• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Layanan Perfilman

Pentingnya Peningkatan Kualitas dan Layanan Perfilman

admin by admin
March 15, 2019
in Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto–BKLM Kemendikbud

JAYAKARTA NEWS—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menekankan pentingkan sinergisitas antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan dalam membuat rencana aksi untuk meningkatkan kualitas dan layanan pengembangan perfilman.

“Buatlah agenda atau rencana aksi yang akan dilakukan tahun ini antara para pemangku kepentingan perfilman dan Pusbangfilm untuk meningkatkan kualitas dan layanan pengembangan perfilman. Ini inti dari penyelenggaraan Rakor tahun ini,” ujar Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (Kapusbangfilm) Kemendikbud, Maman Wijaya, saat membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Perfilman  Tahun 2019, di Bogor. Demikian rilis yang disampaikan BKLM Kemendikbud.

Untuk itu,  Maman mengajak para peserta rapat koordinasi untuk saling bertukar pikiran guna menambah pengetahuan yang nantinya dapat diimplementasikan di daerah masing-masing. “Terkadang kita merasa daerah kita paling bagus dalam pengembangan perfilman, padahal daerah lain masih lebih bagus lagi. Disini saatnya kita dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam pengembangan perfilman,” ungkap Maman.

Foto-BKLM Kemendikbud

“Setelah penyelenggaraan Rakor ini saya berharap pelayanan dalam pengembangan perfilman bisa cepat dan tidak rumit, sehingga dapat meningkatkan produksi film nasional. Tahun 2018 sudah terdapat 148 produksi film yang beredar,” terang Maman.

Tidak hanya jumlah produksi film yang meningkat setiap tahunnya, tetapi jumlah penonton selama 5 tahun terakhir juga semakin meningkat. “Dari 32 juta penonton pada tahun sebelumnya, pada tahun 2018 meningkat sekitar 48 juta penonton,” jelas Maman.

Maman berharap melalui rapat koordinasi Pengembangan Perfilman ini dapat meningkatkan sinergisitas program dan pembinaan perfilman antara Kemendikbud dengan pemangku kepentingan perfilman; meningkatkan kualitas perfilman yang berdaya saing dan memiliki konten nilai-nilai budaya dan kearifan lokal serta pembangunan karakter bangsa, serta; meningkatkan kualitas layanan perizinan kegiatan dan usaha perfilman. “Film harus menjadi media inspiratif dan media literasi, sehingga program pembelajaran menjadi lebih efektif. Dengan itu, diharapkan banyak guru dan siswa yang memiliki kreatifitas dan kemampuan untuk memanfaatkan film sebagai sarana mewujudkan prestasi,” pungkas Maman.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom), Kemendikbud, Gogot Suharwoto, mengemukakan bahwa Pustekkom telah memproduksi sebanyak 12 film sejak tahun 2012 hingga 2018. “Tahun 2018 Pustekkom memproduksi dua film yakni film ‘Aku dan Hari Esok’, dan film ‘Langkah yang Tersisa’. Kami siap bekerjasama dengan insan perfilman,” jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, pada kesempatan yang sama, membagikan strategi yang digunakan daerahnya dalam pengembangan perfilman. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, memiliki enam strategi, yakni, penyelenggaraan acara (event) perfilman dengan bentuk festival film; fasilitasi bioskop alternatif; penyediaan sarana gedung ruang publik; fasilitasi media alternatif, dan; pelayanan dalam mempermudah insan perfilman memproduksi film.

Pada rapat koordinasi Pengembangan Perfilman tahun 2019, berlangsung pada tanggal 13 – 15 Maret 2019, terdapat enam pokok pembahasan, yakni (1) penyelamatan film media seluloid, (2) peningkatan kualitas SDM perfilman, (3) kajian dan pendataan perfilman, (4) regulasi dan layanan perizinan perfilman, (5) fasilitasi pengembangan perfilman, dan (6) peningkatan apresiasi perfilman Indonesia.***/pik

 

 

Tags: jayakartanewsjayakartanews.comkemendikbudrakor perfilman 2019
Previous Post

Pasar Seni Ancol Gelar ‘Tribute to Chrisye’, Nonton yukkk

Next Post

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Per Embarkasi

admin

admin

Next Post
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Per Embarkasi

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Per Embarkasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version