30 Tahun Shafira, Feny Mustafa: Saya Boleh Tua, tapi Shafira tak Boleh Tua

Feny Mustafa–pendiri Shafira—foto istimewa

Lebih dari sekadar sebuah bisnis, Shafira sebagai sebuah brand busana muslim yang dibangun Feny Mustafa sejak 1989 merupakan mimpi yang gagasan serta semangatnya ia curahkan sebagai sumbangsih bagi muslimah Indonesia – mempercantik melalui balutan busana yang indah nan anggun. 

Berbagai usaha dalam mengembangkan bisnis, yang kala itu sekadar perwujudan mimpi sederhana yakni membuat karya dari muslimah untuk muslimah, tak disangka memberikan laju nyata di industri fashion Indonesia. Sebuah brand busana muslim pertama di Indonesia itu kini telah melahirkan berbagai karya yang tak hanya diperuntukan bagi muslim Indonesia, namun juga untuk seluruh dunia melalui berbagai penghargaan dan event fashion Internasional.
Menoreh jejak karya selama 30 tahun, Shafira telah menebarkan inspirasinya hingga berbagai penjuru dunia. Untuk itu, World Wanderer diusung sebagai tajuk sepanjang tahun yang menggambarkan eksistensi Shafira menjelajahi dunia di industri fashion muslim melalui karyanya. Berpartisipasi dalam berbagai event fashion berskala nasional hingga event fashion internasional seperti New York Couture Fashion Week, Shafira pun melanglang buana menampilkan keindahan Islam melalui industri fashion ke mata dunia.
Dari Spanyol, Dubai, hingga kota ikonik dunia, New York, pernah menjadi bagian dari inspirasi Shafira dalam koleksi utamanya yang ditampilkan di berbagai ajang fashion bergengsi dunia. Kini, Shafira menggenapkan perjalanannya dengan menyerap inspirasi dari 5 benua di dunia melalui masjid-masjid indahnya.

foto istimewa
Asia, Australia, Eropa, Amerika, hingga Afrika, Shafira  mengadopsi keindahan arsitektur masjid-masjid terindah dari setiap benua ke dalam karya fashion yang dipersembahkan bagi seluruh pengguna busana muslim, sehingga hal ini dapat mendefinisikan world wanderer yang tak hanya dilabelkan kepada Shafira, namun juga pada seluruh pemakainya. 
 
Persembahan Spesial 30 Tahun Shafira 
Memaknai rangkaian perjalanan ini, berbagai aktivitas tak hanya dibuat sebagai sebuah selebrasi bagi Shafira namun juga bagi setiap individu yang terlibat dalam industri kreatif, yang berarti tak terbatas pada para kreator maupun pengguna busana muslim saja.
Dimulai dari kompetisi desain logo 30 tahun Shafira yang diikuti oleh ribuan partisipan seluruh Indonesia, Shafira ingin banyak pihak terlibat dan menjadi bagian dari momen ini. Kemeriahan event ini juga berlanjut melalui media sosial Shafira dengan 30 hadiah spesial selama 30 hari yang diikuti oleh ribuan warganet.
Tepat pada tanggal 8 Januari 2019, suasana selebrasi momen ini tak lupa disampaikan kepada seluruh customer dan member Shafira di 21 store yang tersebar seluruh Indonesia. Spesial pada tanggal 8 Januari, seluruh customer yang datang diberi rangkaian bunga, cupcakes, dan sebuah limited edition scarf berdesain spesial 30 tahun Shafira sebagai bentuk terima kasih dan wujud rasa bahagia.
Selanjutnya, kehadiran rekan-rekan media juga diapresiasi oleh Shafira dalam program Creative Writing Competition yang dibuka bagi seluruh media yang terlibat dalam perjalanan Shafira selama ini untuk dapat menikmati religious trip ke Jerman dan Maroko melalui karya tulis kreatif di medianya masing-masing.
Ke depannya, rangkaian selebrasi ini masih berlanjut sepanjang tahun melalui pagelaran fashion show di Indonesia Fashion Week 2019 dengan koleksi spesial inspirasi 5 benua yang mengupas keunikan ragam budaya dan arsitektur mesjid-mesjid ikoniknya di bulan Maret tahun ini, serta loyalty reward dalam bentuk religious trip ke benua Eropa hingga Afrika dengan mengajak customer serta member yang beruntung untuk dapat merasakan secara langsung sumber inspirasi dari koleksi spesial 30 tahun ini, sehingga tajuk World Wanderer tak hanya mewakili  Shafira sebagai sebuah brand, namun juga seluruh bagian terpenting dari perjalanan Shafira yakni para customernya,  untuk dapat menjelajahi dunia selayaknya the true world wanderer.  
“Saya boleh tua, tapi Shafira tak boleh tua. Kegiatan ini sebagai wujud syukur atas eksistensi Shafira yang diapresiasikan kepada pelanggan setianya,” kata Feny Mustafa, CEO dan penggagas Shafira. Di usia ke 30 tahun, Shafira menggenapkan perjalanannya ke seluruh dunia melalui koleksi inspirasi masjid di 5 benua yang menggabungkan arsitektur dan desain fashion muslim yang beragam.
Cologne Mosque di Jerman, masjid Hassan II di Maroko, masjid Islamic Center of Washington,  Adelaide Central Mosque di Australia dan masjid Baiturrahman di Aceh  adalah 5 masjid terpilih untuk desain Shafira kali ini. Perpaduan etnik yang agung, anggun dan sporty style yang dikolaborasikan dengan gaya kontemporer futuristik. Cuttingnya tegas, detail tekstur serta palet warna yang berbeda menambah nuansa klasik nan megah dan berkarakter kuat. (pik)

Indonesia Ditargetkan Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Muslim Fashion Festival (Muffest) di Jakarta Convention Center,

INDUSTRI busana muslim di Indonesia terus merangkak naik, seiring semakin luasnya pasar komoditas fesyen ini dan meningkatnya jumlah penduduk muslim di dunia. Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor produk fesyen nasional pada tahun 2017 mencapai USD13,29 miliar atau naik sebesar 8,7 persen dibanding tahun sebelumnya. “Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fesyen muslim di dunia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai mendampingi Presiden Joko Widodo pada pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest) di Jakarta Convention Center, kemarin.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai mendampingi Presiden Joko Widodo pada pembukaan Muslim Fashion Festival (Muffest).

Menurut Menperin, Indonesia ditargetkan menjadi kiblat fesyen muslim di dunia pada tahun 2020.  Hal ini sangat beralasan karena saat ini Indonesia menempati peringkat lima besar dari negara anggota  Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai pengekspor fesyen muslim terbesar di dunia, setelah  Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan. Untuk itu, Kemenperin menargetkan ekspor busana muslim Indonesia bisa meningkat sebesar 10 persen pada  2018 ini. “Untuk menjadi pusat mode muslim dunia, ekspor produk muslim didorong untuk menjadi yang tertinggi di dunia,” tegas Airlangga.

Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fesyen muslim dunia pada tahun 2020 akan mencapai USD 327 miliar. “Oleh karena iu, kami terus mendorong para pelaku industri fesyen muslim dan para desainer di Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitasnya serta memperkuat brand-nya sehingga mampu menembus pasar ekspor,” paparnya.

Menperin optimistis, industri busana muslim di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap sektor fesyen serta perekonomian nasional. Saat ini, industri busana muslim diproyeksi menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang dari total 3,8 juta tenaga kerja industri fesyen.

Menperin Airlangga Hartarto di ajang Muslim Fashion Festival.

Pada Muffest 2018, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) memfasilitasi sebanyak 12 brand fesyen muslim dari berbagai daerah di Indonesia untuk ikut serta dalam ajang tersebut. “Kami menilai event ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan industri fesyen muslim nasional terutama dalam melahirkan desainer dan wirausaha baru yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Dirjen IKM Gati Wibawaningsih menyampaikan, pihaknya tengah menyusun peta jalan dan rencana aksi yang terintegrasi dari sektor hulu sampai hilir untuk mengembangkan industri fesyen muslim nasional. Beberapa waktu lalu, kami melakukan pertemuan dengan para desainer, asosisasi, pelaku usaha industri fesyen muslim serta akademisi untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mewujudkan visi ke depan,” jelasnya.

Sejalan dengan upaya ini, Kemenperin akan memitrakan desainer dengan IKM fesyen muslim dalam membangun brand nasional. “Kami juga akan mengadakan kompetisi fesyen muslim dan memfasilitasi desainer dan industri fesyen muslim pada berbagai event pameran dan fashion show di dalam dan luar negeri sehingga visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020 dapat terwujud,” ungkap Gati.

Pada bulan Februari 2018, Kemenperin telah memberikan pelatihan dan sertifikasi SKKNI kepada 15 pelaku industri busana muslim di Jawa Barat. Bahkan, untuk memperluas jangkauan pasar produk fesyen muslim, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang telah dilaunching sejak tahun 2016. “Kami telah bermitra dengan lima marketplace, yaitu Shoppe, Bukalapak, Tokopedia, Blanja.com dan Blibli,” lanjutnya. Pada tahun 2017, Ditjen IKM telah melakukan workshop e-Smart IKM kepada 1.730 IKM dan tahun 2018 akan dilakukan loka karya serupa dengan target dapat menggandeng sebanyak 4.000 pelaku IKM. ***