Entertainment
Pernikahan Arwah: Angkat Budaya Tionghoa
Pernikahan Arwah alias Minghun memang masih ada dan dilakukan oleh sebagian masyarakat Tionghoa. Dalam tradisi kuno China, minghun adalah menghubungkan alam kehidupan dan kematian.
Sutradara Paul Agusta mengangkat budaya Tionghoa di ranah film. “Film ini dikemas dalam perspektif budaya Tionghoa, keindahan cinta dan tema konflik yang umum yang membawa keseraman dan kesedihan,” kata Paul Agusta.
Produksi Entelekey Media Indonesia dan Relate Films ini berkisah tentang sepasang calon pengantin bernama Salim dan Tasya yang tak sengaja terjerat ritual pemanggilan arwah leluhur Salim.
Kala itu, mereka berdua sedang mengadakan sesi foto di rumah keluarga Salim.
Terjadi peristiwa mistis yang mencekam setelah kematian bibi Salim.Tiap hari Salim membakar hio (dupa) di altar sembahyang. Kalau alpa, nyawa terancam.
Dirut Entelekey Media, Patricia Gunadi mengemukakan, syuting dilakukan di kota Lasem di Jawa Timur.
“Lasem dikenal sebagai kota pusaka, kota santri dan Tiongkok kecil. Akulturasi budaya China dan pribumi terjadi di sini. Ada kawasan Pecinan dan kelenteng dimuliakan. Warna merah dominan di sini,” ungkapnya.
Produser Perlita Desiani menambahkan inti cerita film ini menggali bagaimana masa lalu tetap hidup di kita. “Pelakunya bisa terjebak dalam takdir yang sulit dihindari. Ada rasa ketakutan dari warisan, kepercayaan dan konsekuensi dari pilihan yang kita buat,” urai Perlita Desiani.
Morgan Oey sebagai pemeran utama mengatakan selama proses syuting, disarankan membawa garam agar terhindar dari hal-hal mistis.
“Agar bahaya bencana dibersihkan dan energi set syuting tetap normal. Ini enggak bohong. Kita syuting di Lasem ke tahun 1940an ketika penjajah Jepang memasuki dan mengobrak abrik penghuni rumah leluhur Salim,” cerita Morgan Oey yang mantan biduan di boy band Smash.

Sama pengalaman yang dialami aktor Verdi Solaeman yang berperan jadi ahli spiritual Koh Chung Chung.
“Ini dilemanya. Kita harus menggunakan mantra asli di ritual pemanggilan arwah untuk mencegah hal tak diinginkan. Kalau tak ditaati, kita bisa celaka. Bocengli,” ucap Verdi Solaeman.
Aktris Zulfa Maharani yang muslimah yang berperan sebagai Tasya tetap menghargai kepercayaan tradisi yang dilakukan warga Tionghoa.
“Sebelum take camera, saya kerap bertanya kepada koh Morgan Oey agar enggak salah. Terutama saat bersembahyang memakai hio di depan altar leluhur,” timpal Zulfa.
Pernikahan Arwah yang berjudul bahasa Inggris ‘The Butterfly House’ dijadwalkan beredar 27 Februari 2025 dan akan tayang serentak di 7 negara jiran yaitu di Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, Vietnam, Laos dan Kamboja.
Pernikahan Arwah juga diperkuat pemeran lain seperti Jourdy Pranata, Brigitta Cynthia, Ama Gerald, Alam Setiawan, Puty Syahrul dan Bernadette Bonita.
Sebuah cerita yang mengharukan dan menyentuh hati ini diakurasi oleh LSF untuk 17 tahun ke atas. (pik)
