Budiman Sudjatmiko: Penting Peningkatan Gizi Pelajar dan Sekolah Gratis!

JAYAKARTA NEWS— Budiman Sudjatmiko mendukung pentingnya peningkatan gizi pelajar dan sekolah Gratis untuk meningkatkan kualitas sumberdaya daya manusia Indonesia secepatnya. Menurutnya ini bagian strategis dari peningkatan sumberdaya masyarakat paling mendasar.

Hal ini disampaikan menjawab pro kontra agenda Prabowo Subianto untuk memberikan susu pada anak sekolah apabila terpilih menjadi Presiden RI nanti.

“Ini adalah bagian dari mempercepat peningkatan kualitas kesehatan generasi muda yang akan menentukam pada kecerdasan dan kreativitas berpikir dan berkreasi. Kalau ini saja tidak bisa dipenuhi negara, jangan mimpi bangsa ini bisa maju bersaing di masa depan,” tegas Dewan Pembina Prabu di Jakarta, Jumat (29/9/2023).

Mereka yang mencibir program ini menurut Budiman, tidak paham betapa pentingnya hubungan asupan gizi, kecerdasan dan kekuatan produksi.

Ia menjelaskan bangsa yang maju pasti sudah selesai dalam pemenuhan gizi masyarakat, sehingga manusianya cerdas berpikir dan sangat produktif. Inilah syarat mendasar yang diperintahkan dalam Preambule UUD’45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kalau tidak kita hanya tertinggal dalam kubangan kemiskinan dan korupsi yang merajalela, perpecahan dan bisa menjurus disintegrasi,” ujarnya.

Budiman menjelaskan bahwa program peningkatan gizi harus dimulai dari usia sekolah di taman kanak-kanak sampai kelas 3 SMA/SMK dengan menyediakan susu dan bubur kacang hijau setiap hari disetiap sekolah.

“Selain itu, disetiap sekolah negeri maupun swasta menyediakan kafetaria untuk makan siang gratis dengan menu yang sehat dan bergizi semua masuk dalam anggaran belanja negara dilaksanakan disemua sekolah dari TK sampai SMA/SMK,” jelasnya.

Sekolah Gratis

Ia melanjutkan, semua anak usia sekolah harus sekolah secara gratis dibiayai negara, tanpa pungutan apapun.

“Jadi anak usia sekolah dari TK sampai SMA/SMK tugasnya sekolah gratis di semua sekolah negeri. Jangan ada anak Indonesia tidak bersekolah. Perbanyak fasilitas sekolah di masyarakat. Jangan sampai ada kecamatan dan desa yang tidak ada sekolah negeri. Dan semua dibiayai negara lewat APBN,” jelasnya.

Setelah lulus SMA/SMK menurutnya semua siswa bisa melanjutkan kuliah di universitas negeri secara gratis sampai tingkat doktoral.

“Agar sebagai bangsa kita bisa mencetak banyak ilmuwan dan praktisi yang bisa memajukan bangsa ini secepatnya,” ujarnya.

Jadi gizi, kesehatan dan pendidikan menurutnya adalah hak mendasar yang diperintahkam konstitusi yang sampai saat ini menghadapi banyak hambatan.

“Jadi kalau nanti pak Prabowo berkuasa, tugas pertamanya memastikan gizi, kesehatan dan pendidikan adalah fondasi yang harus diperkuat segera untuk mengejar ketertinggal,” tegasnya.

6 Program Usulan Budiman

Sebelumnya Budiman Sudjatmiko mengusulkan enam program kepada tokoh potensial capres jagoannya, Prabowo Subianto.

Budiman yang merupakan Dewan Pembina Relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) dalam diskusi bertajuk ‘Persatuan Nasional untuk Enam Agenda Indonesia Emas 2045’ yang diselenggarakan oleh DPP Prabu di Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2023).

Adapun enam program yang digagasnya yaitu:

  • hilirisasi
  • digitalisasi
  • dekarbonisasi
  • konektivitas
  • optimalisasi dana desa
  • pengembangan sumber daya manusia

“Tapi saya percaya kalau dilihat dari diskusi saya dengan beliau (Prabowo), lihat bukunya. Mungkin minimal sekali 4 yang akan beliau pasti jalankan. Tidak akan kurang dari itu,” tambahnya.***/din

Aktivis Forkot: Prabowo-Budiman Perlu Kunjungi Para Keluarga Korban HAM

JAYAKARTA NEWS— Langkah awal yang terpenting untuk memulai pembangunan persatuan nasional yang digagas Budiman Sujatmiko dan Prabowo Subianto adalah kedua pihak perlu segera mulai mengunjungi keluarga-keluarga korban pelanggaran HAM.

Sudah satu minggu berpolemik soal Budiman dan Prabowo, saatnya ada gerakan maju menindaklanjutinya langkah politik kedua figur politik tersebut. Hal ini ditegaskan oleh pendiri Keluarga Mahasiswa UKI yang berafiliasi pada Forkot (Forum Kota), Mangapul Silalahi, SH kepada pers di Jakarta, Kamis (27/7)

“Jangan cengeng! Ketimbang berpolemik pro kontra atas gagasan persatuan nasional, lebih baik para aktivis 98 segera bentuk komite Rekonsialsi Nasional dan mengatur agenda keliling Budiman dan Prabowo mengunjungi keluarga-keluarga korban,” ujarnya.

Selama ini menurutnya, negara dan pemerintahan Jokowi sudah dengan susah payah bisa mengakui 12 kasus pelanggaran HAM dimasa Orde Baru.

“Memang belum memuaskan, tapi di bawah kepemimpin pemerintahan Jokowi, arah menuju rekonsiliasi sudah jelas. Untuk itu para kompatriot yang pernah berjuang bersama-sama tidak boleh hanya nonton, tapi harus segera bangkit bersama demi persatuan nasional, menjalankan proses rekonsiliasi yang sudah di pelopori Budiman Sujatmiko.

Demi persatuan nasional, menurutnya Komite Rekonsiliasi ini akan sangat membantu dan memberi kontribusi arah perjuangan rakyat bersama.

“Ini kerja berat tapi harus dimulai. Jangan sampai kita ribut bertengkar soal mempertentangkan pelanggaran HAM dengan keharusan untuk membangun persatuan nasional,” ujarnya.

Tentu menurutnya pekerjaan besar dari rekonsilasi dan pembangunan persatuan akan berjalan seiring, simultan dan bertahap-tahap.

“Selain Budiman Sujatmiko dan Prabowo Subianto, saya juga siap mewakafkan diri untuk perjuangan ini. Saya berharap semakin banyak yang mewakafkan diri akan semakin kuat perjuangan ini,” tegasnya.

Pelanggaran HAM 27 Juli 1996

Mangapul Silalahi juga mengingatkan bahwa salah satu pelanggaran HAM berat terbesar yang luput dari daftar pengakuan Presiden Jokowi adalah pelanggaran HAM 27 Juli 1996.

“Padahal 27 Juli adalah awal keruntuhan Soeharto dan Orde Barunya. Tentu saja ini bukan hanya tugas Budiman dan Prabowo. Tapi juga tugas besar PDIP dan PRD tapi tugas kita semua, demi menuju persatuan nasional,” ujarnya.

Dalam hal ini menurutnya Budiman Sujatmiko bisa mengajak PDIP dan PRD untuk duduk bersama dalam Komite Rekonsiliasi.

“Budiman dan Prabowo, bisa menemui Megawati Ketua Umum PDIP untuk menindak lanjuti kasus 27 Juli 1996, dan memasukkannya dalam tambahan pengakuan negara ke Presiden Jokowi,” tegasnya.

Lompatan Besar

Mangapul Silalahi mengingatkan bahwa silahturahmi Budiman Sujatmiko dengan Prabowo Subianto untuk membangun persatuan nasional merupakan lompatan politik besar untuk memenuhi  kebutuhan rakyat, bangsa dan negara dalam menghadapi perubahan geopolitik internasional saat ini.

Oleh karenanya langkah besar ini harus didukung oleh seluruh kekuatan masyarakat  menjadi satu gerakan besar diatas semua kepentingan. Hal ini juga sejalan dengan politik Presiden Joko Widodo untuk menuju masyarakat adil makmur dan kuat.

Mangapul Silalahi  adalah pendiri Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (KM-UKI), di Jakarta ini menyerukan agar semua kompatriot yang pernah berjuang bersama kembali kebarisan terdepan membangun persatuan nasional agar Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang kuat menghadapi ancaman dari luar maupun dari dalam.

“Kalau ada yang tidak setuju dengan persatuan yang disampaikan Budiman dan Prabowo, apalagi menghalangi, maka dia bagian yang ingin menghancurkan bangsa dan negara. Itu pengkhianatan namanya,. Dan itu mereka jelas musuh rakyat,” tegasnya

Kesepakatan Budiman dan Prabowo

Sebelumnya, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa (18/7) malam.

Budiman tiba pada pukul 18.57 WIB. Budiman mengatakan kedatangannya itu untuk berdiskusi sembari menggali pemikiran Prabowo.

Berikut poin-poin pembicaraan Budiman dan Prabowo:

Gali pemikiran hingga visi dan misi

Budiman menilai Prabowo merupakan sosok nasionalis dengan pemikiran hebat.”Ini sosok nasionalis yang menurut saya pikiran-pikirannya menarik untuk kita diskusikan, untuk kita gali,” ucap dia.

Sementara itu, Prabowo mengatakan banyak hal yang dia diskusikan dengan Budiman. Beberapa di antaranya terkait visi dan misi.

“Kita tadi cukup lama berdiskusi banyak hal-hal yang kita banyak persamaan, visi, persamaan pandangan,” kata Prabowo dalam jumpa pers.

Prabowo menyebut dirinya dan Budiman bersepakat tantangan global yang dihadapi kini tak mudah. Ia pun mengaku bersepakat akan terus menjalin hubungan dan komunikasi ke depannya.

“Jadi pemikiran beliau bahwa kapal besar Indonesia, negara besar seperti Indonesia, perlu suatu persatuan,” ucap dia.

Sementara itu, menurut Budiman, mereka bersepakat demokrasi Indonesia harus diselamatkan. Ia menilai kini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan.

“Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, geopolitik, sejarah. Karena Indonesia kapal besar, bukan panggung entertaint saja,” katanya.

Persatuan bangsa

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyebut membahas tentang pentingnya mengedepankan persatuan.

Merespons itu, Budiman juga sama-sama menggaungkan persatuan kaum nasionalis. Menurutnya, hal itu dibutuhkan untuk menjaga bangsa Indonesia.

Sosok Pemimpin Nasionalis

Ia menyebut Prabowo sebagai sosok yang mewakili cara pandang kepemimpinan politik yang cocok dengannya. Menurut Budiman, di tengah krisis global yang berkecamuk dibutuhkan pemikiran dari dua tipe orang, satu berlatar belakang militer dan satu lagi aktivis.

“Kedua orang itu biasanya mampu berbicara hal-hal strategis secara komperhensif,” tegas Budiman.

Sebut Prabowo layak pimpin Indonesia

Budiman menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang terbaik dan Prabowo merupakan salah satunya. Sebab, dia menilai Prabowo sosok nasionalis.

“Saya berharap Pak Prabowo sehat, teruskan tugas, tunaikan tugas, dan saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo,” kata Budiman.***/din

Kertanegara 4, Simbol Baru Sosialisme

Oleh: Dr. Maruli Hendra Utama *

PROPOSAL yang digagas Budiman Sudjatmiko yang kemudian dibawa ke Kertanegara 4 tentang Persatuan Nasional bukanlah hal yang tabu. Pernah dilakukan oleh Tan Malaka tahun 1946 dalam bentuk Front Persatuan yang terdiri dari 141 organisasi. Dengan tujuan agar Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia 100%.

Sebelumnya tanggal 19 Maret 1939, MH. Thamrin dan Amir Syarifuddin pernah membentuk GAPPI (Gabungan Partai Politik Indonesia) yang terdiri dari Gerindo, Perindra, Partai Pasundan , Persatuan Minahasa, PSII dan Persatuan Partai Katholik yang bertujuan untuk menyatukan partai politik dalam perjuangan kedaulatan pemerintahan Indonesia, demokratisasi pemerintahan Indonesia dan mencegah konflik antar partai politik dalam melakukan perjuangan kemerdekaan.

Persatuan Nasional yang digagas Budiman bertujuan untuk keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. Ada yang salah? Salah bagi para polisi moral yang kehilangan orientasi politik dan menganggap Kertanegara 4 tempat yang tabu untuk dikunjungi mengingat Prabowo Subianto dianggap sebagai musuh karena saat memimpin Kopassus menggerakan Tim Mawar untuk melakukan penculikan aktivis 98.

Penculik itu pernah mendapatkan legitimasi moral dari PDIP saat menjadi Cawapres berpasangan dengan Megawati tahun 2009. Legitimasi moralnya semakin menguat saat dilantik menjadi Menhan oleh Presiden Jokowi. Memang ada penolakan Prabowo masuk kabinet. Tapi polisi moral hanya bisa menolak, Jokowi jalan terus dan Prabowo tetap jadi Menhan sampai sekarang.

Kondisinya mirip dengan yang dialami Budiman. Polisi moral hanya bisa caci maki atas nama korban penculikan, merawat dendam tak sudah. Polisi moral seperti tumpukan timun yang bengkok. Masuk rombongan tapi tidak masuk hitungan! karena pembeli akan menolak jika diberi timun yang bengkok oleh pedagang dipasar.

Kementerian Pertahanan seperti dimanja oleh Presiden Jokowi. Pos anggarannya terbesar dibanding kementerian lain. Hal yang tak lazim dilakukan mengingat Presiden Jokowi adalah petugas partai merah. Jokowi sedang membangun keseimbangan politik dan hanya Budiman yang bisa membaca, menterjemahkan lalu mengoperasionalisasikannya menjadi tugas suci untuk diimplementasikan dalam bentuk Persatuan Nasional.

Penculik bisa menjadi Ketum Gerindra, bisa menjadi Cawapres, lalu jadi Capres 2X, kemudian menjadi Menteri bahkan sebentar lagi menjadi Presiden. Kenapa tidak dibolehkan membangun Persatuan Nasional? Budiman sudah menggelar karpet merah bagi Persatuan Nasional bahkan secara patriotik dari Kertanegara 4 dia mengatakan akan mewakafkan hidupnya dalam arti jika Proposal ini disetujui maka rakyat akan menikmati hasilnya, sementara jika gagal maka Budiman sendiri yang akan menanggung segala konsekuensinya.

Sebagai patriot tentu Budiman juga mengerti bahwa sepasang tangan yang diulurkan saat berjuang akan lebih bermakna ketimbang seribu tangan yang diulurkan saat mencapai tujuan.

Dalam politik, jangankan bekerjasama dengan penculik. Bekerjasama dengan setan sekalipun menjadi sah sepanjang kita bisa memastikan menipu setan itu (Karl Marx).

Tindakan politik Budiman seperti mengulang sejarah saat Soekarno Hatta dari golongan nasionalis, Ki Hadjar Dewantara dan KH. Mas Mansyur dari kelompok Islam menjadi kolaborator Jepang dengan memimpin Putera (Pusat Tenaga Rakyat) organ bentukan Jepang yang bediri 16 April 1943. Lalu dibubarkan Jepang bulan Maret 1944 karena Jepang menyadari bahwa Putera lebih banyak menguntungkan pergerakan nasional dibandingkan kepentingan Jepang sendiri. Walau hanya setahun gerakan Putera ini berhasil mempersiapkan mental rakyat untuk menyambut kemerdekaan tahun berikutnya.

Front Persatuan

Menurut sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam makna Front Persatuan adalah ikatan yang longgar dan bersifat temporer dari berbagai organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Unsur- unsur front persatuan dapat dibentuk dengan menggabungkan kekuatan buruh, tani, nelayan, kaum miskin kota, mahasiswa dan tentara. Sebelum Tahun 1965 PKI dan partai lain bekerja juga ke instansi tentara atau dengan kata lain mempengaruhi, menggarap dan membina mereka (Pembebasan edisi X tahun III Maret 2004)

Jika yang dilakukan PKI sebelum 1965 dilakukan secara tertutup maka Budiman melakukannya dengan cara terbuka – terlepas dari respon Prabowo yang menyambutnya dengan kekuatan penuh Partai Gerindra dengan dihadiri Sekjend Gerindra dan Hasyim Djojohadikusumo, adik kesayangannya. Melihat suasana pertemuan dimana Budiman disambut seperti tamu agung mengindikasikan Proposal diterima tanpa syarat.

Dengan mengajak Prabowo membangun Front Persatuan maka unsur-unsur Front Persatuan seperti yang dikatakan Asvi sudah terwakili. Semua unsur-unsur itu sudah digarap oleh Partai Gerindra. Pada titik ini secara pribadi saya melihat Budiman tidak berubah, tetap beriman pada teori. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Tidak pernah ada hasil perjuangan yang signifikan dari perjuangan rakyat tanpa adanya front persatuan. Fragmentasi hanya akan menghambat perjuangan. Politik front persatuan harus menyandarkan kekuatan pokoknya pada rakyat melalui unsur-unsur progresif di dalam Front

Selain Front Persatuan, Budiman juga menginginkan kerjasama antara aktivis dan intelijen. Sebab hanya aktivis dan intelijen yang bisa merumuskan strategi secara komprehensif. Statemen ini sangat berbahaya jika keluar era tahun 90 an. Budiman bisa di mutilasi hidup-hidup oleh Ida Nasim MH, Sekjen Kepal PRD yang pernah ditangkap dan disiksa intelijen bersama Kamaludin Pane yang sekarang sudah menjadi lawyer papan atas.

Pernyataan Budiman tersebut dapat dimaknai sebagai pesan untuk Prabowo agar dalam memilih Cawapres sebaiknya dari kalangan aktivis. Jika Prabowo berminat pada Budiman harus bicara pada Ibu Mega, Mbak Puan dan Mas Hasto. Prinsipnya Cawapres harus dari kalangan aktivis 98 agar legitimasi moral Prabowo semakin kuat. Jangan dari kalangan pengusaha karena pasti bikin recok dengan berdagang kebijakan.

Pengusaha tahu cara mendapatkan uang tapi tidak tahu cara mendapatkan kemenangan. Semua tergantung Prabowo, mau dapat uang atau dapat menang.

Sudah banyak politisi yang berlatar belakang pengusaha ditangkap KPK. Tapi tidak satupun aktivis 98 yang menjadi politisi dan pernah membangun gerakan ditangkap karena korupsi.

Bukan karena aktivis 98 lebih bersih dari pengusaha. Lebih karena semua aktivis 98 pernah dididik oleh situasi dimana harus hidup luntang lantung di Jakarta dengan perut lapar, pindah dari Kopaja satu ke Kopaja lainnya sambil bernyanyi atau baca puisi, energi yang didapat berasal dari sayur gori dan tempe mendoan dari warteg hari sebelumnya. Pengalaman itulah yang mengajarkan aktivis 98 tetap bisa hidup di atas batu cadas yang jauh dari sumber mata air yang selalu basah. Semakin lapar menjadi semakin radikal doktrinnya.

*Penulis Dr. Maruly Hendra Utama, Dosen Pascasarjana Universitas Pasundan, Dewan Pakar SMSI – Serikat Media Siber Indonesia

Raziku Amien: Soekarnois Sejati Pasti Dukung Agenda Budiman dan Prabowo

JAYAKARTA NEWS— Pro-kontra persatuan nasional yang digagas Budiman Sujatmiko  dan Prabowo Subianto terus berlangsung luas di kalangan politisi dan aktivis. Langkah politik yang diambil Budiman Sujatmiko menunjukkan konsistensi cita-cita perjuangannya dan sebagian besar massa rakyat Indonesia, bahwa bangsa ini harus kembali bersatu, bangkit dan bersiap untuk menghadapi berbagai tekanan dan ancaman. Hal ini disampaikan Raziku Amien, politisi senior kepada pers di Yogyakarta, Sabtu (22/7/2023).

“Kalau PDIP itu partai Soekarnois sejati maka sekarang kesempatan bagi PDIP untuk mengembalikan marwah perjuangan Soekarno kembali ke jalan yang benar dan mendukung Budiman Sujatmiko membangun Persatuan Nasionalis, mampu gak PDIP?” Tanyanya.

Raziku mengingatkan bahwa langkah yang diambil Budiman pernah dilakukan oleh Soekarno yang bekerjasama dengan Jepang dan Amir Syarifuddin dan Syahrir bersama Belanda yaitu mencapai Indonesia Merdeka.

“Tanpa persatuan dan pengorbanan tidak mungkin ada kemerdekaan 1945. Hal yang sama dilakukan Budiman terhadap Prabowo Subianto demi kepentingan yang lebih besar, menyelamatkan Indonesia,”  papar aktivis anti Soeharto angkatan 80’an ini.

Raziku memaparkan, selama Budiman menjadi kader PDIP, perjuangan Budiman secara pribadi tidak didengar lagi oleh rakyat. Padahal Budiman dan PRD telah mempelopori dan membangkitkan rakyat untuk menjatuhkan Soeharto dan Orde Baru ditahun 1998.

“Kita sedih selama di PDIP, Budiman tidak ada suaranya. Itu menyedihkan. Sekarang Budiman telah kembali ke tengah gelanggang politik nasional. Ia merangkul Prabowo yang pernah menjadi gendarme Orde Baru yang menculik kawan-kawan Budiman. Namun Budiman mewakafkan dirinya demi persatuan nasional yang tidak mungkin dibangun jika kita disandera oleh masa lalu. Pelanggaran HAM juga tetap dikerjakan oleh Presiden Jokowi dan terus berjalan. Tugas Budiman adalah melanjutkan perjuangan nasional yang mandeg oleh kelakuan politisi busuk reformis,” jelasnya.

Raziku menjelaskan, sejak usia 18 tahun masih SMA, Budiman sudah mengerti politik dan punya cita-cita politik sendiri. Nasionalismenya menjadi nyata dalam perjuangan PRD. Budiman dan kawan-kawannya juga yang mempelopori membela PDI dan Megawati saat melawan Orde Baru.

“Jadi bukan setelah di PDIP Budiman jadi nasionalis!”

Kehadiran Budiman memberikan optimisme baru di massa rakyat bahwa kita tetap harus melanjutkan perjuangan. Kalau kita orang nasionalis kita musti dukung perjuangan Budiman yang punya track record dan kesadaran kolektif perjuangan masa lalu,” ujarnya

“Dengan adanya Budiman, kita sadar bahwa tidak semua politisi itu korup. Dia membuktikan politik yang bersih dan revolusioner. Selama ini rakyat tahunya partai politik itu korup dan untuk kepentingan pribadi,” tandasnya. ***/din

Korban Penculikan Tim Mawar, Aan Rusdianto: Niat Budiman Sudjatmiko Jangan Dijegal, harus Didukung

JAYAKARTA NEWS— Silahturahmi Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto untuk membangun persatuan nasional merupakan lompatan politik mengejar kebutuhan rakyat, bangsa dan negara dalam menghadapi perubahan geopolitik internasional saat ini.

Oleh karenanya langkah besar ini harus didukung oleh seluruh kekuatan masyarakat  menjadi satu gerakan besar di atas semua kepentingan. Hal ini juga sejalan dengan politik Presiden Joko Widodo untuk menuju masyarakat adil makmur dan kuat.

Demikian Aan Rusdianto kepada pers di Jakarta, Kamis (20/7) menanggapi pro-kontra silahturami tersebut. Aan Rusdianto adalah salah satu korban penculikan tim mawar ditahun 1997-1998 yang saat itu dipimpin oleh mantan komandan Kopassus, Prabowo Subianto.

“Kan niat dia mewakafkan diri untuk persatuan nasional kaum nasionalis. Menurutku persatuan nasional adalah agenda bangsa dan negara yang paling penting dan strategis saat ini. Jangan dihambat atau dijegal dong. Malah harus didukung,” tegasnya.

Menurut Aan Rusdianto, siapapun justru harus segera ikut serta membangun persatuan nasional agar Indonesia benar-benar menjadi bangsa dan negara yang kuat menghadapi ancaman dari luar maupun dari dalam.

“Kalau ada yang tidak setuju dengan persatuan yang disampaikan Budiman dan Prabowo apalagi menghalangi maka dia bagian yang ingin menghancurkan bangsa dan negara. Itu pengkhianatan namanya. Mereka jelas musuh rakyat,” tegas Aan Rusdianto.

Menurutnya, pernyataan Budiman Sujatmiko mewakafkan diri membangun persatuan nasional, karena Budiman sadar betapa susahnya membangun persatuan yang sedang diperjuangkan oleh Presiden Joko Widodo saat ini.

“Budiman sebagai kader PDIP tentu menginginkan agar persatuan Indonesia yang dicita-citakan oleh Bung Karno sebagai pintu gerbang menuju masyarakat adil makmur bisa segera tercipta saat ini. Apa itu salah?” Ujarnya.

Sebagai orang yang dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati sekaligus dekat dengan Presiden Joko Widodo, menurut Aan Rusdianto, Budiman tentu paham hati dan keinginan kedua tokoh nasional ini sehingga merasa perlu mengajak Prabowo Subianto untuk bisa mengkongkritkan persatuan nasional tersebut.

“Tentu banyak yang berpikir tidak mungkin Budiman yang dulu sebagai Ketua Umum PRD yang sempat di penjara, yang anggotanya banyak jadi korban penculikan tim mawar bentukan Prabowo dan banyak kadernya yang diburu dan dipenjara, bisa bersatu dan berjuang bersama saat ini.

“Mewakafkan diri itu adalah niat tertinggi untuk cita-cita tertinggi bagi seorang Budiman. Memang berat tapi dirinya rela dan siap menghadapi berbagai konsekwensi,” jelas Aan Rusdianto.

Aan sebagai korban penculikan Tim Mawar Kopassus menyatakan sepakat dengan langkah Budiman dan mendukungnya.

“Saya pernah jadi korban. Tapi perjuangan memang membutuhkan pengorbanan. Perjuangan itu harus siap 3B, dibui (di penjara), dibuang (diasingkan) dan dibunuh. Semua sudah pernah kami hadapi. Politik kita saat ini adalah menggalang persatuan seluas-luasnya,” tegasnya.

Kesepakatan Budiman dan Prabowo

Sebelumnya, politikus PDIP Budiman Sudjatmiko bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa (18/7) malam.

Budiman tiba pada pukul 18.57 WIB. Budiman mengatakan kedatangannya itu untuk berdiskusi sembari menggali pemikiran Prabowo.

Berikut poin-poin pembicaraan Budiman dan Prabowo:

Gali pemikiran hingga visi dan misi

Budiman menilai Prabowo merupakan sosok nasionalis dengan pemikiran hebat.”Ini sosok nasionalis yang menurut saya pikiran-pikirannya menarik untuk kita diskusikan, untuk kita gali,” ucap dia.

Sementara itu, Prabowo mengatakan banyak hal yang dia diskusikan dengan Budiman. Beberapa di antaranya terkait visi dan misi.

“Kita tadi cukup lama berdiskusi banyak hal-hal yang kita banyak persamaan, visi, persamaan pandangan,” kata Prabowo dalam jumpa pers.

Prabowo menyebut dirinya dan Budiman bersepakat tantangan global yang dihadapi kini tak mudah. Ia pun mengaku bersepakat akan terus menjalin hubungan dan komunikasi ke depannya.

“Jadi pemikiran beliau bahwa kapal besar Indonesia, negara besar seperti Indonesia, perlu suatu persatuan,” ucap dia.

Sementara itu, menurut Budiman, mereka bersepakat demokrasi Indonesia harus diselamatkan. Ia menilai kini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan.

“Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, geopolitik, sejarah. Karena Indonesia kapal besar, bukan panggung entertain saja,” katanya.

Persatuan Bangsa

Dalam pertemuan itu, Prabowo menyebut membahas tentang pentingnya mengedepankan persatuan.

Merespons itu, Budiman juga sama-sama menggaungkan persatuan kaum nasionalis. Menurutnya, hal itu dibutuhkan untuk menjaga bangsa Indonesia.

Sosok pemimpin nasionalis

Ia menyebut Prabowo sebagai sosok yang mewakili cara pandang kepemimpinan politik yang cocok dengannya. Menurut Budiman, di tengah krisis global yang berkecamuk dibutuhkan pemikiran dari dua tipe orang, satu berlatar belakang militer dan satu lagi aktivis.

“Kedua orang itu biasanya mampu berbicara hal-hal strategis secara komperhensif,” tegas Budiman.

Sebut Prabowo layak pimpin Indonesia

Budiman menginginkan Indonesia dipimpin oleh orang terbaik dan Prabowo merupakan salah satunya. Sebab, dia menilai Prabowo sosok nasionalis.

“Saya berharap Pak Prabowo sehat, teruskan tugas, tunaikan tugas, dan saya ingin orang Indonesia layak untuk mendapatkan orang terbaik, salah satunya Pak Prabowo,” kata Budiman.***/din