Jelajahi Surga Tersembunyi di Lampung Selatan

JAYAKARTA NEWS – Mengunjungi Pantai Pasir Putih di Lampung Selatan adalah seperti memasuki dunia yang terpisah dari keramaian kota. Terletak sekitar 20 KM dari Bandar Lampung, pantai ini adalah salah satu daya tarik wisata di Lampung dan tujuan terdekat yang hanya memerlukan sekitar 20 menit dari pusat kota. Namun, begitu Anda sampai di sana, Anda akan merasa seolah-olah telah tiba di surga tersembunyi.

Pantai Pasir Putih menawarkan pemandangan yang memukau dari laut berkilauan dan pantai berpasir putih bersih yang halus. Anda akan segera terpikat oleh keindahan alam yang masih asri di sini.

Tidak jauh dari pantai, tersedia tempat penampungan, toilet, ruang istirahat, dan penyewaan perahu motor sebagai fasilitas bagi para pengunjung. Pantai ini selalu ramai saat liburan dan menjadi salah satu tempat favorit. Di sini, Anda bisa melepaskan segala kepenatan sambil berenang dan berlayar ke Pulau Condong.

Anda dapat menyewa perahu dari Pantai Pasir Putih dan bersenang-senang di pulau tersebut. Bagi yang ingin menikmati kehidupan bawah laut, Anda bisa naik perahu ke Pulau Bule. Di sana, Anda akan menemukan terumbu karang berwarna-warni dan ikan badut di bawah air yang dapat dilihat melalui kotak kaca, alat tradisional yang digunakan oleh para nelayan untuk menangkap lobster.

Pantai Pasir Putih terletak di Jalan Raya Trans Sumatra, Tarahan, Lampung, dan dapat diakses dengan berbagai jenis kendaraan dan transportasi umum. Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan dimulai dari Bandar Lampung, sekitar 35 menit. Sedangkan jika Anda menggunakan transportasi umum, Anda bisa mengambil rute langsung dari Lampung ke Pantai Pasir Putih.

Setelah sampai di lokasi, Anda akan terpesona oleh pemandangan megah dari tempat ini. Ada biaya masuk sebesar Rp. 20.000/orang yang harus dibayarkan. Pantai Pasir Putih menampilkan gabungan air laut biru dan hijau yang dihiasi dengan pasir pantai putih halus di sepanjang pantai. Nuansa teduh di sekitar pantai juga memukau; ada pepohonan yang berdiri kokoh di sekitar pantai, menambah suasana yang menyegarkan di tengah sinar matahari yang terik.

Pantai Pasir Putih Lampung terletak di Kecamatan Katibung, Kabupaten Kalianda, Lampung Selatan, Lampung. Pantai ini menawarkan pemandangan pantai yang masih alami dan merupakan destinasi liburan yang cocok untuk keluarga, baik wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Kawasan Pantai Pasir Putih Lampung adalah tempat yang indah yang masih alami. Pantai dengan pasir putih yang luas, air laut yang biru, dan pohon kelapa sebagai peneduh menciptakan daya tarik yang selalu memikat untuk mengisi liburan Anda. Di sini, Anda juga dapat melihat kehidupan para nelayan setempat, yang banyak mencari nafkah sebagai nelayan. Wisatawan juga akan menemukan keramba ikan yang digunakan oleh nelayan setempat. Jangan lupa untuk menikmati matahari terbenam yang indah, mirip dengan pantai-pantai di Bali.

Pantai Pasir Putih Lampung memiliki terumbu karang dan ekosistem laut yang masih terjaga. Selama menjelajahi tempat ini, wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti snorkeling, berselancar, dan naik kano. Disarankan untuk menjelajahi pantai ini sebelum sore hari karena kawasan ini cukup ramai dengan pengunjung yang datang baik untuk berlibur maupun menuju pulau terdekat.

Pantai Pasir Putih Lampung adalah salah satu keindahan alam yang wajib Anda kunjungi ketika berada di Lampung. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan alam yang masih alami dan eksotis di Pantai Pasir Putih Lampung. [sm]

Dulu “Nyeker”, Sekarang Berdandan

KEGIATAN Purwigati, Pembina Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusa Indah, di Pulau Pasaran, Teluk Betung, Lampung tidak hanya berhenti dalam hal mendidik anak-anak. Para ibu yang biasa berpakaian serampangan, juga menjadi perhatiannya. Sebagai contoh, orang tua ketika mengambil rapor anak, tak jarang nyeker, alias tanpa alas kaki.

Perlahan, Purwigati menyentuh soal penampilan, dengan cara mendatangkan ahlinya. Sejak itu, perlahan para ibu mulai sadar busana. Mereka sudah bisa membedakan, mana pakaian untuk keseharian, dan mana pakaian yang harus dikenakan saat acara resmi. “Bukan itu saja, sekarang mereka juga sudah pandai berdandan,” kata Purwigati pula.

Fase beriktunya, PKBM pun dijadikan motor penggerak di sana. Itu terjadi tahun 2010, saat Purwigati secara resmi mendirikan PKBM Nusa Indah. Dan sejak itu pula, ia mulai serius menekuni sektor pendidikan nor formal. Kegiatan PKBM di Nusa Indah sekarang bahkan sudah menyebar. Di banyak sudut sudah berdiri pos-pos belajar dan rumah baca.

Setelah masyarakat sadar tentang pentingnya pendidikan, ia merambah hal lain, yakni soal motivasi dan wawasan. Tidak jarang Purwigati mengajak anak-anak dan orang tua ke Bandar Lampung. Tujuannya agar wawasan mereka lebih terbuka. Pasalnya, sebelumnya masyarakat di pulau itu jarang bepergian. Mereka tidak pernah mengenal dunia luar. “Pernah kami mengajak masyarakat Pulau Pasaran naik kereta dari kota Bandar Lampung,” ujar  Purwigati.

Berikutnya, Purwigati menyentuh sektor keterampilan. Mereka dididik membuat kerajinan dari bahan yang tak terpakai, seperti cara membuat tas dari plastik bungkus kopi. Juga diajarkan cara membuat tempat tisu dari bungkus rokok, dan lain sebagainya. Kerajinan yang mereka buat, kemudian dijual, dan mendatangkan penghasilan tambahan. Selain itu juga diajarkan cara membuat produk makanan dari hasil laut. ***