Ngabalin akan Laporkan Dugaan Penipuan Atas Nama KSP dan Dirinya

JAYAKARTA NEWS— Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin berencana melaporkan dugaan penipuan yang mengatasnamakan dirinya dan lembaga Kantor Staf Presiden (KSP).  Pelaporan terkait surat palsu dengan kop KSP dan pencatutan nama Ali Mochtar yang  meminta sumbangan kepada walikota Cirebon, Jawa Barat.

“Saya atas nama pribadi akan melaporkan dugaan tindak pidana penipuan ini ke Polda Metro Jaya hari Rabu besok sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Ali Mochtar Ngabalin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (5/4).

Menurut Ngabalin, pihaknya sudah  berkonsultasi dengan Deputi IV KSP dan Kepala Staf Kepresidenan terkait pencatutan namanya dan lembaga Kantor Staf Presiden. “Yang jelas surat itu palsu dan sangat merugikan saya secara pribadi dan kelembagaan,” ujarnya.

Menurutnya, surat yang ditujukan kepada Walikota Cirebon tersebut tidak memenuhi kaidah dan standar administrasi yang berlaku di KSP. “Anehnya surat itu mengatasnamakan TAU. Padahal para tenaga ahli di KSP tidak memiliki kewenangan berkirim surat dan mengatasnamakan lembaga,” pungkas Ngabalin.***din

Jelang Musorprov KONI DKI Jakarta, Pemilik Suara Diminta Berpikir Realistis 

JAYAKARTA NEWS— Ketua Pengprov POSSI DKI Jakarta, Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan pemilik suara (pengprov-pengprov) untuk realistis dalam memilih calon Ketua KONI DKI Jakarta periode 2022-2026 dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) DKI Jakarta yang direncanakan 27 Maret tetapi dimajukan 12 Maret 2022. 

“Sudah saatnya KONI DKI Jakarta dipimpin figur baru yang punya leadership, manajerial dan punya relasi yang baik dan dipercaya,” kata Ali Mochtar Ngabalin di Jakarta, Sabtu (15/2/2022).

Menurut Ali Mochtar Ngabalin, ada alasan krusial dirinya memberikan dukungan terhadap figur baru. Yakni, melihat dampak dari kegagalan Kontingen DKI Jakarta merebut gelar juara dimana terjadi pemangkasan anggaran dana pembinaan atlet DKI Jakarta dari usulan Rp150 miliar menjadi Rp 50 miliar untuk tahun 2022. 

Dengan dana sebesar itu, Ngabalin memastikan program pembinaan olahraga di DKI Jakarta tidak berjalan dengan baik apalagi akan menghadapi tantangan merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh 2024.  

“Pemotongan anggaran pembinaan olahraga itu patut menjadi perhatian serius. Makanya, saya menyebut KONI DKI Jakarta butuh figur baru yang mampu menjawab tantangan berat terutama dalam kebutuhan anggaran dana pembinaan atlet menuju PON XXi Sumut-Aceh 2024. Dan, saya yakin Bang Joel mampu mencari keluarnya. Karena, Bang Joel itu punya kemampuan leadership, manajerialnya, relasi dan jaringan yang bagus dalam menghimpun dana pembinaan olahraga DKI Jakarta. Makanya, saya mengajak Pengprov-pengprov memberikan dukungan kepada Bang Joel demi kepentingan olahraga DKI Jakarta ke depan,” tegasnya.

Pada Musorprov KONI DKI Jakarta dengan agenda utama pemilihan Ketua KONI DKI Jakarta periode 2022-2026 sudah tercatat dua bakal calon pendaftaran bakal calon yang telah menyerahkan berkas pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Penjaringan (TPP). 

Kedua calon tersebut yakni Wakil I Ketua KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid dan Ketua Harian Pengprov Muaythau Indonesia (MI) DKI Jakarta sekaligus Ketua Pengprov Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) DKI Jakarta, Dr. Julizar Idris MSi. 

Berbicara soal figur lain,  Ali Mochtar Ngabalin menyebut Hidayat Humaid merupakan bagian dari kegagalan Kontingen DKI Jakarta meraih juara umum pada dua pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).  

“Hidayat Humaid dan Djamhuron itu merupakan bagian dari kegagalan yang harus dilupakan. Karena, keduanya  harus mempertanggung jawabkan dengan janji dihadapan anggota parlemen yang akan membawa DKI Jakarta menjadi juara umum di PON XX Papua 2021. Sebagai akademisi dan pemimpin olahraga yang menjunjung sportivitas, Hidayat Humaid akan lebih terhormat jika mundur dari pencalonan dan memberikan kesempatan kepada figur baru yang punya kemampuan,” tegasnya. 

Pada PON XIX Jawa Barat 2016, Kontingen DKI Jakarta yang dipimpin Djamhuron P Wibowo dan Hidayat Humaid sebagai Ketua Kontingen hanya mampu menempati peringkat ketiga dan pada PON XX Papua 2021, Kontingen DKI Jakarta yang juga dipimpin keduanya hanya mampu menjadi runner up. ***/din

Ngabalin: Yang Expired Menyingkir dan Jangan Pertahankan Oligarki Kekuasaan

JAYAKARTA NEWS— Ketua Pengprov POSSI DKI Jakarta Ali Mochtar Ngabalin menyoroti kegagalan kontingen DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 dan PON XX Papua 2021 menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI DKI Jakarta yang rencananya digelar pada 27 Maret 2022. Pasalnya, juru bicara Kantor Staf Presiden (KSP) ini melihat ada upaya mempertahankan oligarki kekuasaan di KONI DKI Jakarta.

“Sebaiknya yang expired menyingkir dan jangan pertahankan oligarki kekuasaan di KONI DKI Jakarta. Itu tidak baik. Saatnya reformasi total KONI DKI Jakarta untuk mengembalikan kejayaan olahraga DKI Jakarta,” kata Ngabalin yang didaulat sebagai Ketua Tim Pemenangan Dr Julizar Idris MSi yang akrab dipanggil Bang Joel maju sebagai calon Ketua KONI DKI Jakarta periode 2022-2026 dalam acara Deklarasi di Jakarta, Sabtu (12/2/2022). 

Pada PON Jawa Barat, Kontingen DKI Jakarta yang dipimpin Jamhuron P Wibowo dan Hidayat Humaid menempati posisi ketiga. Kemudian, keduanya yang kembali memimpin Kontingen DKI Jakarta juga tidak mampu mewujudkan target merebut gelar juara umum pada PON XX Papua 2021. Padahal, keduanya telah berjanji di hadapan anggota parlemen akan menjadikan Kontingen DKI Jakarta yang terbaik di pesta olahraga akbar nasional empat tahunan di Bumi Cenderawasih tersebut.

“Ingat janji anda di hadapan anggota parlemen. Sebagai masyakat olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas harusnya mundur dan memberikan kesempatan kepada figur lain untuk berbuat yang terbaik bagi DKI Jakarta,” tegasnya. 

Ali Mochtar Ngabalin mengaku bersedia menjadi Ketua Tim Pemenangan Bang Joel menuju kursi Ketua KONI DKI Jakarta karena benar-benar mengenal sosok Bang Joel yang punya leadership dan kemampuan manejerial mumpuni. “Saya langsung memberikan dukungan karena tidak meragukan kepemimpinan Bang Joel. Dan, saya yakin Bang Joel bisa mengembalikan kejayaan olahraga DKI Jakarta ke depan,” jelasnya. 

Ngabalin juga mengungkapkan bahwa keberhasilan KONI DKI Jakarta menempati posisi runner up di Papua itu tidak terlepas dari kesuksesan Tim Selam DKI Jakarta yang mampu menyumbangkan 8 medali emas.

“Awalnya Tim Selam DKI Jakarta itu hanya ditargetkan 3 medali emas. Kemudian, kita diminta untuk menaikkannya menjadi 6 emas dan ternyata kita sukses merebut 8 emas. Tapi, kesuksesan selam itu tidak membuat kita bangga. Saya tidak bisa menegakkan kepala saat kembali ke Jakarta karena Kontingen DKI Jakarta gagal merebut gelar juara umum,” ungkap Ngabalin yang memuji tekad Bang Joel nenjadikan KONI DKI Jakarta sebagai lembaga terpercaya dan transparansi dalam pengelolaan anggaran serta pemilihan atlet dan pelatih.

Sementara Bang Joel mengatakan, pihaknya bukan hanya punya program untuk menjadikan KONI DKI Jakarta sebagai lembaga terpercaya tetapi juga sudah menyiapkan sistem aplikasi dalam penerapan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan juga pemilihan atlet dan pelatih.

“Saya sudah menyiapkan aplikasi yang nantinya akan diluncurkan saat menjabat sebagai Ketua KONI DKI Jakarta periode 2022-2026. Jadi, seluruh masyarakat DKI Jakarta dan stake holder olahraga bisa melihat setiap saat penggunaan anggaran dan perkembangan atlet dalam menjalankan program pembinaan. Dan, kita juga akan memberikan laporan keterbukaan kepada publik,” tandasnya. 

Ketika ditanyakan tentang jumlah dukungan suara yang sudah dikantongi, Bang Joel menjawab, “Saya sudah mengantongi surat dukungan sesuai dengan aturan dimana setiap kandidat harus didukung minimal 9 suara. Bagi saya dukungan itu saja sudah cukup karena saya harus memberikan kesempatan calon lainnya untuk beradu konsep di Musporov KONI DKI Jakarta nanti.”***/din