Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Shelomita Belajar Bahasa Melayu

Shelomita Belajar Bahasa Melayu

admin by admin
October 19, 2019
in Entertainment
0
Shelomita Sulistiany–foto bambang e ros

JAYAKARTA NEWS— Penyanyi  dan aktris film, Shelomita Sulistiany (44 tahun), adalah puteri dari aktris Marini dan Didi Hadju. Beberapa kali Shelomita tampil dalam film nasional dan yang terbaru yang akan beredar bertajuk ‘Zharfa’ karya perdana sutradara Ruli Wanizar.

Film produksi Mr Rius Production ini dibintangi oleh artis-artis Indonesia dan Malaysia, antara lain Shelomita, Donny Alamsyah, Piet Pagau, Betari Ayu dll. Syuting dilakukan di 2 negara : Cibubur (Jawa Barat) dan Malaysia. “Zharfa akan beredar di Indonesia terlebih dahulu, baru kemudian Malaysia,” ujar Yudi Pratito, produser.

Ihwal Shelomita, dikatakan Ruli Wanizar, dia paling cocok memerankan sebagai Nadya, ibu kandung Zharfa (diperankan aktris Malaysia, Kaka Asraff). “Semua artis dari Indonesia bercakap dalam bahasa Indonesia. Hanya saya seorang artis dari Indonesia yang kebagian tugas harus berbicara Bahasa Melayu. Karena saya memang berasal dari Malaysia,” ungkap Shelomita kepada penulis.

Foto bambang e ros

Alhasil, Shelomita banyak belajar bahasa Melayu kepada Kaka Asraff. Juga, sebelum take kamera, Shelomita lebih dahulu minta saran kepada Kaka, agar tidak salah pengucapannya. Walau demikian, dia senang bisa terlibat dalam film bertema drama religi ini.

“Kita bangsa serumpun. Bahasanya sama. Namun, ada beberapa istilah dengan dialek berbeda yang lain artinya,” urai Shelomita.

Zharfa menceritakan Zharfa, gadis tomboy, keras kepala dan pemberontak. Ketika usianya baru setahun, ayahnya kawin lagi dengan wanita lain. Makanya Zharfa menjadi pribadi yang emosional dan keras hati. Oleh ibunya, Nadya, Zharfa kemudian disekolahkan di pesantren At Taubah di Jawa Barat.

Di sini, Zharfa mengalami pergolakan batin. Ia tertarik dengan ceramah agama dari Fuqron Ali (Donny Alamsyah), lalu ia pun sadar dan berhijrah mengenakan jilbab. Zharfa lambat laun belajar membaca ayat- ayat suci Al Quran dan mencari jati dirinya. (pik)

Tags: Filmjayakartanews
Previous Post

Matinya Etika Pendengung Media Sosial

Next Post

Kreativitas Kaum Disabilitas di Tiara Handycraft

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
Kreativitas Kaum Disabilitas di Tiara Handycraft

Kreativitas Kaum Disabilitas di Tiara Handycraft

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version