• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
RMP Sosrokartono, Si Jenius dari Timur

RMP Sosrokartono, Si Jenius dari Timur

April 8, 2026
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 26, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

RMP Sosrokartono, Si Jenius dari Timur

by admin
April 8, 2026
in Kabar
0
RMP Sosrokartono, Si Jenius dari Timur
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Supriyadi, S.Fil

Di sebuah tempat sunyi di Kudus, Jawa Tengah, berdiri sebuah rumah yang menyimpan getaran spiritual luar biasa. Rumah tempat di mana seorang pria bersahaja menghabiskan masa tuanya dengan laku sepi ing pamrih. Pria ini yang pernah mengguncang Eropa dengan kecerdasannya, ia yang dijuluki “Si Jenius dari Timur”, dan merupakan kakak kandung sekaligus mentor intelektual bagi RA Kartini. Beliau adalah Raden Mas Panji (RMP) Sosrokartono.

​Akar Bangsawan dan Tanah Kelahiran

Kisah ini bermula di Mayong, Jepara, pada 10 April 1877. Sosrokartono lahir dari rahim sejarah yang kental dengan aroma kekuasaan dan tradisi. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Samingoen Sosroningrat, adalah seorang Bupati Jepara yang progresif. Ibunya, Nyai Ngasirah, adalah sosok perempuan desa yang taat.

Tumbuh di lingkungan kabupaten tidak membuat Sosrokartono menjadi pribadi yang tinggi hati. Sejak kecil, ia telah menunjukkan binar mata yang berbeda—sebuah rasa ingin tahu yang melampaui pagar pendapa. Ia adalah anak sulung yang memikul harapan besar keluarga untuk menjadi jembatan antara peradaban Timur yang mistis dan peradaban Barat yang teknokratis.

​Pengembaraan Intelektual: Dari ELS hingga Leiden

Pendidikan Sosrokartono adalah sebuah anomali pada masanya. Setelah mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) di Jepara pada usia 8 tahun, sekolah khusus anak Eropa dan elit pribumi, ia melanjutkan ke ELS (Europese Lagere School) dan HBS (Hoogere Burgerschool) di Semarang.

Namun, lompatan besarnya terjadi pada tahun 1898. Ia menjadi mahasiswa Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di Universitas Leiden, Belanda. Menjadi pelopor pelajar Indonesia di Belanda.

Ia belajar di Politeknik Delft (teknik) sebelum pindah ke Universitas Leiden (sastra Timur). Di sana, ia tidak hanya belajar; ia “melahap” ilmu linguistik dan sastra.

Bayangkan, di era ketika banyak pribumi masih buta huruf, Sosrokartono telah menguasai 24 bahasa asing dan 10 bahasa daerah. Kemampuannya ini membuatnya dikenal sebagai polyglot ulung yang disegani kaum intelektual Eropa.

Guru Spiritual dan Intelektual dan Sahabatnya

Mencari jejak guru-guru Kanjeng R. Panji Sosrokartono ibarat menelusuri pertemuan antara dua samudera: Tradisi Pesantren/Kebatinan Jawa dan Akademisi Modern Barat. Beliau adalah sosok yang “makan” dari dua piring peradaban yang berbeda namun berhasil mencernanya menjadi satu kearifan yang utuh.

Kyai Sholeh Darat adalah guru agama bagi keluarga Bupati Jepara, termasuk R.M.A.A. Sosroningrat (ayah Sosrokartono). ​Mentor Spiritual Keluarga: Kyai Sholeh Darat adalah sosok yang diminta oleh RA Kartini (adik Sosrokartono) untuk menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Jawa (Fatih al-Ulum).

Sebelum berangkat ke Belanda, Sosrokartono telah belajar dasar-dasar tauhid dan akhlak dari ajaran Kyai Sholeh Darat yang moderat namun dalam. Nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang dibawa Sosrokartono di masa tuanya (seperti Ilmu Alif) memiliki resonansi yang kuat dengan ajaran tasawuf Kyai Sholeh Darat.

RMP Sosrokartono adalah seorang pemuja sastra Jawa. Ia sangat mendalami karya-karya Ronggowarsito. Filosofi mati sajroning urip atau sugih tanpa bandha yang sering digaungkan Sosrokartono memiliki akar yang sangat kuat dalam pemikiran kebatinan yang dirumuskan oleh Ronggowarsito dalam karya-karyanya seperti Serat Kalatidha.

Ada catatan sejarah yang menyebutkan bahwa KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) menaruh hormat yang besar kepada Sosrokartono. Meskipun jalur perjuangan mereka berbeda—Kiai Hasyim melalui pesantren dan organisasi, Sosrokartono melalui jalur diplomatik dan spiritual personal—keduanya bertemu pada titik nasionalisme. Pertemuan para tokoh ini sering kali terjadi dalam lingkaran diskusi terbatas mengenai masa depan bangsa Indonesia di masa pergerakan nasional.

Selain nama-nama di atas, Sosrokartono juga banyak menyerap ilmu dari:​ Syeikh-syeikh di Mekah dan Mesir: Saat bekerja sebagai wartawan perang dan berkeliling dunia, ia sempat mendalami perbandingan agama dan filsafat Timur Tengah. Sekembalinya ke Bandung dan Kudus, beliau banyak bergaul dengan para penganut aliran kepercayaan dan pinisepuh Jawa untuk mematangkan laku prihatin dan tirakat.

Di Universitas Leiden, Sosrokartono berguru pada orientalis dan ahli bahasa ternama dunia pada masanya. Inilah yang membentuknya menjadi seorang polyglot (penguasa banyak bahasa). Prof Dr Hendrik Kern: Beliau adalah ahli bahasa Sanskerta dan ahli sejarah kuno yang sangat disegani. Dari Prof Kern, Sosrokartono belajar ketelitian dalam membedah teks-teks kuno dan linguistik komparatif.

Prof Dr Christiaan Snouck Hurgronje: Meskipun sosok ini kontroversial dalam sejarah Indonesia, Snouck Hurgronje adalah salah satu guru Sosrokartono di Leiden dalam bidang bahasa Arab dan Islamologi. Interaksi intelektual dengan Snouck mengasah ketajaman analisis Sosrokartono terhadap peta politik dan agama di dunia internasional.

Sosrokartono sering menyebut bahwa guru sejati adalah kehidupan itu sendiri.​ Perang Dunia I: Medan perang di Eropa adalah “guru” yang mengajarkannya tentang kekejaman ambisi manusia dan pentingnya perdamaian.

Pengalamannya sebagai wartawan perang membentuk sisi kemanusiaannya yang sangat dalam. Penderitaan rakyat jelata yang ia saksikan sekembalinya ke tanah air menjadi “guru” yang mengubahnya dari seorang intelektual perlente menjadi seorang pertapa yang melayani (healing through compassion).

Sosrokartono adalah murid yang luar biasa karena ia tidak menelan mentah-mentah ajaran gurunya. ​Dari Guru Barat, ia mengambil metode berpikir kritis dan penguasaan bahasa teknis. ​Dari Guru Timur, ia mengambil hakikat kehidupan dan ketenangan batin. Perpaduan inilah yang melahirkan semboyan terkenalnya: “Pintere bener, bener pintere” (Pintarnya itu benar, dan benarnya itu dilandasi kepintaran).

Menariknya, meskipun beliau memiliki guru-guru besar, di akhir hayatnya beliau justru dikenal sebagai “Guru Tanpa Murid Formal” karena beliau lebih suka menyebut siapa pun yang datang kepadanya sebagai “saudara” atau “sahabat”.

RMP Sosrokartono adalah sebuah “jembatan”. Beliau tidak hanya menjadi murid secara fisik kepada satu Kyai, tetapi beliau menjadi “Murid Zaman”. Beliau mengumpulkan saripati ajaran Kyai Sholeh Darat (Syariat-Tasawuf), Ronggowarsito (Kebatinan-Sastra), dan metode berpikir Barat (Sains-Linguistik) untuk menciptakan ajarannya sendiri yang kini kita kenal sebagai Catur Murti dan Ilmu Alif.

Hubungan RMP Sosrokartono dengan tokoh-tokoh kunci pergerakan nasional bukan sekadar pertemanan biasa, melainkan hubungan Mentor-Murid dan Sahabat Ideologis. Beliau adalah sosok “Guru Bangsa” yang bergerak di balik layar, memberikan fondasi spiritual bagi para aktivis politik yang bergerak di garis depan. ​

Hubungannya dengan Bung Karno sangat dalam dan bersifat spiritual-intelektual. Bung Karno menganggap Sosrokartono sebagai kakak sekaligus guru spiritual.

Pertemuan di Bandung: Saat Bung Karno kuliah di THS (sekarang ITB) dan aktif di PNI, ia sering mengunjungi kediaman Sosrokartono di Jalan Pungkur (Darussalam). Bung Karno sering meminta nasihat batin sebelum mengambil langkah politik besar. Konon, saat Bung Karno dipenjara di Sukamiskin, Sosrokartono memberikan penguatan mental dan spiritual.

Ajaran Sosrokartono tentang “Alif” (Ketuhanan yang tegak) dan kemandirian bangsa selaras dengan semangat Marhaenisme dan Nasionalisme Bung Karno. Bung Karno pernah menjuluki beliau sebagai sosok yang memiliki “cakrawala seluas samudera”.

Sahabat karibnya ketika di Belanda, salah satunya adalah Ki Hadjar Dewantara (saat itu masih bernama Suwardi) dibuang ke Belanda (1913). Sosrokartono sudah berada di sana sebagai mahasiswa senior dan wartawan.

Sosrokartono banyak membantu mencukupi kebutuhan intelektual dan jaringan Suwardi di Eropa. Filosofi pendidikan Taman Siswa yang menekankan pada “Among” dan karakter bangsa banyak menyerap diskusi-diskusi panjang mereka tentang bagaimana memerdekakan batin manusia pribumi. Keduanya sepakat bahwa kemerdekaan fisik (politik) harus dimulai dari kemerdekaan jiwa (pendidikan).

Meskipun Sosrokartono tidak membuka kelas filsafat formal, beberapa tokoh besar “berguru” melalui dialog dan laku hidup. ​Dr Cipto Mangunkusumo dan rekan seperjuangan dalam Tiga Serangkai (bersama Ki Hadjar dan Douwes Dekker) ini sangat menghormati integritas batin Sosrokartono. Mereka sering bertukar pikiran mengenai sintesa antara kemajuan sains Barat dan etika Timur.

Mohammad Hatta (Bung Hatta): Saat Hatta memimpin Perhimpunan Indonesia di Belanda, ia melihat Sosrokartono sebagai sosok “Duta Besar Kebudayaan Indonesia” yang pertama. Sosrokartono menjadi referensi Hatta dalam memahami diplomasi internasional.

Para “siswa” di Darussalam: Banyak pemuda terpelajar di Bandung pada tahun 1930-an yang datang ke rumah beliau bukan untuk belajar politik praktis, melainkan belajar Filsafat Hidup (Ontologi dan Etika Jawa). Mereka belajar bagaimana menjadi manusia yang suwung (kosong dari pamrih) namun isi (penuh manfaat).

​​Karir Gemilang: Wartawan Perang Dunia I

Dunia mengenal Sosrokartono bukan hanya sebagai pelajar, tapi sebagai jurnalis perang yang pemberani. Saat Perang Dunia I pecah, koran Amerika The New York Herald Tribune mempekerjakannya sebagai koresponden di medan tempur. Ia adalah orang pertama yang berhasil mengirimkan naskah perjanjian perdamaian antara Jerman dan Sekutu ke Amerika Serikat, melampaui kecepatan wartawan-wartawan Barat lainnya.

Namun, di balik kegemilangan karier dan kehidupan jetset di Eropa, hatinya tetap tertambat pada tanah air. Setelah bertahun-tahun berkelana di Paris, Jenewa, dan Berlin, ia memilih pulang. Bukan untuk mencari jabatan, melainkan untuk mencari “jati diri”.

​

Intisari Pemikiran: Ilmu Kantong Bolong dan Ilmu Alif

Sepulangnya ke Indonesia, Sosrokartono bertransformasi. Dari seorang dandy yang perlente di Eropa, menjadi seorang asketis (zahid) yang sederhana. Ia merumuskan filosofi hidup yang hingga kini menjadi oase bagi jiwa-jiwa yang gersang.

Ilmu Kantong Bolong

​Nulung pepadhane, ora nganggo mikir.

Wayah, wadhuk, kanthong, yen ana isi lumuntur marang sesama.

Filosofi ini mengajarkan tentang kedermawanan mutlak. Sosrokartono percaya bahwa manusia seharusnya memiliki hati yang seperti “kantong bolong”—apa yang masuk (waktu, makanan,rezeki) harus segera disalurkan kembali kepada orang lain tanpa sisa untuk kesombongan pribadi.

​Ilmu Alif

Alif, AUM Shantih, Panta Rei, Kai Ouden Menei, Kala AION.

​Bagi beliau, Alif adalah simbol Tuhan, simbol ketunggalan, dan simbol ketegakan jiwa. Ia mengajarkan bahwa jika seseorang sudah lurus seperti huruf Alif, maka ia tidak akan tergoyahkan oleh badai duniawi. AUM Shantih sebagai bukti bahwa, RMP. Sosro Kartono memahami adanya keberlanjutan tradisi spiritual antara tradisi Islam dengan tradisi leluhurnya. Perbedaan agama-agama hanya pada level eksoteris(tatacara-upacara), namun pada level esoteris(batin) adalah sama.

Semua agama-agama hendaknya menciptakan ketemtraman dan kedamaian. Panta Rhei Kai Uden Menei (“Engkau tidak dapat turun dua kali ke sungai yang sama”). Adalah sebuah ungkapan yang diambil dari Filsuf Herakleitos. Dimana hal tersebut menggambarkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini berubah, tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri.  

Di balik perubahan yang terus-menerus, terdapat hukum alam yang mendasarinya dan mengatur seluruh kosmos, yang disebutnya sebagai Logos (rasio/ kebijaksanaan  universal). Logos inilah yang mempersatukan segala pertentangan yang ada di dunia. Ia juga memakai kata kala AION. Aion(dari  bahasa Yunani Helenistik: diromanisasi :  aión , harfiah  ‘ periode waktu yang panjang)adalah dewa Helenistik yang terkait dengan waktu, bola atau lingkaran yang meliputi alam semesta, dan zodiak .

“Waktu” yang diwakili Aion bersifat abadi , tak terbatas, ritual, dan siklik: Masa depan adalah versi masa lalu yang kembali, yang kemudian disebut aevum ( lihat Sanskerta Weda Ṛtú ). Secara filosofis dan mitologis, terutama dalam konteks misteri, Aion dipahami sebagai personifikasi ontologis dari keabadian 

​

Catur Murti

Penyatuan antara pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan. Sosrokartono menekankan bahwa kehancuran manusia modern dimulai ketika apa yang dipikirkan berbeda dengan apa yang diucapkan dan dilakukan.

Catur  Murti adalah struktur  kepribadian  manusia  dipahami  sebagai  suatu sistem yang terdiri dari empat elemen utama yang saling berinteraksi:

  • a)Pikiran(Ning). Pikiran adalah interpretasi individu terhadap diri sendiri atau situasi yang dialami. Ini adalah bentuk getaran jiwa yang berasal dari panca indra dan dianggap sebagai pintu gerbang  pertama  pengetahuan.  Pikiran  dapat  dipengaruhi  oleh  berbagai  faktortermasuk pengalaman masa lalu, keyakinan, dan nilai-nilai
  • b)Perasaan(Neng). Perasaan  adalah  getaran  jiwa  sebagai  reaksi  terhadap  pengalaman  indrawi,  yang berisi keinginan atau kehendak yang diarahkan pada objek tertentu. Perasaan dapat berupa  emosi  positif  seperti  kebahagiaan  dan  cinta,  atau  emosi  negatif  seperti kemarahan dan ketakutan.
  • c)Perkataan(Nung). Perkataan  adalah  susunan  kata  yang  digunakan  untuk  merumuskan,  menerangkan, dan   menjelaskan   pikiran   dan   perasaan.   Perkataan   memiliki   kekuatan   untuk mempengaruhi diri sendiri dan orang lain.
  • d)Perbuatan(Nang). Perbuatan  adalah  sikap  dan  tindakan  manusia sebagai  hasil  dari  pikiran,  perasaan, dan  perkataan.  Perbuatan  adalah  manifestasi  nyata  dari  apa  yang  ada  di  dalam  diri individu.

Adapun laku catur Murti adalah dengan cara: angelar  pemandang (memperluas wawasan,  tegesipun angringkas  pemantheng(konsentrasi),  ambuka  netra,  tegesipun  anutup  netra(membuka mata batin),  angukub  kabeh, tegesipun  anyandhak  siji). Neng, – Ning – Nung – Nang”.  Dengan “meneng”, tentram lahir batin, tidak nerveus, kita mendjadi ,”ning”, wening, bening, djernih pikiran kita, mudah membedakan mana hak dan mana batil, mana benar dan salah, kita menjadi ,”nung”, hanung, kuat sentosa, kokoh lahir dan batin untuk mencapai cita-cita. Achir kata, “nang”, menang, dan dapat wewenang, berhak dan kuasa atas usaha kita

​Sekolah Angka Loro: Pendidikan untuk Rakyat

Salah satu jasa terbesarnya adalah perhatiannya pada pendidikan rakyat jelata melalui spirit Sekolah Angka Loro. Bagi beliau, pendidikan bukan sekadar alat untuk mendapatkan pekerjaan di kantor kolonial (seperti Sekolah Angka Siji), melainkan sarana untuk memanusiakan manusia.

Ia mendirikan perpustakaan dan ruang belajar di Bandung dan Kudus. Ia ingin anak-anak bangsa memiliki mentalitas yang kuat, berakar pada budaya sendiri namun mampu bersaing secara global—persis seperti yang ia contohkan dalam hidupnya.

​ Obat Bagi Penyakit Mentalitas Global

Mengapa kita perlu membicarakan Sosrokartono pada era ini? Dunia modern sedang sakit. Kita terjebak dalam arus konsumerisme, krisis identitas, dan polarisasi yang tajam. Ajaran beliau hadir sebagai penawar: Melawan Self-Centric: Di era media sosial di mana semua orang ingin “pamer”, Ilmu Kantong Bolong mengajarkan kita untuk berbagi tanpa jejak digital demi pujian.

Di tengah batas negara yang semakin kabur, kemampuan Sosrokartono menguasai puluhan bahasa tanpa kehilangan jati diri Jawanya adalah contoh sempurna bagi generasi Z dan Alpha tentang bagaimana menjadi “Warga Dunia” tanpa menjadi “Asing di Tanah Sendiri”. ​ Ajaran Sugih tanpa bandha, Digdaya tanpa aji (Kaya tanpa harta, Sakti tanpa jimat) adalah kunci ketenangan batin di tengah kompetisi hidup yang gila-gilaan.

​Sang Guru yang Terlupakan

Setelah malang melintang di Eropa, Sosrokartono menetap cukup lama di Bandung.​Lokasi: Beliau tinggal di sebuah rumah di Jalan Pungkur No. 7, yang beliau beri nama “Darussalam” (Rumah Kedamaian). Di rumah inilah beliau membuka praktik penyembuhan gratis dan menjadi magnet bagi para pejuang kemerdekaan (termasuk Bung Karno) serta masyarakat kecil. Rumah ini menjadi pusat studi spiritual dan diskusi kebangsaan yang sangat disegani.

Menjelang akhir hayatnya, dalam kondisi kesehatan yang mulai menurun (beliau menderita kelumpuhan di bagian kaki), Sosrokartono memilih untuk kembali ke dekapan tanah leluhurnya di Kudus, Jawa Tengah. RMP Sosrokartono wafat pada 8 Februari 1951 dan dimakamkan di Sedo Mukti, Kudus.

Makamnya sederhana, tanpa nisan mewah, sesuai dengan prinsip hidupnya. Namun, warisannya tetap hidup di tiap helai surat Kartini yang ia pengaruhi, dan di tiap pemikiran merdeka yang lahir di tanah ini. Ia adalah bukti bahwa untuk menjadi besar, seseorang tidak perlu berteriak. Cukup menjadi “Alif” yang tegak dan “Kantong Bolong” yang memberi tanpa henti. (*)

Tags: raden mas panji sostrokartonoRMP Sosrokartono
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version