Pj Gubernur Bali Tingkatkan Sinergi dengan Stakeholder Bandara Ngurah Rai

JAYAKARTA NEWS – Penjabat (Pj) Gubernur Bali, SM Mahendra Jaya, menegaskan akan segera mengambil langkah strategis guna menghindari terulangnya peristiwa helikopter jatuh akibat lilitan tali layangan belum lama ini. Hal ini tercetus saat Pj Gubernur menerima Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Stakeholder Bandara Ngurah Rai, dan perangkat daerah terkait di gedung Jayasabha, Denpasar, Senin (22/7/2024).

Mahendra menekankan kembali Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2000 tentang Larangan Menaikkan Layang-Layang dan Permainan Sejenis di Bandar Udara Ngurah Rai dan sekitarnya. “Tentu ini akan kita sosialisasikan dengan lebih intensif lagi, melibatkan kabupaten/kota dan desa adat serta Satpol PP. Bahwa sudah ada aturan mengenai di mana, pada ketinggian berapa, dan kapan boleh menaikkan layangan,” tandasnya.

Mahendra Jaya mengakui bahwa layang-layang merupakan bagian dari kearifan lokal, budaya yang mengakar dan bahkan menjadi daya tarik pariwisata di Bali. Namun, ia menjelaskan bahwa keselamatan penerbangan dan nyawa manusia harus menjadi prioritas. “Penting untuk dilakukan tindakan pencegahan, dan ditekankan bahwa hanya di tempat-tempat tertentu saja yang dilarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh pihak terkait berkomitmen untuk melakukan sinergi guna mencegah hal yang sama terulang kembali.

Sebagai informasi, Perda Nomor 9 Tahun 2000 Pasal 2 ayat 1 menyebutkan larangan menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah dalam radius 5 mil laut atau 9 kilometer dari bandar udara. Selanjutnya, dalam ayat 2 disebutkan dilarang menaikkan layang-layang dan permainan sejenis di wilayah di antara radius 5 mil laut atau 9 kilometer sampai dengan 10 mil laut atau 18 kilometer dengan ketinggian melebihi 100 meter atau 300 kaki.(Cmg)

Pelita Air Landing Perdana di Bandara Ngurah Rai

JAYAKARTA NEWS – Maskapai penerbangan Pelita Air akhirnya landing mulus di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kamis, 28 April 2022, siang tadi. Kedatangan pesawat terbang yang lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng itu disambut Gubernur Bali Wayan Koster.

Pendaratan Pelita Air tersebut tercatat sebagai landing perdana maskapai ini selama masa pandemi Covid-19. “Oleh karena itu, mewakili pemerintah dan masyarakat Bali, saya mengucapkan selamat dan terima kasih,” ujar Gubernur Koster.

Apresiasi Koster lebih khusus disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. “Apresiasi kami atas kebijakannya dalam menyelenggarakan penerbangan ke Bali,” sambung mantan anggota DPR Dapil Bali ini.

Penerbangan baru Pelita Air dipastikan akan meningkatkan kapasitas pelayanan penumpang regular, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Ini pun otomatis akan mendongkrak citra pariwisata di daerah ini. “Lebih khusus lagi dalam rangka percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali yang sangat terpuruk selama dua tahun masa pandemi ini,” papar Koster.

Ada 11 maskapai hingga saat ini yang melayani penerbangan internasional ke Bali. Maskapai Emirates akan meramaikan lalulintas penerbangan ke Bandara Ngurah rai pada 1 Mei 2022.

“Jumlah penerbangan internasional ke Bali pada 1-30 Maret 2022 mencapai 123 pesawat. Total penumpang wisatawan mancanegara sebanyak 17.250 orang. Rata-rata rasio kedatangan per hari sebanyak 575 orang,” tambahnya.

Pada 1-27 April, jumlah penerbangan internasional ke Bali meningkat menjadi 269 pesawat atau 118 persen dibandingkan Maret lalu. “Total wisatawan mancanegara 58.630 orang. Ini meningkat drastis 240 persen dibandingkan Maret lalu,” tambahnya.

Direktur Utama Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, berharap, penerbangan perdana tersebut akan diikuti penerbangan lanjutan yang lebih intens. (syam kelilauw)