” urai Peter F Gontha.

Tiket terusan 3 hari dibandrol Rp 1.100.000, tiket tiap hari-tiket Sabtu dan tiket Minggu Rp 525.000.

Perayaan JJF pertama dihelat di JCC Senayan kemudian pindah ke JIExpo Kemayoran.

Kini, dengan ‘rumah baru’ di PIK 2, JJF lebih relevan,  inovatif dan lebih mendunia. (pik)