Tekan Angka Stunting secara Keroyokan

Jayakarta News – Upaya Pemprov Jatim menangani stunting terus dilakukan. Salah satunya melalui gelaran Roadshow Monitoring Evaluasi (Monev) Stunting dan Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI dan AKB) ke lima Bakorwil seluruh Jawa Timur.

Melalui Monev tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh elemen di pemerintahan dan masyarakat bersama-sama menjadikannya Cross Cut Program atau Program Keroyokan untuk menekan angka stunting.

“Ketika ada stunting, AKI dan AKB, itu bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, BKKBN atau orang tuanya saja. Melainkan bisa jadi keroyokan berbagai dinas lainnya,” tutur Arumi ketika memberikan arahan pada acara Monev Stunting AKI dan AKB di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Senin (24/2) siang.

Cross Cut atau keroyokan yang disebut Ketua TP PKK Jatim bukan tanpa alasan. Pasalnya, melalui monev di lima Bakorwil, dirinya mendapati hasil yang cukup beragam terkait penyebab Stunting. Mulai dari permasalahan gizi, sanitasi, pola asuh, hingga tradisi menikah usia dini.

Dengan beragamnya penyebab itu, kerja sama dari berbagai pihak dirasa sangat diperlukan guna memperkuat proses penanganan stunting.

Pada roadshow Monev Stunting dan AKI-AKB terakhir itu, Arumi juga meminta kepada para pengurus dan Kader TP PKK di daerah untuk terus bisa berperan aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak. Seperti halnya kasus pernikahan dini.

Dirinya turut berpesan kepada penghulu atau staf di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk bisa mengarahkan serta memastikan kesiapan setiap calon pengantin yang dirasa masih terlalu dini untuk menikah.

Pemberian edukasi tersebut diharapkan bisa menekan penurunan angka pernikahan dini di Jatim. “Harapannya apa, supaya lingkaran stunting ini bisa terputus,” tutur istri Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak itu.

Arumi sedang berkomunikasi dengan salah seorang anak berindikasi stunting. (foto: humas pemprov jatim)

Keseriusan Pemprov Jatim dalam menangani stunting sendiri, sebut Arumi, juga mengacu pada target Presiden RI Joko Widodo agar Indonesia bisa jadi Negara Maju pada 2045 mendatang. Beberapa indikator negara maju adalah tidak adanya ibu yang meninggal saat melahirkan, tidak adanya bayi yang meninggal karena kekurangan gizi serta berkurangnya kemiskinan.

“Pokoknya kalau masih ada Stunting, AKI dan AKB masih banyak, tidak keren jadinya. Kalau kita mau jadi negara maju, ayo sama-sama kita ke arah sana,” ajak Arumi kepada ratusan perwakilan TP PKK dari Kab/Kota se Bakorwil Madiun.

Sebelumnya, Arumi didampingi Ketua TP PKK Kab. Tulungagung Novita Hardini Nur Arifin meninjau langsung ke Desa Mlinjon, Kec. Suruh, Kab. Trenggalek. Di daerah tersebut merupakan desa dengan angka stunting tertinggi di Kab. Trenggalek. Di dalam kunjungannya tersebut, dirinya menyampaikan apresiasi penuh kepada para perangkat desa yang ikut berkontribusi khususnya dalam hal penganggaran khusus penanganan stunting.

“Dari yang awalnya kecil, sekarang penyisihan anggaran untuk stunting semakin besar. Alhamdulillah,” ujar wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Perwosi Jatim itu.

Melalui peningkatan di Desa Mlinjon, akan berdampak pada data perbaikan dari kabupaten hingga ke pemerintah pusat. Hal tersebut disebutkan Arumi menjadi suatu kebanggaan bagi setiap warga untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju di masa depan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kab. Tulungagung Novita Hardini menyampaikan progres positif yang didapat oleh PKK Kab. Tulungagung. Terjadi penurunan angka stunting sebanyak 25 % sampai akhir 2019. Dirinya mengaku sangat berterima kasih dan termotivasi untuk semakin baik kedepannya.

“Kedatangan ibu Arumi ini menjadi motivasi kami untuk terus bisa meningkatkan penanganan khususnya stunting di enam kecamatan yang masih menjadi PR,” ungkap Novita. (poedji)

Pesan “Legowo” dari Arumi

Jayakarta News – Genap sepekan lalu banjir bandang menerjang Desa Sempol dan Desa Kalisat di Kecamatan Ijen, Kab. Bondowoso. Data BPBD Jatim menyebutkan, jumlah korban terdampak banjir sebanyak 2.028 jiwa di Desa Kalisat, dan 1.996 jiwa di Desa Sempol.

Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak turut menunjukkan keprihatinannya dengan turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Sempol dan Desa Kalisat, Kec. Ijen, Kab. Bondowoso, Kamis (6/2). Arumi juga menyerahkan bantuan berupa pakaian layak pakai baik untuk dewasa dan balita, selimut, serta keperluan wanita dan anak-anak lainnya.

Arumi didampingi Ketua TP PKK sewilayah Bakowil Jember, Sekda Kab. Bondowoso, serta Kepala OPD di lingkup Kab. Bondowoso. “Kedatangan kami ini adalah untuk bersilaturahim, serta untuk menyampaikan keprihatinan atas bencana yang kemarin terjadi. Serta, untuk melihat pasca bencana,” ungkap Arumi di depan warga yang hadir.

Arumi berpesan, agar semua bisa legowo atau ikhlas atas semua bencana yang sudah terjadi. Apalagi, datangnya bencana tidak bisa diprediksi. Selain itu, ia meyakinkan bahwa mereka tidak akan pernah sendiri karena banyak pihak yang bergandengan tangan untuk membantu pemulihan pasca bencana ini.

Lebih lanjut disampaikan Arumi, hasil analisa bencana yang dilakukan Pemkab Bondowoso menjadi bahan analisa yang harus dipelajari. Sehingga, hal ini bisa menjadi pembelajaran dan imbauan bagi kabupaten/kota lain yang ada di Jatim khususnya yang kontur alamnya sama seperti di Bondowoso.

Terkait kawasan wisata Ijen, Arumi mengungkapkan, bahwa Ijen sudah kembali aman. Bahkan, masyarakatnya sudah siap menerima kembali kedatangan para wisatawan. Hal ini terlihat, dari warga yang sudah mulai menjalan rutinitasnya kembali.

Saat melakukan peninjauan ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir tersebut Arumi tak segan menyapa warga serta memberi semangat semua warga. Terlebih, pada anak-anak dirinya juga menghibur mereka dan berpesan agar selalu menjaga kesehatan.

Sementara itu, Sekda Kab. Bondowoso Syaifullah mengatakan, kerugian materiil akibat banjir bandang tersebut menurut taksiran mencapai Rp. 1,8 miliar. Kerugian tersebut mulai dari peralatan rumah tangga, ternak, kendaraan, rumah, dan lainnya.

“Kondisi lingkungan sudah mulai pulih, beberapa rumah yang rusak juga sudah diperbaiki. Dan kami juga tengah menyiapkan relokasi bagi rumah-rumah yang berada diatas aliran sungai di wilayah yang lebih aman,” jelasnya. (poedji)

Arumi meninjau lokasi banjir Bondowoso. (foto: humas pemprov jatim)