JAYAKARTA NEWS – Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membatalkan status tersangka 9 Petani Sawit Kelompok Tani Saloloang, di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. JPKP memandang, tidak ada niatan dari warga itu untuk mengancam aparat apalagi menghalangi pembangunan Proyek Bandara VVIP di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Tidak pernah ada sedikit pun masyarakat mau menggunakan parang dan mandau untuk mengancam kapolsek, bupati, tim terpadu maupun kontraktor. Parang dan mandau itu murni digunakan untuk bertani, termasuk hari itu untuk membuka jalur untuk jalan bagi kemudahan tim pada saat verifikasi tanam tumbuh,” kata Ketua Umum JPKP Maret Samuel Sueken dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Maret Samuel menambahkan, pemberitaan media massa yang menyebut 9 petani itu mengancam dan menghalangi Pembangunan Proyek Bandara VVIP IKN dengan menggunakan senjata tajam, sama sekali tidak benar.
“Yang benar adalah lahan warga tergusur padahal belum ada verifikasi dan identifikasi tanam tumbuh yang seharusnya ada. Jadi kalimat mengancam dan menghalangi proyek sangatlah tidak benar. Yang ada adalah mereka terlebih dahulu menggusur lahan milik warga, lalu warga menghalangi serta meminta terlebih dahulu ada verifikasi dan identifikasi tanam tumbuh,” sambung Maret Samuel.
Sebagai informasi, Sabtu (24/2/2024), polisi menangkap 9 orang petani sawit dari Kelompok Tani Saloloang. Aparat menduga mereka mengancam para pekerja proyek pembangunan bandar udara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kaltim.
Awal Maret lalu, Polda Kaltim menangguhkan penahanan mereka. Kendati begitu, kesembilan warga ini masih berstatus tersangka.
Balikpapan 2 Maret 2024 , isteri-isteri dan korban PENANGKAPAN POLISI photo bersama dengan KAPOLDA KALTIM. (ist)
Lahan Turun Temurun dan Nama Fiktif
Maret Samuel juga menyebut, Kelompok Tani Saloloang tidak pernah setuju dengan keinginan Pj Bupati Penajam Paser Utara untuk menerima relokasi yang hanya berpedoman dengan PerPres No 62 Tahun 2018 dan PerPres No. 78 Tahun 2023 karena lahan mereka bukan Tanah Terlantar.
“Mereka pemilik lahan turun temurun puluhan tahun sebelum ada TKA, sebelum ada HGU sehingga pendekatan payung hukumnya berdasarkan Undang-Undang Reforma Agraria yang tepat adalah PerPres No. 86 tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pengadaan tanah bagi Pembangunan untuk kepentingan umum,” kata Maret Samuel.
Dia menambahkan, persoalan menjadi lebih rumit tatkala muncul nama-nama fiktif di atas Peta Bidang lahan milik Kelompok Tani Saloloang. Sedangkan nama petani sendiri tak tertera. Dari awal bergulirnya isu pembangunan Bandara VVIP IKN, Kelompok Tani Saloloang tidak pernah ada yang mengundang saat sosialisasi.
“Kecuali yang terakhir kali, saat Bupati mengumpulkan ratusan orang korban terdampak. Saat itu warga sempat menyuarakan keluhan tetapi tidak juga mendapat tanggapan,” tutur Maret Samuel.
Dia menyebut, nama-nama fiktif di atas lahan warga sudah membuat pernyataan kalau mereka tidak pernah merasa memiliki. Tidak juga membeli atau berkebun di lahan tersebut. Bahkan mereka tidak tahu lokasi pembangunan Bandara VVIP tersebut.
“Warga tidak ingin Pemerintah membayar sesuatu kepada orang yang salah. Membayar kepada nama-nama fiktif yang sebenarnya tidak punya hak. Justru kami berusaha menjaga agar aparat negara tidak terperangkap dan melanggar hukum memperkaya orang lain menggunakan uang negara untuk kepentingannya.”
Karena itu JPKP mendesak aparat terkait untuk mengusut siapa yang berada di balik kekisruhan ini.
“Saya kira apparat harus meluruskan kekacauan ini. Ungkap siapa dalang di balik kekacauan ini,” pungkas Maret Samuel. (*)
KRONOLOGIS PENANGKAPAN & PELEPASAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI SALOLOANG PEMILIK LAHAN PEMBANGUNAN BANDARA VVIP IKN
JAYAKARTA NEWS – Demi dan atas nama penghijauan di lokasi Ibu Kota Negara (IKN), sejumlah lembaga berkolaborasi menyumbangkan bibit-bibit pohon, di bawah koordinasi Persatuan Purnawirawan TNI-Angkatan Darat (PPAD).
Ratusan ribu bibit aneka pohon, Senin (21/11/2022) diserahkan kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mewakili Pemerintah Republik Indonesia.
Para pihak yang bergotong-royong menyumbangkan bibit-bibit pohon itu di antaranya, MIND ID. Mining Industry Indonesia (MIND ID) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia beranggotakan PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum (Persero), PT Timah Tbk.
Lembaga lain adalah Indika Group. Indika Group didirikan 1968 merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang media, peralatan, properti, pertambangan, dan infrastruktur. Member Indika Group di antaranya Indika Energy dan Indika Nature.
Pihak yang juga memberikan dukungan adalah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di bawah Ketua Umum Arsjad Rasjid. Kolaborasi ini juga melibatkan Mabes TNI dan TNI AD.
Serah terima bibit pohon dilakukan di bilangan Jatikarya, Kota Bekasi. Turut menyaksikan moment bersejarah itu antara lain, Wakasad Letjen TNI Agus Subiyanto, Danny Amrul Ichdan (Direktur Hubungan Antarlembaga MIND ID), Arsjad Rasjid (Ketua Kadin Indonesia), Azis Armand (Vice President Director and Group CEO Indika Energy), dan Leonardus Herwindo (CEO Indika Nature).
Sementara, Menteri PUPR hadir ke lokasi kebun bibit, didampingi Sekjen Ir. Mohammad Zainal Fatah, dan para Dirjen serta pejabat setingkat eselon I lain. Yang menarik, mereka semua tidak datang sendiri-sendiri, melainkan naik minibus PUPR.
Setiba di lokasi, Doni Monardo langsung mengajak rombongan tour kebun bibit. Doni memperlihatkan 65 jenis pohon yang akan disumbangkan, dari ratusan ribu batang pohon yang siap dikirim ke IKN.
Satu per satu dijelaskan oleh Doni, nama pohon, asal-usul pohon, karakter pohon. Bahkan terhadap satu jenis pohon yang dipercaya memiliki khasiat tertentu, atau mitos tertentu. Urusan pohon Doni memang hafal luar kepala.
Di tengah tour, tiba-tiba Menteri Basuki meng-cut. “Sebentar pak Doni. Tadi mana pak Iwan, yang pakar pohon dari IPB?” Dr Ir Iwan Hilwan pun maju mendekat, “Saya, pak Menteri”.
“Saya mau tanya, jawab dengan jujur. Benar atau tidak, semua penjelasan pak Doni tentang pohon-pohon tadi…,” tanya Menteri Basuki dengen mimik lucu. Anggota rombongan semua tertawa.
Iwan menjawab, “Semua benar, pak Menteri.”
Giliran Menteri Basuki yang tertawa lebar. “Itulah hebatnya pak Doni, meski lulusan Akabri, dia bisa hafal betul nama-nama pohon, karakter, bahkan asal-usulnya,” kata Menteri Basuki, disambut tepuk tangan rombongan yang hadir.
Memori serah terima bantuan pohon dari PPAD (didukung MIND ID, Energy Group, Kadin Indonesia, Mabes TNI, dan TNI-AD) dari Ketua Umum PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mewakili pemerintah Republik Indonesia. (foto: PPAD)
Pohon Tepi Jalan
Pohon yang sedia dikirim ke lokasi IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu, terdiri atas pohon keras dan langka, pohon buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis, dan rumput vetiver.
Jenis-jenis pohon dan kegunaannya, dipaparkan oleh pakar pohon IPB Dr Ir Iwan Hilwan, dari Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan IPB. Ia membaginya menjadi dua area tanam. Yang pertama di area perkotaan, seperti di tepi jalan dan halaman perkantoran. Yang kedua, untuk hutan atau semacam arboretum.
Arboretum adalah suatu tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan (KBBI). Arboretum juga merupakan salah satu lingkungan yang di dalamnya menjadi tempat atau habitat bagi beberapa fauna.
Untuk tanaman tepi jalan dan halaman perkantoran, Iwan Hilman menyebutkan kriterianya. Antara lain, berbunga indah, bertajuk rindang, tidak mudah patah atau tumbang, serta akarnya tidak merusak trotoar atau badan jalan.
Sejumlah pohon yang sesuai antara lain tabebuya, baik yang berbunga pink, kuning maupun merah. Lalu flamboyant merah. Juga jacaranda dengan bunga ungu yang cantik.
Jenis pohon lain adalah Spathodea yang bunganya oranye menyala. “Orang kita menyebutnya Ki Acret, atau Kacreutan,” ujar Iwan.
Berikutnya pohon saputangan, yang indah saat berbunga. Iwan juga mereferensikan pohon pule yang sangat bagus pola percabangannya. Ia mencontohkan pohon pule yang ada di sekitar Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
Lalu, pohon kenari. Iwan menyebut pohon kenari di kota Bogor. Kenari cenderung tahan terpaan angin. “Pohon asam jawa juga bagus ditanam di tepi jalan,” tambahnya.
Pohon lain adalah filicium atau kerai payung. Ada lagi, Ketapang laut, Ketapang kencana, dan trembesi. Khusus trembesi, disarankan agar agak jauh dari tepi jalan. Sebab, akarnya bisa mendongkrak trotoar dan badan jalan. Tetapi, pohon ini sangat bagus ditanam di tepi jalan karena kemampuannya menyerap karbon dioksida (CO2).
Tanaman tepi jalan dan halaman kantor lain yang ia usulkan adalah baobab. Ini yang oleh Doni Monardo disebut sebagai pohon keabadian. Pohon ini bisa hidup hingga ratusan tahun. Mengingat baobab bisa berdiameter sangat lebar, maka disarankan agar ditanam di tengah halaman.
Penyerahan pohon secara simbolis dari Ketua Umum PPAD Letjen TNI Purn Doni Monardo kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. (foto: PPAD)
Pohon Hutan
Iwan Hilman juga menyebutkan sejumlah pohon yang bagus untuk hutan. Di antaranya merbau dan cempedak. Khusus pohon cempedak sangat bagus, karena bisa mengundang satwa perimata.
Kemudian pohon pala dan beringin. Nah khusus beringin, buahnya sangat disenangi burung. “Yang kita sebut buah, sebenarnya itu bunga,” kata Iwan.
Lalu pohon ulin, yang sudah langka di Indonesia. Juga pohon langka lain, Torem, endemik Maluku. Berikutnya, eucalyptus, suren, gandaria, jamblang, eboni, waru laut, dan sebagainya.
Istana dan Beringin
Ratusan ribu batang pohon dengan ketinggian rata-rata di atas 3 meter itu, sebagian besar hasil budidaya dan garapan Doni Monardo. “Jenderal Pohon” ini aktif melakukan pembibitan aneka jenis pohon sejak tahun 2008, saat menjabat Dan Brigif Kariango, Sulawesi Selatan.
Sejumlah pohon beringin yang akan dikirim ke IKN, adalah beringin istimewa. Sebagian bibitnya berasal dari beringin yang ada di Istana Negara.
Doni Monardo secara khusus meminta Yon Kawal Paspampres memungut dan mengumpulkan biji-biji beringin yang jatuh dan menyerahkan kepadanya, untuk disemaikan. Itu dilakukan sejak menjabat Dan Paspampres tahun 2012.
“Jadi pak Menteri, yang pindah ke IKN tidak saja Istana Presiden tetapi juga termasuk pohon beringinnya,” ujar Doni Monardo kepada Menteri Basuki Hadimulyo. Menteri sejenak tertegun, lalu tertawa sambil berkata, “Benar sekali, pak Doni.”
Ada juga bibit beringin yang bijinya ia dapat dari kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) serta beringin unik di Jl. Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Khusus pohon trembesi, bisa dikatakan sebagai pohon “jagoan” Doni Monardo. Melalui komunitas Budidaya Trembesi (Budiasi), Doni telah “mentrembesikan” banyak kawasan. Mulai dari markas Brigif Kariango, sejumlah kawasan di Makassar, Bogor, Padang, jalur Pantura bekerjasama dengan PT Djarum, Lombok, dan terlalu banyak jika dideret wilayah yang telah “ditrembesikan” oleh Doni sejak tahun 2008.
Pohon lain yang bakal tumbuh di IKN adalah Asam Laos. Pohon ini punya riwayat unik. Alkisah, saat berdinas di Paspampres, Doni acap bepergian ke luar negeri mendampingi Kepala Negara. Termasuk di antaranya ikut menikmati jamuan kenegaraan.
Saat mencicipi aneka buah, utamanya buah yang berbiji, buahnya dimakan, bijinya ditaruh di atas tisu, lalu disimpan di dalam kantong jas yang ia kenakan. Sesampai Tanah Air, tangan dingin Doni akan menyemaikan biji-biji itu. Ada yang berhasil, ada yang gagal. Nah, pohon asam laos itu termasuk yang berhasil.
Ada lagi pohon mimba. Ini adalah jenis pohon yang banyak ditemukan di NTT dan NTB. Doni mendapatkan biji pohon ini langsung dari Bupati Sikka, NTT, beberapa waktu lalu.
Pohon ini mempunyai berbagai manfaat untuk pertanian dan kesehatan serta dapat diintegrasikan dalam sistem agroforestri. Pohon mimba ini pula yang dikirim Presiden Sukarno untuk ditanam di Padang Arafah Saudi Arabia dan dikenal dengan nama “Pohon Sukarno”.
Beralih ke pohon angrit. Salah satu jenis pohon khas yang terbilang sangat langka. Kebetulan, kebun bibit Doni Monardo bisa menyemaikannya.
Pohon angrit (Distylium stellare) dapat tumbuh di ketinggian 35 sampai 2200 mdpl. Tingginya bisa mencapai 20-40 meter dengan diameter 80-200 cm.
Daerah penyebaran antara lain di Gunung Papandayan, Jawa Barat. Tim pembibitan Doni Monardo berhasil menyemaikan biji angrit di media tanah yang gembur halus lalu ditutup plastik molsa atau dedaunan. Tujuannya agar menjaga kelembaban dan terpaan sinar matahari langsung.
Setelah biji berkecambah tumbuh daun dua atau tiga helai, lalu dipindah satu per satu ke polybag ukuran 10 x 15 yang sudah diisi tanah. Usia siap tanam di kebun 6 sampai 7 bulan dengan ketinggian 30 cm/40 cm. “Memang tidak mudah menyemaikan biji pohon angrit, tapi kami berhasil,” ujar Doni.
Bank Pohon
Dalam kesempatan itu, Doni mengingatkan pentingnya “Bank Pohon”. Penebangan liar, alih fungsi lahan, mengakibatkan banyak bencana. Kerugian akibat bencana alam tidak hanya materi tetapi juga nyawa manusia. “Ini tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan Bank Pohon. Perusahaan-perusahaan tambang bisa menjadi pionir,” ujar Kepala BNPB 2019 – 2021 itu.
Bank Pohon adalah sejenis kebun pembibitan tanaman, termasuk laboratorium nursery. Perusahaan-perusahaan tambang punya kewajiban mencetak bank pohon.
“Perusahaan tambang dan energi, pekerjaannya pasti menguliti permukaan kulit bumi. Karenanya secara moral harus ikut bertanggung jawab memulihkan kulit bumi dengan menyediakan Bank Pohon. Pohon-pohon itu kelak ditanam untuk menggantikan kulit bumi yang sudah dikupas,” ujar Doni, yang juga Komisaris Utama MIND ID itu.
Video dari Presiden
Usai penyerahan bibit-bibit pohon, Menteri PUPR mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang berkolaborasi. “Keterlibatan PPAD tidak hanya pada penyerahan bibit, tapi kami akan libatkan sampai proses pengiriman dan penanaman. Sebab menanam pohon tidak main-main, harus ada ahlinya,” kata Basuki.
Terlebih, jenis tanah di Kalimantan Timur berbeda. Karena itu perlu treatment khusus, agar pohon-pohon tadi bisa tumbuh dengan baik. “Termasuk tadi pak Doni katakan, sesampai di sana, pohon juga tidak langsung ditanam, tapi dikarantina dulu untuk penyesuaian,” katanya.
Yang jelas, Presiden Joko Widodo sangat menekankan pada aspek lingkungan dan estetika. “Kalau beliau bepergian dan melihat pepohonan yang bagus, beliau langsung videokan dan kirim ke saya. Lalu beliau berpesan, ‘saya ingin seperti ini’ (di IKN) nanti,” tambah Basuki.
Dalam desain pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, tersedia 65 sampai 70 persen ruang terbuka hijau. “Jadi tidak hanya hijau, tapi juga biru, karena didesain akan mencetak banyak embung sebagai penampungan sekaligus resapan air,” tambah Basuki.
Dalam kesempatan itu, Kasad diwakili Wakasad Letjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. menyambut baik kegiatan sumbang pohon untuk IKN. Kasad bahkan menyiapkan kapal khusus untuk mengangkut pohon-pohon tersebut ke IKN. Selanjutnya, Kasad melalui Wakasad juga berpesan agar saat menamam dan merawat pohon-pohon itu, anggota TNI AD dilibatkan.
Sejuta Sukun
Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID, Danny Amrul Ichdan, menyatakan sangat mendukung program pengiriman dan penanaman bibit pohon ke IKN.
Program ini sejalan dengan visi MIND ID. “Ini adalah perwujudan Noble Purpose MIND ID ‘We explore natural resources for civilization, prosperity and a brighter future’.” Kata Dany pula. Karenanya, MIND ID berkomitmen mewujudkan program satu juta bibit sukun, termasuk untuk ditanam di IKN.
“Selain menyumbang pohon sukun, MIND ID juga menyumbang 20.000 bibit pohon campuran yang dihasilkan dari kegiatan kerjasama MIND ID dengan Yayasan Bumi Selaras Sejahtera,” tambahnya.
Bibit pohon sukun ini merupakan kolaborasi PPAD, MIND ID, Kodam XVI/Pattimura, dan Universitas Pattimura. Bibit sukun unggulan didatangkan dari Kampung Tengah Tengah, Tulehu, Maluku Tengah. Kurang lebih 45 menit dari kota Ambon.
Sementara itu, kesan senang berkolaborasi dengan PPAD juga disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. Ia mengatakan, sejauh ini selalu seiring dan sejalan dengan Doni Monardo. Termasuk saat Doni Monardo menjabat Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19.
“Kolaborasi itu terus berlanjut hingga kini, saat beliau menjabat Ketua Umum PPAD. Kegiatan menyumbang bibit-bibit pohon untuk IKN ini adalah kehormatan, tidak ada alasan untuk tidak mendukung, dan Kadin Indonesia mendukung sepenuhnya,” tegas Arsjad. (egy/roso)
JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi dukungan para duta besar, diplomat, dan investor dari berbagai negara terhadap rencana Presiden Joko Widodo membangun dan memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, yang kini diberi nama Nusantara. Sebagaimana juga disampaikan Duta Besar Ceko untuk Indonesia, H.E. Mr. Jaroslav Dolecek, yang mengatakan dirinya dan investor siap memberikan dukungan, menjadikan IKN Nusantara sebagai kota dunia yang modern dan berkelanjutan.
Namun mereka juga mengungkapkan, akan lebih merasa yakin dan nyaman jika ada aturan hukum yang memastikan progres pembangunan IKN Nusantara bisa tetap berjalan, walaupun Presiden Joko Widodo tidak lagi menjabat sebagai Presiden Indonesia. Mengingat jika hanya diatur dalam undang-undang, sangat rawan diganti atau bahkan dihentikan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).
“MPR RI saat ini sedang menyelesaikan kajian terhadap Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Sehingga para duta besar, diplomat, dan investor tidak perlu khawatir terhadap proses pembangunan IKN Nusantara. Keberadaan PPHN akan memastikan kesinambungan pembangunan IKN Nusantara tidak hanya dilakukan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, melainkan juga dilanjutkan oleh berbagai presiden penggantinya. Karena belajar dari berbagai pengalaman negara dunia, setidaknya membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun dalam proses pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara, atau sekitar 2-4 kali Pemilu di Indonesia,” ujar Bamsoet usai menerima Duta Besar Ceko untuk Indonesia, H.E. Mr. Jaroslav Dolecek, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Kamis (20/1/22).
Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM dan keamanan ini menjelaskan, dalam pertemuan dengan Duta Besar Ceko untuk Indonesia, H.E. Mr. Jaroslav Dolecek, keduanya juga sepakat untuk saling meningkatkan berbagai kerjasama, khususnya di bidang pertahanan. Kedua negara telah mengadopsi Perjanjian Kerjasama Pertahanan untuk alih teknologi dan produksi Alutsista, yang telah dimulai dengan produksi bersama Panzer. Sekaligus juga mengundang industri pertahanan Ceko untuk berpartisipasi dalam Indo Defence Expo 2022 yang akan diselenggarakan pada November 2022 di Jakarta.
“Kita juga sepakat untuk mendorong penyelesaian perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah berlangsung sejak 2016. Momentum tahun 2022 sangat tepat, mengingat di tahun ini Indonesia memimpin G-20, sedangkan Ceko akan memimpin Uni Eropa (European Union). Uni Eropa merupakan mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi. Nilai perdagangan bilateral pada periode Januari hingga Agustus 2021 mencapai USD 18,1 Miliar, meningkat 8,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 16,7 Miliar. Nilai investasi Uni Eropa pada tahun 2020 mencapai USD 2,1 Miliar,” jelas Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga menghargai dukungan Ceko terhadap minyak sawit berkelanjutan Indonesia yang seringkali mendapatkan diskriminasi dari Uni Eropa. Sebagai sahabat baik, Indonesia senantiasa membuka banyak kesempatan agar investasi dari Ceko bisa mudah masuk ke Indonesia. Khususnya pada sektor energi baru terbarukan, pengolahan limbah, infrastruktur, dan pembangunan private defence industry park.
“Investasi Ceko di Indonesia hingga triwulan II 2021 tercatat mengalami peningkatan hampir tujuh kali lipat menjadi USD 686 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar USD 87 juta. Tersebar pada berbagai sektor, antara lain hotel dan restoran, jasa lain, serta pertanian dan peternakan,” tandas Bamsoet.
Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini juga mendorong agar nilai perdagangan Indonesia-Ceko bisa terus ditingkatkan. Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2019 tercatat sebesar USD 278,73 juta, naik 21,63 persen pada tahun 2020 menjadi USD 339,02 juta. Akibat pandemi Covid-19, sempat menurun pada periode Januari-November 2021 menjadi USD 207 juta. “Pada periode yang sama, Indonesia selalu mengalami defisit perdagangan bilateral, mencapai USD 198,76 juta (2020) dan USD 41,6 juta (Jan-Nov 2021), karena besarnya nilai impor alutsista serta peralatan teknologi dan permesinan dari Ceko, bila dibandingkan ekspor non-migas dan komoditas Indonesia ke Ceko. Kedepannya, diharapkan bisa terjadi perimbangan neraca perdagangan antar kedua negara, sehingga jangan sampai terjadi defisit yang besar dari sisi Indonesia,” pungkas Bamsoet. (ctr)