Tim BPBD Lumajang Juara Umum Semarak Gelar Peralatan se-Jatim

BANYUWANGI, JAYAKARTA NEWS-Semarak Gelar Peralatan
yang berlangsung di Pantai Boom Kab. Banyuwangi sejak Sabtu (13/7/2024) ditutup secara resmi oleh Deputi Bidang Logistik BNPB, Lilik Kurniawan, Senin malam (15/7/2024).

Prosesi penutupan ini ditandai dengan pembagian hadiah lomba dan penampilan hiburan oleh Grup Band asal Yogyakarta, Endang Soekamti dan dua artis lokal, Irena Ghea dan Tasya Kirana.

Khusus untuk kegiatan lomba, terpilih sebagai juara umum dalam lomba gelar peralatan tahun ini; Tim BPBD Kabupaten Lumajang.

Hadiah utama diserahkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Lilik Kurniawan dengan didampingi Sekretaris BPBD Jatim Andhika N Sudigda.

Sedang, terpilih sebagai juara 1 kategori Display Logistik dan Peralatan tahun ini adalah, BPBD Kabupaten Malang.

Lalu disusul, BPBD Kab. Jember, BPBD Kab. Banyuwangi, BPBD Kab. Situbondo dan BPBD Kab. Gresik.

Deputi Logistik Lilik Kurniawan menyampaikan apresiasi tak terhingga kepada segenap panitia dan tim tuan rumah, Kabupaten Banyuwangi.

Tak lupa, ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba gelar peralatan tahun ini.

Namun, baginya, juara bukanlah yang utama. Karena dalam dunia kebencanaan tidak ada istilah kalah menang. Tapi yang ada adalah, kebersamaan dan saling menguatkan.

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga menyampaikan pentingnya kegiatan gelar peralatan, sebagaimana yang dilakukan Jawa Timur.

“Kegiatan gelar peralatan ini sangat penting sekali. Karena, keberhasilan penanganan bencana itu 73 persennya ditentukan oleh kesiapan logistik dan peralatan,” ujar mantan Pangdam V/Brawijaya ini.

Sementara, dalam penutupan kegiatan ini juga disampaikan 5 arahan Kepala BNPB terkait kesiapan logistik dan peralatan.

Pertama, Terjaminnya logistik dan peralatan yang memadai di setiap daerah. Kedua, Pemeliharaan peralatan secara rutin untuk memperpanjang usia pakai peralatan PB secara maksimal.

Ketiga, Peningkatan kapasitas SDM dalam tata kelola pergudangan logistik dan peralatan agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Keempat, Segera bentuk Klaster Logistik dengan menjalin kerjasama bersama stakeholder terkait.

“Dan kelima, perlunya membangun digitalisasi sistem manajemen logistik dan peralatan,” pesannya.

Akhirnya, di penghujung agenda penutupan Gelar Peralatan tahun ini, para peserta dan segenap panitia diajak bersama-sama melantunkan lagu favorit Band Endank Soekamti, ‘Sampai Jumpa’. ***poedji

BPBD Jatim Bentuk 40 Destana Memperkuat Kapasitas Kebencanaan

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Cuaca ekstrem dan maraknya bencana tahun ini direspon BPBD Jatim dengan memperkuat kapasitas kebencanaan bagi masyarakat melalui pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).

Sedikitnya, 40 Destana yang tersebar di di 38 kabupaten/kota akan dibentuk BPBD Jatim sepanjang tahun 2023 ini.

Salah satunya, di Desa Wringinanom Kec Wringinanom Kabupaten Gresik yang pembentukannya berlangsung hari ini, Selasa (14/2).

Pembukaan pembentukan Destana ini dihadiri langsung oleh Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto SE, M.PSDM.

Turut mendampingi, Kalaksa BPBD Kabupaten Gresik Darmawan, Camat Wringinanom Dwi Purbowahyono, Kapolsek Wringinanom Kompol Kristianto, Danramil 0817/02 Wringinanom Mayor Arh. Sali dan Kades Wringinanom, Yoko.

Dalam arahannya, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, pembentukan Destana ini dilangsungkan dalam rangka memperkuat kapasitas masyarakat dan mengurangi risiko bencana di kawasan rawan bencana.

Dikatakan, berdasar indeks risiko bencana (IRB), jumlah desa/kelurahan yang rawan bencana di Jawa Timur selama ini sebanyak 2.742 desa. Dari jumlah itu, hingga awal tahun ini, sebanyak 1.542 desa/kelurahan yang telah berstatus sebagai Destana.

“Hari ini (Selasa, red), kami membentuk Destana di Desa Wringinanom Kabupaten Gresik yang potensi ancaman bencananya banjir. Bersamaan dengan disini, hari ini juga berlangsung pembentukan Destana di Bangkalan,” ujarnya.

Rencananya, pembentukan Destana ini akan berlanjut ke berbagai daerah hingga mencapai jumlah 40 desa/kelurahan. Jumlah ini juga sama dengan capaian pembentukan Destana tahun 2022 lalu.

Kades Wringinanom Yoko dalam sambutan pembentukan Destana, menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada BPBD Jatim atas ditunjuknya Desa Wringinanom sebagai lokasi Destana.

Baginya, pemilihan ini sangat tepat mengingat wilayah desanya selama ini memang menjadi langganan banjir.

“Tahun 2022, bulan satu (Januari, red.) kita mengalami banjir sekali dan di Bulan November dua kali. Kalau banjir bisa setinggi paha. Kita susah tidak bisa kemana-mana,” ujarnya.

Ia berharap, dengan pelatihan Destana ini nantinya akan terbentuk Satgas Penanggulangan Bencana yang bisa membantu warga saat banjir, sehingga bisa mengurangi risikonya.

Di tempat yang sama, Kalaksa BPBD Kabupaten Gresik juga menyampaikan terimakasih kepada BPBD Jatim atas pembentukan Destana di Desa Wringinanom.

Dikatakan, sampai saat ini, Kabupaten Gresik telah membentuk 104 Destana. Hanya saja, selama ini fokus pembentukannya masih pada wilayah Kali Lamong dan Bengawan Solo.

Penunjukkan Desa Wringinanom ini, menurutnya, menjadi yang pertama untuk wilayah Kecamatan Wringinanom dan Gresik Selatan.

“Ke depan, pembentukan Destana dari Kabupaten akan kita perhatikan juga untuk wilayah Selatan,” imbuhnya.

Hadir juga dalam acara ini, Sekjen Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim Catur Sudarmanto alias Mbah Darmo dan Sub Koordinator Sub Substansi Pencegahan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy. (poedji)

Jawa Timur Miliki Potensi Gempa Bumi yang Sangat Tinggi

JAYAKARTA NEWS— Jawa Timur termasuk wilayah dengan potensi gempa bumi sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan kondisi geologi wilayah yang teridentifikasi memiliki 7 sesar aktif dan 6 segmen sesar. Gempa bumi beberapa waktu lalu di daerah Jawa Timur memberikan pembelajaran, khususnya dalam penanganan bencana.

Konteks tersebut menjadi tema diskusi pembelajaran penanganan gempa bumi magnitudo (M)6,1 Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana (Pusdiklat PB) BNPB.

Pada sesi diskusi yang dilakukan secara virtual, Selasa (4/5), Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, terdapat 17 wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota di wilayah Jatim yang terdampak gempa.

“Sebanyak 17 kota dan kabupaten yang terdampak gempa M6,1 yaitu Kabupaten Malang, Lumajang, Bitar, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Pacitan, Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Bondowoso, Kota Batu, Kediri dan Kota Malang,” ucap Gatot.

Gatot menambahkan bahwa wilayah Jatim memiliki potensi terjadi gempa bumi yang sangat tinggi karena terdapat 7 sesar aktif dan 6 segmen sesar.

“Adapun sesar yang dimaksud meliputi Sesar Naik Pati, Sesar Kendeng, Sesar Pasuruan, Sesar Probolinggo, Sesar Wongsorejo, Zona sesar RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) dan Bawean Fault, sementara itu ada segmen Demak, segmen Purwodadi, segmen Cepu, segmen Blumbang, segmen Surabaya dan segmen Waru. Kemudian perlu diketahui, Gempa merupakan hal yang sudah pernah terjadi sejak dulu di Jatim, Madiun tahun 1862, Rembang, Pacitan dan terakhir di Kabupaten Malang baru-baru ini,” imbuhnya.

Kemudian ia menjelaskan, berdasarkan instruksi Gubernur Jawa Timur, BPBD bekerja sama dengan lembaga terkait langsung turun ke daerah terdampak pascagempa terjadi.

“BPBD Jatim bersama TNI, Polri, Basarnas, lembaga lainnya, masyarakat dan relawan melakukan penanganan darurat, evakuasi penduduk terdampak dan pemberian bantuan logistik. Selain itu juga dibantu oleh BPBD sekitar yang secara moril ikut membantu masyarakat terdampak meskipun bukan berada di wilayahnya, Sampai saat ini relawan dan tim gabungan masih terus melakukan penangann di beberapa daerah terdampak bencana baik itu bantuan materil dan bantuan pemulihan maupun trauma healing,” pungkas Gatot.

300 Huntara akan segera dibangun di Kabupaten Malang

Pada kesempatan yang sama Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Malang Sadono Iwan mengungkapkan, pemda kab. Malang akan membangun ratusan unit hunian sementara (Huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Akan dibangun 300 unit, sementara sudah dibangun 14 unit dengan luas lahan 4×6 meter dan akan dibangun juga rumah semi permanen dengan tahap awal 5 unit, selain itu ada bantuan huntara oleh lembaga serta relawan,” ungkap Sadono.

Sadono yang juga menjabat sebagai Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik menuturkan, Kabupaten Malang telah mengalami beberapa kali gempa, di antaranya tahun 2013, 2017 dan 2021.

“Tahun 2013 total 200 rumah terdampak, 2017 tidak ada kerusakan signifikan dan terakhir pada tahun 2021 ini, dimana 32 dari total 33 kecamatan di wilayah kabupaten Malang menjadi wilayah terdampak gempa dengan total rumah rusak sejumlah 11.360,” tuturnya.

Dalam penanganan paska gempa kali ini, diterjunkan 11 alat berat untuk mempermudah proses evakuasi, selain itu langsung mendirikan 3 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan didirikan posko di setiap kecamatan.

“BPBD bersama relawan dan stakeholder lainnya, mendirikan 3 dapur umum yang perharinya dapat memproduksi sekitar 5.000 bungkus. Selain itu juga menurunkan 9 unit alat berat dan 3 mobil tangka air bersih, kemudian kami membangun posko di tiap kecamatan untuk mempermudah kordinasi dan distribusi logistik,” tutup Sadono.***/ebn