Erick Thohir Apresiasi Dukungan Gubernur Khofifah untuk PSSI dan Sepak Bola Daerah

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan dukungan penuh terhadap PSSI dan sepak bola di daerah.

Hal itu disampaikannya saat diterima Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (2/8) pagi.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah menyatakan komitmennya untuk mendukung Transformasi Sepak Bola Nasional, serta pengembangan sepak bola khususnya rencana digelarnya Liga 3 dan Liga 4.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pihaknya pun siap untuk memfasilitasi dialog antara PSSI dengan para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk menyukseskan Liga 3 dan Liga 4.

“Jawa Timur dikenal sebagai salah satu gudang talenta sepak bola nasional. Kami siap mendukung langkah PSSI dalam membangkitkan sepak bola akar rumput. Ini akan memberi energi positif dalam pembinaan atlet muda di daerah,” kata Gubernur Khofifah.

Menurut Khofifah, pertemuan ini sangat strategis karena menjadi momentum menyatukan visi untuk memperkuat pembinaan sepak bola akar rumput di Jawa Timur melalui sinergi PSSI dengan pemerintah daerah.

Terutama penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4 akan banyak melibatkan Asosiasi Provinsi (Asprov), Asosiasi Kota (Askot), dan pemerintah daerah.

Liga 4 akan diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota untuk memperebutkan Piala Bupati/Wali Kota, sedangkan Liga 3 akan digelar di tingkat provinsi dengan memperebutkan Piala Gubernur. Di tingkat nasional, para juara akan berkompetisi memperebutkan Piala Presiden.

“Kami menyambut positif dan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Penguatan pembinaan dari tingkat akar rumput akan menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi atlet sepak bola yang berprestasi, tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional,” tegasnya.

Tak hanya itu, Khofifah juga menyebutkan, sepak bola memiliki kekuatan besar dalam membangun kebanggaan daerah sekaligus memperkuat sportivitas dan karakter generasi muda.

Sebagai pecinta sepak bola, Khofifah juga menyampaikan keyakinannya terhadap potensi industri sepak bola Indonesia.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya pendidikan olahraga sejak dini untuk menemukan talenta-talenta muda. Pemerintah sendiri akan senantiasa mendukung melalui fasilitas dan program-program yang ada. Utamanya optimilisasi stadion-stadion di Jawa timur khususnya yg baru diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

Gubernur Khofifah berharap Jawa Timur dapat terus menjadi lumbung pemain berkualitas dan berkontribusi dalam membangun kekuatan sepak bola nasional.

Sementara itu, Ketum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa sesuai dengan statuta terbaru PSSI, pihaknya mendorong penyelenggaraan Liga 3 dan Liga 4 dengan menggandeng Asosiasi Provinsi (Asprov), Asosiasi Kota (Askot), dan pemerintah daerah.

“Liga 4 akan diselenggarakan di level kabupaten/kota untuk memperebutkan Piala Bupati atau Wali Kota, sedangkan Liga 3 di level provinsi memperebutkan Piala Gubernur. Di level nasional, kompetisi ini akan berlanjut untuk memperebutkan Piala Presiden,” ujarnya.

Erick Thohir juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan dukungan penuh dari Gubernur Khofifah. Ia juga menyambut baik kesiapan Pemprov Jatim dalam memfasilitasi dialog antara PSSI dengan para bupati dan wali kota di Jawa Timur untuk menyukseskan Liga 3 dan Liga 4.

“Alhamdulillah Ibu Gubernur sangat mendukung rencana ini. Beliau juga pecinta sepak bola. Terima kasih, Ibu Khofifah. Mari kita bangun sepak bola Jawa Timur bersama-sama,” ujarnya.***poedji

Survei Indikator: 94% Responden Puas Kepemimpinan Erick Thohir di PSSI, Ini Respon Maruarar Sirait!

JAYAKARTA NEWS— Ketua Panitia Pelaksana Turnamen sepak bola Piala Presiden, Maruarar Sirait mengatakan pantas kalau Erick Thohir mendapat tingkat kepuasan mencapai 94 persen sebagai ketua umum PSSI.

Hal tersebut diungkapkan Ara sapaan Maruarar Sirait yang kini menjabat Menteri Perumahan Rakyat dalam acara zoom, Selasa (5/11/2024) saat mengomentari hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga survei Indikator pimpinan Burhanudin Muhtadi.

“Saya percaya dengan reputasi Indikator pimpinan Burhanudin Muhtadi. Sudah 15 tahun mengikuti, percaya dengan metodelogi, independensinya jadi kita percaya dengan hasil survei yang dilakukan. Dimana salah satunya tingkat kepuasaan rakyat Indonesia terhadap kepemimpinan Erick Thohir di PSSI mencapai 94,5 persen,” ujarnya, dikutip dari laman PSSI

Pantas Erick mendapat 94 persen, lanjut Ara. “Dengan apa yang sudah dikerjakan, dikorbankan, dilakukan untuk sepak bola Indonesia sehingga tingkat kepuasaan publik sangat tinggi.”

“Banyak yang sudah terobosan yang dilakukan Erick Thohir dalam membentuk Timnas Indonesia yang tangguh, transparansi keuangan, perbaikan liga, perbaikan wasit dll bukan tidak mungkin tingkat kepuasan di masa mendatang akan meningkat mendekati 100%,”

Mengomentari tingginya kepuasaan masyarakat Indonesia terhadapa naturalisasi yang mendukungnya 71 persen serta penampilan Timnas Indonesia yang semakin baik di angka 80 persen, Ara pun sepakat dengan hasil tersebut. Dia sendiri mengaku sudah merasakannya.

“Itu itu hasil yang objektif berdasarkan survei, penonton di stadion netizen di media sosial termasuk saya beberapa kali menonton Timnas ada rasa bangga memiliki Timnas saat ini bahkan saya dan keluarga mau begadang untuk nonton TV ketika Timnas tampil, saya juga rela jalan berkilo-kilo ke Stadion GBK Senayan karena ada rasa bangga dengan Timnas Indonesia,” tegasnya.

Ara berharap PSSI dibawah Erick Thohir terus melakukan pembenahan, salah satunya adalah pemberantasan mafia sepak bola. Bahkan Ara ingin yang terlibat dihukum berat agar memberi efek jera. “Untuk pelaku mafia sepak bola kalau memang yang terlibat itu klubnya bubarkan saja klubnya biar kapok saya akan mendukungnya agar tidak ada lagi yang main-main dengan sepak bola Indonesia,” pungkasnya.***/din

Kerja Sama dengan Federasi Sepak Bola Belanda KNVB, Erick Thohir: Ini Saling Untungkan Kedua Negara

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyambut dengan tangan terbuka tawaran kerjasama yang diberikan Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB/Koninklijke Nederlandse Voetbalbond) untuk percepatan prestasi sepak bola Indonesia. Menurut Erick, konsistensi prestasi juara Piala Eropa 1988 itu dan pembinaan terstruktur di berbagai level usia pemain di Belanda, menjadi dasar kolaborasi antara dua federasi yang sebenarnya memiliki hubungan historis panjang.

“Ini kelanjutan dari pertemuan pada bulan Mei lalu, yakni PSSI dan KNVB sepakat untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat antara asosiasi masing-masing untuk keuntungan bersama, perkembangan promosi, dan kesuksesan sepak bola yang berkelanjutan di setiap negara. Indonesia tentu yang akan banyak belajar, dan saya senang karena KNVB siap membantu dan memberikan apa yang kami butuhkan,” ujar Erick di Jakarta saat menerima tiga orang perwakilan KNVB, dilansir laman resmi PSSI

Ia menambahkan, dalam kunjungan federasi sepak bola Belanda yang diwakili oleh Gijs de Jong sebagai Secretary General – KNVB, lalu Michael van der Star (Head of International Program & WorldCoaches) dan Ruud van der Sar (Head of Sales, New Partnership ) juga ditandatangani nota kesepakatan untuk mempromosikan sepak bola di berbagai level internasional.

“Salah satu poin dari kemitraan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman tim nasional Indonesia di semua kelompok umur baik putra maupun putri. Dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pemain bertalenta dan berusia muda, kami optimistis akan banyak pemain berbakat Indonesia kian berkembang melalui kerjasama ini,” lanjut Erick

Selain PSSI dan KNVB akan rutin mempertemukan timnas kedua negara dalam laga-laga persahabatan, Erick juga menyatakan babak baru kerja sama antara PSSI dan KNVB juga difokuskan pada berbagai proyek pengembangan. Salah satunya, pendidikan pelatih sepakbola Indonesia.***/din

Menteri Erick Thohir Nonton Galprem ‘Lembayung’

JAYAKARTA NEWS— Menteri BUMN Erick Thohir berkesempatan menonton gala premier (galprem) film ‘Lembayung’ di Studio 1 Epicentrum Walk, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2024).
Didampingi stafnya, Erick Thohir tampak enyoy menikmati film horor karya debut sutradara Baim Wong ini.

“Ceritanya diangkat dari thread horor ‘Jin Poli Gigi’ yang ditulis oleh Pica di medsos Twitter,” kata Erick yang duduk bersebelahan dengan Baim Wong dan Emilka Chaidir selaku produser di bioskop yang megah di Jaksel ini.

“Saya menilai pak Baim Wong punya talenta luar biasa sebagai sutradara. Para pemain juga mampu bermain elok dan bagus walau dari sisi ceritanya cukup menyeramkan,” ungkap Erick Thohir yang memang kerap nonton beberapa film nasional yang baik dan bermutu.

Beberapa pemeran seperti Oka Antara, Arya Saloka, Yasamin Jasem, Taskya Namya, Anna Jobling (aktris dari Malaysia), Wulan Guritno dan Erik Estrada mengaku film ‘Lembayung’ sebagai film horor yang berbeda.

“Di sisi lain, Lembayung juga banyak mengupas sisi-sisi humanis manusia yang jarang diangkat ke layar lebar,” tutur Arya Saloka yang berperan sebagai dokter Teto.
Baim Wong yang juga aktor terkenal menjelaskan ketika syuting di Jogjakarta, skenario kerap diubah.

Baim Wong (kanan) dan Arya Saloka (kiri) yang bermain apik (foto tiger wong)

“Plot alias alur cerita sering saya ganti jadi begini begini yang berbeda dari cerita awalnya. Tentu, sebelumnya saya berkonsultasi lebih dulu dengan produser dan beberapa pemeran. Bagaimana kalau kayak gini ya. Enaknya begini begini enggak yang begitu begitu,” timpal Baim Wong yang pernah memproduseri film ‘Berbalas Kejam’.

Kisah cerita yang penuh kejanggalan dan kengerian terjadi di Klinik Lembayung. Runutan kejadian tragis menimpa dua perawat magang (PKL) bernama Arum dan Pica di poli gigi.
Saat Arum kerasukan, Pics berusaha membongkar misteri Klinik Lembayung sebelum sahabatnya menjadi korban. (pik)

Bank Mandiri Sponsori Timnas, Erick Thohir: PSSI tak Selalu Andalkan Dana Pemerintah

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan untuk membangun tim nasional Indonesia yang kuat memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. Atas dasar itu, Erick menambahkan bahwa PSSI tidak menutup mata dan terus membuka kesempatan kepada pihak swasta atau sponsor dalam skala besar yang ingin terlibat untuk menjadikan sepakbola Indonesia terbang tinggi.

“Dasar bagi PSSI adalah terus berkomitmen untuk tidak terus tergantung pendanaan dari pemerintah. Alhamdulillah, kami sudah mendapat bantuan dari pemerintah Rp120 miliar untuk persiapan training camp jangka panjang Timnas U-17, U-20 putri, senior dan lain-lain.”

“Tapi dengan kebutuhan sekitar Rp500 hingga 800 miliar pertahun untuk Timnas saja, maka kita harus terbuka kepada sponsor. Atas dasar itu, saya mengapresiasi perhatian Bank Mandiri yang kini menjadi bagian penting di Timnas sepakbola kita,” ujar Erick Thoir usai menyaksikan PSSI melalui PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) bersama Bank Mandiri resmi melakukan kerja sama lewat penandatanganan kesepakatan di Jakarta, Jumat (23/8/2024).

Kesepakatan dukungan penuh Bank Mandiri untuk Timnas Indoneaia sebagai Presenting Partner itu juga dihadiri Waketum PSSI, Zainudin Amali beserta Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, Direktur Utama PT GSI Marsal Masita, dan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. 

Erick menambahkan, dukungan maksimal yang diperlukan Timnas merupakan sebuah kewajiban yang harus disediakan PSSI agar performa tim ketika bertanding mampu memberikan yang terbaik.

“Contohnya, nanti saat Timnas harus melawan ke Bahrain dan China di Kualifikasi Piala Dunia mendatang. Dengan jarak tempuh antar negara yang jauh dan waktu pertandingan ketat, mau tidak mau, PSSI harus mencarter pesawat.”

“Ini bukan kemewahan. Dan tidak semua penerbangan Timnas harus pesawat carter. Hal ini diambil agar pemain tidak kelelahan dan terhindar cedera. Untuk hal seperti itulah, kami harus andalkan sponsor atau pihak swasta. Tidak mungkin dari pemerintah,” lanjutnya.

Timnas Indonesia dalam waktu dekat akan melakoni pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga melawan Arab Saudi (5/9) dan Australia (10/9). Pertandingan melawan Australia akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.***/din

Timnas Juara AFF U-19 setelah 11 Tahun, Erick Thohir, Kita Punya Talenta Pelapis yang Kuat

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan sikap optimistisnya akan keberadaan pelapis timnas yang kuat di masa depan. Hal itu diungkapkan menyusul keberhasilan tim Merah Putih U-19 menjuarai ASEAN 19 Boy’s Championships 2024 usai mengalahkan Thailand di final dengan skor, 1-0 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sidoarjo, Jatim, Senin (29/7/2024).

“Alhamdulillah, setelah terakhir juara tahun 2013, atau 11 tahun yang lalu, timnas muda yang terdiri dari pemain pelapis, tak hanya punya skill bagus, tapi juga memiliki mental juara. Jadi, luar biasa. Dan saya senang kemarin U-16 kita di ASEAN juga mestinya bisa. Paling tidak U16 bisa final cuma belum, sekarang U19-nya juara,” ujar Erick Thohir yang nonton langsung perjuangan Kadek Arel dkk, dilansir laman PSSI

Dalam laga final yang dipenuhi penonton setia Timnas, pelatih Indra Sjafri melakukan perubahan skuad. Ia memainkan Welber Jardim sebagai starter di pertandingan kali ini. Dia bertandem dengan gelandang Muhammad Kafiatur, sementara Figo Dennis dicadangkan.

Untuk lini serang, Jens Raven jadi pilihan utama sebagai ujung tombak sedangkan M Riski Afrisal dan Arlyansyah Abdulmanan beroperasi di posisi winger.

Foto: PSSI

Formasi ini berbuah manis di babak pertama. Pada menit ke-17, Jens Raven mencetak gol memanfaatkan sepak pojok. Indonesia unggul 1-0 atas Thailand. Skor itu bertahan hingga akhir babak kedua.

Erick menambahkan, dengan komposisi Timnas U19 yang didominasi para pemain dari klub-klub di Liga 1 menunjukkan bahwa Indonesia dibekali bibit-bibit muda potensial.

“Jadi kita kembali, paling tidak punya talenta-talenta yang bisa memperkuat kehidupan tim nasional kita. Karena pasti kan tim nasional pun ada yang nanti umurnya lebih tua lagi dan lain-lain. Mudah-mudahan sebagai bagian bagaimana sepak bola itu memang harus dibangun dari bawah, tidak hanya dari atas,” jelasnya.***/din

Peringkat Tiga di AFF U-16, Erick: Kita Buktikan Indonesia Bisa Lebih Baik

JAYAKARTA NEWS— Timnas Garuda Muda meninggalkan gelanggang ASEAN U-16 Boys Championships dengan kepala tegak. Muhammad Zahaby Gholy dkk meraih peringkat ketiga di ajang yang kerap disebut, AFF U-16 setelah menang telak, 5-0 atas Vietnam U-16 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (2/7/2024).

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyambut positif kemenangan Garuda Muda yang mampu bangkit usai gagal melangkah ke babak final setelah dikalahkan Australia dalam partai semifinal dramatis, Senin lalu dengan skor, 3-5.

“Saya bangga Tim Nasional U-16 menang lawan Vietnam dengan jumlah gol yang besar. Namun, kita jangan menjadi besar kepala. Justru kekalahan dari Australia kemarin harus jadi bagian dari introspeksi diri, baik dari pemain maupun pelatih. Apalagi kita masuk ke kejuaraan ini sebagai juara bertahan,” ujar Erick Thohir, dilansir laman resmi PSSI

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir/Foto: PSSI

Ia menambahkan gelar tempat ketiga di AFF U-16 2024 dan kemenangan besar yang dicetak Timnas muda ini menjadi modal menuju pertandingan di bulan Oktober melawan Kuwait, Kepulauan Mariana Utara, dan Australia.

“Di laga-laga itu, kita harus membuktikan bahwa Timnas kita lebih baik dari hari ini. Bisa bangkit dari kekalahan, lalu cetak gol banyak, menunjukkan kita punya mental pemenang,” jelasnya.

Sejak awal laga, Timnas U-16 mendominasi permainan. Serangan-serangan yang dilancarkan membuat Vietnam agak kesulitan. 

Timnas U-16 akhirnya mencetak gol di menit 45. Menerima umpan terobosan dari Fandi Ahmad, Gholy melepas sepakan datar yang bersarang di jala Vietnam.

Timnas U-16 Indonesia mencetak gol kedua di menit 45+4. Mendapat umpan dari Josh Holong, Dafa Zaidan melepas sepakan datar di bibir kotak penalti, bola meluncur masuk gawang tanpa bisa diadang kiper Vietnam. Babak pertama berakhir 2-0.

Di babak kedua, Timnas U-16 mencetak gol ketiga di menit 76. Daniel Alfrido (pengganti Fandi) menggocek kapten Vietnam, lalu melepas sepakan datar terukur di kotak penalti, bola berakhir di gawang Vietnam.

Pada menit ke-78, gol keempat Timnas U-16 tercipta. Mierza Firjatullah (pengganti Josh) melakukan penetrasi hingga kotak penalti lalu melepas umpan tarik datar, bola ditendang Gholy masuk gawang Vietnam.

Timnas U-16 mencetak gol kelima di menit 82. Menyambut umpan Mierza, Alfrido kembali menceploskan bola ke gawang Vietnam. Skor 5-0 bertahan hingga peluit panjang.***/din

PSSI Perpanjang Kontrak Shin Tae-yong hingga 2027

JAYAKARTA NEWS— PSSI umumkan bahwa perpanjangan kontrak pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong sudah final. Keputusan tersebut telah disetujui disepakati bersama antara PSSI dan Shin Tae-yong yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan sepak bola Tanah Air.

Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyatakan, “Coach Shin telah membawa Timnas sampai round 3 piala dunia dan sampai play off Olimpiade. Kinerjanya telah memberikan dampak positif bagi sepak bola Indonesia,” ujar Erick Thohir, dikutip dari website resmi PSSI

Dengan perpanjangan kontrak Shin Tae-yong, PSSI menegaskan tekadnya dalam meningkatkan kualitas dan prestasi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Kerjasama antara PSSI, Shin Tae-yong, dan seluruh anggota tim nasional lain seperti pemain, ofisial, dan pelatih lain diharapkan akan membawa pencapaian yang gemilang bagi sepak bola Indonesia.

Sementara itu Erick Thohir dalam unggahan di instagramnya selain menampilkan fotonya bersalaman dengan Shin Tae-yong, menyatakan, “Kami bersepakat untuk terus berjuang bersama agar Tim Nasional Indonesia semakin maju, berprestasi dan mendunia.

Coach Shin pun membalas, “Kami memutuskan bekerja sama dengan Presiden Federas Erick hingga tahun 2027. Mohon dukung terus sepakbola Indonesia,” tulis pelatih asal Korea Selatan itu.***

Gagal Raih Poin Lawan Irak, Erick Thohir: Pelatih dan Pemain harus Evaluasi

JAYAKARTA NEWS— Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan coach Shin Tae-yong dan para pemain harus melakukan evaluasi serius paska timnas gagal meraih poin ketika melawan Irak di laga lanjutan putaran dua zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Asnawi Mangkualam dkk menyerah, 0-2 dari negara yang dijuluki Negeri 1001 Malam itu dalam pertandingan yang disaksikan 60 ribu lebih di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

“Irak bermain baik, dan kita gagal meraih poin karena gol-gol handsball, serta kesalahan sendiri, lalu ada kartu merah. Oleh sebab itu, pelatih dan pemain harus evaluasi karena masih ada satu peluang saat nanti lawan Filipina,” jelas Erick Thohir seusai pertandingan, dilansir pssi.org

Dalam duel yang disaksikan Presiden Joko Widodo itu, Indonesia bermain cukup baik di babak pertama sehingga hingga turun minum skor masih, 0-0. Setidaknya ada dua peluang tim Merah Putih di babak pertama yang diciptakan Rafael Struick dan Sandy Walsh,

Namun, di babak kedua, sebuah umpan lambung dari serangan Irak menyentuh tangan Justin Hubner, sehingga wasit Shaun Evans memberi penalti, yang sukses dikonversi Aymen Hussein pada menit ke-54. Indonesia bermain dengan 10 orang usai Jordi Amat terkena kartu merah di menit ke-62.

Irak menambah gol usai Ernando Ari melakukan blunder dengan menguasai bola terlalu lama. Ali Jasim merebut bola dan menceploskan si kulit bundar ke gawang kosong. Irak unggul 2-0 di menit ke-87. 

“Peluang lolos ke putaran ketiga memang masih ada. Lawan terakhir Filipina nanti tanggal 11 Juni. Mereka tidak seperti dulu dan juga potensi untuk memberi ancaman sebab kita hanya imbang 1-1 saat bermain tandang. “

“Saya yakin, Filipina yang sekarang berbeda dengan yang dahulu. Ketua Umum Filipina Football-nya baru, dan menyampaikan ingin seperti Indonesia. Jadi jangan melihat Filipina sebagai tim yang rendah. Jadi kembali harus evaluasi agar kita lolos ke babak berikut dengan meraih kemenangan,” tegas Erick.***

Indonesia Vs Guinea 9 Mei, Erick: Peluang Lolos Olimpiade Paris masih Terbuka!

JAYAKARTA NEWS— Meski kalah melawan Irak 1-2 di perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23. Timnas Indonesia masih berpeluang tampil di Olimpiade Paris Juli 2024 mendatang asalkan bisa memenangkan play-off ACF-CAF melawan Guinea.

Pertandingan ini akan dilaksanakan pada Kamis (9/5/2024) mendatang di Stadion Centre National du Football Clairefontaine, Paris.

“Peluang kita untuk bisa tampil di Olimpiade masih terbuka. Kita harus berjuang di pertandingan melawan Guinea. Ini merupakan kesempatan terakhir untuk bisa tampil di Olimpiade, harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Bismillah,” ucap Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Dilansir laman resmi PSSI, Erick Thohir mengapresiasi perjuangan tim U-23 Indonesia meski kalah 1-2 dari Irak pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Kamis (2/5/2024).

Garuda Muda unggul terlebih dahulu melalui gol Ivar Jenner pada menit ke-19, sebelum Zaid Tahseen Hantoosh menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Irak membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat gol Ali Jasim pada menit ke-96 alias babak pertama perpanjangan waktu.

“Garuda Muda membanggakan, pencapaian Garuda Muda di Piala Asia U-23 begitu luar biasa,” kata Erick. 

“Tampil sebagai tim debutan, tapi mampu menjadi salah satu dari empat tim terbaik di turnamen ini. Seluruh masyarakat bersatu mendukung timnas U-23 yang sudah memberikan yang terbaik. Ini bukan akhir, melainkan babak baru sepak bola Indonesia yang bersih dan berprestasi,” tambah Erick.***/din