• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Pembangunan Tiga Ruas Tol Ternyata Nilai Kontraknya Membengkak, Ada Apa?

Pembangunan Tiga Ruas Tol Ternyata Nilai Kontraknya Membengkak, Ada Apa?

admin by admin
March 10, 2025
in Laporan Khusus
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Pembanguan jalan tol yang dilakukan PT Jasa Marga di beberapa ruas ternyata nilai kontraknya membengkak dari seharusnya yang mencapai Rp 80 miliar lebih. Kenapa bisa?

Hal tersebut terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Tahun 2024 terhadap PT Jasa Marga (Persero) atas kepatuhan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan periode tahun 2020 – 2022. BPK menemukan nilai kontrak pembangunan jalan tol PT Jasa Marga (JM) ditemukan beberapa kejanggalan.

Salah satunya pembangunan di tiga ruas tol masing-masing proyek tol Kuciran – Cengkareng, Balikpapan – Samarinda, dan Cinere – Serpon. “Ketidakcermatan perhitungan analisa harga satuan (AHS) pekerjaan sebesar Rp 80.496.610.274,85,” sebut BPK dalam audit 2024.

Menurut BPK, hasil pemeriksaan secara uji petik pada dokumen AHS, shop drawing, dan as built drawing menunjukkan terdapat selisih harga atas ketidakcermatan dalam evaluasi harga yang dilakukan Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak (Papenkon) sebesar Rp80.496.610.274,85 yang terbagi dalam tiga proyek.

Pertama, proyek ruas tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran di bawah Badan Usaha Jalan Tol PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC). Proyek yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) selaku kontraktor ini terdapat perhitungan ganda overhead sebesar Rp20.973.839.861,08.

“Perhitungan kontraktor dalam AHS tidak menggunakan harga dasar material, melainkan menggunakan harga item pekerjaan jadi yang sudah tertuang dalam kontrak awal dengan uraian,” ungkap BPK.

Dalam proyek itu, BPK menemukan, baja tulangan pada item pekerjaan tiang bor beton cast-in-place, diamiter 80 cm terdapat selisih Rp 146.902.250,25. Kemudian, beton Readymix Non Fly Ash Kelas B dan baja tulangan ulir pada item pekerjaan tiang bor beton cast-in-place, diameter 100 cm type A terdapat seilsih Rp 8.610.492.272,11.

Selain itu, badan audit negara itu juga menyebutkan, perhitungan jumlah material baja tulangan ulir serta harga material Beton Readymix Non Fly Ash Kelas B ditemukan selisih Rp 1.640.215.039,88.

Di samping itu, BPK juga mengungkapkan, harga material baja tulangan ulir dan Beton Readymix Non Fly Ash Kelas C ditemukan selisih Rp 264.947.960,14, ditambah lagi terdapat 12 jenis material pada item pekerjaan Gerbang Tol Satelit ditemukan selisih Rp 311.282.338,70.

Kedua, proyek tol ruas Balikpapan-Samaringa yang dikerjakan PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS), sebesar Rp54.852.991.256,65. BPK menemukan terdapat selisih harga sebesar Rp1.189.669.876,80 yaitu perkerasan beton frontage menggunakan besi dowel diameter 22 mm, sedangkan pada mata pembayaran perkerasan beton menggunakan besi dowel diameter 32 mm;

Temuan lainnya terdapat selisih harga sebesar Rp47.466.258.032,60 atas perhitungan jumlah besi tulangan pada pekerjaan Tiang Cor Beton Cast in Place D = 100 cm yang tidak sesuai desain dan pelaksanaan di lapangan serta terdapat perhitungan ganda overhead pada harga besi tulangan jadi tersebut;

Selisih harga juga ditemukan sebesar Rp6.197.063.347,25 atas perhitungan ganda overhead pada harga besi tulangan jadi pada pekerjaan Diafragma Wall – L = 0,60 m serta koreksi perhitungan waktu siklus/koefisien peralatan.

Ketiga, proyek ruas tol Cinere – Serpong yang dikerjakan PT Cinere Sempong Jasa (CSJ), sebesar Rp4.669.779.157,12. BPK menemukan ada selisih harga sebesar Rp1.996.308.357,12 atas perhitungan besi tulangan pada Tiang Bor Beton diameter 120 cm lebih tinggi dari yang terpasang di lapangan serta terdapat perhitungan ganda overhead pada harga besi tulangan jadi.

Kemudian, selisih harga sebesar Rp2.673.470.800,00 atas perhitungan biaya handling dan penyediaan material concrete sheet pile pada pekerjaan penyediaan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) tipe W 450B yang tidak cermat.

Adanya temuan BPK tersebut, PT Jasa Marga tidak menanggapi saat www.jayakartanews.com mengonformasinya. (yer)

Previous Post

Omar Khayyam: Bintang Cemerlang di Langit Ilmu Pengetahuan Islam

Next Post

Ngabuburit Sastra di Yogyakarta

admin

admin

Next Post
Ngabuburit Sastra di Yogyakarta

Ngabuburit Sastra di Yogyakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version