Connect with us

Drama & Teater

Sentuhan Ruh Digital pada “Dialog Antigone”

Published

on

Pengantar Redaksi
Dalam proses penggarapan teater intermedial, salah satu divisi yang memegang peran penting adalah tim Media Digital Panggung. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan Tim Media Digital Panggung sejatinya “ruh” pertunjukan. Kita simak testimoni mereka yang telah bekerja keras dalam repertoar teater intermedial “Dialog Antigone di Auditorium WS Rendra, ISI Yogyakarta, 21 – 22 September 2025. Selain itu, divisi lain yang tak kalah penting adalah publikasi dan dokumentasi. Kita simak testimoni mereka.

***

Tim Media Digital Panggung (Janu, Pius Rino, Elara Karla)

Pertunjukan intermedial ini menghadirkan pengalaman visual yang memukau dengan memanfaatkan teknologi proyeksi sebagai latar belakang utama. Visual yang ditampilkan tidak hanya sebagai hiasan, melainkan dirancang secara khusus agar terkait erat dan menyatu dengan setiap adegan dialog dalam lakon Dialog Antigone.

Pendekatan ini menciptakan harmoni antara narasi panggung dan elemen visual, sehingga penonton dapat lebih terlibat secara emosional dan imajinatif.

Tim Media Digital Panggung pada Dialog Antigone. (foto: Bambang Wartoyo)

Berbagai teknologi visual modern diterapkan dalam produksi ini untuk mendukung penyampaian cerita. Di antaranya adalah kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang membantu menghasilkan visual yang dinamis dan adaptif, pengambilan gambar (shooting) untuk elemen latar yang realistis, serta special effects yang memperkuat suasana dramatis. Selain itu, animasi dan tipografi juga digunakan untuk menambah dimensi artistik dan memperjelas pesan dalam setiap adegan.

Salah satu keistimewaan pertunjukan ini adalah kemampuan visual untuk diramu secara langsung di lokasi panggung. Proses ini memungkinkan visual proyeksi merespons secara real-time terhadap perkembangan cerita dan aksi para pemain. Dengan demikian, elemen visual tidak hanya pasif, tetapi menjadi bagian aktif yang mendukung narasi dan memperkaya pengalaman penonton secara keseluruhan.

Sutradara Prof Yudiaryani dan Bambang Wartoyo. (foto dok “dialog antigone”)

Lensa Mata dan Kamera

Di seksi Publikasi dan Dokumentas, bercokol nama senior Bambang Wartoyo. Dengan kamera yang senantiasa melekat pada dirinya, Bambang membidik setiap moment dengan baik. Selain piawai memainkan kamera, ia juga “orang teater”.

Menurut Bambang Wartoyo, pertunjukan teater intermedial LTP MAS mengusung sebagian pemain dari unsur mahasiswa dan alumni Teeter ISI Yogyakarta. Hanya ada satu dosen yang ikut bermain. Dia  adalah Silvia Purba yang berperan sebagai lakon: Antigone.

Jenjang usia sutradara dan pemain yang rata rata gén-z secara psikologis menjadi kendala. “Saya menikmati setiap prosesnya, baik melalui lensa mata, maupun lensa kamera. Bagaimana sang sutradara, harus berkutat dengan problematika blocking, leveling, atau dialog yang ‘bernyawa’,” ujar lelaki berkacamata itu.

Secara keseluruhan, kerja kreatif ini benar-benar melibatkan multi disiplin ilmu. Tidak saja ilmu teater, tetapi juga media rekam, seni tari, musik, tata busana, dan lain sebagainya. Sebuah kerja panjang yang tentu saja menguras energi, baik fisik maupun batin.

Membidik adegan per adegan, menjadi lebih mudah ketika segala sesuatunya tergarap dengan apik. Setidaknya dari sisi pendokumenan secara visual (dokumen foto). Tentu akan berbeda impresi penonton saat melihat hasil dokumentasi audio visual (video).

Sebab, lanjut Bambang Wartoyo, di sana lensa menangkap apa yang ada dalam panggung. Di sinilah pentingnya pemanfaatan dokumen audio visual untuk bahan reviu. Sebagai contoh, ketidakjelasan artikulasi (misalnya), pasti akan tertangkap. Demikian pula dialog yang un-beats. Atau bahkan blocking yang kurang presisi.

Pendek kata, dokumentasi menjadi hal penting dalam melengkapi sebuah pertunjukan teater. Dan dalam Dialog Antigone, divisi publikasi dan dokumentasi mendapat tempat yang terhormat, pungkas Bambang Wartoyo. (*)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *