Revolusi Mental Lestarikan Budaya Betawi

 Revolusi Mental Lestarikan Budaya Betawi

Kegiatan Keriaan Budaya Betawi dalam rangka Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), 15-30 Oktober 2022. (Kemenko PMK)

JAYAKARTA NEWS – Universitas Negeri Jakarta (UNJ), memiliki tanggung jawab besar untuk berperan serta dalam melestarikan budaya Betawi. Untuk itu, implementasi nilai-nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat Jakarta terhadap budaya dan nilai-nilai luhur budaya Betawi. Demikian Siaran Pers Kemenko PMK, Minggu (16/10),

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK, Jazziray Hartoyo dalam Pembukaan kegiatan Keriaan Budaya Betawi dalam rangka Implementasi GNRM 2022 UNJ di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Sabtu (15/10). Dalam kesempatan itu,  Jazziray Hartoyo menyampaikan apresiasi kepada UNJ dan semua pihak yang turut terlibat dalam kegiatan Keriaan Budaya Betawi. Hal itu merupakan salah satu upaya menyukseskan program pemerintah melalui pendidikan dan kebudayaan.

“Pemerintah tentu sangat mendukung kegiatan semacam ini karena sejalan dengan GNRM. Terkait kebudayaan ini sangat krusial dalam hal pengembangan karakter dan jati diri anak muda. Oleh karenanya perguruan tinggi seperti UNJ mempunyai peran sebagai pusat perubahan, sebagai pusat revolusi mental. Ini merupakan cara berpikir,  bertindak dan bekerja,” ungkapnya saat membacakan sambutan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Lebih lanjut, pemerintah telah mencanangkan Indonesia Emas 2045. Untuk bisa mencapai tujuan tersebut perlu didukung dengan SDM yang unggul dan berdaya saing. Pendidikan dan budaya berperan dalam membentuk generasi bangsa yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan diseminasi nilai-nilai Revolusi Mental yakni etos kerja, gotong royong, dan integritas.

“Integritas, dalam melaksanakan tugas kita harus berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak dengan jujur, dapat dipercaya, berkarakter dan bertanggung jawab dalam rangka mencapai tujuan. Sementara etos kerja kita harus bekerja keras, optimis, kreatif, inovatif dan berdaya saing. Gotong royong memiliki makna kerja sama dan solidaritas,” urai Jazziray Hartoyo.

Sementara itu, Rektor UNJ Prof Komarudin mengatakan GNRM dapat membangkitkan kesadaran bersama untuk melestarikan budaya Betawi. Melalui kolaborasi semua pemangku kepentingan, warisan budaya Betawi dapat diteruskan ke generasi berikutnya.

“Harapan kami dari implementasi GNRM ini dapat meningkatkan kesadaran terhadap identitas dan warisan budaya Betawi dan juga melestarikan lingkungan alam. Hal ini merupakan pokok penting dari pengarusutamaan revolusi mental,” ujarnya seraya menandaskan bahwa Keriaan Budaya Betawi bertujuan memperkenalkan budaya Betawi yang hidup dan berkembang di masyarakat luas. Kegiatan ini juga untuk mempromosikan perkampungan budaya Betawi.

Alpukat Cipedak

Selain kegiatan bernuansa budaya, lanjut Komarudin, pihaknya juga melaksanakan penanaman 1000 pohon dalam rangka mendukung Aksi Nyata GNRM lewat Penanaman Sepuluh Juta Pohon.  “Penanaman pohon dilakukan sebagai upaya membangun kesadaran bahwa selain sebagai pengurangan risiko bencana, menanam pohon juga sebagai sarana edukasi masyarakat untuk mewujudkan budaya menanam dan cinta lingkungan. Menanam pohon bukan hanya untuk kita sekarang tapi juga generasi masa depan,” jelasnya.

Seribu pohon buah ditanam serentak di 5 Rukun Warga di Kampung Setu Babakan. Salah satu pohon yang ditanam adalah pohon buah alpukat Cipedak. Alpukat Cipedak adalah alpukat hasil persilangan yang dilakukan oleh Almarhum Nisan Badar, tokoh Betawi dari Kampung Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Bang Indra, salah satu pegiat Forum Betawi, menjelaskan bahwa alpukat Cipedak ini sangat membantu perekonomian warga di kawasan Setu Babakan. Masyarakat sekitar banyak yang melakukan pembibitan dan menanamnya. Perawatan dan pemeliharaannya sanagata mudah dan tidak disukai ulat.

“Buahnya seperti alpukat mentega, Bagian kulit alpukat terasa tipis, sehingga bisa dikupas hanya dengan tangan kosong. Tekstur daging buah alpukat terasa sangat lembut ketika dimakan,” urai Bang Indra.

Kegiatan Keriaan Budaya Betawi dalam rangka Implementasi GNRM 2022 akan berlangsung dari tanggal 15-30 Oktober 2022. Sejumlah kegiatan kebudayaan seperti pagelaran seni yakni Lenong Urban Satria Milenial dan Keroncong tentunya sangat menghibur masyarakat. Selain itu, kegiatan lainnya adalah ngaji budaya, workshop rias pengantin dan  kuliner Betawi. Workshop rias pengantin dan kuliner Betawi, selain melestarikan tradisi Betawi juga turut andil mendukung Gerakan Indonesia Mandiri sebagai salah satu pilar GNRM.***/uli

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.