Connect with us

Kabar

Persiapan Pekerja Migran Terampil untuk Pasar Internasional, KP2MI dan Krakatau Steel Teken MoU

Published

on

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Banten Migrant Center yang berlangsung di SMK YPWKS Cilegon, Banten, dengan PT. Krakatau Steel/Foto: dok Humas KP2MI

JAYAKARTA NEWS— Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) terus memperkuat penyiapan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing di pasar global.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Banten Migrant Center yang berlangsung di SMK YPWKS (Sekolah Menengah Kejuruan Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel) Cilegon, Banten, dengan PT. Krakatau Steel.

Direktur Utama PT Krakatau Steel, Akbar Djohan, menegaskan bahwa pembentukan Banten Migrant Center merupakan hasil koordinasi panjang lintas pihak untuk menghadirkan solusi nyata dalam penyiapan tenaga kerja terampil ke luar negeri.

“Ini bukan proses yang sederhana. Kami terus berkoordinasi dengan Menteri P2MI agar dapat menyediakan tenaga kerja ahli ke luar negeri. Krakatau Steel memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan solusi pengiriman tenaga kerja terampil sekaligus membantu mengurangi pengangguran melalui penciptaan SDM yang handal dan berdaya saing global,” ujarnya.

Menurut Djohan, keberadaan ekosistem sumber daya manusia yang matang akan menjadi fondasi penting dalam mencetak pekerja migran sektor terampil. Djohan meyakini program tersebut dapat mendukung target nasional pengiriman 500 ribu tenaga kerja terampil ke luar negeri secara fundamental dan berkelanjutan.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta), Dadan Suryana. Ia menyebut lahirnya Banten Migrant Center merupakan bagian dari proses panjang menuju kesuksesan pembangunan ketenagakerjaan di daerah.

“Sebagai alumni perguruan tinggi negeri di Banten, kami menyambut baik inisiatif ini dan berterima kasih kepada KP2MI yang melihat potensi besar Banten dalam pengembangan ketenagakerjaan, khususnya penempatan pekerja migran Indonesia ke luar negeri,” katanya, dilansir Humas KP2MI.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan dunia pekerja migran, karena memiliki pengalaman masa kecil yang pernah mengikuti orang tuanya bekerja di Malaysia.

Andra menilai, kolaborasi antara KP2MI dan Krakatau Steel menjadi langkah strategis dalam membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Banten untuk menjadi pekerja migran sektor terampil.

“Pemerintah sangat fokus pada pengelolaan penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia. Saya berterima kasih kepada Krakatau Steel dan KP2MI yang telah memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki peluang menjadi pekerja migran terampil di luar negeri. Kami berharap kerja sama ini juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Banten,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KP2MI, Dwi Setiawan Susanto, menyebut peresmian Banten Migrant Center sebagai momentum bersejarah. 

Lebih lanjut Dwi mengungkapkan, bahwa pusat layanan tersebut merupakan Migrant Center ke-23 di Indonesia dan menjadi yang pertama di Banten yang terintegrasi dengan jaringan Migrant Center nasional serta didukung oleh BUMN melalui Krakatau Steel.

“Ini merupakan langkah awal pelaksanaan program prioritas Presiden untuk meningkatkan pelindungan pekerja migran melalui peningkatan kompetensi. Penyiapan tenaga kerja terampil ke luar negeri bukan hanya menjadi solusi pengurangan pengangguran, tetapi juga investasi sumber daya manusia yang akan membawa manfaat bagi pembangunan bangsa,” kata Dwi.

Dwi juga menambahkan, pekerja migran Indonesia yang memperoleh pengalaman dan pengetahuan di negara penempatan diharapkan dapat kembali ke tanah air dengan kapasitas yang lebih tinggi. Pengetahuan tersebut nantinya dapat ditransfer kepada calon pekerja migran lainnya sehingga menciptakan efek berantai yang positif bagi peningkatan kualitas SDM, khususnya di Provinsi Banten.

Melalui kehadiran Banten Migrant Center, para pemangku kepentingan berharap lahir lebih banyak pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (*/di)