“Pria Impoten” Raih Aktor Terbaik di FFI 2022

JAYAKARTA NEWS – Gara-gara memerankan pria impoten di film ‘Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas’ (SDRHDT) karya sutradara Edwin, Rafael Giulliano Marthino Lio meraih piala Citra kategori aktor utama terbaik dalam perhelatan FFI 2022 di Jakarta. “Gue enggak menyangka. Alhamdullilah banget,” lontar Marthino Lio usai menerima penghargaan didampingi isterinya.

“Arti piala Citra adalah bentuk apresiasi. Gue menghargai ini. Ada beban lepas,” beber Marthino Lio. Mantan penyanyi latar Melly Goeslaw ini berharap aktingnya bisa lebih baik lagi.

“Gue bekerja buat keluarga, perform, deliver cerita, skenario,” imbuh Marthino Lio. Dalam film SDRHDT yang diangkat dari novel karya Eka Kurniawan ini, Marthino Lio didapuk menjadi sosok Ajo Kawir, jawara yang enggak takut mati.

Ajo Kawir berhasrat besar bertarung sebagai pejantan tangguh didukung rahasianya yang gelap yaitu ‘burungnya enggak bisa berdiri’ jika berhadapan dengan lawan jenis. Marthino Lio mengungkapkan ingin mencoba berperan dalam berbagai profesi, baik protagonis maupun antagonis. Di kubu aktris utama wanita, pemenangnya adalah Ladya Cheryl sebagai Iteung dalam SDRHDT.

Malam itu Ladya Cheryl tak hadir dan diwakilkan saudaranya. Sama halnya di kategori sutradara terbaik, Edwin jufa tak hadir. Edwin berhasil mengungguli lawan-lawannya lewat tangan dinginnya menggarap film SDRHDT. Sedangkan Slamet Rahardjo Djarot untuk kesekian kalinya dinobatkan sebagai aktor pendamping terbaik lewat aktingnya yang menawan di film ‘Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga.

Dan Putri Marino keluar sebagai aktris pendamping terbaik’ melalui seni perannya di film ‘Losmen Bu Broto’. Siapakah ‘gong’ FFI 2022 sebagai film panjang terbaik ? Tak salah lagi, film ‘Before Now and Then’ (Nana) ditahbiskan sebagai film panjang terbaik tahun ini.

“Film ini aku persembahkan untuk leluhurku di Tanah Sunda. Terima kasih,” ucap sutradaranya, Kamila Andini optimistis. FFI 2022 yang dihelat di Plenary Hall, JCC, Jakarta, dihadiri tiga Menteri, yaitu Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menkeu Sri Mulyani. Mengusung tema ‘Perempuan, Citra Karya Karsa’, tahun ini ‘Lebarannya insan film’ ini dipenuhi wajah-wajah baru di industri perfilman dan kaum wanita yang mengenakan kain kebaya dan tenun ikat. (pik)

Kamila Andini, Happy Salma dan wanita-wanita lain dalam film ‘Nana’. ( foto Nazira )

FFI 2022 – Genderang Perang Telah Ditabuh

JAYAKARTA NEWS – Menyongsong Festival Film Indonesia (FFI) 2022, ‘genderang perang” telah ditabuh. Para nomine dan pendukung kuat para sutradara, produser, pemeran utama dan pendukung, bahkan penata musik, penata suara sampai penata kostum pun ikutan mempopulerkan artis dan insan filmnya.

Di kubu pemeran utama pria, terjadi persaingan antara Vino Giovanni Bastian, Marthino Lio, Oka Antara, Kevin Ardhilova dan Bio One. Tak kalah seru di kubu pemeran utama wanita, bertengger nama-nama unggulannya, yaitu Happy Salma, Ladya Cheryl, Martha Timothy, Maudy Koesnaedy dan Tika Panggabean.

Persaingan sengit juga terjadi di kubu pemeran pendamping pria yaitu Arswendy Bening Suara, Elang El Gibran, Reza Rahadian, Rukman Rosadi dan Slamet Rahardjo Djarot.

Logo tema FFI 2022. (foto : Humas FFI )

Bagaimana kans para nomine di kubu pemeran pendamping wanita ? Siapakah yang bakal menang menggondol piala Citra diantara Laura Basuki, Maudy Ayunda, Putri Marino, Ratu Felisha atau Sheila Dara? Kemudian, di antara sederet unggulan film terbaik, siapa yang akan keluar sebagai ‘the best’ di antara Autobiography, Noktah Merah Perkawinan, Rindu Dendam Harus Dibayar Tuntas atau Before Now and Then (Nana)? 

Semuanya akan terjawab nanti tanggal 22 November 2022 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) dan kanal YouTube FFI, Budaya Saya dan Kemdikbudristek RI. Mengusung tema ‘Perempuan, Citra Karya Karsa’, Dewan Juri FFI 2022 akan menilai 20 film dokumenter, 7 film dokumenter panjang, 30 film cerita pendek, 20 film cerita panjang dan 15 kritik film.

“FFI bukan hanya milik insan film. Tahun ini, kita juga melibatkan publik untuk kategori pilihan penonton yaitu aktor dan aktris pilihan serta film favorit,” kata Ketua Komite FFI 2022, Reza Rahadian Matulessy.

Sedangkan Ketua Bidang Penjurian FFI 2022, Garin Nugroho menilai, beragam tema ada di FFI tahun ini, meliputi politik, cinta, keluarga, sampai pencurian lukisan. “Hal ini menjadi akses dan keunikan adanya dinamika film di Tanah Air. Lihatlah mencuatnya beragam tema, genre, cara bertutur hingga kritik film yang berkembang di banyak platform,” beber Garin Nugroho.

Ditambahkan juga oleh Garin, ada pergeseran gaya hidup penonton belakangan ini, dengan bertabraknya batas-batas seni dan hiburan. Penonton kelas menengah saat ini banyak yang coba menonton film genre horor yang meraih jutaan khalayak.

Tahun ini, orang gedongan enggak risih lagi melihat film horor seperti ‘KKN di Desa Penari’ dan ‘Pengabdi Setan 2 – Communion’. Dan semuanya melebur menjadi satu,” imbuh Garin. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid menyampaikan harapannya untuk Malam Anugerah FFI 2022 yang sebentar lagi akan dihelat.

“Film Indonesia memang sudah mulai menemukan jati dirinya dan beberapa karya anak bangsa pun berhasil mendapat  simpati masyarakat, bahkan meraih apresiasi tinggi hingga ke luar negeri, sejajar dengan film internasional,” pungkas Hilmar Farid. (pik)