4.100 Pasukan Oranye Disiagakan Bersihkan Sampah

SALAH  satu penyebab banjir di Jakarta adalah sampah, terutama di badan air yang mengakubatkan air meluap. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyiagakan 4.100 pasukan oranye sepanjang musim hujan ini. Pasukan tersebut khususnya disiagakan untuk menangani sampah di badan air.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan pasukan oranye untuk bersiaga selama 24 jam. Sebab, di musim penghujan, sampah tetap ada meski telah dibersihkan. “Ada 4.100 pasukan oranye yang setiap hari membersihkan sampah. Kita berlakukan sistem shift,” ujarnya, Senin (18/12).

Isnawa menuturkan, badan air harus selalu dibersihkan dari sampah. Terlebih saat musim hujan, volume sampah di badan air meningkat dari semula 300 ton menjadi 400 ton per hari. “Harus rutin dibersihkan. Karena meski sudah dalam kondisi bersih jika hujan akan ada lagi sampahnya,” ucapnya.

Menurut Isnawa, pasukan oranye lebih banyak ditempatkan di pintu air dan saringan sampah. Melalui cara demikian, aliran air diharapkan tidak terganggu. Dijelaskannya, pasukan oranye selalu rutin membersihkan sungai-sungai di Jakarta setiap hari. Mereka membersihkan sampah di sungai sejak pagi, setelah “apel”.

Isnawa mengatakan, petugas UPK Badan Air juga terkadang menggunakan alat berat untuk membersihkan sungai yang sangat kotor. Dia mengaku selalu mengawasi pekerjaan anak buahnya itu melalui grup aplikasi percakapan dan media sosial. Meski demikian, Isnawa mengimbau warga tak melimpahkan semua pekerjaan menjaga kebersihan kepada pasukan oranye. Dia meminta warga turut menjaga kebersihan sungai. ***

Belasan Miliar untuk Bus-bus Toilet

PROVINSI DKI Jakarta tahun depan memiliki hajat besar bersama Palembang, Sumatera Selatan, menjadi tuan rumah penyelenggara pesta olahraga terakbar se-Asia, Asian Games 2018. Tentu saja, berbagai persiapan pun dilakukan demi suksesnya penyelenggaraan.

Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menargetkan penyelesaian pengadaan 22 unit bus toilet baru. Menurut Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas LH DKI Jakarta, Hari Nugroho, saat ini pihaknya sedang menunggu penayangan pengadaan di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

“Kita berharap Juni bisa tayang dan Juli sudah kita proses. Selanjutnya proses karoseri bisa sekitar tiga hingga empat bulan,” ujarnya.

Hari menjelaskan, dari 22 unit bus tersebut, dua di antaranya dibuat khusus bagi penyandang disabilitas. Harga setiap bus toilet spesifikasi normal diperkirakan sekitar Rp750 juta, sedangkan untuk spesifikasi penyandang disabilitas berkisar Rp800 juta. Jadi total anggaran pengadaan ke-22 bus tadi sekitar Rp 17,5 miliar.

Lebih rinci Hari mengungkapkan, perbedaan antara kedua tipe bus toilet itu terletak pada akses masuknya. Untuk bus toilet spesifikasi disabilitas, tangga masuknya akan berfungsi secara elektrik, naik seperti lift. “Bila semua sesuai rencana, mungkin November atau paling lambat Desember sudah rampung,” ujarnya. ***